Daerah

Tahun 2018 Realisasi Investasi di Pessel tak Capai Target, ini Penyebabnya

Pessel, Prokabar – Sepanjang tahun 2018 realisasi investasi Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), hanya mampu mencapai 85 dari target yang ditetapkan.

Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T), Yudi Ichsan kepada wartawan Kamis (24/1) mengatakan, tidak tercapainya target investasi itu disebabkan tiga faktor.

Pertama, persoalan modal dari investor. Kedua, masalah teknik lapangan yang tidak sesuai dengan pemetaan awal yang disusun investor.

“Ini baru sampai Triwulan III. Data Triwulan IV belum masuk. Kendati demikian, realisasi 2018 lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya Rp169 miliar,” ungkapnya.

Sepanjang 2018, realisasi investasi di Kabupaten Pessel Rp900 miliar, dari target Rp1,062 triliun dari target yang telah ditetapkan.

Sebagian sebesar atau Rp500 miliar diantaranya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan sisanya Penanaman Modal Asing (PMA).

Sementara dari sisi sektoral, sebagian besar adalah industri pengolahan Kelapa Sawit. Setelah itu telekomunikasi dan energi baru terbarukan (EBT).

Masalah ketiga, lanjut Yudi, soal regulasi Kementerian Keuangan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang sering berubah.

“Makanya, kami telah koordinasikan masalah ini dengan Badan Pertanahan Nasional, Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya di Pesisir Selatan agar memudahkan investasi.

Sebab, dengan banyaknya investasi secara otomatis dapat memacu perekonomian daerah, utamanya masyarakat yang ada di sekitar wilayah investasi.

“Tak hanya pada masyarakat, tapi kami juga sampaikan pada investor. Mudah-mudahan di 2019 investasi di negeri sejuta pesona ini bisa lebih tinggi,” tutupnya.(min)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top