Pasaman, Prokabar – Dugaan penganiayaan terhadap Saudah (67), warga Lubuak Aro Nagari Padang Mentinggi Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman menjadi perhatian serius bagi semua kalangan. Termasuk Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakilnya Parulian.
Buktinya pada Senin (4/1) kemarin, Bupati Welly didampingi istrinya Lusi Welly Suhery serta Wabup Parulian dan sejumlah kepala OPD membesuk langsung nenek Saudah di Ruang rawat inap bedah Rumah Sakit Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping.
Bupati mengatakan dirinya atas nama Pemkab Pasaman turut prihatin melihat kondisi nenek Saudah yang mengalami luka-luka akibat diduga dianiaya.
“Kita datang dan hadir di sini sebagai bentuk perhatian mendalam atas musibah yang melanda ibu kita Saudah ini dan memastikan bahwa semua pihak bergerak cepat menangani Ibu Saudah ini,” katanya.
Selain itu, ia juga meminta pihak rumah sakit agar menangani ibu Saudah dengan baik dan memastikan luka lebam, memar dan sakit yang dialami dapat ditangani dengan baik.
Ia juga memastikan seluruh tanggungan biaya pengobatan ibu Saudah secara gratis selama dirawat dirumah sakit.
“Pihak keluarga jangan memikirkan biaya pengobatan Ibu Saudah. Seluruhnya kita tanggung sampai Ibu Saudah keluar dari rumah sakit ini,” ucap Bupati.
Bupati Welly juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai untuk membantu meringankan beban keluarga. Ia berkomitmen mendorong penyelesaian hukum terhadap apa yang dialami Ibu Saudah dengan melakukan kordinasi dengan pihak Polres Pasaman.
“Masyarakat kita jangan khawatir dan tetap tenang. Saya yakin pihak kepolisian dapat menangani masalah ini dengan baik,” ucapnya. (RH)
















