<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#wisman Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/wisman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/wisman/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Dec 2019 06:16:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#wisman Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/wisman/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hingga Oktober Sudah 1,35 Juta Wisman Kunjungi Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/hingga-oktober-sudah-135-juta-wisman-kunjungi-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Dec 2019 06:16:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#bps]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<category><![CDATA[#wisman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=53348</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Oktober 2019 mencapai 1,35 juta kunjungan atau naik 4,86 persen dibanding jumlah kunjungan pada...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hingga-oktober-sudah-135-juta-wisman-kunjungi-indonesia/">Hingga Oktober Sudah 1,35 Juta Wisman Kunjungi Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Oktober 2019 mencapai 1,35 juta kunjungan atau naik 4,86 persen dibanding jumlah kunjungan pada Oktober 2018 yang mencapai 1,29 juta kunjungan. Namun jika dibandingkan dengan September 2019, jumlah kunjungan wisman pada Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 3,28 persen.</p>
<p>Secara kumulatif Januari-Oktober 2019, menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Suhariyanto, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai 13,62 kunjungan atau naik 2,85 persen dibanding periode yang sama tahun 2018 lalu yang mencapai 13,25 juta kunjungan.</p>
<p>“Jumlah kunjungan wisman sepanjang Oktober 2019 itu terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 856,35 ribu kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 336,04 ribu kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 162,01 ribu kunjungan,” jelas Suhariyanto dalam konperensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/12) siang.</p>
<p>Menurut Suhariyanto, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada Oktober 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada bulan yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>“Kenaikan kunjungan wisman tersebut terjadi sekurangnya di sepuluh pintu masuk udara dengan persentase kenaikan tertinggi tercatat di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai 62,48 persen, diikuti Bandara Kualanamu, Sumatra Utara naik 37,42 persen, dan Bandara Minangkabau, Sumatra Barat naik 30,11 persen. Sedangkan persentase kenaikan terendah terjadi di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau sebesar  0,87 persen.</p>
<p>Sementara penurunan jumlah kunjungan wisman terjadi di lima pintu masuk udara dengan persentase penurunan paling tinggi terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten sebesar 22,70 persen, dan persentase penurunan paling rendah terjadi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat sebesar 2,97 persen.</p>
<p>Dari 1,35 juta kunjungan, menurut Kepala BPS Suhariyanto, wisman yang datang dari wilayah ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi dibanding Oktober 2018, yaitu sebesar 20,14  persen. Sedangkan persentase penurunan hanya terjadi pada wisman yang datang dari wilayah Asia selain ASEAN, yaitu sebesar 14,10 persen.</p>
<p>Sementara menurut kebangsaan, Kepala BPS menyampaikan, kunjungan  wisman yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari negara Malaysia sebanyak 241,1 ribu kunjungan (17,80 persen), Tiongkok 160,4 ribu kunjungan (11,85 persen), Singapura 145,2 ribu kunjungan (10,72 persen), Australia 131,9 ribu kunjungan (9,74 persen), dan Timor Leste 92,0 ribu kunjungan (6,79 persen).</p>
<p>Secara kumulatif (Januari–Oktober 2019), menurut Kepala BPS Suhariyanto, wisman yang datang dari wilayah ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi, yaitu sebesar 17,78 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan wilayah ASIA selain ASEAN memiliki persentase penurunan paling besar, yaitu sebesar 10,28 persen.</p>
<p>“Sementara menurut kebangsaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama 2019 paling banyak berasal dari wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 2,58 juta kunjungan (18,94 persen), Tiongkok 1,77 juta kunjungan (13,01 persen), Singapura 1,55 juta kunjungan (11,38 persen), Australia 1,15 juta kunjungan (8,42 persen), dan Timor Leste 1,02 ribu kunjungan (7,48 persen),” kata Suhariyanto. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hingga-oktober-sudah-135-juta-wisman-kunjungi-indonesia/">Hingga Oktober Sudah 1,35 Juta Wisman Kunjungi Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejak Awal Tahun Sudah 9,31 Juta Wisman Berkunjung ke Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/sejak-awal-tahun-sudah-931-juta-wisman-berkunjung-ke-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2019 07:40:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#bps]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatawanmancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[#wisman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45549</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2019 mencapai 1,48 juta kunjungan atau naik sebesar 2,04 persen jika dibandingkan dengan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejak-awal-tahun-sudah-931-juta-wisman-berkunjung-ke-indonesia/">Sejak Awal Tahun Sudah 9,31 Juta Wisman Berkunjung ke Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2019 mencapai 1,48 juta kunjungan atau naik sebesar 2,04 persen jika dibandingkan dengan Juni 2019. Namun jumlah tersebut mengalami penurunan 4,10 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada Juli 2018 yang berjumlah 1,55 juta kunjungan.</p>
<p>Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, jumlah 1,48 juta kunjungan itu terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 977,42 ribu kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 316,72 ribu kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 189,65 ribu kunjungan.</p>
<p>“Secara kumulatif, Januari–Juli 2019, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia mencapai 9,31 juta kunjungan atau naik 2,63 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 9,07 juta kunjungan,” kata Suhariyanto dalam konperensi pers di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (2/9) siang.</p>
<p>Dari 1,48 juta kunjungan, menurut Kepala BPS, wisman yang datang dari wilayah ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi dibanding Juli 2018, yaitu sebesar 9,81 persen, sedangkan persentase penurunan terjadi pada wisman yang datang dari wilayah ASIA selain ASEAN, yaitu sebesar 16,53 persen.</p>
<p>Sementara menurut kebangsaaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari negara Malaysia sebanyak 240,3 ribu kunjungan (16,19 persen), Tiongkok 193,8 ribu kunjungan (13,06 persen), Singapura 145,0 ribu kunjungan (9,77 persen), Australia 138,3 ribu kunjungan (9,32 persen), dan Timor Leste 108,6 ribu kunjungan (7,32 persen).</p>
<p>“Secara kumulatif (Januari–Juli 2019), wisman yang datang dari wilayah ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi, yaitu sebesar 17,60 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan wilayah ASIA selain ASEAN memiliki persentase penurunan paling besar, yaitu sebesar 8,66 persen,” sambung Suhariyanto.</p>
<p>Sementara menurut kebangsaaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama 2019 paling banyak berasal dari wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 1,84 juta kunjungan (19,78 persen), Tiongkok 1,25 juta kunjungan (13,37 persen), Singapura 1,07 juta kunjungan (11,50 persen), Australia 745,5 ribu kunjungan (8,01 persen), Timor Leste 717,1 ribu kunjungan (7,70 persen).</p>
<p>Menurut Suhariyanto, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada Juli 2019 mengalami penurunan sebesar 8,94 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada bulan yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Penurunan kunjungan wisman tersebut, lanjut Suhariyanto, terjadi di sebelas pintu masuk udara dengan persentase penurunan tertinggi tercatat di Bandara Internasional Lombok, NTB yang mencapai 61,97 persen, diikuti Bandara Juanda, Jawa Timur turun 24,70 persen, dan Bandara Adi Sucipto, DI Yogyakarta turun 22,80 persen, sedangkan persentase penurunan terendah terjadi di Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat sebesar 1,14 persen.</p>
<p>Sementara kenaikan jumlah kunjungan wisman terjadi sekurangnya di empat pintu masuk udara dengan persentase kenaikan paling tinggi terjadi di Bandara Supadio, Kalimantan Barat sebesar 12,51 persen, dan persentase kenaikan paling rendah terjadi di Bandara Minangkabau, Sumatera Barat sebesar 1,90 persen.</p>
<p>Selain itu, lanjut Kepala BPS Suhariyanto, wisman yang berkunjung melalui pintu masuk darat pada Juli 2019 mengalami penurunan sebesar 14,33 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 221,39 ribu kunjungan menjadi 189,65 ribu kunjungan.</p>
<p>“Persentase penurunan terjadi di pintu masuk Jayapura, Papua sebesar 16,35 persen, sedangkan persentase kenaikan tertinggi terjadi di pintu masuk Nanga Badau, Kalimantan Barat sebesar 38,75 persen,” terang Suhariyanto.</p>
<p>Begitu pula, jika dibanding Juni 2019, jumlah kunjungan wisman yang datang melalui pintu masuk darat mengalami penurunan sebesar 17,41 persen.</p>
<p>Persentase penurunan tertinggi tercatat di pintu masuk Aruk, Kalimantan Barat sebesar 49,01 persen, sedangkan persentase kenaikan terjadi di dua pintu masuk, yaitu pintu masuk Jayapura, Papua dan Atambua, Nusa Tenggara Timur masing-masing sebesar 28,46 persen dan 2,79 persen. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejak-awal-tahun-sudah-931-juta-wisman-berkunjung-ke-indonesia/">Sejak Awal Tahun Sudah 9,31 Juta Wisman Berkunjung ke Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenpar Targetkan 4 Juta Wisman Perbatasan</title>
		<link>https://prokabar.com/kemenpar-targetkan-4-juta-wisman-perbatasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2019 02:30:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemenpar]]></category>
		<category><![CDATA[#perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[#Wisatawan]]></category>
		<category><![CDATA[#wisman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=29740</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan 4 juta wisatawan mancanegara (Wisman) di perbatasan masuk ke Indonesia selama 2019. Target tersebut naik dari tahun sebelumnya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kemenpar-targetkan-4-juta-wisman-perbatasan/">Kemenpar Targetkan 4 Juta Wisman Perbatasan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan 4 juta wisatawan mancanegara (Wisman) di perbatasan masuk ke Indonesia selama 2019. Target tersebut naik dari tahun sebelumnya menjadi 20 persen dari total target 20 juta wisman pada 2019.</p>
<p>“Tahun 2018, diperkirakan pariwisata perbatasan dapat menyumbang 18 persen dari total kunjungan wisman. Karena itu, tahun depan harus naik menjadi 20 persen atau sekitar 4 juta dari total 20 juta target wisman. Kita butuh kerjasama dan bergandengan tangan,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Rizki Handayani Mustafa dalam keterangan resmi yang diterima Sabtu, (2/2).</p>
<p>Rizki menambahkan, Kemenpar akan terus mendorong potensi pariwisata perbatasan atau cross border. Implementasinya melalui program Joint Promotion. Misalnya dengan penyedia transportasi (ferry dan bus), event crossborder, hot deals, destinasi digital, dan mobile positioning data (MPD).</p>
<p>“Salah satu potensi wisata yang terus digarap oleh Kemenpar adalah Crossborder. Karena, jenis wisata ini memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan. Selain itu, wisata perbatasan menjadi jawaban ketika wisatawan menemui kesulitan dalam melakukan kegiatan wisata. Khususnya yang berada di dalam wilayah Indonesia,” paparnya.</p>
<p>Bagi pariwisata Indonesia, menggarap pasar wisman perbatasan sangat realistis. Apalagi Indonesia memiliki banyak daerah yang merupakan pintu masuk wisman dari negara tetangga. Baik dari Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, maupun Timor Leste.</p>
<p>&#8220;Selain itu wisman dari negara tetangga memiliki kedekatan (proximity) secara geografis. Dengan kedekatan ini wisman lebih mudah, cepat, dan murah menjangkau destinasi kita. Belum lagi kedekatan kultural dan emosional. Ini peluang yang bisa kita maksimalkan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya border tourism memiliki peranan penting untuk pariwisata Indonesia. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya Menpar Arief ingin lebih agresif lagi bergerak di border tourism. Apalagi saat ini aksesibilitas dan infrastruktur di wilayah perbatasan Indonesia makin bagus. Hal itu lantaran didorong oleh Presiden Joko Widodo. Ini menjadi keuntungan dalam menggerakkan wisman diperbatasan.</p>
<p>&#8220;Tourism itu mirip bisnis transportasi dan telekomunikasi. Membutuhkan kedekatan atau proximity, baik kedekatan budaya (culture), maupun kedekatan jarak. Ini berhasil dijalankan di Eropa. Karena itu, memperkuat border area adalah salah satu solusi bagi pencapaian target Kemenpar. Salah satunya menciptakan kantung-kantung destinasi baru yang digerakkan melalui event. Untuk itulah Rakornis ini menjadi sangat penting,&#8221; ujar Menpar Arief Yahya.</p>
<p>Mobile Positioning Data juga menjadi strategi Kemenpar menarik wisman perbatasan. Seperti diketahui sejak akhir tahun 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kemenpar sepakat menerapkan Metodologi MPD, untuk menghitung statistika data kunjungan wisatawan, terutama di kawasan perbatasan. Dulu hanya 19 daerah, sekarang sudah 25 daerah. Kemenpar memulai sejak Desember 2017, dan menggunakan formula baru pada Januari 2018.</p>
<p>“Ada banyak kelebihan dalam penghitungan menggunakan teknologi MPD ini, dibandingkan dengan cara manual. Caranya menggunakan signal. Semua signal dari handphone bisa ditangkap oleh BTS atau antena, baik ketika mereka tidak sedang dipakai berbicara maupun pengiriman data text maupun gambar,” Kata Arief Yahya.</p>
<p>Waktu menghitung juga terpantau terus selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 52 Minggu setahun. Bisa mendeteksi pengunjung di luar yang tercatat oleh Imigrasi. “Dan bisa melihat visitor, berapa lama tinggal, berapa kali datang sepanjang tahun, dan darimana negara originasinya,” ungkap Arief Yahya. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kemenpar-targetkan-4-juta-wisman-perbatasan/">Kemenpar Targetkan 4 Juta Wisman Perbatasan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Indonesia Sepanjang 2018 Capai 15,81 Juta</title>
		<link>https://prokabar.com/jumlah-kunjungan-wisatawan-ke-indonesia-sepanjang-2018-capai-1581-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2019 12:28:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#bps]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemenpar]]></category>
		<category><![CDATA[#Wisatawan]]></category>
		<category><![CDATA[#wisman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=29699</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia selama tahun 2018 telah mencapai 15,81 juta, yang berarti naik 12,58 persen dibandingan dengan periode...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jumlah-kunjungan-wisatawan-ke-indonesia-sepanjang-2018-capai-1581-juta/">Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Indonesia Sepanjang 2018 Capai 15,81 Juta</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia selama tahun 2018 telah mencapai 15,81 juta, yang berarti naik 12,58 persen dibandingan dengan periode yang sama sepanjang tahun 2017 sebanyak 14,04 juta.</p>
<p>“Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung  melalui pintu masuk udara sebanyak 10,08 juta kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 3,22 juta kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 2,51 juta kunjungan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Suhariyanto dalam keterangan pers di kantor BPS Pusat, Jakarta, Jumat (2/2) pagi.</p>
<p>Menurut Kepala BPS itu, wisman yang datang dari wilayah ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi, yaitu sebesar 20,60 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan wilayah Timur Tengah memiliki persentase penurunan paling besar, yaitu sebesar 6,13 persen.</p>
<p>“Sementara menurut kebangsaaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia  selama 2018 paling banyak    berasal dari wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 2,50 juta kunjungan (15,83 persen), Tiongkok 2,14 juta kunjungan (13,52 persen), Singapura 1,77 juta kunjungan (11,19 persen), Timor Leste 1,76 juta kunjungan (11,15 persen),  dan Australia 1,30 juta kunjungan (8,23 persen),” kata Suhariyanto. (*/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jumlah-kunjungan-wisatawan-ke-indonesia-sepanjang-2018-capai-1581-juta/">Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Indonesia Sepanjang 2018 Capai 15,81 Juta</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Target Kemenpar Saat Perayaan Imlek dan Cap Gomeh</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-target-kemenpar-saat-perayaan-imlek-dan-cap-gomeh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2019 01:57:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#capgomeh]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#imlek]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemenpar]]></category>
		<category><![CDATA[#Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#wisman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=29613</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kementerian Pariwisata menargetkan mampu menjaring minimal 200.000 wisman asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia selama Febuari 2019 seiring puncak perayaan Imlek dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-target-kemenpar-saat-perayaan-imlek-dan-cap-gomeh/">Ini Target Kemenpar Saat Perayaan Imlek dan Cap Gomeh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Kementerian Pariwisata menargetkan mampu menjaring minimal 200.000 wisman asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia selama Febuari 2019 seiring puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh.</p>
<p>Dari catatan Kementerian Pariwisata, dari tahun ke tahun, wisatawan mancanegara asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia selalu membludak selama Februari sehingga menjadikan bulan ini sebagai &#8220;peak season&#8221; tersendiri bagi wisman negeri Tirai Bambu tersebut.</p>
<p>Setiap tahunnya, perayaan Imlek dan Cap Go Meh jatuh pada Februari sehingga banyak wisman Tiongkok melancong ke berbagai destinasi termasuk Indonesia. Sejumlah destinasi favorit mereka di antaranya Bali, Manado, Batam, Bintan, dan Jakarta.</p>
<p>“Hampir semua negara mengejar pasar Tiongkok, bukan hanya sektor pariwisata, tapi juga industri lainnya. Karenanya kami targetkan wisman asal Tiongkok itu bisa mencapai 3,5 juta tahun ini,&#8221; ujar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional I (Great China) Kemenpar Vinsensius Jemadu melalui keterangan yang diterima, Kamis (31/1).</p>
<p>Vinsensius mengatakan, setiap Februari merupakan saat yang tepat untuk menggaet wisman Tiongkok. Untuk itu pihaknya sudah mulai melakukan promosi sejak awal Januari untuk momentum Imlek dan Cap Go Meh.</p>
<p>“Paket imlek kita jual di berbagai daerah yang menjadi pasar wisman Tiongkok. Ada di Bali yang ditargetkan menyumbang 50.000-75.000 wisman saat bulan Febuari. Lalu Batam 20.000 wisman, Bintan 35.000, Manado setiap bulan sudah mencapai 10.000, dan Jakarta 15.000. Minimal 200.000 wisman Tiongkok datang ke Indonesia selama Februari,” katanya.</p>
<p>Tiongkok merupakan pasar potensial pariwisata Indonesia. Tercatat, tingkat kunjungan wisman China ke Indonesia selama tiga tahun terakhir terus meningkat.</p>
<p>Pada 2015, Tiongkok menyumbang wisatawan sebanyak 1.141.350 orang. Angka tersebut naik menjadi 1.452.971 orang pada 2016. Begitu juga pada 2018, Tiongkok mendominasi wisatawan dengan menyumbang 1976.728 orang.</p>
<p>&#8220;Namun hingga saat ini jumlah masyarakat Tiongkok yang melakukan perjalanan wisata ke Indonesia masih relatif sedikit. Ini yang harus terus kita tingkatkan dengan hard selling seperti ini,&#8221; ucap pria yang akrab disapa VJ itu.</p>
<p>Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, jika pasar wisatawan Tiongkok sangat potensial untuk dikembangkan. Sebab outbound wisatawan Tiongkok selalu terkoreksi positif setiap tahunnya. Tercatat, jumlah outbound mereka mencapai 130 juta orang pada 2017.</p>
<p>Selain itu jumlah pengeluaran mereka juga besar dan menghabiskan bujet hingga RMB115,29 miliar atau Rp242,109 triliun sebagaimana data International Luxury Travel Market Asia (ILTMA).</p>
<p>&#8220;Wisatawan Tiongkok sangat royal berbelanja di pasar global. Kemampuan rata-rata spending mereka mencapai USD1.139 per trip atau setara Rp15,9 juta dengan kurs Rp13.940. Ini tentu menjadi acuan yang bagus untuk meraup pundi-pundi devisa kita,&#8221; ujar Menpar Arief. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-target-kemenpar-saat-perayaan-imlek-dan-cap-gomeh/">Ini Target Kemenpar Saat Perayaan Imlek dan Cap Gomeh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selama Oktober, Ribuan Wisman Berkunjung ke Sumbar</title>
		<link>https://prokabar.com/selama-oktober-ribuan-wisman-berkunjung-ke-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2018 01:25:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#bps]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#wisman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=25364</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Selama bulan Oktober 2018, sebanyak 4.050 Wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Berdasarkan rilis Badan Pusat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/selama-oktober-ribuan-wisman-berkunjung-ke-sumbar/">Selama Oktober, Ribuan Wisman Berkunjung ke Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Selama bulan Oktober 2018, sebanyak 4.050 Wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar angka ini turun 20,49 persen dibanding September 2018, dan turun 17.09 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Namun dari sisi hunian hotel berbintang di Sumatra Barat sepanjang Oktober 2018 mencapai 65,06 prsen, menjadi yang tertinggi di 2018.</p>
<p>Kepala BPS Sumbar Sukardi mengatakan, Wisman asal Malaysia masih menduduki urutan pertama dalam angka kunjungan ke Sumatra Barat pada Oktober 2018. Tercatat 3.385 pelancong asal negeri jiran yang bertandang ke ranah minang.</p>
<p>“Angka tersebut jauh di atas warga negara Australia yang berada di posisi kedua dengan jumlah turis 234 orang. Sementara turis dari negara lainnya berjumlah 431 orang.” ungkapnya, Senin (3/12) kemarin.</p>
<p>Ia menambahkan, tingginya kunjungan wisatawan asal Malaysia dikarenakan adanya kedekatan budaya antara masyarakat Minangkabau dan warga Negeri Jiran. Turis Malaysia yang berkunjung ke Sumatra Barat selain menikmati panorama alam, juga untuk berbelanja, kuliner, atau mengunjungi sanak saudara yang tinggal di Sumbar.</p>
<p>“Sementara turis lainnya, terutama dari Australia dan Prancis, berkunjung ke Sumatra Barat untuk selanjutnya menuju Kepulauan Mentawai. Ombak di Perairan Mentawai sudah tersohor di kalangan peselancar dunia,” sambungnya.</p>
<p>Sementara tingginya tingkat hunian hotel, dirinya menjelaskan hal tersebut dikarenakan Oktober banyak event berskala besar diselenggarakan.</p>
<p>“Tingkat hunian hotel ini sangat bergantung pada event atau acara yang digelar di Sumatra Barat. Saat ada event besar, tentu tingkat hunian kita tinggi,” tutupnya.<span class="Apple-converted-space"> (hdp)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/selama-oktober-ribuan-wisman-berkunjung-ke-sumbar/">Selama Oktober, Ribuan Wisman Berkunjung ke Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Strategi Jitu Kemenpar Kejar Wisman Tiongkok di CITM 2018</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-strategi-jitu-kemenpar-kejar-wisman-tiongkok-di-china-international-travel-mart-2018/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2018 04:41:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemenpar]]></category>
		<category><![CDATA[#travelmart]]></category>
		<category><![CDATA[#wisman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=24207</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sanghai, Prokabar — Jumlah wisatawan outbond asal Tiongkok sebesar 150 juta menjadi perhatian besar bagi Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Melihat potensi itu, Kemenpar dengan brand Wonderful...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-strategi-jitu-kemenpar-kejar-wisman-tiongkok-di-china-international-travel-mart-2018/">Ini Strategi Jitu Kemenpar Kejar Wisman Tiongkok di CITM 2018</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sanghai</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Jumlah wisatawan outbond asal Tiongkok sebesar 150 juta menjadi perhatian besar bagi Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Melihat potensi itu, Kemenpar dengan brand Wonderful Indonesia kembali berpartisipasi pada China International Travel Mart (CITM) 2018 yang digelar di Shanghai New International Expo Center (SNIEC) pada 16-18 November 2018.</p>
<p>Dalam kunjunganya ke CITM 2018 ini, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang didampingi Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Djauhari Oratmangun dan Konsul Jenderal RI di Shanghai Siti Mauludiah bertemu dengan Wakil Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Tiongkok Yu Qun di pavilion Wonderful Indonesia Hal E-5, SNIEC, Shanghai.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, Yu Qun mengapresiasi kehadiran Wonderful Indonesia di CITM dan terus mendorong masyarakatnya untuk berwisata ke Indonesia. “Kami masih tetap akan menganjurkan masyarakatnya untuk berwisata ke Bali, Indonesia,” ucap Yu Qun, di Paviliun Wonderful Indonesia di CITM Shanghai, Minggu (18/11).</p>
<p>Menpar Arief Yahya menjelaskan wisman Tiongkok itu sangat sensitif terhadap isu yang ada di suatu negara. Tidak hanya itu, mereka yang hadir dalam jumlah besar juga sangat patuh terhadap apa yang dikeluarkan oleh pemerintahnya. Outbound mereka besar dan hampir semua Negara di dunia melirik pasar Tiongkok itu.</p>
<p>Menpar Arief Yahya mencontohkan pada peristiwa erupsi Gunung Agung di Bali. Untuk mencabut travel advice ke Bali saat erupsi itu, pihaknya merasa kesulitan untuk meyakinkan wisman Tiongkok bahwa Bali sudah aman. Butuh waktu 6 bulan pasca erupsi untuk recovery, dan kembali normal bulan April 2018.</p>
<p>“Saya terbang ke Beijing untuk melobi dan menjelaskan ke media di sana bahwa Bali aman. Mengumpulkan sekitar 400-an pelaku industri pariwisata Tiongkok, tour agent, tour operator, business gathering, untuk kembali menjual paket wisata ke Bali, sampai-sampai dalam satu hari ada sembilan meetings,” ujar Menpar Arief Yahya.</p>
<p>Dirinya juga berusaha meyakinkan China National Tourism Administration CNTA bahwa Bali aman. “Saat itu, saya langsung terbang dari Beijing ke Kunming, lanjut ke Chiang Mai, dan merancang pertemuan khusus dengan CNTA di sela-sela ATF 2018, pertemuan antar menteri Pariwisata se ASEAN. Saya masih ingat, di situlah bertemu Mr Du Jiang, Vice Chairman of CNTA, tanggal 25 Januari 2018,” kata Menpar.</p>
<p>Lantas Bagaimana soal polemik “Zero Dollar Tour” Tiongkok yang sedang hangat di Bali? Ini merupakan tindak lanjut dari surat Gubernur Bali Wayan Koster, No 556/4227/IV/Dispar soal penertiban Usaha Pariwisata, kepada bupati dan walikota se Provinsi Bali. Tiga poin isi surat yang ditandangani Gubernur Bali itu secara normatif cukup fair, yakni penertiban terhadap usaha akomodasi, usaha perjalanan wisata dan perdagangan yang tidak sehat dan melanggar peraturan perundang-udangan.</p>
<p>“Saya kira jawaban Wakil Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Tiongkok tadi sudah implisit, bahwa pemerintah Tiongkok cukup akomodatif. Wisman Tiongkok itu sangat patuh dengan pemerintahnya. Saat erupsi Gunung Agung September 2017, pemerintah Tiongkok mengeluarkan Travel Advice ke Bali, hingga pertengahan Januari 2018. Apa yang terjadi Wisman China langsung drop drastis dan butuh 6 bulan untuk recovery,” jelas Menpar.</p>
<p>Karena itu, Menpar Arief Yahya mengingatkan agar polemik soal tata niaga antar sesama pelaku industri di Bali jangan berkepanjangan. Karena itu akan menjadi bola salju yang justru “merusak” ekosistem dan masa depan pariwisata Bali sendiri. “Saya setuju, jika ada pelaku industri yang “nakal”, misalnya tidak berizin atau tidak legal, maka sudah sepantasnya harus ditertibkan. Tetapi yang sudah berizin, sudah beroperasi, sudah berinvestasi, tidak boleh diperlakukan semena-mena,” kata Menpar.</p>
<p>Ia juga setuju membuat white list antar kedua negara, yaitu daftar pelaku industri yang diizinkan beroperasi yang dikeluarkan oleh kedua negara. Di sinilah asosiasi ASITA bisa berperan, karena polemik ini lebih ke B to B (business to business) antar pelaku industri sendiri. Di sela-sela CITM 2018 Shanghai, Pelaku Industri Pariwisata Bali Eddy Sunyoto sudah bertemu Menpar Arief Yahya.</p>
<p>Edy menyampaikan banyak hal terkait dengan polemik yang harus segera diakhiri di Bali, terkait dengan industri pariwisata yang bermain di pasar Tiongkok. Eddy juga menyesalkan, beberapa pihak yang menggunakan kata-kata yang terlalu keras, sehingga bisa menyinggung banyak pihak.</p>
<p>“Dan jika diteruskan ini tidak baik buat industri pariwisata yang harus mengedepankan hospitality,” kata Eddy, yang juga menjabat Head of Marketing and Promotion ASITA saat bertemu dengan Menpar Arief Yahya di Shanghai. (Rel/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-strategi-jitu-kemenpar-kejar-wisman-tiongkok-di-china-international-travel-mart-2018/">Ini Strategi Jitu Kemenpar Kejar Wisman Tiongkok di CITM 2018</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 33/125 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.022 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:08:09 by W3 Total Cache
-->