Jakarta, Prokabar — Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menjelaskan, peningkatan indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) Indonesia menjadi momentum baik bagi pelaku industri untuk terus berekspansi.
“Artinya, kita melihat bahwa industri manufaktur kita sedang bergeliat,” kata Airlangga dalam keterangannya yang diterima Minggu (16/9).
Menurutnya, data PMI yang dirilis oleh Nikkei merupakan ukuran kinerja sektor manufaktur yang berasal dari hasil survei sebanyak 400 perusahaan. Adapun lima indikator indeks yang menjadi bobot penilaian, yaitu pesanan baru, hasil produksi, jumlah tenaga kerja, waktu pengiriman dari pemasokbahan baku, dan stok barang yang dibeli.
Ekonom IHS Markit Aashna Dodhia memaparkan, pertumbuhan yang cukup signifikan pada PMI Indonesia pada Agustus 2018 menunjukkan permintaan dalam negeri yang berada dalam laju paling tinggi sejak Juli 2014. PMI di atas 50 menandakan manufaktur tengah ekspansif.
“Jadi, mengindikasikan bahwa kesehatan sektor ini telah meningkat dalam kondisi yang paling baik dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini didorong permintaan yang terkuat sejak Juli 2014 dan terlihat juga peningkatan serapan tenaga kerja,” tuturnya.
Bahkan, upaya pemerintah melakukan penyesuaian tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 terhadap 1.147 barang konsumsi impor, dapat bertujuan untuk menjaga pertumbuhan industri dalam negeri, peningkatan penggunaan produk lokal, dan perbaikan neraca perdagangan. Regulasi ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 110 tahun 2018 tentang Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang lain.
Kinerja industri manufaktur nasional diyakini semakin bergairah seiring keberpihakan pemerintah yang terus mengeluarkan kebijakan-kebijakan pro-bisnis. Capaian positif itu terlihat dari PMI Indonesia pada Agustus 2018 yang meroket hingga level 51,9 atau naik dibanding perolehan bulan Juli di angka 50,5.
PMI naik adalah bagian dari investasi di capital goods (barang modal) yang meningkat dan memberikan hasil produktivitas yang optimal sehingga dapat memacu daya saing industri manufaktur. (*/hdp)
















