Selangor, Prokabar.com – 5th International Conference on Research and Development (ICORAD) 2025, yang diselenggarakan sejalan dengan 1st ADPI Global Award, sukses digelar pada 8–9 November 2025 dengan dukungan penuh Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (ADPI).
Kegiatan ini menjadi tonggak penting sebagai penyelenggaraan internasional pertama ICORAD di luar negeri dan dihadiri peserta dari delapan negara di tiga benua. Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Timor Leste, Pakistan, Australia dan Kosovo. Menandai pertumbuhan signifikan kegiatan ilmiah ADPI di kancah internasional.

Sebanyak 69 artikel terpilih dari berbagai negara memperoleh kesempatan untuk disubmit ke jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1–Q3. Panitia berharap para penulis segera mengikuti proses submit sesuai panduan yang telah disampaikan, dengan seluruh proses review, penerimaan, dan publikasi menjadi kewenangan editor jurnal masing-masing.
Pelaksanaan ICORAD 2025 mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, antara lain Presiden Persatuan Akademik Universiti Putra Malaysia (UPM), Dewan Pembina ADPI Indonesia dan Malaysia, Vice Chancellor (VC) UNIMAS beserta jajaran, Timbalan Rektor UiTM Cawangan Pulau Pinang, Universiti Sains Malaysia (USM), UiTM Shah Alam, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), serta Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Dukungan ini memperkuat semangat kolaborasi akademik lintas negara.

Presiden ADPI, Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum, menekankan bahwa ICORAD dirancang untuk mendorong kolaborasi riset, peningkatan publikasi ilmiah, serta pengembangan akademik di berbagai bidang ilmu. Pernyataan tersebut selaras dengan Sawirman (penasehat ADPI) bahwa program pengabdian yang baik harus berbasis riset. Dengan kata lain, kegiatan pengabdian merupakan hilirisasi riset untuk membawa hasil riset perguruan tinggi dan laboratorium ke pasar real seperti industri dan Masyarakat. Itulah makna riset yang bernilai tambah dan berdampak itu.
Hingga saat ini, ADPI telah menjalin kerja sama dengan sejumlah jurnal internasional terindeks Scopus Q1–Q3 dan puluhan jurnal nasional terakreditasi Sinta 1–4, baik di bidang penelitian maupun pengabdian masyarakat, diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan para Chief Editor jurnal.
Koordinator Program ADPI, Yosa Novia, aktif memperluas jejaring kolaborasi lintas institusi, profesi, lembaga swadaya masyarakat, dan pemerintahan, baik di dalam maupun luar negeri, yang berdampak pada pengembangan kegiatan International ADPI.
ADPI juga menerima tawaran dari sejumlah institusi di Indonesia untuk menyelenggarakan konferensi serupa, sementara beberapa mitra internasional mengajukan rencana kegiatan serupa di Indonesia pada 2026, baik konferensi ilmiah maupun program pengabdian masyarakat international bertepatan dengan agenda kunjungan kerja mereka.
ADPI berharap International Conference on Research and Development (ICORAD) dapat terus mendorong peningkatan publikasi jurnal internasional bereputasi bagi akademisi Indonesia serta memperluas jejaring kolaborasi global bagi peneliti muda maupun senior. (ril)
















