Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Tujuh Tragedi Kecelakaan Kereta Api Terparah di Dunia, Salah Satunya di Lembah Anai

Sumber : www.akumassa.org
Dibaca : 6.7K

Padang, Prokabar – Maut di atas rel. Maut dalam gerbong. Di seluruh dunia telah dicatat, mulai dari kecelakaan kereta api (KA) di Sri Lanka sampai ke Lembah Anai, Sumatera Barat. Saksi bisunya, yaitu monumen kuburan massalnya ada di Padang Panjang, yang orang kota itu sendiri, mungkin sudah lupa.

Kecelakan di Lembah Anai terparah di Indonesia dan nomor tujuh di dunia, sepanjang sejarah. Kisahnya tertimbun dalam ingatan, namun tidak dalam sejarah. Tak dinyana sampai 2020, tragedi itu ternyata terparah sepanjang catatan kecelakaan kereta api di Indonesia.

Hari itu Sabtu 23 Desember 1944, peluit kereta berbunyi nyaring memasuki Lembah Anai dari Padang Panjang. Melengking tinggi. Tiba-tiba saja di lembah yang airnya mendesau di dasar sungai itu, terdengar bunyi benturan amat kuat. Bertali-tali. Tak sudah-sudah cukup lama. Bagai langit runtuh. Lalu, pekik. Lalu diam.

Itulah lidah maut yang menyebar kepiluan panjang. Melewati batas kemampuan. Kereta api jatuh. Tak pernah hal semacam itu terjadi sebelumnya.Sejak belanda membuat rel, mengoperasikan kereta api, aman-aman saja. Yang terjadi, rakyat mati karena kerja paksa membuat rel. Ketika kereta sudah jalan, aman lancar jaya.Lalu Jepang masuk, malah kecelakaan maut. Apakah itu murni kecelakaan atau karena ulah Jepang yang semborono?

200 Orang Tewas

Pada 23 Desember 1944 itu, 200 orang tewas dan 250 lainnya luka-luka serius. Tak lama kemudian, pada Jumat 23 Maret 1945, terjadi lagi kecelakaan serupa di Bintungan, Padang Panjang. Jumlah korban ratusan orang pula.

Pada kecelakaan pertama, kepiluan seperti selendang maut. Korban amat merana. Tubuh mereka putus, ada yang terjepit ada yang terlempar jauh. Ratusan orang bergelimpangan dalam jurang.

Rakyat dan tentara Jepang mengevakuasi korban. Mayat berjejer di tepi jalan, seperti korban perang. Yang meninggal dunia bisa dikubur secepatnya, yang luka parah? Kemana hendak dibawa, rumah sakit jauh di Padang dan Bukittinggi.

“Bawa dunsanak-dunsanak kami itu ke sini. Diniyah Puteri saya jadikan rumah sakit sekarang, kalian semua, anak-anakku, siapkan tempat tidur, kasih bantal, selimut, jika tak cukup, kembangkan tikar, di mana saja, di ruang kelas ini. Tuhan memanggil kita menolong sesama.” itu kata Rangkayo Syekah Rahmah El Yunisiyah, pemilik sekolah muslimah, Diniyah Puteri, Padang Panjang.

Rahmah walau bukan dokter tapi ia belajar ilmu kedokteran dari 3 dokter handal Minangkabau. Juga Mak Uwonya yang bidan.

“Panggul mereka ke sekolah Etek Amah!” Perintah tokoh Padang Panjang.

Maka bagai pengungsi, orang-orang berjalan panjang, nyaris tak putus, memanggul korban kecelakaan yang berdarah-darah, patah-patah, pingsan dan entah bagaimana lagi ke rumah sakit Diniyah.

Rumah sakit darurat di Diniyah itu, penuh. Sementara yang sangat parah, pria atau wanita dilarikan ke Padang, juga ke Bukittinggi. Hari demi hari, evakuasi tak kunjung selesai. Yang luka parah sudah memenuhi rumah sakit.

lalu yang meninggal dimakamkan dalam satu liang di tanah milik Syekh Adam BB di Padang Panjang. Di kota ini ada pandam pekuburan, semacam pemakamam umum, untuk orang yang bukan penduduk asli disebut Pakuburan Makam Pusaro Dagang. Siapa saja orang rantau yang meninggal dimakamkan di Pusaro Dagang.

Ulama Syekh Adam BB yang sangat dihormati itu, menyuruh semua korban tewas, dimakamkan di sana. Rakyat bahu-membahu membawa jenazah ke sana dan pemakamnya disaksikan ribuan orang. Jenzah dikuburkan di satu liang dan kemudian dibuatkan tugunya.

Tugu itu menandakan ratusan orang korban kecelakaan kereta api telah dimakan di situ. Korban kecelakaan pertama dimakamkan dengan kedalaman 5 meter. Tak dinyana beberapa bulan kemudian terjadi peristiwa serupa. Maka korban kecelakan kedua yang ratusan orang juga, kembali dimakanan di lokasi yang sama, di atas kuburan pertama, sedalam sekitar 3 meter. Baru kemudian dikasih tugu yang menggetarkan hati itu. Lokasi itu sekarang masih seperti dulu.

Kecelakaan kereta api terparah di Indonesia memang di Lembah Anai itu. Menurut catatan www.yusronsayoga.com, setelah di Lembah Anai, berturut-turut:
Kecelakaan Bintaro pada 19 Oktober 1987, saat lokomotif KA Tanah Abang-Merak dan KA Lokal Rangkas Bitung-Tanah Abang bertabrakan. Akibatnya, 134 orang tewas.

Kecelakaan KA di Depok terjadi 1968 yang melibatkan KA Bumel. Akibat dari Kecelakaan Kereta Api ini, 116 orang tewas.

Kecelakaan pada hari Natal 2001, KA Empu Jaya menabrak KA Gaya Baru Malam Selatan yang sedang menunggu persilangan di Stasiun Ketanggungan Brebes. Akibatnya, 45 orang tewas.

Kecelakaan saat peringatan hari pahlawan 2018 di Surabaya. Kecelakaan yang satu ini terjadi karena kelalaian manusia. Kronologinya, saat pementasan drama kolosal Surabaya Membara banyak penonton yang menyaksikan di viaduk yang merupakan jalur kereta api aktif. Tiba-tiba melintas sebuah KA Lokal akan melewati viaduk untuk memasuki Stasiun Surabaya Kota, tiga tewas dan 20 orang luka-luka.

Sementara menurut https://loop.co.id, tujuh kecelakaan KA terparah di dunia sebagai berikut:

Di Sri Lanka pada Desember 2004. Sebuah kereta yang mengangkut ribuan penumpang di Queen of the Sea Land disapu tsunami saat tengah melaju. Para korban yang berdesakkan di delapan gerbong tak bisa melarikan diri dari dalam kereta, hingga akhirnya kereta terguling dan hancur disapu dua gelombang tsunami. Dalam tragedi tersebut, sekitar 1.700 orang meninggal dunia.

Kereta anjlok pada 1981, di Bihar. Membawa 1.000 penumpang, 800 orang tewas.

Kereta uap Saint-Michel-de-Maurienne,Prancis rem blong pada Desember 1917, Kereya membawa sekitar 1000 penumpang dan 700 orang tewas.

Kereta tergelincir di Awash, Ethiopia 1985. Empat gerbong kereta terjun ke jurang di Sungai Awash, merenggut setidaknya 400 nyawa.

Sebuah ledakan slinder gas pada sebuah kereta api Februari 2002, di kawasan Al Ayyat, Mesir menyebabkan kecelakaan parah. Peristiwa ini merenggut 383 nyawa.

Yang keenam karena menabrak seekor sapi di Firozabad, India 20 Agustus 1995 menyebabkan 358 nyawa melayang. Lalu yang ketujuh, Lembah Anai.

Sejarah singkat

Kereta api di Ranah Minang, sudah amat tua. Bermula 1887 dengan jalur sepanjang 315Km. Terakhir ditambah 3 Km ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Sejumlah ruas sudah direaktivasi sehingga menjanjikan untuk wisata kereta, terutama kereta bergigi.

Catatan prokabar, jalur kereta api di Sumbar terbentang sepanjang 300 Km lebih. Antara lain dari Padang ke Pelabuhan Teluk Bayur (7 Km). Lubuk Alung–Pariaman (20,9 km) dan ini dilalui setiap hari, penumpangnya warga yang bekerja dan kuliah. Beberapa tahun lalu, rel Pariaman ke Nareh sepanjang 7 Km sudah aktif kembali. Kemudian Padang–Padang Panjang (68,3 km). Rel ini aktif sampai Kayu Tanam. Selanjutnya Lembah Anai Padang Panjang adalah rel bergigi. Bukittinggi–Payakumbuh (33 km), sudah tidak aktif.

Teluk Bayur-Padang-Padang Panjang–Solok–Sawahlunto sepanjang 210 Km. Di ruas ini terdapat 33,8 Km rel bergigi. Rel bergigi itulah yang unik dan elok untuk kereta wisata, yaitu di kawasan Lembah Anai sampai ke dekat Danau Singkarak. Inilah satu satu rel bergigi yang ada di Indonesia. Sekarang masih belum aktif, setelah ditutup puluhan tahun silam.

Sejak 1979, ada rel baru dari Bukik Putuih Teluk bayur ke PT Semen Padang sepanjang 14,5 Km yang sampai sekarang tetap aktif. Yang ditutup justru kereta api ke Sawahlunto seiring ditutupnya tambang dalam PT Tambang Batubara Ombilin. (nrs)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top