Dirikan Posko Dengan Berbagai Keterbatasan, ACT Fokus Evakuasi Jenazah Korban

Penulis -

Kamis, 4 Oktober 2018 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palu, Prokabar — Kondisi pascagempa di Kota Palu dilaporkan masih mencekam. Listrik belum menyala, air bersih langka, krisis bahan bakar minyak, hingga akses transportasi darat maupun udara masih sangat terbatas. 

Sementara itu, pasokan logistik langka untuk ditemukan. Menyiapkan aksi skala masif dan pusat koordinasi Tim Aksi Cepat Tanggap di Kota Palu, Posko Kemanusiaan ACT pun telah didirikan.

Kusmayadi, Koordinator Tim Emergency Response ACT di Kota Palu mengabarkan, Posko Utama Tim ACT di Kota Palu beralamat di Jl. H. Hayun, No: 38, RT 02 RW 07, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

“Tidak mudah untuk mencari bangunan yang layak dan sekiranya tahan gempa untuk dijadikan posko ACT pascagempa di Kota Palu. Bangunan di pinggir laut habis disapu tsunami, sementara bangunan yang masuk ke selatan Palu banyak sekali yang mengalami kerusakan fisik. Kami juga mencari bangunan yang berada di tengah Kota Palu, untuk memudahkan tim evakuasi ACT bergerak ke lokasi di sekitar Palu,” jelas Kusmayadi melalui rilis yang diterima Prokabar, Kamis (4/10).

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Lebih lanjut ia mengatakan, tantangan lain datang dari bangunan rumah yang ditinggal oleh sejumlah warga untuk mengungsi. “Kalaupun ada bangunan utuh tidak mengalami retak, tapi tidak bisa kita akses. Karena bangunan dikunci dan ditinggal penghuninya mengungsi,” tutur Kusmayadi.

Selain itu permasalahan air bersih dan listrik yang padam pun menjadi urusan pelik di seluruh kota. Tim ACT di lokasi bencana melaporkan, sudah berhari-hari sejak gempa terjadi, mereka hanya berwudu menggunakan air mineral. Mandi adalah hal mustahil karena air bersih yang langka. Masalah ini yang juga menjadi prioritas untuk menyiapkan Posko Utama ACT yang layak.

“Insya Allah Posko ACT di Palu bisa menyala listriknya dengan genset. Air bersih juga sedang kami siapkan di posko. Bangunan posko sudah kami pastikan tahan guncangan gempa susulan karena tidak ada yang mengalami keretakan, Insya Allah,” sambung Nur Ali Akbar, Koordinator Relawan dan Logistik ACT di lokasi gempa Palu.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Memulai aksi dalam kondisi serba darurat dan terbatas, beberapa kendaraan operasional Tim ACT di Palu bahkan menggunakan mobil yang penyok-penyok akibat tertimpa runtuhan gempa. Seperti kendaraan operasional medis ACT misalnya, mobil berwarna putih itu menjadi saksi bisu betapa gempa dan tsunami Palu terjadi begitu dahsyat.

“Kondisi serba darurat di sini, selagi Ambulans ACT sedang dikirimkan langsung dari Kota Makassar, kami kesulitan mencari kendaraan roda empat untuk mobilisasi seluruh Tim ACT. Beberapa kendaraan bekas terkena gempa kami gunakan untuk sementara waktu.” terangnya.

Saat ini aksi darurat bencana Tim ACT berfokus pada urusan evakuasi jenazah yang mulai membusuk dan memastikan pasokan logistik terjamin. Beberapa hati belakang, Tim ACT sempat mengevakuasi puluhan sampai ratusan jenazah yang tergeletak begitu saja di halaman parkir RSUD Undata Kota Palu. Karena minimnya kantong jenazah, tubuh yang mulai membusuk karena tergulung tsunami itu dibiarkan sementara di halaman RSUD Undata.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Sementara itu, Fadhli Septaviandra selaku Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Sumatera Barat mengatakan, Setiap Cabang ACT diinstruksikan untuk membuka Posko Kemanusiaan Gempa Palu dan Donggala ini, hal ini agar mempermudah masyaratakat memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh korban Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala. 

“Terkhusus di Cabang Sumatera Barat sendiri ACT mendirikan Posko di Kantor Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat di Jalan S.Parman No. 170 C, Ulak Karang Selatan. Untuk sementara kita tidak menerima bantuan berupa Pakaian Layak Pakai (PLP), karena masyarakat disana lebih mebutuhkan bantuan berupa logistik berupa Beras, Minyak Goreng, Gula Pasir, Popok Bayi, Pakaian Bayi, Makanan Bayi, Pembalut Wanita, Family Kit dan lain-lainnya. Dan yang ingin mau transfer ke rekening kita bisa langsung ke BNI Syariah 66 000 44001 dan Bank Mandiri 127 000 77 21242.”. tutup Fadhli Septavianra. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB