Wah, Potensi Ekspor Tanaman Hias Ternyata Menjanjikan

Penulis -

Rabu, 12 September 2018 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi, Prokabar — Potensi ekspor tanaman hias masih terbuka lebar, namun petani florikultura masih belum bisa memenuhi semua permintaan pasar mancanegara.

“Hal ini menjadi peluang untuk dioptimalkan, sebagaimana arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman,” kata Ketua Asosiasi Flori Kabupaten Sukabumi Anas, saat ditemui di Galeri Kelompok Tani (Poktan) Alamanda, Jalan Selabintana Wetan, Sundaya Girang, Kecamatan Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (12/9).

Ia mencontohkan dengan potensi pasar global kaktus cyclops yang baru 10 persen. Ekspornya baru mencapai 100 ribu pohon per tahun senilai Rp3 miliar.

Begitu pun untuk komoditas hanjuang kemoceng (Dracaena Compacta). Alhasil, Sukabumi baru bisa mengekspor 15 kontainer per tahun. Tiap kontainer memuat sekira 2.000 batang dan harganya Rp15 ribu per ikat.

“Hanjuang kemoceng yang saya dapat, kebanyakan terlantar, cuma jadi pembatas kebun,” ujarnya

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Tanaman-tanaman hias tersebut, diekspor ke sejumlah negara di Asia. Korea, Malaysia, Singapura, Bahrain, Oman, India, dan Arab Saudi, misalnya. Beberapa negara di Benua Biru juga menjadi sasaran ekspor.

Di sisi lain, ekspansi komoditas lucky bamboo (Dracaena Sanderiana) dari Sukabumi cukup moncer. Selain produktivitas tinggi, kreativitas perajin dan kualitas tanaman menjadi nilai jualnya.

Menurut Ketua Poktan Alamanda, Ahendrayana, pihaknya memiliki lebih dari 90 desain lucky bamboo. Tiap negara tujuan ekspor, memiliki selera desain berbeda. Malaysia, Singapura, dan Korea, contohnya, lebih tertarik dengan model pagoda. Sedangkan Oman, cenderung olimpik.

“Volume ekspor (model) pagoda sekitar 150 ribu pieces per tahun. Model lain 140-150 ribu pieces per tahun. Nilainya Rp6 miliar per tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Dia menyatakan, prospek tanaman hias menjanjikan. Sebab, pangsa global tak terpengaruh dengan gejolak ekonomi. “Malaysia, Singapura, tiap tahun pasti mereka pakai, karena ada kaitan dengan kepercayaan mereka,” jelasnya.

Rencananya, akan ada ekspor Dracaena jenis Pagoda 3/20 sejumlah 10 ribu buah dan jenis Pagoda 2/15 sebanyak 20 ribu buah ke India, 15 September mendatang. Sebulan berikutnya, akan mengirim Dracaena jenis 3/20 sebanyak 10 ribu buah 5.000 buah Ananas C, 500 buah Ananas A, 500 buah Guci A, dan 5.000 buah Curly ke Malaysia.

Meski budidaya tanaman hias sudah menjadi mata pencarian utama masyarakat Selabintana Wetan, namun bukan perkara mudah untuk menembus pasar internasional. Kata Ahen, hal itu tak lepas dari perkembangan teknologi dan dukungan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan).

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Bantuan dari Ditjen Horti yang kami rasakan, support sangat tinggi. Kami juga sudah difasilitasi dari bibit, packing house, transportasi. samakin gede demand, semakin banyak petani yang turun. Kami harapkan Ditjen Horti selalu terus membina kami, support kami,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi, menyambut positif ekspor tersebut. Diharapkan sentra tanaman hias lain mengikuti jejak petani Sukabumi.

“Ini kreativitas. Di sana ada permintaan, ya dipenuhi dari sini. Peluang bagus kayak gini kita cari,” ucapnya.

Suwandi juga menegaskan komitmen Ditjen Hortikultura Kementan meningkatkan ekspor komoditas lain yang memiliki daya saing di pasar internasional. Sehingga, devisa meningkat dan kesejahteraan petani membaik. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB