Agam, Prokabar — Menyenangkan sekali! Itu yang dirasakan pelajar asal Jerman ini. Mereka dapat merasakan langsung cara bertani Indonesia di Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumbar, Kamis siang (27/9). Sebanyak 25 orang pelajar tingkat sekolah dasar dan menengah masuk sawah, mencangkul, membajak dan menanam padi dalam lumpur.
“Kami sangat senang dan bahagia kegiatan pertukaran pelajar ini. Karena anak-anak kami bisa merasakan langsung cara bertani tradisional yang tidak ada lagi di kampung halaman kami,” ungkap Sarah, salah satu guru pelajar Jerman tersebut.
Kegiatan tersebut terlaksana berkat kerjasama antara Yari, salah satu yayasan asal Padang dengan Parther School Asal Jerman dan Pengelola Wisata Lawang Park. “Kegiatan ini menggeliat sejak 2011 lalu dan sudah terlaksana 5 kali pertukaran pelajar,” Kata Yustisia Kata, Ketua Yayasan YARI.
Untuk anak kita ke Jerman akan dibiayai oleh Negara Bundesland tersebut. Dan tinggal bersama orang tua dari salah satu pelajar Jerman. “Anak-anak akan diajak ke Museum, Gedung Parlemen dan Sekolah layaknya pelajar di sana selama 3 minggu,” ungkapnya.
Sedangkan pelajar Jerman yang akan mengikuti study ke Indonesia, dapat menikmati kesenian, kebudayaan, pertanian tradisional seperti menari, membajak sawah dan menanam padi. “Dan mereka sangat menikmati dan bahagia selama kegiatan itu berlangsung,” tuturnya.
Sementara itu, Edo Prasetio Pratama selaku fasilitator dari Lawang Park mengatakan Kegiatan tersebut sangat positif untuk perkembangan dan promosi wisata kita di tingkat Internasional. “Mereka yang berkunjung jelas akan menceritakan pengelaman tersebut kepada orang-orang terdekat mereka nantinya. Sehingga kemungkinan besar kembali berwisata ke Indonesia bersama keluarganya,” terang Edo.
Nilai utama selain keindahan alam adalah pendidikan human interes dan history. “Sisi kemanusian dan keramahtamahan adalah modal utama. Untuk itu masyarakat kita harus sadar wisata dan harus menjaga nilai-nilai etika dan moral. Kebudayaan dan Kesenian Minangkabau sudah terkenal keelokannya, membuat wisata asing betah berwisat ke Agam ini,” tutupnya. (rud)
















