Padang, prokabar – Kompetisi Super League 2025-2026 musim ini, mulai bergulir pada 8 Agustus 2025 , diikuti 18 tim dari seluruh Indonesia. Luasnya republik ini, membuat ada tim kontestan yang harus melakoni laga terjauh, tapi ada pula yang terdekat.
Semen Padang musim ini dapat jatah melakoni laga terjauh. Jika menilik peta, laga-laga kandang PSBS Biak di Papua, harusnya menjadi laga terjauh bagi sebagian tim.
Akan tetapi, karena tak adanya stadion yang memadai di Biak, PSBS akan melakoni laga kandang mereka di Maguwoharjo Stadium, Sleman, DIY.
Artinya dalam hal ini PSBS Biak tak dihitung. Justru laga terjauh antara dua tim musim ini akan tersaji saat Semen Padang dan Malut United bertemu.
Kandang kedua tim berada di paling ujung. Semen Padang FC tim yang bermarkas di Stadion H. Agus Salim Padang, posisinya berada di paling barat saat ini.
Seadangkan Malut United berkandang di Stadion Kie Raha Ternate di ujung timur, terpisah jarak 3.000 kilometer jika ditarik garis lurus.
Jika terbang menggunakan pesawat komersil, setidaknya dibutuhkan satu kali transit dengan waktu total penerbangan minimal tujuh jam. Tapi mau tak mau, kedua tim “pinggiran” ini harus melakoni laga yang paling jauh ini.
Lalu bagaimana dengan jarak terdekat?
PSIM tak bisa bermain di Stadion Mandala Krida karena tak memenuhi standar, membuat mereka harus bermain di Stadion Maguwoharjo.
Artinya, mereka akan berkandang di tempat yang sama dengan PSBS Biak.
Di luar kasus PSIM dan PSBS yang tak bermain di kandang sendiri, laga terdekat antara dua tim musim ini adalah saat Persija Jakarta melawan Persita Tangerang.
Kandang kedua tim, JIS dan Indomilk Arena, hanya berjarak 40 kilometer alias satu jam perjalanan darat. (*)
Sumber: skor.id
















