Nah, Jokowi Menang Woi

Penulis -

Minggu, 7 Oktober 2018 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Ini survei, bukan kejadian sebenarnya. Jika pilpres diadakan hari ini maka Jokowi menang.

Siapa pasangan Jokowi tak berpengaruh. Dolar naik sangat masalah. Hasil survei dirilis, Minggu (7/10).

Hasil survei Sjaiful Mujadi, Research & Consulting tentang tren elektabilitas capres pengalaman menjelang hari – H; temuan survei nasional, September 2018, menemukan sebagai berikut:

Jokowi dan Prabowo, jika dipilih sekarang, Jokowi: 60,2% dan Prabowo 28,7%. Tidak tahu dan tidak menjawab 11,1%.

Jika semua suara tidak tahu dan tidak menjawab semuanya lari ke Prabowo, suara yg diraih Prabowo baru 39,8%.

Tapi, masalah nilai tukar rupiah yg melemah terhadap dolar dan harga BBM bisa menjadi masalah bagi Jokowi. Tren bisa berbalik arah jika rupiah yg terus melemah terhadap dolar AS mengganggu perekonomian dan pemerintah akhirnya harus menaikkan harga BBM. Dalam 7 bulan ke depan, hal yg tak tertulis duga bisa saja terjadi.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Tren elektabilitas Jokowi terus menguat dibanding Prabowo. Cawapres tidak punya efek signifikan terhadap elektabilitas pasangan capres.

Dari pengalaman 3 kali pilpres, calon yang trennya unggul terus sulit dikalahkan pada hari H.

Petahana bisa kalah ketika menjelang Pilpres trennya memang kalah. Megawati sebagai petahana menjelang Pilpres 2004 sudah kalah beberapa bulan menjelang hari H, dan terbukti kalah pada hari H.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Petahana dipilih kembali pada hari H dan sesuai dengan tren elektabilitasnya yang unggul jauh-jauh hari. Ini dialami SBY
menjelang hari H 2009.

Tren elektabilitas Jokowi sebagai petahana menjelang 2019 lebih baik dari tren elektabilitas SBY menjelang 2009. SBY menang, dan peluang Jokowi untuk menang lebih baik.

Faktor-faktor makro yang dapat mengubah tren secara signifikan adalah ekonomi, penegakan hukum, dan kondisi kemanan.

Menjelang Pilpres 2009, kondisi makro tersebut secara umum baik, dan karena itu tidak mengubah tren keunggulan SBY.

Penilaian pemilih atas kondisi makro tersebut lebih baik menjelang 2019 di bawah Jokowi, dan kalau tidak ada perubahan berarti, peluang Jokowi untuk menang 2019 lebih besar dibanding SBY pada 2009 (yang waktu itu menang).

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Masalahnya apakah kondisi makro tersebut dalam 6-7 bulan ke depan akan stabil atau bahkan lebih baik, atau sebaliknya?

Apakah kenaikan harga dollar, dan subsidi BBM yang menggerus anggaran, tidak mengubah penilaian masyarakat atas kondisi ekonomi nasional?

Bila pemerintah salah dalam mengelola masalah ini, tren positif dukungan pada Jokowi sekarang ini bisa berbalik arah.

Pemerintah SBY menjelang 2009 bisa mengatasi masalah ini, dan menang dalam Pilpres 2009. (mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB