Sejarah Piala Dunia; Jerman 2006, Italia Juara Setelah Materazzi Ditanduk Zidane

Penulis -

Jumat, 11 November 2022 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Italia, Juara Piala Dunia 2006 di Jerman (reuters)

Italia, Juara Piala Dunia 2006 di Jerman (reuters)

Padang, prokabar – Jerman menjadi tuan rumah Piala Dunia edisi ke-18, yang digelar pada 9 Juni hingga 9 Juli 2006 dan diikuti sebanyak 32 negara dari lima konfederasi. Jerman terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006, setelah mengalahkan tiga kandidat lain dalam pemungutan suara Komite Eksekutif FIFA pada 7 Juli 2000.

Awalnya terpilihnya Jerman menjadi tuan rumah menundang kontroversi, karena diperkirakan negara dari Afrika yang seharusnya menjadi tuan rumah. Namun, FIFA kemudian menyatakan akan melakukan rotasi tuan rumah Piala Dunia di antara para anggota konfederasi.

Jerman yang menjadi tuan rumah, tentu menjadi salah satu kandidat kuat juara pada Piala Dunia 2006.

Apalagi pada edisi empat tahun sebelumnya Die Mannschaft menjadi runner-up, setelah dikalahkan Brasil di laga final.

Jerman semakin diunggulkan, setelah menyapu bersih pertandingan di Grup A dengan meraih sembilan poin.

Pada babak 16 besar Jerman mengalahkan Swedia 2-0, diikuti kemenangan adu penalti 4-2 melawan Argentina, setelah bermain imbang 1-1.

Namun, langkah Jemran terhenti di babak semifinal, kala ditekuk Italia 0-2 melalui babak perpanjangan waktu. Jerman harus puas duduk di peringkat ketiga, setelah mengalahkan Portugal 3-1.

Sedangkan Italia menjadi juara pada Piala Dunia 2006, setelah mengalahkan Prancis di laga final, melalui adu penalti dengan skor 5-3.

Italia memang tampil apik sepanjang laga, seusai menjadi juara Grup A, mereka mengalahkan Australia (1-0) di 16 besar dan Ukraina (3-0) di perempat final.

Jerman yang menghadang di semifinal, dan Prancis di laga puncak, tak mampu menahan laju Italia.

Laga final antara Italia vs Prancis diwarnai kejadian kontroversial antara Zinedine Zidane dengan Marco Matterazi. Heboh tandukan Zidane kepada Materazzi, seperti mengalahkan gebyar Italia yang merebut mahkota.

Namun, seusai turnamen, Zinedine Zidane mendapat gelar pemain terbaik, sedangkan pemain muda terbaik disabet Lukas Podolski.

Pada edisi kali ini ada tujuh negara debutan yang didominasi dari Afrika (4). Mereka adalah Angola, Ghana, Pantai Gading, Togo, Republik Ceko, Ukraina Trinidad dan Tobago

Final Piala Dunia 2006, Prancis vs Italia (AFP)

Data Piala Dunia 2006
Tuan Rumah: Jerman
Juara: Italia
Runner-Up: Prancis
Peringkat Ketiga: Jerman
Skor Tertinggi: Argentina vs. Serbia-Montenegro 6-0 (Grup C)
Total Gol: 147
Rata-Rata Gol: 2,30
Penonton Terbanyak: 72.000 (Jerman-Argentina, perempat-final)
Total Penonton: 3.359.439
Rata-Rata Penonton: 52.491
Penampilan Perdana: Serbia-Montenegro, Ukraina, Ghana, Republik Ceko, Trinidad-Tobago, Pantai Gading, Angola, Togo
Pencetak Gol Terbanyak: Miroslav Klose (Jerman 5 gol)
Pemain Terbaik: Zinedine Zidane (Prancis)
Pemain Muda Terbaik: Lukas Podolski (Jerman)
Penjaga Gawang Terbaik: Gianluigi Buffon
Fair Play Award: Brasil, Spanyol

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar
Pertandingan paling kotor di Piala Dunia 2006, Portugal vs Belanda yang diwarnai 4 kartu merah dan 16 kartu kuning. (AP)

10 Fakta Piala Dunia 2006
1. Tak ada satupun pemain dari tim juara Italia yang mencetak lebih dari dua gol, tetapi mereka menciptakan sejarah sebagai tim kedua dengan total sepuluh pemain yang berhasil mencetak gol dalam satu Piala Dunia. Tim pertama yang melakukannya adalah Les Bleus Prancis pada 1982.

2. Tak banyak gol yang tercipta di Piala Dunia ini, namun ada dua rekor yang berhasil ditorehkan. Pertama, jumlah gol bunuh diri terbanyak dengan empat gol, atau sama dengan yang tercipta pada 1954 dan 1988. Kedua, gol pertama dan terakhir pada Piala Dunia ini dicetak oleh seorang bek untuk pertama kali dalam sejarah Piala Dunia. Bek kiri Jerman Philipp Lahm membuka gol pada menit kelima partai pembukaan lawan Kosta Rika, sedangkan bek Italia Marco Materazzi menyundul gol terakhir di Jerman 2006.

3. Pertandingan pembukaan yang dimenangkan tuan rumah Jerman 4-2 atas Kosta Rika menjadi partai pembukaan dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

4. Gugurnya Swiss di adu penalti babak 16 besar dari Ukraina menciptakan rekor tersendiri. Swiss menjadi tim pertama yang gagal mencetak satu penalti pun pada babak adu penalti, tetapi juga menjadi tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia tanpa kebobolan satu gol pun. Bahkan, belum ada satu tim pun yang pernah tak kebobolan sama sekali pada waktu normal dalam satu Piala Dunia.

5. Gol ke-2000 dalam sejarah Piala Dunia terjadi di Jerman 2006. Adalah Marcus Allbäck yang mengukir prestasi tersebut, ketika Swedia menahan imbang Inggris besutan Sven Göran Eriksson dengan skor 2-2.

6. Di babak semi-final, dua gol yang diciptakan oleh Fabio Grosso dan Alessandro Del Piero pada dua menit terakhir perpanjangan waktu berhasil mengakhiri rekor tak terkalahkan tim Panser Jerman di Dortmund, sekaligus meneruskan dominasi tim Azzurri atas Jerman.

7, Peristiwa unik berkaitan dengan ketatnya perlindungan terhadap sponsor resmi Piala Dunia terjadi di Jerman. Perusahaan bir Bavaria asal Belanda memberikan kostum singa dengan model seperti pakaian terusan dengan warna oranye bernama Leeuwenhosen, tentunya dengan logo Bavaria tergambar di kostum tersebut, bagi pelanggan mereka yang ingin mendukung timnas Belanda sekaligus membeli produk mereka. Sayangnya, FIFA berusaha melindungi sponsor bir Budweiser dengan melakukan tindakan tegas, yakni meminta penonton di stadion yang menggunakan Leeuwenhosen untuk menanggalkan kostum tersebut dan menukarnya dengan celana pendek oranye sehingga mereka tidak berakhir telanjang saat mendukung tim Oranye di stadion.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

8. Hingga kini, Piala Dunia 2006 tercatat sebagai Piala Dunia dengan jumlah kartu terbanyak yang dikeluarkan oleh wasit. Total 345 kartu kuning dan 28 kartu merah mengalahkan rekor pada Piala Dunia 1998, dengan sumbangan terbanyak dari partai keras antara Portugal dan Belanda yang berakhir dengan 16 kartu kuning dan empat kartu merah keluar dari kantong wasit Valentin Ivanov. Lucunya, rekor kartu kuning terbanyak yang diterima seorang pemain pada satu pertandingan Piala Dunia juga terjadi di Jerman. Wasit Graham Poll asal Inggris perlu mengeluarkan tiga kartu kuning untuk mengusir Josep Simunic asal Kroasia dari lapangan.

9. Portugal harus menunggu 40 tahun untuk lolos ke perempat-final setelah era keemasan Eusebio dengan menyingkirkan Inggris 3-1 di babak adu penalti setelah pertandingan normal berakhir 0-0. Keberhasilan itu tak lepas dari pelatih Luiz Felipe Scolari yang berhasil menyingkirkan tim Inggris asuhan Sven-Goran Eriksson pada tiga turnamen penting. Sebelumnya, Scolari memimpin Brasil menyingkirkan Inggris pada Piala Dunia 2002 dan kemudian membawa Portugal memulangkan Inggris dua tahun berikutnya pada Euro 2004.

10. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, ada tiga negara peserta dengan Portugis sebagai bahasa nasional mereka, yaitu Portugal, Brasil, dan Angola.

Nama-Nama Stadion:
Olympiastadion (Berlin)
Allianz Arena (Munich)
Waldstadion (Frankfurt)
Zentralstadion (Leipzig)
Frankenstadion (Nurnberg)
RheinEnergieStadion (Koln)
Westfalenstadion (Dortmund)
Volksparkstadion (Hamburg)
Niedersachsenstadion (Hanover)
Arena AufSchalke (Gelsenkirchen)
Gottlieb-Daimler Stadion (Stuttgart)
Fritz-Walter-Stadion (Kaiserslautern)

Tim Jerman usai dihajar Italia di semifinal. (DPA)

Hasil Pertandingan Piala Dunia 2006
GRUP A
Jerman 4-2 Kosta Rika 9 Juni, Allianz Arena
Polandia 0-2 Ekuador 9 Juni, Arena AufSchalke
Jerman 1-0 Polandia 14 Juni, Westfalenstadion
Ekuador 3-0 Kosta Rika 15 Juni, Volksparkstadion
Ekuador 0-3 Jerman 20 Juni, Olympiastadion
Kosta Rika 1-2 Polandia 20 Juni, Niedersachsenstadion

Klasemen
1. Jerman 3 3 0 0 8-2 9
2. Ekuador 3 2 0 1 5-3 6
3. Polandia 3 1 0 2 2-4 3
4. Kosta Rika 3 0 0 3 3-9 0

GRUP B
Inggris 1-0 Paraguay 10 Juni, Waldstadion
Trinidad-Tobago 0-0 Swedia 10 Juni, Westfalenstadion
Inggris 2-0 Trinidad-Tobago 15 Juni, Frankenstadion
Swedia 1-0 Paraguay 15 Juni, Olympiastadion
Swedia 2-2 Inggris 20 Juni, RheinEnergieStadion
Paraguay 2-0 Trinidad-Tobago 20 Juni, Fritz-Walter-Stadion

Klasemen
1. Inggris 3 2 1 0 5-2 7
2. Swedia 3 1 2 0 3-2 5
3. Paraguay 3 1 0 2 2-2 3
4. Trinidad-Tobago 3 0 1 3 0-4 1

GRUP C
Argentina 2-1 Pantai Gading 10 Juni, Volksparkstadion
Serbia-Montenegro 0-1 Belanda 11 Juni, Zentralstadion
Argentina 6-0 Serbia-Montenegro 16 Juni, Arena AufSchalke
Belanda 2-1 Pantai Gading 16 Juni, Gottlieb-Daimler
Belanda 0-0 Argentina 21 Juni, Waldstadion
Pantai Gading 3-2 Serbia-Montenegro 21 Juni, Allianz Arena

Klasemen
1. Argentina 3 2 1 0 8-1 7
2. Belanda 3 2 1 0 3-1 7
3. Pantai Gading 3 1 0 2 5-6 3
4. Serbia-Montenegro 3 0 0 3 2-10 0

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

GRUP D
Meksiko 3-1 Iran 11 Juni, Frankenstadion
Angola 0-1 Portugal 11 Juni, RheinEnergieStadion
Meksiko 0-0 Angola 16 Juni, Niedersachsenstadion
Portugal 2-0 Iran 17 Juni, Waldstadion
Portugal 2-1 Meksiko 21 Juni, Arena AufSchalke
Iran 1-1 Angola 21 Juni, Zentralstadion

Klasemen
1. Portugal 3 3 0 0 5-1 9
2. Meksiko 3 1 1 1 4-3 4
3. Angola 3 0 2 1 1-2 2
4. Iran 3 0 1 2 2-6 1

GRUP E
Italia 2-0 Ghana 12 Juni, Niedersachsenstadion
Amerika Serikat 0-3 Rep. Ceko 12 Juni, Arena AufSchalke
Italia 1-1 Amerika Serikat 17 Juni, Fritz-Walter-Stadion
Rep. Ceko 0-2 Ghana 17 Juni, RheinEnergieStadion
Ghana 2-1 Amerika Serikat 22 Juni, Frankenstadion
Rep. Ceko 0-2 Italia 22 Juni, Volksparkstadion

Klasemen
1. Italia 3 2 1 0 5-1 7
2. Ghana 3 2 0 1 4-3 6
3. Rep. Ceko 3 1 0 2 3-4 3
4. Amerika Serikat 3 0 1 2 2-6 1

GRUP F
Australia 3-1 Jepang 12 Juni, Fritz-Walter-Stadion
Brasil 1-0 Kroasia 13 Juni, Olympiastadion
Brasil 2-0 Australia 18 Juni, Allianz Arena
Jepang 0-0 Kroasia 18 Juni, Frankenstadion
Jepang 1-4 Brasil 22 Juni, Westfalenstadion
Kroasia 2-2 Australia 22 Juni, Gottlieb-Daimler-Stadion

Klasemen
1. Brasil 3 3 0 0 7-1 9
2. Australia 3 1 1 1 5-5 4
3. Kroasia 3 0 2 1 2-3 2
4. Jepang 3 0 1 2 2-7 1

GRUP G
Prancis 0-0 Swiss 3 Juni, Gottlieb-Daimler-Stadion
Korea Selatan 2-1 Togo 3 Juni, Waldstadion
Prancis 1-1 Korea Selatan 8 Juni, Zentralstadion
Togo 0-2 Swiss 9 Juni, Westfalenstadion
Togo 0-2 Prancis 13 Juni, RheinEnergieStadion
Swiss 2-0 Korea Selatan 13 Juni, Niedersachsenstadion

Klasemen
1. Swiss 3 2 1 0 4-0 7
2. Prancis 3 1 2 0 3-1 5
3. Korea Selatan 3 1 1 1 3-4 4
4. Togo 3 0 0 3 1-6 0

GRUP H
Tunisa 2-2 Arab Saudi 14 Juni, Allianz Arena
Spanyol 4-0 Ukraina 14 Juni, Zentralstadion
Spanyol 3-1 Tunisa 19 Juni, Gottlieb-Daimler-Stadion
Arab Saudi 0-4 Ukraina 19 Juni, Volksparkstadion
Arab Saudi 0-1 Spanyol 23 Juni, Fritz-Walter-Stadion
Ukraina 1-0 Tunisa 23 Juni, Olympiastadion

Klasemen
1. Spanyol 3 3 0 0 8-1 9
2. Ukraina 3 2 0 1 5-4 6
3. Tunisa 3 0 1 2 3-6 1
4. Arab Saudi 3 0 1 2 2-7 1

Insiden Zidan vs Materazzi di final Piala Dunia 2006. (AP)

BABAK 16 BESAR
Jerman 2-0 Swedia 24 Juni, Allianz Arena
Argentina 2-1 Meksiko (AET) 24 Juni, Zentralstadion
Inggris 1-0 Ekuador 25 Juni, Gottlieb-Daimler-Stadion
Portugal 1-0 Belanda 25 Juni, Frankenstadion
Italia 1-0 Australia 26 Juni, Fritz-Walter-Stadion
Swiss 0-0(0-3)Ukraina (pen.) 26 Juni, RheinEnergieStadion
Brasil 3-0 Ghana 27 Juni, Westfalenstadion
Spanyol 1-3 Prancis 27 Juni, Niedersachsenstadion

BABAK PEREMPAT-FINAL
Italia 3-0 Ukraina 30 Juni, Volksparkstadion
Jerman(pen.) 1-1(4-2) Argentina 30 Juni, Olympiastadion
Inggris 0-0(1-3) Portugal (pen.) 1 Juli, Arena AufSchalke
Brasil 0-1 Prancis 1 Juli, Waldstadion

SEMI-FINAL
Jerman 0-2 Italia (AET) 4 Juli, Westfalenstadion
Portugal 0-1 Prancis 5 Juli, Allianz Arena

PEREBUTAN TEMPAT KETIGA
Jerman 3-1 Portugal 8 Juli, Gottlieb-Daimler-Stadion

FINAL
Italia(pen.) 1-1(5-3) Prancis 9 Juli, Olympiastadion

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar
Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda
Hasil Piala AFF: 3 Gol dalam 7 Menit, Indonesia Hajar Timor Leste dan Puncaki Klasemen
Preview Timor Leste vs Indonesia; Bukan Soal Menang, tapi Berapa Gol yang akan Dicetak Tim Garuda
Debut Langsung Hetrik di Timnas Indonesia, Mithcell Baker: Mimpi yang Jadi Nyata!
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja Malam Ini; Rizky Ridho Kapten, Profesor Haye akan jadi Jendral Lapangan Tengah
Malam Ini, Timnas Indonesia Vs Kamboja di Piala AFF 2026: Tidak Ada Cerita Imbang, Apalagi Kalah!
Ditargetkan Juara, Inilah 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:31 WIB

Hasil Piala AFF: 3 Gol dalam 7 Menit, Indonesia Hajar Timor Leste dan Puncaki Klasemen

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:33 WIB

Preview Timor Leste vs Indonesia; Bukan Soal Menang, tapi Berapa Gol yang akan Dicetak Tim Garuda

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:01 WIB

Debut Langsung Hetrik di Timnas Indonesia, Mithcell Baker: Mimpi yang Jadi Nyata!

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB