Jauh-Jauh Dari Jerman, 25 Pelajar Ini Belajar Bertani Di Agam

Penulis -

Jumat, 28 September 2018 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Menyenangkan sekali! Itu yang dirasakan pelajar asal Jerman ini. Mereka dapat merasakan langsung cara bertani Indonesia di Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumbar, Kamis siang (27/9). Sebanyak 25 orang pelajar tingkat sekolah dasar dan menengah masuk sawah, mencangkul, membajak dan menanam padi dalam lumpur.

“Kami sangat senang dan bahagia kegiatan pertukaran pelajar ini. Karena anak-anak kami bisa merasakan langsung cara bertani tradisional yang tidak ada lagi di kampung halaman kami,” ungkap Sarah, salah satu guru pelajar Jerman tersebut.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Kegiatan tersebut terlaksana berkat kerjasama antara Yari, salah satu yayasan asal Padang dengan Parther School Asal Jerman dan Pengelola Wisata Lawang Park. “Kegiatan ini menggeliat sejak 2011 lalu dan sudah terlaksana 5 kali pertukaran pelajar,” Kata Yustisia Kata, Ketua Yayasan YARI.

Untuk anak kita ke Jerman akan dibiayai oleh Negara Bundesland tersebut. Dan tinggal bersama orang tua dari salah satu pelajar Jerman. “Anak-anak akan diajak ke Museum, Gedung Parlemen dan Sekolah layaknya pelajar di sana selama 3 minggu,” ungkapnya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Sedangkan pelajar Jerman yang akan mengikuti study ke Indonesia, dapat menikmati kesenian, kebudayaan, pertanian tradisional seperti menari, membajak sawah dan menanam padi. “Dan mereka sangat menikmati dan bahagia selama kegiatan itu berlangsung,” tuturnya.

Sementara itu, Edo Prasetio Pratama selaku fasilitator dari Lawang Park mengatakan Kegiatan tersebut sangat positif untuk perkembangan dan promosi wisata kita di tingkat Internasional. “Mereka yang berkunjung jelas akan menceritakan pengelaman tersebut kepada orang-orang terdekat mereka nantinya. Sehingga kemungkinan besar kembali berwisata ke Indonesia bersama keluarganya,” terang Edo.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Nilai utama selain keindahan alam adalah pendidikan human interes dan history. “Sisi kemanusian dan keramahtamahan adalah modal utama. Untuk itu masyarakat kita harus sadar wisata dan harus menjaga nilai-nilai etika dan moral. Kebudayaan dan Kesenian Minangkabau sudah terkenal keelokannya, membuat wisata asing betah berwisat ke Agam ini,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB