Agam, Prokabar.com – Jajaran Polsek Tanjung Raya terus mantau kondisi bencana alam yang terjadi di wilayah hukumnya. Hampir seluruh wilayah Kecamatan Tanjung Raya mengalami bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir dan pohon tumbang.
Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar mengatakan, pihaknya terus memastikan situasi dan kondisi aman, tertib, lancar dan terkendali dalam penanganan tanggap darurat bencana ini. Melalui arahan dan komunikasi langsung dengan pimpinannya Kapolres Agam, AKBP Muari, semua akses jalan menjadi prioritas utama agar dapat termanfaatkan untuk percepatan pemulihan.
Akan tetapi, terdapat empat akses jalan dan jembatan yang masih terkendala pengerjaan maupun penangananya. Seperti Pembersihan material banjir bandang di Jembatan Muaro Pisang, Jorong Pasa Maninjau, Pembuatan Jembatan Armco di Jorong Bancah. Belum lagi dua jembatan di Nagari Sungai Batang yang hanya bisa kendaraan roda dua melaluinya.
“Pengerukan dan pembersihan material banjir bandang di sepanjang aliran sungai Muaro Pisang, Jorong Pasa mengalami kendala serius. Banjir bandangnm susulan terus terjadi sehingga setiap selesai pembersihan tidak lama banjir bandang kembali terjadi dan menutup kembali aliran sungai,” ujarnya.
Sedangkan pembuatan Jembatan Armco atau gorong-gorong baja di Jorong Bancah sangat bergantung pada akses jalan utama di Muaro Pisang. Sebagai akses jalan membawa kebutuhan bahan pengecoran atau material bangunan.
“Pembersihan material lumpur dan bebatuan sisa banjir bandang di Muaro Pisang sebagai alasan utama semua persiapan cepat terselesaikan. Dan berharap pengerukan sungai dari hilir ke hulu dapat cepat memperlancar aliran sungai dan tidak kembali merusak bangunan di pemukiman warga,” harapnya.
Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar juga mengimbau semua masyarakat menjahui lokasi bencana. Potensi bencana susulan sering terjadi dan sangat membahayakan keselamatan jiwa warga.
“Kami peringatkan dan imbau seluruh masyarakat Tanjung Raya untuk sementara waktu menjahui lokasi bencana. Selain cuaca hujan, longsor susulan sering terjadi dan membahayakan keselamatan diri dan nyawa kita,” tutupnya. (rud)
















