Kementan Klaim Inflasi Bahan Pangan Turun Drastis Selama 4 Tahun

Penulis -

Rabu, 2 Januari 2019 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Sejak tahun 2014 hingga 2018 kinerja pembangunan pertanian Indonesia merupakan salah satu sektor yang menjadi rujukan prestasi pemerintahan. Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Menteri Andi Amran Sulaiman inflasi bahan makanan/pangan turun drastis dari 10,57 persen menjadi 1,26 persen.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menuturkan, sektor pertanian terbilang sangat membanggakan, sebagai buah kerja keras dalam membangun sistem, komitmen dan kegigihan serta sinergi antar kelembagaan, baik di internal Kementan maupun di eksternal.

Ekspor pangan, tambahnya, juga mengalami lonjakan pesat sebesar 29,7 persen atau setara dengan Rp1.360 triliun. Di sektor investasi, pertanian Indonesia menunjukkan lonjakan sangat besar hingga 110 persen atau setara dengan Rp 94,2 triliun.

“Bahkan dalam pendapatan domestik bruto (PDB) sektor pertanian berhasil menyumbang kenaikan hingga 47,2 persen,” jelasnya di Jakarta, Selasa (1/1) kemarin.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Menurut Kuntoro, geliat sektor pertanian Indonesia, diyakini tidak terlepas dari komitmen penuh Menteri Amran dalam keberpihakannya pada petani. Hal ini telah membawa seluruh energi pembangunan pertanian tanah air dan kebijakan yang menyertainya bermuara pada bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani.

Hasilnya memang luar biasa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) demikian cemerlang. Di bawah komando Menteri Amran, Nulai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) dan Nilai Tukar Petani (NTP) bergerak naik. NTUP naik 5,39 persen sedangkan NTP naik 0,22 persen”, katanya.

Kenaikan ini, Kuntoro menjelaskan, secara langsung berdampak pada tingkat kesejahteraan petani yang umumnya berada di pedesaan. Hal itu tercermin dari turunnya kemiskinan di pedesaan dari 17.74 juta orang menjadi 15,81 juta orang, di mana 70 persen disumbangkan dari sektor pertanian.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Agar berkelanjutan, menurut Kuntoro semua pencapaian ini harus dikawal oleh dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, cakap dan berintegritas – sebagai satu cita-cita besar Menteri Amran.

“Hal ini diwujudkan dengan melakukan trasformasi besar-besar di bidang Politeknik Pertanian dari STPP menjadi Polbantang,” imbuhnya.

Adapun salah satu yang menjadi penyebab sektor pertanian mengalami involusi dan stagnan selama ini adalah merajalelanya mafia pangan. Jadi, kata Boga, kemiskinan petani selama ini salah satunya disebabkan permainan harga yang dikendalikan mafia.

“Tapi sejak kepemimpinan Menteri Amran, kami melakukan gebrakan pemberantasan mafia pangan yang banyak diapresiasi. Tercatat dari gebrakan tersebut, ada 782 kasus mafia pangan yang telah dilaporkan dan menghasilkan 409 tersangka serta 21 perusahaan pangan di-black list,” katanya.

Sekedar diketahui, Kementan telah mencabut 291 Permentan yang dinilai menghambat proses kinerja pertanian. Hal itu dilakukan untuk Efisiensi, transparansi dan akutabilitas kerja diperkuat. Hasilnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kementerian Pertanian memperoleh penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Kementan juga meraih penghargaan keterbukaan informasi publik serta penghargaan TOP IT dan dianugerahi pengharhaan sebagai kementerian Anti Gratifikasi terbaik,” katanya.

Kementan meraih pula penghargaan pengadaan barang terbaik, penghargaan penjaga ketahanan pangan, penghargaan pengarusutamaan gender, penghargaan pengelolaan arsip terbaik dan penghargaan manajemen kepegawaian terbaik.

“Padahal di sisi lain, anggaran pertanian dari 34 triliun di tahun 2015 menjadi 22 triliun di tahun 2016 sampai dengan 2018. Ini membuktikan bila prestasi mampu diraih di tengah kondisi apa pun bila dibarengi dengan kencintaan dan kerja ikhlas di dalamnya,” tandasnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB