Program Ibu Muda (IMUD) Puskesmas Padang Pasir ‘Diserbu’

Penulis -

Rabu, 7 November 2018 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Satu dari Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018 KemenPAN RB, Program IMUD jadi serbuan pengunjung IPS Forum di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/11).

Saat Prokabar.com mengunjungi gerai bernomor A68 ini, petugas IMUD sedang memberi penjelasan pada pengunjung. “Kelas ibu muda (IMUD) ini dilatarbelakangi dengan adanya angka kematian bayi dari ibu muda yang berusia 17 tahun. Jika dibiarkan bisa terjadi angka kematian yang lebih besar lagi,” terang Erna Mulyani, Koordinator Program IMUD Puskesmas Padang Pasir, Kota Padang.

Sejak Maret 2016 hingga sekarang ini, kelas IMUD masih berjalan setiap bulannya. Tercatat setiap tahunnya, kelas tersebut diikuti 20 ibu muda dari satu kecamatan yang memiliki jiwa sekitar 48 ribu jiwa.

Menurut Erna dibentuknya kelas IMUD dilatarbelakangi adanya kematian bayi dari ibu muda di daerahnya. “Jadi ada satu seorang ibu muda yang bayinya meninggal. Dari situ kami tak ingin ada lagi hal yang sama,” jelasnya.

Mendengar adanya kasus kematian bayi dari ibu muda tersebut, pihaknya bersosialisasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk melakukan penyuluhan.

Foto Beb – Kelas Ibu Muda (IMUD) Puskesmas Padang Pasir, Kota Padang

“Kelasnya kita isi pertemuan, narasumbernya berasal dari spesialis kebidanan, KUA. Jadi mereka belajar bagaimana membina keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Jangankan ibu muda, kita saja masih perlu belajar,” tambahnya lagi.

Ditambah lagi pengetahuan bagaimana merawat kehamilan agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita dampingi mulai dari masa kehamilan sampai kelahiran. Tentang imunisasi juga kita berikan penyuluhan,” ungkapnya lagi.

Program yang tadinya untuk menekan angka kematian bayi dari ibu muda ini ternyata menarik perhatian KemenPAN RB sebagai lembaga pelayanan publik. “Kami buat program ini bukan untuk ikut lomba seperti ini. Tapi untuk menekan angka kematian bayi dari ibu muda. Ternyata terpilih menjadi Top 40 inovasi pelayanan publik,” pungkas Erna. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter
Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru
“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith
Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa
Sinetron Baru SCTV “Beri Cinta Waktu” Hadirkan Chemistry Manis Rayn Wijaya, Adhisty Zara, dan Yesaya
Harris Vriza & Febby Rastanty Ceritakan Chemistry di Sinetron SCTV “Cinta di Bawah Tangan”
Pemain Sinetron Cinta Sedalam Rindu SCTV Bagikan Pengalaman Syuting
*Fariz RM Dituntut 6 Tahun Penjara, Eks Manajemen dan Fans Hadir Beri Dukungan*
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:11 WIB

‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:26 WIB

Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:14 WIB

“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:03 WIB

Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa

Rabu, 22 Oktober 2025 - 15:38 WIB

Sinetron Baru SCTV “Beri Cinta Waktu” Hadirkan Chemistry Manis Rayn Wijaya, Adhisty Zara, dan Yesaya

Berita Terbaru

Daerah

Laga Terakhir Versus Persma 1960 Manado PSP Incar Kemenangan

Minggu, 14 Jun 2026 - 22:49 WIB