20 Orang Peneliti Mancanegara Nikmati Kampung Kelahiran Buya Hamka

Penulis -

Rabu, 6 Agustus 2025 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar.com – Kekayaan sejarah dan nilai budaya melekat kuat sebagai potensi besar di Selingkar Danau Maninjau, tepatnya Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Kenapa tidak, kunjungan wisatawan mancanegara terus berdatangan dan menikmati alam, budaya hingga nilai-nilai sejarah penuh perjuangan dan kecerdasan intelektual cendikiawan masalalunya.

Prof. Dr. Pramono, S.S M.Si, Ahli Filolog sekaligus dosen dan akademisi FIB Unand mengatakan, potensi besar dari surga dunia yang sesungguhnya itu adalah Nagari Salingka Danau Maninjau. Selain kaya terhadap nilai-nilai sejarah, budaya atau kearifan lokal yang unik, juga memiliki alam yang sangat Indah.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Hal inilah yang membuat banyaknya lahir tokoh-tokoh besar cendikia berintelektual tinggi seperti Buya Hamka, Haka, Syekh Muhamamd Amrullah, Syekh Abdullah Saleh, Ahmad Rasid Sutan Mansur, Nur Sutan Iskandar, Isa Ansyari, Rangkayo Rasuna Said. Alam geografisnya menyediakan sumber makanan penuh nutrisi dan gizi yang sangat tinggi.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Kehadiran 20 orang peneliti dari berbagai negara seperti Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Amerika, Australia dan Malaysia merupakan program kerjasama kita dengan Universitas Andalas, Komunitas Surau dan KPGH. Ketertarikan mereka akan ulama-ulama besar yang memberi dampak besar terhadap nilai-nilai religius dan intelektual masyarakat Minangkabau saat ini.,” ujarnya.

Annabel Teh Gallop Terkesan dengan Iluminasi Manuskrip HAKA

Program kerjasama dengan turis mancanegara ke Kampung kelahiran Buya Hamka ini kedua kalinya, setelah Mahasiswa Jepang pada tahun 2024 lalu. Dan hal ini memberi dampak positif terhadap promosi wisata budaya dan sejarah di Kampung Kelahiran Buya Hamka ini.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Kami sangat mengucapkan terimakasih kepada Bapak Pramono dan Tim Komunitas Surau yang selalu mendukung, mendorong dan memperhatikan kami di Kampung Kelahiran Buya Hamka ini. Dedikasi Bapak manyemangati kami di sini,” ungkap Fajri Datuak Mangkuto Nan Basa, Walijorong Batung Panjang sekaligus mewakili Tokoh Masyarakat Sungai Batang. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Selasa, 22 September 2026 - 06:16 WIB

Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB