Lombok, Prokabar — Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Pusat Letjend (Purn) H. Sumarsono mengatakan, PMI akan menyiapkan Program Bantuan Tunai atau Cash Transfer Programme (CTP) untuk warga yang terdampak gempa di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“PMI akan melakukan kegiatan CTP di bidang mata pencaharian untuk membantu warga membangun kembali rumahnya,” kata Sumarsono saat meninjau langsung lokasi pengungsian dan penyaluran bantuan PMI di Mekar Sari Desa Madayin, Sambelia, Lombok Timur seperti disampaikan dalam siaran pers PMI, yang diterima, Sabtu (4/8).
Menurutnya, PMI juga memulai program dukungan psikososial untuk membantu memulihkan trauma warga yang terdampak bencana gempa.
“Untuk membantu warga difabel, PMI juga akan mengirimkan tim fisioterapi, untuk membantu memulihkan aktivitas warga akibat gempa,” tambahnya.
PMI juga menyampaikan, gempa susulan masih dirasakan warga di wilayah Kecamatan Sambelia dan Sembalun Kabupaten Lombok Timur, hingga Jum’at (3/8) sore, seperti yang dirasakan masyarakat Dusun Mekar Sari, Desa Madayin.
Kepala Dusun Mekar Sari Amirudin mengimbau lebih dari 400 warganya untuk tidak beraktivitas dan tidur di dalam rumah yang mayoritas rusak.
“Sebelum ada informasi dari pemerintah yang menyatakan aman, warga diperintahkan tetap ada di tenda pengungsian, karena sudah ada 8 orang yang terluka berat dan 22 orang luka ringan,” kata Amirudin.
Selama di pengungsian ini, kebutuhan makanan, minuman, sembako, tenda dan terpal dapat terpenuhi, namun untuk perbaikan rumah belum ada. “Kami berterima kasih kepada PMI telah membantu,” ujarnya.
Amirudin juga berharap 60 rumah yang rusak total dan 22 lainnya yang tidak bisa dihuni, dapat segera diperbaiki. “Semoga pemerintah maupun donatur lain bisa segera membantu,” ujarnya.
Saat ini PMI telah mendistribusikan terpal, air bersih, family kit, baby kit dan melakukan pelayanan kesehatan. (*/hdp)
















