Hujan Buatan Sulit Dilakukan, Ini Alasannya

Penulis -

Rabu, 17 Juli 2019 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza tidak menampik teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau lebih dikenal dengan hujan buatan, cukup sulit dilakukan, sebab wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat dan Timur sudah memasuki puncak musim kemarau.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Praktis, kemunculan awan memang sangat jarang,” kata Hammam seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu, (17/7).

Hanya saja, kata Hammam, tidak ada salahnya dicoba. “Selama musim kemarau, ada kalanya dinamika atmosfir memungkinkan terbentuknya awan,” terangnya.

Meski, kemungkinan untuk berhasil rendah. Menurut dia, waktu yang tepat untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca adalah saat masa transisi. Antara bulan April hingga Mei.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Secara administratif, mekanisme yang tepat untuk menerapkan modifikasi cuaca pada situasi saat ini diikuti dengan penetapan status siaga darurat bencana kekeringan. “Sehingga terbuka peluang bagi BPPT untuk bertindak atas azas pemanfaatan peluang hujan sekecil apapun potensi tersedia,” katanya.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Dengan mekanisme seperti itu, pemerintah daerah dapat menerbitkan statemen siaga bencana kekeringan. Untuk kemudian, pemerintah pusat melalui BNPB dan Kementerian Pertanian dapat menindaklanjuti upaya penanggulangannya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB