​Musisi Luar Negeri Siap Hebohkan SimFest 2017, Begini Keseruannya  

Penulis -

Jumat, 27 Oktober 2017 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAWAHLUNTO – Anda berencana ke Sumatera Barat (Sumbar) bulan November mendatang? Jika iya, di Bulan November Sumbar akan banyak even bertaraf Internasional. Tidak hanya event Tour de Singkarak yang akan digelar pada 18 hingga 26 November, perhelatan Sawahlunto Internasional Music Festival (SIMFes) 2017 juga akan digelar pada 4 hingga 5 November 2017 mendatang.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, Sawahlunto International Music Festival merupakan gelaran kesenian yang dijadikan wadah untuk menuangkan ide-ide kreasi tanpa batas, dalam dunia musik bagi seniman dan musisi. Festival ini mampu memperlihatkan keragaman musik dari berbagai etnik dunia, sehingga dapat mengembangkan dialog budaya antar bangsa berdasarkan semangat bhineka.

“SIMFest juga merupakan perpaduan Heritage City yang indah, musik yang bergelora dan kehangatan interaksi antara musisi dan penonton yang membuat SIMFes selalu ditunggu dan dipadati penikmat musik setiap tahunnya,” ucap Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Kemenpar Wawan Gunawan di Jakarta, Rabu (25/10).

Esthy juga mengatakan, SIMfes siap menyajikan perpaduan musik komposisi etnik, modern dan kontemporer di Kota Sawahlunto. Berbagai pengisi acara dari dalam dan luar negeri juga siap unjuk gigi di even yang sudah kali ke-8 diselenggarakan.

“Musisi-musisi terbaik dari dalam dan luar negeri seperti Oktivi Ansambel Music, Lalang, Daood Debu, Sisir Tanah, Hototoska, Adien Lopez, The Cigarman Blues, Jesse Lesse, On and On, Diskopantera dan Sawahlunto New Ansamble,” ujar Esthy yang diamini Wawan.

Wawan menambahkan, SIMFest kali ini akan bertemakan “Fullmoon Heritage Wonderland”. SIMFes tahun ini akan memberikan sensasi lain untuk menikmati pagelaran musik. Selain sebagai pertunjukan musik etnik dunia, iven ini juga menyuguhkan fenomena alam bulan purnama terbesar di tahun 2017 yang dapat dinikmati oleh para pengunjung yang dipusatkan di Lapangan Segitiga Kota Sawahlunto. 

“Acara ini bertujuan untuk menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi antar budaya dan antar benua. Serta mencintai kearifan Kota Tambang Batu Bara menuju Kota Warisan Dunia dan meningkatkan apresiasi terhadap musik etnik kontemporer di tanah air,” katanya.

Selain menikmati pertunjukan Musik, lanjut Wawan, pengunjung SIMFes juga akan dilibatkan dengan berbagai kegiatan dalam program Zero Waste atau kampanye bebas sampah dengan melibatkan siswa/i Sekolah Menengah Pertama sebagai penggerak di Program ini dan akan diikuti oleh komunitas komunitas serta pengunjung. 

“Juga akan ada workshop musik yang bersifat edukasi dan transfer knowledge. Akan dikemas kedalam bentuk workshop dengan pemateri dari musisi SIMFes yaitu Daood Debu dengan materi perkusi khas Turki Darabuka dan juga Materi Perkusi khas Flamenco Spanyol,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sepakat dengan deputinya untuk medukung SIMFest 2017. Menurutnya SIMfest dapat mendorong perkembangan Kota Sawahlunto sebagai kota wisata sejarah dan budaya. Serta terciptanya multiplayer effect perekonomian. 

“Sejak SIMFes di laksanakan tahun 2010, berbagai musisi dunia telah tampil menyemarakan panggung musik tahunan ini. Mulai dari sejumlah negara di Afrika seperti Sinegal dan Abijan, juga ada dari Mexico, Hawai, Mongolia, Taiwan, Malaysia dan sejumlah musisi terkemuka dari Indonesia. Selamat dan sukses untuk acara SIMFest 2017,” ucap Menteri Pariwisata Arief Yahya.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf
Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik
‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo
Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia
Dispar Padang Berikan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata
Pelaku Usaha di Pantai Air Manis Ikuti Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Senin, 2 September 2024 - 20:53 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf

Selasa, 30 Juli 2024 - 21:21 WIB

Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik

Jumat, 26 Juli 2024 - 09:54 WIB

‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:16 WIB

Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB