Banjir Bandang Melanda Nagari Bayur dan Nagari Sungai Batang, Puluhan Rumah Terdampak

Penulis -

Kamis, 27 November 2025 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar.com – Banjir bandang dan pohon tumbang kembali melanda wilayah Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (26/11) hingga Kamis pagi ini (27/11). Curah hujan dan badai masih terjadi memicu bencana terus terjadi di sejumlah wilayah.

Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar mengatakan, berdasarkan informasi masyarakat dan pantauan langsung ke lokasi, banjir atau luapan air sungai terjadi di beberapa titik di Nagari Bayua. Sepanjang akses jalan Maninjau menuju Lubuk Basung tergenang banjir dari kedalaman lutut kaki orang dewasa hingga 1 meter.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Seperti di Jorong Sungai Rangeh atas SD 04 Bayur, di Jorong Jalan Batuang. Banjir di Sungai Rangeh, air memasuki rumah warga.

Luapan air sungai juga masuk ke dalam Aula Kantor Walinagari Bayur. Air membawa material batu dan kayu di Banda Sawah Rang Salayan dan Kapalo Koto. Banjir bandang juga melanda di Lurah dan Pincuran Gadang, Jorong Sawah Rang Salayan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Selain puluhan rumah warga terdampak, ratusan hektar sawah dan kolam pembibitan ikan juga hancur. Tertimbun material banjir bandang,” ungkap Camat Tanjung Raya, Al Hafizd.

Sementara itu, Walijorong Tanjung Sani, Mayulis mengatakan, di Jorong Tanjung Sani Nagari Sungai Batang terdapat satu unit rumah terdampak banjir dan mengungsi. Tiga orang warga mengungsi ke tempat lebih aman. Atas nama Nubaiti, Dede Fernando dan Deni Marza.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Lahan pesawahan dan kolam ikan yang terdampak parah. Sekitar 12 hektar sawah dan kolam bibit ikan tertimbun longsor.
“Kebutuhan bantuan yang mendesak adalah alat berat lowder mini untuk membersihkan material yang menimbun Batang Aie. Lebih kurang sepanjang 20 meter terjadi pendangkalan kerekel dari aliran perbukitan. Pendangkalan dan penyempitan di sepanjang Batang Aie lebih kurang 1.800 meter membahayakan rumah warga yang berada sekitar sungai,” ujarnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB