<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#yari Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/yari/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/yari/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Sep 2018 01:40:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#yari Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/yari/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jauh-Jauh Dari Jerman, 25 Pelajar Ini Belajar Bertani Di Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/jauh-jauh-dari-jerman-25-pelajar-ini-belajar-bertani-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2018 22:53:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[#lawanpark]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#yari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=19658</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Menyenangkan sekali! Itu yang dirasakan pelajar asal Jerman ini. Mereka dapat merasakan langsung cara bertani Indonesia di Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jauh-jauh-dari-jerman-25-pelajar-ini-belajar-bertani-di-agam/">Jauh-Jauh Dari Jerman, 25 Pelajar Ini Belajar Bertani Di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar — </strong>Menyenangkan sekali! Itu yang dirasakan pelajar asal Jerman ini. Mereka dapat merasakan langsung cara bertani Indonesia di Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumbar, Kamis siang (27/9). Sebanyak 25 orang pelajar tingkat sekolah dasar dan menengah masuk sawah, mencangkul, membajak dan menanam padi dalam lumpur.</p>
<p>&#8220;Kami sangat senang dan bahagia kegiatan pertukaran pelajar ini. Karena anak-anak kami bisa merasakan langsung cara bertani tradisional yang tidak ada lagi di kampung halaman kami,&#8221; ungkap Sarah, salah satu guru pelajar Jerman tersebut.</p>
<p>Kegiatan tersebut terlaksana berkat kerjasama antara Yari, salah satu yayasan asal Padang dengan Parther School Asal Jerman dan Pengelola Wisata Lawang Park. &#8220;Kegiatan ini menggeliat sejak 2011 lalu dan sudah terlaksana 5 kali pertukaran pelajar,&#8221; Kata Yustisia Kata, Ketua Yayasan YARI.</p>
<p>Untuk anak kita ke Jerman akan dibiayai oleh Negara Bundesland tersebut. Dan tinggal bersama orang tua dari salah satu pelajar Jerman. &#8220;Anak-anak akan diajak ke Museum, Gedung Parlemen dan Sekolah layaknya pelajar di sana selama 3 minggu,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sedangkan pelajar Jerman yang akan mengikuti study ke Indonesia, dapat menikmati kesenian, kebudayaan, pertanian tradisional seperti menari, membajak sawah dan menanam padi. &#8220;Dan mereka sangat menikmati dan bahagia selama kegiatan itu berlangsung,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Edo Prasetio Pratama selaku fasilitator dari Lawang Park mengatakan Kegiatan tersebut sangat positif untuk perkembangan dan promosi wisata kita di tingkat Internasional. &#8220;Mereka yang berkunjung jelas akan menceritakan pengelaman tersebut kepada orang-orang terdekat mereka nantinya. Sehingga kemungkinan besar kembali berwisata ke Indonesia bersama keluarganya,&#8221; terang Edo.</p>
<p>Nilai utama selain keindahan alam adalah pendidikan human interes dan history. &#8220;Sisi kemanusian dan keramahtamahan adalah modal utama. Untuk itu masyarakat kita harus sadar wisata dan harus menjaga nilai-nilai etika dan moral. Kebudayaan dan Kesenian Minangkabau sudah terkenal keelokannya, membuat wisata asing betah berwisat ke Agam ini,&#8221; tutupnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jauh-jauh-dari-jerman-25-pelajar-ini-belajar-bertani-di-agam/">Jauh-Jauh Dari Jerman, 25 Pelajar Ini Belajar Bertani Di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/51 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 4/11 queries in 0.017 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 05:07:32 by W3 Total Cache
-->