BUMN Dirampingkan Jadi 250, Dony Oskaria Tegaskan Seluruh Karyawan Tetap Dipertahankan

Penulis -

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mempercepat perampingan badan usaha milik negara (BUMN) sebagai bagian dari reformasi besar perusahaan pelat merah. Melalui program tersebut, jumlah BUMN ditargetkan menyusut hingga sekitar 250 perusahaan dengan tetap mengedepankan efisiensi dan tata kelola yang lebih baik.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat Sarasehan Nasional, Sabtu (27/6/2026). Dalam forum tersebut, Presiden sempat bertektokan dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengenai target akhir jumlah perusahaan BUMN.

“BUMN ini ada labanya enggak? Sekarang mulai ada,” kata Prabowo saat membuka penjelasannya mengenai kondisi perusahaan-perusahaan negara.

Presiden mengatakan pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap BUMN yang selama ini dinilai kurang efisien.

“Ini sedang kita bersihkan. Sedang kita tertibkan,” ujarnya.

Prabowo mengungkapkan pemerintah telah menutup lebih dari 200 perusahaan BUMN sebagai bagian dari proses restrukturisasi.

“Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal sekitar 300,” katanya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Tak lama kemudian, Prabowo menoleh kepada Dony Oskaria yang berada di lokasi acara.

“Bagaimana Pak Dony Oskaria? Ujungnya kita bisa berapa BUMN?” tanya Presiden.

Dony menjawab singkat bahwa target akhir jumlah perusahaan negara berada di kisaran 250 perusahaan.

“Ujungnya nanti sekitar 250, pak,” jawab Dony.

Jawaban tersebut langsung mendapat respons dari Presiden. Prabowo menilai perampingan diperlukan agar BUMN tidak lagi terbebani biaya operasional yang tinggi.

“Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung, hanya bayar overhead,” tegasnya.

Menurut Prabowo, rasionalisasi harus segera diselesaikan agar perusahaan negara menjadi lebih efisien dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.

“Kita sekarang mau rasionalisasi agar lebih efisien. Saya minta dalam tahun ini harus selesai,” ujarnya.

Presiden menargetkan transformasi tersebut selesai dalam dua tahun sehingga seluruh BUMN memiliki tata kelola yang lebih baik.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Dalam dua tahun kita akan membuat BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, dan lebih bekerja untuk rakyat,” katanya.

Sebelumnya, Dony Oskaria memastikan proses perampingan BUMN tidak akan diikuti dengan pemutusan hubungan kerja (PHK). Seluruh pegawai akan tetap dipertahankan dan menjadi bagian dari perusahaan hasil konsolidasi.

“Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK,” ujar Dony.

Ia menjelaskan Danantara saat ini sedang melakukan streamlining terhadap sekitar 1.077 perusahaan BUMN menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan yang ditargetkan rampung pada 2026. Menurutnya, sekitar 52 persen BUMN masih mengalami kerugian dengan total mencapai Rp20 triliun sehingga konsolidasi menjadi langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi.

Meski demikian, Dony menegaskan seluruh tenaga kerja tetap dipertahankan karena biaya pegawai jauh lebih kecil dibandingkan potensi penghematan yang diperoleh dari proses restrukturisasi.

“Kita hitung, biaya tenaga kerja setahun cuma Rp2 sampai Rp3 triliun. Kalau begitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp47 triliun,” katanya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Ia kembali menegaskan tidak ada pengurangan pegawai dalam proses konsolidasi tersebut. Seluruh karyawan akan dialihkan ke perusahaan hasil penggabungan.

“Seluruh karyawan tidak akan ada yang kita kurangi. Mereka akan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi. Kita tidak mau juga menzalimi karyawan karena itu bukan salah mereka,” tegasnya.

Selain memastikan tidak ada PHK, Dony menyebut program konsolidasi BUMN berpotensi menghasilkan penghematan langsung hingga sekitar Rp50 triliun setiap tahun. Penghematan itu berasal dari penghapusan transaksi berlapis antara perusahaan induk, anak usaha, hingga perusahaan di bawahnya yang selama ini dinilai menimbulkan inefisiensi.

Menurut Dony, penggabungan sejumlah subholding di lingkungan Pertamina telah menghasilkan efisiensi sekitar 600 hingga 700 juta dolar AS. Langkah serupa juga akan diterapkan di kelompok usaha BUMN lainnya sebagai bagian dari transformasi perusahaan negara agar lebih ramping, sehat, efisien, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional. (***)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB