Denpasar, Prokabar – Dalam rangka meninjau kesiapan Indonesia khususnya Bali yang akan menjadi tuan rumah International Monetary Fund (IMF) – World Bank Annual Meeting yang akan digelar pada bulan Oktober 2018 mendatang, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyambut baik kedatangan Presiden World Bank Group Jim Young Kim berserta rombongan.
Pastika mengatakan bahwa dengan mengedepankan dan memegang teguh filosofi yang dimiliki oleh Masyarakat Bali yaitu TRI HITA KARANA yang merupakan tiga konsep yang menyebabkan kebahagiaan dan keharmonisan, maka Bali siap menyambut pertemuan kelas dunia yang akan dihadiri oleh 189 negara di dunia.
Lebih lanjut, Pastika menjelaskan didepan Presiden Kim bahwa pada dasarnya hakikat ajaran tri hita karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. Ketiga hubungan itu meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan Tuhan yang saling terkait satu sama lain.
“Dengan konsep inilah, Bali terkenal dengan sebutan the island of God, the island of Paradise and the Island of Love untuk itu saya berharap para delegasi dari berbagai Negara nantinya dapat menikmati keindahan dan keharmonisan yang ada di Bali ini”, ujarnya.
Disamping itu, Gubernur Pastika juga mengatakan bahwa dengan konsep adiluhung yang dimiliki oleh folisofi Tri Hita Karana maka diharapkan dapat dimasukan kedalam agenda pembahasan pada IMF-Annual Meeting 2018.
Menurutnya dengan menerapkan falsafah tersebut diharapkan dapat menggantikan pandangan hidup modern yang lebih mengedepankan individualisme dan materialisme. Membudayakan Tri Hita Karana akan dapat memupus pandangan yang mendorong konsumerisme, pertikaian dan gejolak.
“Saya rasa hal ini sangat bagus di adopsi oleh Negara-negara didunia yang saat ini masih memiliki gejolak maupun pertikaian”, pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Presiden World Bank Group Jim Young Kim menyampaikan terimakasih atas perkenalan konsep Tri Hita Karana tersebut. Menurutnya konsep ini sangat mengedepankan pentingnya toleransi untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis ditengah Negara yang damai.
“Saya melihat Indonesia merupakan Negara yang memiliki toleransi sangat tinggi, dimana berbagai agama dan keyakinan bisa hidup berdampingan didalamnya. Saya sangat kagum melihat hal ini.”, ujarnya. (*/hdp)
















