Agam, Prokabar.com – Setelah melaksanakan sholat Isya dan Tarawih berjemaah di Masjid Taqwa Kampung Tangah, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Jumat (20/2) dan I’tiqaf di Masjid Al Whusta Sungai Jariang, Lubuk Basung, Sabtu (21/2). Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi Ansyarullah dan Bupati Agam, Benni Warlis lanjut sholat subuh berjamaah di Masjid Syekh Muhammad Amrullah, Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang, Sabtu (21/2).
Kehadiran pimpinan daerah Sumatera Barat dan Kabupaten Agam itu membuat masjid bersejarah ulama Minangkabau itu meledak ramai. Membuat semangat spritual warga setempat meningkat berkat kehadiran ulama religius ini.
Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi Ansyarullah mengatakan, kedatangan rombongan pimpinan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Kabupaten Agam ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana banjir bandang pada Kamis, 27 November 2025 lalu.
“Kami memprioritaskan masjid yang berada di wilayah bencana banjir bandang. Dan di Masjid Muhammad Amrullah, Jorong Nagari, Kanagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Sani salah satu masjid terdampak bencana setelah di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.” Terang Gubernur.
Buya Mahyeldi juga mengucapkan duka mendalam terhadap korban jiwa, mental maupun kerusakan harta benda yang masih menjadi traumatik masyarakat tertimpa bencana. Pihaknya sangat berharap kondisi cepat pulih dan semangat masyarakat untuk meningkatkan ibadah semakin kuat.
“Ujian ini bagian proses kita meningkatkan iman dan taqwa kepada ALLAH Subhanahuwata’ala. Selain kita para orang tua, anak-anak sebagai generasi penerus menjadi bagian utama yang kita perhatikan,” Tegasnya.
Gubernur Sumatera Barat itu juga sempat mengumpulkan anak-anak dan remaja yang ikut subuh berjemaah di Masjid Syekh Muhammad Amrullah itu. Meminta generasi IsIam tersebut untuk mendekati posisi duduk Sang Buya.
Berbagai pertanyaan usai materi tersampaikan menjadi bagian diskusi hangat serta tanya-jawab bentuk transfer ilmu. Mengingatkan kembali pelajaran pedidikan Agama IsIam sebagai pondasi karakter generasi penerus bangsa.

Pada kesempatan itu, Buya Mahyeldi Ansyarullah juga berkesempatan bertemu langsung dengan Angku Yus Datuak Parpatiah. Sosok legenda Sang Maestro Seni Budaya Minangkabau, terkenal dengan Pitaruah Ayah untuk anak laki-laki dan perempuan Minangkabau. Serta sejumlah cerita fiksi berkarakter khas budaya Minangkabau Rapek Mancik, Rajo Angek, Karam Ditapi, Lego Pagai, Bakaruak Arang, Kasiah Tak Sampai, Bujang Sambilan, Ratok Mak Enggih dan Galodo Danau. (rud)
















