Lubuk Basung, Prokabar.com – Sebanyak 135 kepala keluarga (kk) menjadi korban pengungsian dampak dari banjir bandang atau galodo di Malalak Timur, Rabu (26/11). Sejumlah masjid dan sekolah menjadi tempat pengungsian sementera dari korban bencana itu.
Hal ini berdasarkan laporan Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL), Abdul Gafur kepada Kalaksa BPBD Agam, Rahmad Lasmono saat mendapati informasi sementara dari Pemerintah Nagari Malalak Timur. Adapun sejumlah masjid dan sekolah tersebut Masjid Nurul Falah Limo Badak, Masjid Nurul Sa’adah Jorong Saskand, Masjid Nurul Iman Jorong Bukik Malanca dan SDN 01 Campago.

“Untuk bencana Malalak nanti akan kami himpun. Kami masih dalam perjalanan menuju Malalak bersama beberapa pimpinan OPD,” Ungkap Abdul Gafur kepada awak media, Rabu malam (26/11).
Untuk menuju ke Malalak Timur, Jajaran BPBD Agam dan kepala OPD lainnya terpaksa melewati Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman via Tandikek dan Sicincin. Karena akses jalan di Sungai Landia dan Malalak Utara terputus karena longsor dan jalan amblas.

“Kami harus melintasi jalan Padang Pariaman dan Kota Pariaman seperti jalan Tandikek atau Sicincin. Sehingga membutuhkan jarak tempuh lebih jauh dan waktu lebih lama ke lokasi,” terangnya. (rud)
















