Kisah Pilu Lusi, Galodo Itu Hanya Menyisakan Pintu Rumahnya

Penulis -

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lusi dan anak-anaknya di sisa-sisa bekas rumahnya.(ist)

Lusi dan anak-anaknya di sisa-sisa bekas rumahnya.(ist)

Paninjauan, prokabar – Hampir satu minggu bencana galodo menimpa sejumlah Nagari di Kabupaten Tanah Datar dan Agam terjadi. Suasana duka masih kental terasa, dan kisah-kisah pilu terus datang dari para korban yang terdampak serius akibat bencana Sabtu (11/5) malam itu.

Nun disana disana di pojok Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Perempuan muda dengan empat putra-putrinya masih dilanda trauma, ketakutan, dan kepiluan yang tak terperikan.

Lusiana Sari namanya, rumah sederhana yang dibangun susah payah di Batu Banyak Jorong Tigo Suku, lenyap tak bersisa dihondoh air bah. Kalaupun ada tinggal, galodo itu secara ajaib hanya menyisakan pintu kayu rumahnya yang masih berdiri kokoh, sementara bagian rumah yang lain lenyap tak berbekas.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Pintu rumah yang Lusi yang disisakan Galodo. (ist)

Beruntung, dalam musibah yang datang tiba-tiba itu, keempat anaknya berhasil selamat. Itu yang paling disyukuri Lusi. Dibalik malang masih ada mujurnya, saat kejadian dua anaknya yang masih balita sedang tidur.

Mungkin karena feeling kuat seorang ibu, karena hujan sangat lebat dan air sungai di sebelah rumahnya mulai naik, dia berniat untuk memindahkan kedua balitanya ke rumah orang tuanya di seberang jalan.

“Saya pindahkan anak yang sedang tidur satu-satu ke rumah amak. Saat anak kedua baru saja sampai di rumah amak, galodo itu datang, dan seketika rumah hancur sampai tak besisa lagi.”katanya lirih menahan isak menceritakan kronologis kejadian mengerikan itu.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Perempuan 34 tahun yang kesehariannya cuma menggantungkan hidup dari lapau kopi di depan rumahnya, hanya terhenyak dan terpana menyaksikan rumah mungilnya yang dibangun susah payah itu ditelan air bah.

Lusi perempuan muda itu, adalah salah satu korban terdampak galodo yang paling parah di Paninjauan. Sementara ini, dia menumpang tinggal bersama ibunya di rumah tua yang sudah reot itu.

Lusi dan keempat anaknya tinggal sementara dirumah ibunya. (ist)

Sementara sang suami yang cuma pekerja serabutan, baru dalam hitungan hari sebelum kejadian berangkat untuk mengadu nasib ke Batam. “Dia katanya mencari kerja disana, terakhir dia mengabari baru tiga hari bekerja saat kejadian itu.”kata Lusi.

Kini perempuan yang biasanya periang itu hidup dari uluran tangan dan donasi orang yang bersimpati dengan keadaanya sekarang. Tak ada yang bisa diperbuatnya, dan tak mungkin pula menggantungkan hidup pada ibunya yang sudah tua dan hanya sebagai buruh tani.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Belum lagi dia harus memikirkan bagaimana kelanjutan pendidikan dua anaknya yang sudah bersekolah. Semua peralatan sekolah, pakaian, buku dan lain-lainya sudah tersapu oleh galodo.

Lusi, dalam nestapanya memang hanya salah satu korban dari bencana besar yang melanda Tanah Datar. Seperti banyak korban-korban lain di tempat lain, semuanya membutuhkan bantuan dan uluran tangan kepedulian dalam ketidakberdayaan mereka.

Semoga pintu hati kita terketuk melihat kondisi Lusi dan para korban lainnya.
Tetap tegar Lusi, kamu tidak sendirian. (Rizal Marajo)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB