Padang, Prokabar — Melalui inovasi serdadu dan bundo (Serbu) DBD, Puskesmas Andalas, Kota Padang berupaya menekan penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Kepala Puskesmas Andalas, dr Mela Ariyati, menyebutkan, program Serbu DBD sudah ada sejak 2017. Berkaca dari pengalaman kasus DBD didominasi oleh anak-anak. Program tersebut bertujuan untuk menurunkan angka demam berdarah. Target penyuluhan pun yakni murid SD dan bundo.
Melalui program Serbu DBD, pihak puskesmas memberi pemahaman dan sosialisasi pada murid SD dan Bundo (ibu) untuk lebih peduli pada kesehatan dan bahaya DBD.
Melalui inovasi itu, membantu penurunan kasus DBD di Kecamatan Padang Timur. Khususnya, Sawahan Timur. Dari 6 kasus di tahun sebelumnya sekarang menjadi 2 kasus. Di Jati dari 23 kasus menjadi 4 kasus.
“Artinya program tersebut efisien menurukan angka DBD terutama pada anak,” ucap Mela, Kamis (22/11) di Padang.
Mela menjelaskan, 30 persen kasus DBD di Kecamatan Padang Timur berada di usia sekolah dasar (SD). Apalagi, jumlah SD di Padang Timur cukup banyak. Untuk pemilihan bundo ini, sebut Mela, karena orang terdekat yang selalu ada di rumah dan mengerti terhadap kebersihan rumah, sehingga dapat mempermudah petugas kesehatan dalam memperluas pemahaman terhadap bahaya DBD.
Ia menyebutkan sebanyak lima petugas dari program kesehatan (promkes), kesehatan lingkungan (kesling), surveilance, DBD, serta pembina wilayah dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Masing-masingnya memiliki tugas dan tanggung jawab. Promkes bertugas mengajarkan anak-anak dan bundo cara penyuluhan DBD. Kesling memastikan anak-anak dan bundo menjaga kebersihan lingkungan.
Surveilance bertugas melatih dan menumbuhkan jiwa peduli dan waspada terhadap ancaman penyakit yang ada. Melatih melihat jentik dan memberikan pengetahuan tentang pemberantasan sarang nyamuk.
Sementara, pembina wilayah sebagai penanggung jawab program di tingkat kelurahan yang akan melakukan evaluasi dan monitoring berkala. (hdp)
















