Kemendes PTT Suguhkan Buah-Buahan Dari Daerah Pelosok kepada Wartawan Asing di Asian Games

Penulis -

Kamis, 30 Agustus 2018 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Buah-buahan dari desa dan daerah tertinggal yang disajikan di Main Press Centre (MPC) Asian Games 2018 Jakarta Convention Center (JCC) menyita perhatian media asing. Tak sedikit dari awak media asing di MPC itu baru kali pertama mencicipi cita rasa buah lokal Indonesia.

Buah-buahan yang disuguhkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Regopantes antara lain Alpukat Mentega dari Kabupaten Pasaman Barat, Belimbing Madu dari Kabupaten Grobogan, Pisang Raja dari Kabupaten Bondowoso, dan Salak Gula Pasir dari Kabupaten Karangasem.

Jurnalis dari India, Rajesh misalnya, mengungkapkan ketertarikannya pada buah salak. Salak gula pasir asal Kabupaten Karangasem yang baru ia cicipi menurutya memiliki kesan tersendiri.

“Buah salak ini sangat menarik. Sangat manis dan enak,” tutur Rajesh.

Kesan serupa juga disampaikan jurnalis asal Taiwan. Sambil mencicipi alpukat khas Pasaman Barat, dirinya sangat menyukai kombinasi alpukat mentega yang gurih dengan padanan rasa manis.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Saya lebih suka alpukat dengan taburan gula aren daripada dengan kopi. Ini karena saya lebih suka rasa manisnya daripada rasa pahitnya kopi,” kata Jurnalis berkalung nametag dari Taiwan itu menyusul senyuman di bibirnya.

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kemendes PDTT Samsul Widodo mengatakan, masuknya buah lokal dari daerah tertinggal merupakan upaya mengekspos kekayaan alam Indonesia ke dunia internasional. Dia meyakini kesan baik yang muncul dari para jurnalis akan memberi dampak baik saat mereka kembali ke negara masing-masing.

“Pasaman Barat ini masuk dalam kategori daerah tertinggal, tapi ternyata memiliki potensi yang luar biasa. Event ini akan dimanfaatkan dengan baik untuk memperkenalkan buah-buahan tropis kepada para atlet, wartawan asing dan tamu kenegaraan dalam Asian Games 2018,” katanya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Dengan suguhan buah-buahan tersebut, lanjut Samsul, dirinya berharap MPC yang dihadiri oleh 3.000 wartawan dari 45 negara peserta Asian Games 2018 akan menjadi tempat yang semakin nyaman untuk bekerja.

Sementara itu, Head of RegoPantes Wilda Romadona menuturkan, RegoPantes ingin memfasilitasi para petani di pedesaan untuk ikut berkontribusi pada perhelatan olahraga terbesar se-Asia ini. Tidak hanya memasarkan produknya, melainkan juga sekaligus menceritakan kisah perjuangan yang dilakukan di masing-masing kebun milik petani tersebut.

“Kita ingin agar petani juga bisa ikut ambil andil dan punya kontribusi serta memperkenalkan komoditas-komoditas yang mereka budidayakan sekaligus menceritakan kisah pemberdayaan para pahlawan pangan ini,” tuturnya.

Selain empat komoditas tersebut, Kemendes PDTT dan RegoPantes juga mempersembahkan cerita pemberdayaan petani dari lima komoditas lain, yaitu kisah petani Kopi Arabika dari Kabupaten Banjarnegara, Beras Organik dari Kabupaten Wonogiri, Madu Hutan dari Taman Nasional Ujung Kulon, Salak Madu Batursari dari Kabupaten Tabanan, dan petani sayuran dari Ngablak, Kabupaten Magelang.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Sejak awal tahun 2018, Kemendes PDTT melalui Ditjen PDT bekerja sama dengan Regopantes untuk memasarkan produk unggulan desa dan daerah tertinggal, seperti buah-buahan lokal daerah. Regopantes adalah platform digital dari 8Villages yang memberi kesempatan pada para petani untuk menjual hasil pertanian langsung kepada konsumen.

Platform tersebut membantu petani mendapatkan harga jual yang lebih layak atau pantas dibanding jika mereka menjual kepada para distributor. Dengan demikian, Regopantes hadir sebagai solusi untuk memangkas rantai tengkulak yang selama ini menekan harga jual petani, sehingga harga jual di petani bisa lebih tinggi dan memberi dampak pada peningkatan pendapatan petani. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB