9 Unit Bangunan Hancur, Akses Jalan Masih Terputus di Maninjau

Penulis -

Jumat, 2 Januari 2026 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar.com – Jajaran BPBD Kabupaten Agam terus memantau perkembangan banjir bandang susulan yang berlangsung di aliran sungai Muaro Pisang, Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Jumat pagi (2/1/2026). Sekitar 469 jiwa atau 167 Kepala Keluarga telah melakukan pengungsian ke sejumlah rumah ibadah dan rumah sanak saudaranya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Gafur mengatakan, pihaknya terus memonitor langsung banjir bandang dari aliran sungai Muaro Pisang di Jorong Pasa, Nagari Maninjau. Kejadian berlangsung sejak Rabu, 31 Desember 2025 sekitar pukul 21.00 WIB akibat tanah longsor di tepi bukit sekitar kelok 25, Jorong Kuok Kuok Tigo Koto Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Material longsor berupa lumpur, kayu dan bebatuan menutupi akses jalan sepanjang 30 meter dengan ketinggian satu meter. Akses jalan putus dan semua kendaraan tidak bisa melewatinya, hingga saat ini” terangnya.

Selain itu lanjutnya, bencana alam ini juga merusak 4 unit rumah warga, 3 unit kedai dan 2 unit villa mengalami kondisi rusak berat atau hancur. Ratusan rumah warga lainnya termasuk fasilitas umum sekolah dan perkantoran masuk material lumpur.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Bencana ini juga sempat mengurung satu unit alat berat jenis Exsavator, membuat aliran baru ke depan BRI lama menuju Rumah Tahanan atau Rutan Kelas IIB Maninjau.

“Berdasarkan kondisi pantauan udara dari kelok 9 menuju kelok 25 tidak terdapat material longsor yang menutupi aliran sungai Batang Pisang, dan debit air sungai tidak besar tetapi air cukup deras menuju Rutan Maninjau. saat ini, satu unit Beko Loader PUTR Agam stanbay untuk pembersihan material yang menutupi akses jalan.” tuturnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Sedangkan semua kendaraan yang hendak melintasi akses jalan Lubuk Basung Bukittinggi di depan BRI lama Jorong Pasa Nagari Maninjau, tidak bisa melintas kendaraan karena tertutup material banjir bandang. Sejak dini hari sekitar pukul 02.45 WIB dengan panjang tumpukan material sekitar 70 meter dan ketebalan lebih dari 1 meter. Saat ini cuaca terpantau hujan ringan dan arus sungai cukup deras.” tenang Kabid KL Abdul Gafur. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB