Padang, Prokabar — Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dipastikan akan membuka dan mengikuti kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) pertama Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se Indonesia 2018 secara penuh yang di Universitas Negeri Padang (UNP), Kota Padang dari 26 hingga 29 Agustus 2018.
“Pada hari kedua (27 Agustus 2018), direncanakan acara dibuka langsung Menteri Desa PDTT. Pak Eko akan mengawal secara penuh pelaksanaan munas tersebut.” kata Ketua Panitia Munas Forum BUMDes Indonesia Ernawati, melalui siaran pers yang Prokabar terima, Kamis (23/8).
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa saat ini persiapan munas sudah mencapai 90 persen dan secara umum sudah oke. “Saat ini panitia tengahmerapikan hal-hal kecil yang dikuatirkan mengganggu kelancaran acara. Langkah merapikan dimaksud, terkait dengan tekad panitia agar agenda Munas kali ini benar-benar mencapai hasil maksimal, sesuai harapan dan perencanaan.” ungkapnya.
Hal tersebut bukan tanpa alasan. Rencananya, agenda Munas akan dihadiri sekitar 3.000 peserta. Mereka terdiri dari pengurus Bumdes se-Indonesia, perwakilan Bumdes se-Indonesia, Pengelola Bumdes dan Bumnag di Sumbar, walinagari se-Sumbar dan mahasiswa yang memiliki perhatian kepada nagari mau pun Bumdes serta mau mengabdi di nagari.
Sementara itu, Ketua Forum Bumdes Sumbar F Ferdi Datuk Dinagari menyebutkan, pada Munas kali ini, berbagai agenda sudah disiapkan. Usai dibuka Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, dilanjutkan dengan Seminar Talkshow, mengangkat tema; Mengembangkan BUMDes Sebagai Pilar Ekonomi Nasional dengan Menghadirkan narasumber Prof. Gunawan Sumudiningrat (Dashbord Ekonomika Kerakyatan UGM), Dr. Rochadi Tawaf (Advicer Metri), Anita (Direktur PT. MBN), Nugroho Setijo Negoro (Direktur PUED-Kemendesa), dipandu moderator Drs. Ahmad Hamdani, MM.
Agenda berikutnya, diskusi tematik dengan tema Berbeda, Bekerjasama untuk Kedaulatan Ekonomi Desa. Ada lima klaster usaha Bumdes yang difokuskan. Diantaranya, Bisnis Sosial yang meliputi layanan dasar berupa sampah, air bersih dan listrik. Menghadirkan Ton Martono, Direktur BUMDes Karangrejek, mengangkat materi Mengubah Masalah Menjadi Berkah.
Materi kedua, perdagangan yang meliputi hasil Pertanian, perikanan, perkebunan, Sumber Daya Alam, pasar desa dan Bumdes Mart, menghadirkan Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani. Tema yang diusungnya, Perdagangan Gerbang Desa Menuju Kedaulan Ekonomi Desa.
Dari pengolahan produk, dalam bentuk produk unggulan desa, pengolahan hasil pertanian, perikanan, perkebunan, Sumber Daya Alam dengan narasumber Ivanovic, PIC Prudes & Prukades Kemendesa PDTT. Materi yang disampaikannya, Pengembangan Olahan Prudes dan Prukades dalam memajukan Usaha Bumdes.
Selanjutnya berkaitan dengan wisata desa, berupa wisata alam dan wisata budaya. Narasumber, Tetty Desiarty S. Arianto, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradidi dan Budaya, dengan tema Wisata Desa Berbasis Kearifan lokal.
Berkaitan dengan jasa keuangan dan non keuangan, akan menghadirkan Eko Arianto, dari Arianto, Otoritas Jasa Keuangan. Setelah itu, dilanjutkan dengan sidang-sidang komisi, meliputi Komisi Kelembagaan, Komisi Pelaku Bumdes, Komisi Akademisi, Komisi Bisnis dan Komisi Pemerhati, Pendamping dan Media.
Febby Datuk Bangso, berharap kegiatan ini memberikan tambahan wawasan dan pemahaman bagi pengelola Bumdes atau Bumnag serta kepala desa (walinagari).
“Bumdes adalah kekuatan baru perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Mensejahterakan masyarakat desa, sama halnya dengan mensejahterakan masyarakat Indonesia yang dimulai dari desa,” kata tokoh muda sumbar asal agam tersebut.
Datuk Febby menyebutkan, melalui Bumdes, masyarakat desa diajak untuk mandiri secara ekonomi, sehingga desa tidak lagi tergantung pada pendanaan dari luar.
“Disejumlah desa, kehadiran Bumdes terbukti telah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kontribusi PADes yang tidak sedikit. PADes digunakan untuk membangun sarana dan prasarana.” ungkapnya.
Ia juga membeberkan fakta, Bumdes tidak berorientasi pada profit semata, tetapi lebih berpikir dan memberikan capaian pada benefid oriented. Bumdes menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Senada dengan Datuk Febby, sapaan H. Febby Datuk Bangso, Ernawati yang juga Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang mengharapkan, capaian-capaian terbaik dari Bumdes yang ada hendaknya menjadi acuan bagi untuk bisa memposisikan Bumnag lain juga lebih baik. (*/hdp)
















