ADPI Peduli Bencana bersama Kabua Dana Rasa, Fahami Qur’an Jangkau Wilayah Terisolir di Sumatera Barat

Penulis -

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar.com – Tim ADPI Peduli Bencana berhasil menjangkau sejumlah jorong terisolir yang terdampak banjir bandang di Provinsi Sumatera Barat pada Senin, 8 November 2025.

Misi kemanusiaan ini dipimpin oleh Dr. Syahminal, MM Wakil Ketua 4 Bidang Bimtek dan Pendampingan sekaligus Ketua Senat STIT SB Pariaman.

Salah satu wilayah yang dikunjungi adalah Korong Tanah Taban, Nagari Pasir Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman yang dihuni 81 KK.

Rumah warga rata-rata terendam banjir dan lumpur, sementara kawasan sekitar masih rawan banjir susulan dan longsor. Para pengungsi sangat membutuhkan selimut, alas tidur, dan perlengkapan rumah tangga yang rusak akibat material lumpur. Selain itu, sekitar 2–3 hektare sawah warga ikut tertimbun.

*Upaya Penjangkauan Wilayah Terisolir*

Sehari sebelumnya, 7 November 2025, tim ADPI telah menyalurkan bantuan ke beberapa titik terisolir di Kabupaten Padang Pariaman.

Meski berhasil mencapai satu desa, tim belum dapat menuju lokasi bencana utama yang berjarak sekitar 700 meter dari posko akibat medan berbahaya dan hujan lebat.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Tim kemudian melanjutkan perjalanan ke dua desa lainnya yang berada di bawah kaki Gunung Tandikek, wilayah yang pernah kehilangan tiga desa pada gempa besar 2009 dan kembali dilanda banjir bandang pada 27 November 2025.

Pada misi selanjutnya, tim mencapai Jorong Toboh Tangah, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam salah satu lokasi terdampak terparah dan sulit dijangkau. Tim disambut oleh Wali Nagari setempat.

Kondisi di Jorong Toboh Tangah Berdasarkan laporan lapangan, tercatat 17 KK seluruh rumah tersapu banjir dan longsor, sisanya rusak berat. 17 warga meninggal dunia dan 3 orang masih dalam pencarian.

Wilayah jorong di bagian bawah telah menerima cukup banyak bantuan dan memiliki beberapa posko. Jorong yang berada di bagian atas masih minim bantuan akibat medan terjal.

Atas permintaan Rizki salah satu korban di jorong bagian atas, tim ADPI menyalurkan bantuan berupa beras, telur, mie instan, makanan ringan, serta alat kebersihan untuk kebutuhan dapur umum.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Bantuan dititipkan melalui Wali Jorong yang berada di lokasi bagian bawah karena tim tidak dapat melanjutkan pendakian menjelang Magrib dan situasi hujan.

Ketika tim turun, wilayah tersebut kembali diterjang longsor akibat hujan lebat. (Alhamdulillah semua tim relawan ADPI selamat)

Saat ini masyarakat sangat membutuhkan alat berat untuk pembersihan, serta bantuan pembangunan rumah dan perlengkapan hunian.

Rizky juga menegaskan bahwa masyarakat adat setempat selama ini menjaga hutan secara ketat dan memiliki aturan serta sanksi tersendiri bagi siapa pun yang menebang pohon sembarangan.

*Kehadiran Mitra ADPI*

Turut hadir dalam rombongan, Yulya Srinovita Direktur CTR Corp selaku mitra ADPI, serta Yosa Novia Wakil Ketua 2 ADPI Bidang Kerjasama yang juga dosen Universitas Putra Indonesia Yptk Padang.

Kehadiran mereka bertujuan memastikan transparansi dan akuntabilitas bantuan kepada para donatur yang selama ini mendukung program akademik dan kemanusiaan ADPI.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Yosa menegaskan bahwa ADPI adalah organisasi nonprofit yang tidak hanya berfokus pada tridharma perguruan tinggi, tetapi juga berkomitmen terhadap kemaslahatan masyarakat melalui berbagai program pengabdian berskala nasional hingga internasional.

*Program Kemanusiaan Berkelanjutan*

ADPI Peduli Bencana bukanlah program baru. Sejak berdiri pada 2017, ADPI telah terlibat aktif dalam beragam respon kebencanaan, termasuk pemulangan warga Minang korban tragedi Wamena (2019), penggalangan dana banjir Kalimantan Selatan, dan bantuan untuk korban Gempa Sulawesi Barat (2021).

Yosa berharap peran akademisi dan perguruan tinggi dalam penanganan bencana dapat terus meningkat. “Pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti pada tataran konsep. Ia harus diwujudkan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh para penyintas,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh donatur dan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program ADPI Peduli Bencana. “Semoga setiap langkah membawa keberkahan dan mendapat ridha Allah SWT,” tutupnya. (ril/rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB