Naira, Bocah Hydrocephalus Asal Sungai Salak Butuh Uluran Tangan Dermawan

Penulis -

Kamis, 15 November 2018 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Kesedihan dan air mata Ermida (26) dan Syafri (26), pasangan suami istri warga Jorong Sungai Salak, Nagari Koto Tangah Kecamatan Tanjung Emas, Tanah Datar tak bisa terbendung saat melihat buah hatinya yang harus menanggung derita karena menderita penyakit hydrocephalus atau terjadinya penumpukan cairan pada otak.

Naira, Balita berusia 4 tahun 8 bulan ini, kini hanya bisa terbaring lemah. Jangankan untuk bergerak bebas, untuk menggerakan bagian kepalanya saja, Naira tak lagi sanggup. Hal ini tak lain karena bagian kepala Naira yang terus membesar karena penyakit yang diderita.

Sesekali, kakaknya Alfin (7) dan saudara kembarnya Nabil menatap iba kepada Naira adik bungsu yang tergeletak di tempat tidur.

“Sejak lahir Naira telah mempunyai kelainan di sekitar kepala. Pihak rumah sakit yang melakukan pemeriksaan memvonis anak kami menderita hydrocephalus dan harus mendapat perawatan,” ungkap Ermida.

Beratnya cobaan, terus ditanggung, seperti tak pernah berujung. Satu-satunya usaha yang dilakukan pasutri ini, kini hanya berdoa dan berdoa, demi kesembuhan buah hati.

Bekerja sebagai petani tentu mustahil mendapatkan pundi-pundi rupiah dalam waktu dekat. BPJS yang semestinya bisa membantu, tidak lagi bisa digunakan karena dinyatakan tidak lagi berlaku sejak 3 tahun lalu. Jangankan untuk membayar BPJS, untuk mengasapi dapur saja keluarga ini sudah pontang panting membanting tulang.

Agar kepalanya tidak membesar, dari kepala Naira dipasangi slang hingga bermuara di bagian perut yang posisinya membentang dari kepala ke perut.

“Sekali 5 tahun, selang itu harus diganti melalui operasi. Selang Naira harus diganti pada awal 2019 nanti, sementara biaya penggantian selang itu mencapai Rp100 Juta. jika pada operasi pertama kami memakai BPJS, kini BPJS Kami sudah mati sejak 3 tahun lalu karena tidak sanggup membayarnya,” ujarnya dengan perasaan pili.

Kini, sembari menunggu 2019 tiba, sang ayah serasa tidak sanggup lagi untuk memikul beban biaya yang akan harus mereka bayar.

“Hasil dari bertani dengan sawah yang kecil tentu berpenghasilan kecil pula. Jangankan untuk biaya berobat, kadang untuk makan saja mengharapkan bantuan dari sanak saudara,” keluh Syafri.

Ia berharap kepada pemerintah daerah dan dermawan bisa memberikan sedikit rezeki mereka untuk kesembuhan anak tercintanya.

“Hidup normal tanpa ada beban, itu harapan kami dan Naira dimasa akan datang.,” katanya.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete
Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk
Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia
Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri
Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita
XL Axiata dan Komunitas Jurnalis Gelar Donor Darah untuk Anak-Anak Penderita Kanker
XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Kabut Asap di Kalsel
Upaya Ade Rezki Pratama Tekan Angka Stunting di Limapuluh Kota 
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 Oktober 2024 - 10:17 WIB

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete

Minggu, 11 Agustus 2024 - 21:19 WIB

Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:18 WIB

Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia

Rabu, 13 Desember 2023 - 22:50 WIB

Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri

Rabu, 29 November 2023 - 17:26 WIB

Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB