Maninjau, Prokabar.com – Keterbatasan lahan tidak mematahkan semangat jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan atau Kemenimipas dalam Program Ekselerasi Swasembada atau Ketahanan Pangan Nasional. Hal itu terbukti dari Inovasi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Maninjau sebagai salah satu Jajaran Kemenimipas RI. Meski memiliki lahan sangat kecil, tetap mampu berinovasi dan kreatif mengembangkan Program Ketahanan Pangan berupa bertanam sayur mayur dengan pola tanam polybad.

Kepala Rutan Maninjau, Joko Prayitno mengatakan, pihaknya berinovatif mengembangkan program ketahanan pangan melalui pola tanam polybad atau plantarbad. Kerjasama ahan milik masyarakat di sekitar Rutan Maninjau, mampu menanam lebih kurang 2000 ribu batang berupa tanaman tomat, terong, sayur kangkung, sawi, bayam Brazil dan cabai.
“Alhamdulillah, kita sudah panen dengan hasil cukup memuaskan pada jumat tanggal 17 Oktober 2025 lalu. Hasil panen mencapai 5 kg, namun rata-rata hasil panen sekitar 3 kg,” ungkap Karutan Kelas IIB Maninjau, Joko Prayitno kepada Prokabar.com, Senin (20/10).
Pihaknya kerja sama dari lahan masyarakat, tidak terlalu luas. Akan tetapi mampu memenuhi kebutuhan pangan warga binaan. Bahkan telah mampu membantu warga sekitar dengan program bantuan sosial Rutan Maninjau bersama masyarakat kawasan.
“Untuk hari ini hasil panen kita mencapai lebih kurang 5 kg, namun rata-rata perharinya sekitar 2 kg sampai 3 kg,” terang Karutan Maninjau.
Ia menambahkan, tahap awal ini baru memulai sekitar 250 batang tomat, 250 batang terong, 250 batang cabai, 50 batang sayur kangkung, 50 batang sayur Bayam Brazil dan 1000 batang sayur Sawi.
“Khusus untuk terong, cabai, Sawi dan Bayam Brazil masih belum maksimal karena masih menggunakan polybad plastik hitam. Sedangkan pola yang kita gunakan sistem Plantarbad sebagai Pola Tanam Polybad berkualitas terbaik saat ini dari Surabaya atau sekitar pulau Jawa khususnya,” tuturnya.(rud)
















