Agam, Prokabar.com. – Banjir Bandang merusak di Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, pasca bencana galodo beberapa hari lalu. Selain akses jalan dan jembatan, puluhan rumah serta fasilitas sekolah banyak mengalami kerusakan.
Ratusan hektar sawah, perkebunan, ternak, puluhan rumah, sekolah dan jembatan rusak parah. Bahkan 12 orang hilang dan meninggal dunia juga terjadi di wilayah Salingka Danau Maninjau ini.
Banjir Bandang yang melanda wilayah 10 Nagari di Kecamatan Tanjung Raya cukup parah saat ini. Di Nagari Bayua, 8 unit jembatan, 20 unit rumah warga, 3 unit sarana air bersih, 1 unit rumah ibadah serta 106 orang pengungsian dari 5 Jorong terdampak. Seperti jorong Kampung Jambu, Sungai Rangeh, Panji, Jalan Batuang dan Sawah Rang Salayan.
“Di Nagari Bayua, terdapat 4 titik banjir bandang dan merusak puluhan rumah dan sawah warga. 106 orang yang warga mengungsi ke Kantor Nagari Bayua sementara. Sedangkan 30 orang relawan dan tim kelompok siaga bencana siang malam bantu warga mengungsi,” ungkap Fajri Hadi, Walinagari Bayua kepada Prokabar.com, Minggu (30/11).
Sementara di Nagari Maninjau, terdapat 3 orang hilang dan meninggal dunia. 2 orang masih pencarian, 1 orang telah dimakamkan. 300 orang lebih mengungsi ke lokasi aman.
Di Jorong Bancah Posko pengungsian utama berada di Rumah Putiah Salamo dan juga ada di Surau Sidang dan MDTA Bancah. Berjumlah sekitar sebanyak 67 kepala keluarga atau 250 jiwa atau 175 kepala keluarga.
Sedangkan posko dua ada di Masjid Ummil Qura dengan jumlah pengungsian sekitar 25 KK atau sekitar 100 orang jiwa. Ada juga di Ujuang dan Jorong Kukuban bersama pengungsian dari Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang dengan jumlah perkiraan lebih kurang 200 orang jiwa.
Data korban meninggal dunia telah ditemukan yaini Hafizah (16 tahun). Sedangkan Rio Wardi (35) dan Niko (20) masih dalam pencarian warga. Luka Berat Mak Dang atau Hendri Dafitra berusia 50 tahun,
Luka sedang Rizki Anduar (32 tahun).
Rumah Rusak Berat 5 unit, sedangkan rumah terdampak 64 unit. Fasilitas sekolah dasar satu unit, taman kanak-kanak rusak ringan, jembatan balok rusak berat dan serta 10 meter jalan utama putus diterjang banjir bandang.
Kerugian lainnya satu ekor sapi ternak warga, 2 unit mobil serta 2 unit motor warga juga hanyut diterjang banjir bandang.
Nagari Sungai Batang, tedapat 5 orang hilang dan meninggal dunia, ratusan hektar sawah, puluhan rumah warga rusak parah akibat banjir bandang. 3 orang yakni Sumardi, Sukri Yusuf dan Iqbal telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Nurijah dan Yuliana belum ditemukan.
Di Nagari Dalko, juga salah satu terdampak bencana banjir bandang terparah di Tanjung Raya. 4 orang meninggal dunia yakni Emnimar, Syafaruddin, Afrizul dan Mariana. Puluhan rumah dan hektar sawah juga rusak parah, termasuk akses jalan.
Sebelumnya Nagari Paninjauan lebih dulu terdampak bencana. 3 unit pondok beserta 3 unit kolam renang serta puluhan hektar sawah beserta kolam pembibitan ikan juga rusak. (rud)
















