Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Ulah Dua Dokter Mogok, Bawas RS Sumbar Sidak RSUD Lubuk Sikaping

Foto : Int
Dibaca : 1.0K

Pasaman, Prokabar — Aksi mogok pelayanan yang dilakukan dua dokter spesialis di RSUD Lubuk Sikaping, berujung panjang. Sebab, aksi ini membuat Badan Pengawas (Bawas) Rumah Sakit Sumatera Barat sedikit kecewa. Sampai-sampai, turun satu tim badan pengawas ini ke RSUD Lubuk Sikaping. Apa benar yang terjadi, kenapa sampai begitu, kira-kira jawaban yang dicari tim yang dipimpin Ketua Bawas ES Sumbar, Rosnini Safitri.

Rosnini Safitri menyampaikan, pengawasan dan evaluasi yang di lakukannya di RSUD Lubuk Sikaping guna memastikan pelayanan sudah kembali normal seperti biasa.

“Di berbagai bidang kesehatan masyarakat, terutama pelayanan rawat inap dan rawat jalan terus melakukan peningkatan layanan baik dari tenaga medis, dokter dan perawat. Sehingga masyarakat betul-betul mendapatkan pengobatan dengan baik,” ujar Rosnini.

Pihaknya juga sangat menyayangkan terkait adanya dokter spesialis melalaikan pasien hingga berujung mogok kerja di RSUD Lubuk Sikaping tersebut.

“Isu yang kurang baik ini juga kami terima beberapa hari yang lalu melalui media massa. Untuk Itulah kita sebagai Badan Pengawas Rumah Sakit Sumatera Barat turun melakukan pengecekan ke RSUD Lubuk Sikaping guna memastikan pelayanan sudah normal kembali,” ungkapnya.

Pihaknya menegaskan, dua dokter tersebut Andi dan Nana sudah berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa dan berkomitmen menjaga kualitas layanan rumah sakit.

“Semua persoalan yang selama Ini menjadi isu berkembang melalui media massa sudah di antisipasi dan dilakukan koordinasi yang baik dari semua pihak tadi. Semua pihak telah berjanji untuk memberikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Kemudian hal itu juga guna mempertahankan akreditasi Bintang 5 yang baru saja diperoleh RSUD Lubuk Sikaping” tukasnya.

Sementara Bupati Pasaman, Yusuf Lubis yang menerima kunjungan tim ini menjelaskan, pemerintah Kabupaten Pasaman terus berupaya memberikan dukungan dan komitmen yang baik demi perkembangan layanan dan kemajuan RSUD Lubuk Sikaping. Untuk masalah dua dokter tersebut juga sudah dibicarakan bersama Direktur RSUD Lubuk Sikaping, Dinas Kesehatan dan sudah selesai.

Si sisi lain, sebelumnya dua dokter spesialis kandungan di RSUD Lubuk Sikaping ini, Andi Rosa Irawan dan Nana Nurmila, mogok kerja. Permasalahan ini sebenarnya berawal dari adanya permintaan dari kedua dokter spesialis ini agar besaran Jasa Medis (JM) pasien Sectio Caesar kelas III dinaikkan dari Rp654,792 per pasien menjadi Rp800 ribu. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top