Dituduh Antek Asing, Presiden Jokowi Tunjuk Contoh Blok Mahakam dan Freeport

Penulis -

Kamis, 9 Agustus 2018 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklarifikasi tuduhan yang sudah menjurus fitnah dan dinilainya membahayakan negara ini, yaitu yang berkaitan dengan antek aseng, antek asing.

“Antek asing, bagaimana antek asing? Yang namanya Blok Mahakam, yang dulu dimiliki oleh Perancis dan Jepang, 100% sekarang kita berikan ke Pertamina,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) XII, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8).

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Presiden Jokowi menegaskan, bahwa Blok Mahakam yang tadinya dikelola oleh Chevron telah diambil alih pemerintah 100 persen, dan selanjutnya pengelolaannya diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Pertamina (Persero).

Presiden juga menyebut contoh pengelolaan tambang emas, PT. Freeport Indonesia, di Papua, yang menurutnya sulit sekali, selama 40 tahun Indonesia hanya diberikan 9,3 persen, dan semuanya diam saja.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Saya negosiasi, menteri-menteri 3,5 tahun, alot sekali. Jangan dipikir negosisasi seperti itu mudah, sangat alot sekali. Untuk minta, saya sampaikan jangan mundur minta mayoritas 51%. Saya sudah sampaikan, jangan mundur. Ditawar 30%, enggak. Saya sampaikan 51% mayoritas,” ungkap Presiden Jokowi.

Namun saat sudah tanda tangan yang namanya head of agreement, kesepakatan, Presiden Jokowi mengkritisi suara yang muncul yang dinilainya malah jelek semuanya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Saya enggak mengerti gimana kita ini sebetulnya. 40 tahun 9% pada diam. Begitu ada kesepakatan head of agreement 51% tidak didukung penuh,” ucap Presiden Jokowi seraya menambahkan, mestinya seluruh rakyat mendukung penuh, hingga nanti betul-betul bisa dikelola bangsa ini.

“Begitu dibilang antek asing” ujar Presiden Jokowi. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB