Jakarta, Prokabar — Indonesia terancam menjadi kuburan massal, jika pemerintah tidak tepat dan cepat mengambil tindakan pemberantasan wabah pandemik Covid-19. Hal itu ditegaskan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Daerah Pemilihan Sumatera Barat, Senin (30/3).
Kekhawatiran yang disampaikan oleh senator asal Sumbar ini, ditanggarai semakin meningkatnya jumlah ODP, PDP dan banyaknya korban jiwa orang meninggal dunia diserang Corona Virus.
“Semestinya pemerintah sudah memberlakukan Nasional Lockdown. Cara inilah yang efektif memutus mata rantai penyebaran Pandemik Covid-19.” ungkapnya.
Dikatakan, Alirman Sori, Indonesia harus berkaca diri dengan negara lain yang lebih dahulu dijangkiti oleh Pandemik Covid-19, seperti Wuhan, Rusia, Italy, Iran dan negara lainnya, langkah mereka memerangi virus yang berbahaya itu dengan kebijkan yang tegas dan berani. “Tetapi diikuti dengan kebijakan yang melindungi rakyat menyediakan kecukupan sembako selama kebijakan Lockdown dan tidak cukup dengan imbauan,” tegas Alirman Sori.
Bukan Rekening Donasi.
Menanggapi adanya keinginan Pemerintah membuka donasi dari rakyat untuk penanganan Covid-19, menurut Alirman Sori adalah kebijakan yang tidak tepat dan tidak populer ditengah rakyat menderita, mestinya Pemerintah yang harus membantu dan dilindungi rakyat.
Menurutnya sebelum pemerintah terlanjur membuka donasi, sebaiknya kuburkan rencana itu, sungguh tidak bijak kalau hal itu dilakukan, akan lebih tepat melibatkan para konglemerat ikut menyumbang secara moril dan materil membantu pembiayaan pemberantasan Covid-19.
Untuk mencegah mewabahnya pandemik Covid-19, kalau pemerintah mau hadir ditengah rakyatnya untuk melindungi rakyatnya, apapun bisa dilakukan oleh pemerintah, ujar Alirman Sori.
“Jangan berdalih soal keuangan”, untuk penguatan nilai rupiah pemerintah sanggup menyediakan lebih kurang 300 triliun, memindahkan ibukota pemerintah sanggup menyediakan uang lebih kurang 460 triliun, pertanyaannya kenapa untuk membiayai Lockdown pemerintah tidak sanggup menyediakan uang hanya sekitar 126 p triliun rupiah?”, tanya Alirman Sori.
Untuk biaya lockdown, hitungannya jika penduduk Indonesia 300 juta jiwa, biaya perjiwa setiap hari Rp.30.000,. kalikan 14 hari hanya menghabiskan uang 126 triliun, itu kalau semua jiwa dibiayai selama lockdown (14 hari). Jika hanya 50 parsen dari jumlah penduduk yang dibiaya berarti hanya menghabiskan uang 63 triliun.
Nyaringnya suara pemerintah dan pemerintah daerah mengimbau, agar warga berdiam diri dirumah (stay at home) untuk mencegah penyebaran pandemik Covid-19, pantas di apresiasi, tetapi berdiam bagi warga yang kehidupannya dari penghasilan harian, hanyalah suatu keniscayaan.
Warga yang hidup dari penghasilan harian, harus mendapat perlindungan dari pemerintah, tidak cukup sebatas imbauan saja, ujar Alirman Sori. (rel)
















