<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#wisatasumbar Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/wisatasumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/wisatasumbar/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Sep 2021 13:52:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#wisatasumbar Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/wisatasumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Sumbar Mahyeldi Dukung Sungai Tanang Jadi Destinasi Wisata Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/gubernur-sumbar-mahyeldi-dukung-sungai-tanang-jadi-destinasi-wisata-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Sep 2021 13:52:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#sungaitanang]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94450</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyatakan kekagumannya dengan keindahan alam Nagari Sungai Tanang, dengan Tabek Gadang yang ada di nagari tersebut. “Ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gubernur-sumbar-mahyeldi-dukung-sungai-tanang-jadi-destinasi-wisata-agam/">Gubernur Sumbar Mahyeldi Dukung Sungai Tanang Jadi Destinasi Wisata Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyatakan kekagumannya dengan keindahan alam Nagari Sungai Tanang, dengan Tabek Gadang yang ada di nagari tersebut.</p>
<p>“Ini bagus sangat berpotensi untuk pariwisata,” ujar Mahyeldi, usai mengunjungi Nagari Sungai Tanang, Banuhampu, Kabupaten Agam, Minggu (12/9).</p>
<p>Ia mengatakan Tabek Gadang Sungai Tanang memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata jika dikelola dengan baik, tetapi tanpa merusak hutan dan alam sekitarnya.</p>
<p>“Ini kalau dikelola sangat bagus tapi jangan sampai merusak hutan yang ada di sekitar hulu tabek gadang,” ujar Mahyeldi seraya menatap Tabek Gadang yang berada di kaki Gunung Singgalang.</p>
<p>Mahyeldi, yang akrab disapa buya, mengatakan posisi Sungai Tanang memiliki nilai srategis karena tidak jauh dari nagari ini terdapat destinasi wisata religi di Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, yaitu makam ulama besar Syeh Tuanku Aluma.</p>
<p>“Di sana ada destinasi wisata religi. Bisa saja setelah dari sana pengunjung datang ke Sungai Tanang,” ujarnya.</p>
<p>Selain menjadi destinasi wisata, kata gubernur, air sungai tanang memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi karena bisa dikemas menjadi air mineral.</p>
<p>Ia juga mengetahui selama ini air dari Sungai Tanang adalah pemasok utama untuk memenuhi kebutuhan pokok warga Kota Bukittinggi.</p>
<p>“Air Sungai Tanang ini kan mengalir ke Bukittinggi untuk air minum,” ungkapnya.</p>
<p>Guna menjadikan Sungai Tanang sebagai destinasi wisata, gubernur akan meminta kepala dinas terkait untuk membantu mewujudkan Nagari Sungai Tanang sebagai tujuan Wisata di Kabupaten Agam.</p>
<p>“Saya minta nanti dinas pariwisata untuk meneruskan program wisata ini agar Sungai Tanang menjadi destinasi wisata,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gubernur-sumbar-mahyeldi-dukung-sungai-tanang-jadi-destinasi-wisata-agam/">Gubernur Sumbar Mahyeldi Dukung Sungai Tanang Jadi Destinasi Wisata Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ingin Berwisata Ke Tanah Datar, Ini 11 Objek Wisata Unggulannya</title>
		<link>https://prokabar.com/ingin-berwisata-ke-tanah-datar-ini-11-objek-wisata-unggulannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2020 07:59:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=70878</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar — Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Provinsi Sumatera Barat. Tanah Datar memiliki potensi dan daya tarik...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ingin-berwisata-ke-tanah-datar-ini-11-objek-wisata-unggulannya/">Ingin Berwisata Ke Tanah Datar, Ini 11 Objek Wisata Unggulannya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar —</strong> Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Provinsi Sumatera Barat. Tanah Datar memiliki potensi dan daya tarik wisata yang beraneka ragam. Daerah ini memiliki wisata alam, wisata sejarah, wisata bahari, wisata budaya, dan atraksi seni tradisional masyarakatnya.</p>
<p>Atraksi tradisional yang merupakan tradisi anak nagari yang sangat spesifik, masih dilestarikan oleh masyarakatnya seperti, tari – tarian, lukah gilo, Alu Katentong, Pacu Jawi dan Pacu Kuda.</p>
<p>Luhak Nan Tuo adalah nama lain dari Tanah Datar karena adanya suatu keyakinan bagi masyarakat MinangKabau bahwa Tanah Datar merupakan daerah tempat asal usul orang Minang Kabau. Sebagai buktinya, banyak ditemukan perkampungan tua yang disebut Nagari Tuo Pariangan, dan dari sinilah kemudian orang Minangkabau berkembang dan berpindah ke daerah lain yakni Luhak 50 Kota dan Luhak Agam.</p>
<p>Di Tanah Datar juga banyak ditemukan peninggalan sejarah adat Minangkabau baik berupa benda maupun tatanan budaya adatnya. Masyarakat Tanah Datar sangat dikenal kuat memegang ajaran adat Minangkabau dan agama islam yang berfalsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.</p>
<p>Untuk bisa sampai ke Tanah Datar, hanya dua setengah jam perjalanan menggunakan kendaraan roda 4 dari Bandara Internasional Minangkabau.</p>
<p>Untuk menikmati alam Luhak Nan Tuo yang indah, wisatawan Sangt dianjurkan datang pada pagi hari. Hal ini agar wisatawan saat bisa lebih banyak mengunjungi objek atau destinanasi wisata yang ada.</p>
<p>Kepala Dinas Dinas Pariwisata dan Olah Raga setempat melalui Kabid Pariwisata, Efrison menerangkan, ada beberapa tips berwisata ke Tanah Datar. wisatawan dianjurkan mengunjungi objek-objek yang sudah berusia ratusan tahun. Selain batu-batua, juga dapat dikunjungi Istano Basa Pagaruyung, Istano Silinduang Bulan, Balairung Sari Tabek (usia 400 tahun), Rumah Tuo Balimbiang, Nagari Tuo Pariangan, Benteng Van der Capellen.</p>
<p>&#8221; Informasi lengkapnya bisa kita Download di Playstore, pesona tanah datar. Sebelum ke berkunjung ke Destinasi, bisa juga minta informasi ke Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) Kabupaten Tanah Datar di Komplek Benteng Vander Capellen Batusangka,&#8221; &#8221; terangnya lebih lengkap.</p>
<p>Efrison juga merilis, setidaknya ada 11 destinasi wisata top di Tanah Datar.</p>
<p>1. Istano Basa Pagaruyung<br />
Istano Basa Pagaruyung adalah bangunan rumah adat Minangkabau berbentuk rumah gadang. Komplek Istano Basa Pagaruyung adalah tempat tinggal keluarga kerajaan Minangkabau yang sekaligus menjadi Pusat Kerajaan Minangkabau pada masanya.</p>
<p>2. Nagari Tuo Pariangan<br />
Secara historis Nagari Tuo Pariangan merupakan nagari atqu daerah asal orang Minangkabau Sumatera Barat. Sebuah media pariwisata berpengaruh dari New York, Amerika Serikat,  menjatuhkan pilihan pada Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar sebagai Desa terindah di dunia.</p>
<p>3. Panorama Puncak Pato<br />
Panorama Puncak Pato adalah salah satu destinasi alam unggulan Kabupaten Tanah Datar. Dari Puncak Pato bisa disaksikan pemandangan yang luar biasa indah, seperti perkampungan penduduk, hamparan sawah dengan udara yang sejuk dan bahkan jika cuara cerah bisa disaksikan danau Singkarak dan Gunung Merapi</p>
<p>4. Panorama Tabek Patah<br />
Panorama Tabek Patah memiliki Alam yang indah dan sejuk, dikelilingi oleh perbukitan dan hutan pinus.</p>
<p>5. Danau Singkarak<br />
Danau Singkarak adalah danau terbesar kedua di pulau Sumatera setelah danau Toba di Sumatera Utara. Luas danau Singkarak adalah 11.200 Ha, dan 6.420 Ha diantaranya masuk dalam wilayah Kabupaten Tanah Datar, selebihnya masuk wilayah Kabupaten Solok. Uniknya Singkarak menghasilkan ikan langka di dunia, yaitu ikan bilih (mystacoleucus padangensis) yang kaya protein.</p>
<p>6. Lembah Anai<br />
Objek wisata cagar alam dengan udaranya yang sejuk ditambah derunya air terjun. Objek wisata ini terletak pada hutan lindung di pinggir jalan raya Padang–Bukittinggi Batusangkar.</p>
<p>7. Batu Angkek-angkek<br />
Mitos Batu Angkek-angkek adalah sebagai pertanda niat seseorang akan terkabul atau tidak. Bila niat seseorang bisa terkabul, maka batu tersebut dapat diangkat dengan mudah, Tapi apabila niat seseorang tidak akan terkabul, maka batu ini akan menjadi berat sekali.</p>
<p>8. Aua Sarumpun<br />
Puncak Aua Sarumpun adalah sebuah bukit dengan pesona ilalang yang tingginya mencapai pinggang orang dewasa. Keunikan dari Bukit ini adalah suguhan pemandangan yang luar biasa indahnya. kita akan disuguhkan dengan pemandangan Danau Singkarak, hamparan sawah, Gunung Sago, Marapi, dan Singgalang yang berdiri kokoh.</p>
<p>9.Aia Angek Padang Gantiang<br />
Pemandian air panas di Padang Ganting menyediakan kolam renang untuk pria dan wanita yang letaknya berdampingan. Sumber air panas Padang Ganting selain membawa kesegaran bagi pengunjung, terutama bila mandi berenang, yang sangat berarti sekali air panas ini juga mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti penyakit kulit, remethik dan lain-lain.</p>
<p>10. Pasar Van der Capellen<br />
Pasar Vander Capellen adalah pasar wisata Instagramable dan kekinian “Zaman Now”, yang diadakan di di Benteng Vander Capellen. Di Pasar Van Der Capellen akan ditemukan berbagai makanan dan minuman tradisional khas Tanah Datar, seperti katupek pitalah, katan badadiah, lamang gegek, pisang kapik, nasi padeh, karupuak kuah, kawa daun, niro talua, aia aka, dan lainnya.</p>
<p>11. Pacu Jawi<br />
PACU berarti lomba kecepatan dan Jawi maksudnya Sapi atau Lembu. Di Sumatera Barat sapi biasa disebut dengan Jawi.<br />
Pelaksanaan alek pacu jawi di Kabupaten Tanah Datar dilaksanakan secara bergiliran pada empat kecamatan. Acara dilakukan di sawah milik masyarakat setelah selesai masa panen dan tempatnya tidak tetap pada satu lokasi saja. Dalam satu masa perlombaan, jumlah jawi yang berpacu mencapai 500 hingga 800 ekor.</p>
<p>Nah, Bagaimana?? Tertarik berkunjung ke Tanah Datar???.(<strong>eym</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ingin-berwisata-ke-tanah-datar-ini-11-objek-wisata-unggulannya/">Ingin Berwisata Ke Tanah Datar, Ini 11 Objek Wisata Unggulannya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menikmati Alam Rimbo Jauih Koto Gadang VI Koto Tanjung Raya (Danau Maninjau)</title>
		<link>https://prokabar.com/menikmati-alam-rimbo-jauih-koto-gadang-vi-koto-tanjung-raya-danau-maninjau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2020 00:28:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#DanauManinjau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=68985</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Danau Maninjau dengan keelokannya masih tersimpan rapat segudang misteri. Keindahan itu sesejuk embun dan kesuburannya sebagai kekayaan alam untuk kesejahteraan masyarakat....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menikmati-alam-rimbo-jauih-koto-gadang-vi-koto-tanjung-raya-danau-maninjau/">Menikmati Alam Rimbo Jauih Koto Gadang VI Koto Tanjung Raya (Danau Maninjau)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Danau Maninjau dengan keelokannya masih tersimpan rapat segudang misteri. Keindahan itu sesejuk embun dan kesuburannya sebagai kekayaan alam untuk kesejahteraan masyarakat. Namun sangat disayangkan, potensi alam itu belum mampu terkelola secara maksimal.</p>
<p>Seperti halnya yang terjadi di Rimba Jauih, Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat. Baru-baru ini masyarakat setempat dengan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam mendapati belasan knop Raflesia Arnoldi serta belasan tumbuhan langka dan hewan liar di sana.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-68986" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/22DF6C99-2F14-48F6-8BCE-9B7BCD3A300C.jpeg" alt="" width="720" height="540" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/22DF6C99-2F14-48F6-8BCE-9B7BCD3A300C.jpeg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/22DF6C99-2F14-48F6-8BCE-9B7BCD3A300C-300x225.jpeg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Tim BKSDA Resor Agam mendapat laporan dari warga setempat terdapat Bunga Raflesia Arnoldi tumbuh subur. Eksplorasi pun mulai dilakukan, 4 orang Tim BKSDA dibantu belasan orang pecinta alam masyarakat setempat, Rabu (3/6) lalu. Setelah sampai ditepi rimba dengan kendaraan roda dua dan satu unit minibus, pertualang dimulai dengan menempuh jalan sekitar beberapa kilometer ke dalam rimba itu.</p>
<p>Setengah perjalanan, rombongan menyempatkan diri menikmati anak sungai. Sekaligus menyantap hidangan makan siang, yang telah dipersiapkan sebelumnya. Melepas sedikit penat sambil meneguk jernihnya air bekas pegunungan.</p>
<p>Usut demi usut konon Rimba Jauih itu pernah menjadi lahan perkebunan Kolonial Belanda. Bahkan katanya ada sebuah bangunan lama berupa vila. Serta terdapat bantalan kereta api dan sebuah pohon berbentuk tulisan Masyumi.</p>
<p>Usai istirahat dan makan siang, perjalanan dilanjutkan. Akan tetapi rombongan tersebut dibagi menjadi dua tim. Satu tim menuju Air Terjun, sementara Tim BKSDA didampingi Tokoh Masyarakat lainnya menuju lokasi temuan Bunga Raflesia Arnoldi.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-68987" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/04B8E1B5-7B99-42D5-B349-1EB0E89399B0-1024x576.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/04B8E1B5-7B99-42D5-B349-1EB0E89399B0-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/04B8E1B5-7B99-42D5-B349-1EB0E89399B0-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/04B8E1B5-7B99-42D5-B349-1EB0E89399B0-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/04B8E1B5-7B99-42D5-B349-1EB0E89399B0.jpeg 1040w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Baru saja melangkah, sekitar 200 meter dari anak sungai, sudah ditemukan sebuah Bunga Raflesia Arnoldi. Kejelian dan ketajaman panca indra Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra teruji saat itu. Karena temuan bunga langka itu sempat terlingkaui sejumlah rombongan, yang sudah dahulu di depan.</p>
<p>M. Datuak Tumanggung Sati, Tokoh Masyarakat sekaligus ninik mamak Koto Gadang VI Koto menjelaskan Rimba Jauih diketahui memiliki beragam pohon beringin dan air terjun. Keutuhan alamnya masih cukup terjaga, beserta flora dan faunanya.</p>
<p>Berbagai satwa liar seperti Kijang, Kancil, Babi Hutan, Kura-kura, Harimau, Orang Hutan, Siamang. Serta tumbuhan langka lainnya, sebagai bukti keasrian alam, masih banyak terlihat di sana.</p>
<p>Hal itu terbukti dengan beragam temuan tumbuhan yang bahkan belum diketahui jenis dan spesiesnya. Banyak temuan tumbuhan yang belum terdeteksi dari tim BKSDA sendiri.</p>
<p>Ekplorasi hutan itu bertujuan memastikan keutuhan alam, melihat dan meneliti hutan belum dirusak orang tidak bertanggung jawab. Keasrian hutan sangat terjaga, berkat dukungan masyarakat adat setempat. Mereka mampu menjaga anak kemenakannya, untuk tidak melakukan penebangan hutan secara membabi-buta.</p>
<p>&#8220;Kami sengaja menggandeng BKSDA Resor Agam, memastikan titik koordinat dan batas Rimbo Jauih dengan Cagar Alam Maninjau. Sekaligus memastikan keadaan kondisinya masih terjaga,&#8221; ungkap M. Datuk Tumanggung Sati.</p>
<p>Banyaknya ditemukan tumbuhan dan hewan langka di sana, membuat ketertarikan tersendiri pada masyarakat. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk peningkatan ilmu pengetahuan serta kesejahteraan masyarakat. &#8220;Meski demikian, potensi itu harus dimanfaatkan sesuai ketentuan hukum dan diketahui pihak berwenang. Agar tidak terjadi pelanggaran hukum dan perusakan alam nantinya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam lebih, lokasi yang dituju akhirnya ditemukan. Bunga Raflesia Arnoldi yang dicari sudah mulai menghitam. Menandakan umur bunga langka itu segera berakhir.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-68988" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/278D1C92-1F15-4EDD-8770-FC1FC3869CFB.jpeg" alt="" width="720" height="540" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/278D1C92-1F15-4EDD-8770-FC1FC3869CFB.jpeg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/278D1C92-1F15-4EDD-8770-FC1FC3869CFB-300x225.jpeg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Ade Putra, Kepala Resor BKSDA Agam menjelaskan, kondisi Rimbo Jauih Koto Gadang VI Koto memang masih terbilang sangat asri. Banyaknya ditemukan tumbuhan langka dan satwa liar, menjadi bukti keasrian hutan tersebut. &#8220;Selama eksplorasi, ditemukan 6 titik tumbuh Raflesia Arnoldi serta tumbuhan langka lainnya. Ini merupakan titik ke 14 yang sebelumnya 13 titik sebaran Kabupaten Agam,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sejumlah hewan yang dilindungi, juga masih banyak berkeliaran dan bermain di rimbo jauih tersebut. Berharap, hukum adat di Nagari Koto Gadang VI Koto diperkuat dan ditegakan di tengah masyarakat. Sehingga kelestarian hutan, semakin lebih baik untuk anak cucu nantinya.</p>
<p>&#8220;Di sisi lain, pemanfaatan Rimbo Jauih ini juga bisa berupa sport tourism seperti traiking, hiking, camping dan lainnya. Potensi wisata seperti Agrowisata, Wisata Alam berupa Air Terjun dan pemandangan indah Danau Maninjau, juga sangat menanti. Tentu harus tetap dengan pola alami, tanpa harus melakukan pembangunan betonisasi. Cukup pemanfaatan alam dengan cara alam pula,&#8221; pungkas Ade. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menikmati-alam-rimbo-jauih-koto-gadang-vi-koto-tanjung-raya-danau-maninjau/">Menikmati Alam Rimbo Jauih Koto Gadang VI Koto Tanjung Raya (Danau Maninjau)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Destinasi Wisata Tanah Datar yang  Dibuka 8 Juni</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-destinasi-wisata-tanah-datar-yang-dibuka-mulai-8-juni-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2020 07:50:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#newnormal]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=68955</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar — Rencana penerapan tatanan kenormalan baru (New Normal) di Sumatera Barat, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanah Datar akan mulai membuka beberapa...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-destinasi-wisata-tanah-datar-yang-dibuka-mulai-8-juni-2020/">Ini Destinasi Wisata Tanah Datar yang  Dibuka 8 Juni</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar — </strong>Rencana penerapan tatanan kenormalan baru (New Normal) di Sumatera Barat, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanah Datar akan mulai membuka beberapa destinasi wisatanya mulai 8 juni 2020. Kepala Dinas Parpora Tanah Datar Abdul Hakim, setidaknya 6 objek wisata akan dibukan pada hari senin esok, seperti Pagaruyung, Batu Angkek-Angkek, Tanjung Mutiara, Nagari Tuo Pariangan, dan Panorama Tabek Patah.</p>
<p>&#8220;Kita menyiapkan objek wisata Istano Basa Pagaruyung untuk menerima kunjungan wisatawan dimasa New Normal yang dimulai pada 8 Juni 2020,&#8221; ucap Kepala Dinas Parpora Tanah Datar Abdul Hakim di Batusangkar.</p>
<p>Hakim menjelaskan objek wisata di Tanah Datar ditutup sementara akibat wabah COVID-19 pada 21 Maret 2020 lalu. Untuk itu, sebelum menerima kunjungan wisatawan pengelola objek wisata harus menjaga kebersihan dan rutin menyemprot seluruh area objek wisata menggunakan desinfektan minimal 2 kali sehari.</p>
<p>Kemudian, pegawai menggunakan masker, menyediakan handsanitizer atau tempat cuci tangan dengan air mengalir, sabun, tissue tangan, Thermometer Gunshot.</p>
<p>Pengaturan pintu masuk, agar pengunjung tidak berkerumun dengan mengatur jarak antrian dan beri penanda di lantai atau poster mengingatkan. Pengaturan di tempat duduk agar berjarak 1 meter.</p>
<p>Pembatasan pintu masuk dan tangga Istano Basa Pagaruyung di bagi menjadi 2 yaitu keluar dan masuk atau naik dan turun. Jam operasional maksimal 10 jam mulai pukul 08.00 &#8211; 16.00 Wib. Mengisi buku tamu yang disediakan, dan memasang poster anjuran cuci tangan menjaga kebersihan dan social distancing.</p>
<p>Sementara itu, Kabid Pariwisa Dinas Parpora Tanah Datar Efrison menyampaikan untuk para wisatawan diwajibkan memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk dan keluar objek wisata, jam kunjungan di dalam rumah gadang dibatasi hanya 30 menit setiap pengunjung.</p>
<p>Bagi wisatawan asing wajib menyertakan surat keterangan hasil uji PCR yang menyatakan negatif COVID-19.<br />
Selama di objek wisata, pengunjung harus menjaga kebersihan, menjaga jarak sosial dengan pengunjung lainnya, tidak berkerumun di satu tempat, diperiksa suhu tubuh, dan mematuhi protokol kesehatan lainnya. (<b>eym</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-destinasi-wisata-tanah-datar-yang-dibuka-mulai-8-juni-2020/">Ini Destinasi Wisata Tanah Datar yang  Dibuka 8 Juni</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemprov Sumbar Bahas Konsep Medical Tourism bersama Pemangku Kepentingan Pariwisata</title>
		<link>https://prokabar.com/pemprov-sumbar-bahas-konsep-medical-tourism-bersama-pemangku-kepentingan-pariwisata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2020 10:53:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#newnormal]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=68874</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Sampai dengan ditemukannya Vaksin, Virus Corona (Covid-19) akan tetap ada, ini adalah suatu realitas. Menyikapi hal ini tentu dibutuhkan kebijakan yang realistis...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemprov-sumbar-bahas-konsep-medical-tourism-bersama-pemangku-kepentingan-pariwisata/">Pemprov Sumbar Bahas Konsep Medical Tourism bersama Pemangku Kepentingan Pariwisata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Sampai dengan ditemukannya Vaksin, Virus Corona (Covid-19) akan tetap ada, ini adalah suatu realitas. Menyikapi hal ini tentu dibutuhkan kebijakan yang realistis dan terukur.</p>
<p>Demikian antara lain disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ketika memimpin pertemuan via video conference dengan berbagai stake holder kepariwisataan Sumbar di Rumah Bagonjong, Kamis (4/6).</p>
<p>Menurutnya upaya-upaya dalam mengendalikan Covid-19 telah, sedang dan akan terus dilakukan.</p>
<p>“Penguatan sistem kesehatan, upaya tracking dan peningkatan kapasitas laboratorium terus kita dukung, untuk tahun 2021 pun saya telah perintahkan agar alokasi anggaran penanganan Covid-19 tetap disediakan,” sebut Gubernur Irwan.</p>
<p>Terkait dengan sektor pariwisata, dikatakan bahwa Kota Bukittinggi telah memulai membuka sejumlah destiwisata unggulan, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.</p>
<p>“InsyaAllah sebagian besar kabupaten/kota lain akan menyusul pada 8 Juni, artinya target kita adalah produktif dan aman Covid-19,” ucapnya.</p>
<p>Menyikapi hal ini, Gubernur mengimbau agar seluruh pemangku kepentingan kepariwisataan seyogyanya segera merumuskan konsep medical tourism secara menyeluruh.</p>
<p>“Menyangkut pembukaan kembali destinasi wisata, Dinas Pariwisata telah menyusun SOP-SOP yang detail,” ungkap Gubernur.</p>
<p>Akademisi yang juga pakar pariwisata dari Universitas Andalas, Sari Lenggogeni yang turut memberikan masukan menyebutkan bahwa Provinsi Sumbar memiliki berbagai keunggulan dibanding wilayah lain di Indonesia.</p>
<p>“Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Sumbar nomor satu se-Indonesia, yakni pada angka 47,7%,” katanya.</p>
<p>Selain itu laboratorium Fakultas Kedokteran UNAND unggul dengan skala swab terbanyak di Indonesia, serta adanya transformasi perubahan prilaku masyarakat melalui pemberlakuan PSBB secara serentak di 19 kabupaten/kota.</p>
<p>Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat Alan Maulana Yusran mengatakan pihaknya cukup terpukul dengan adanya wabah Covid-19</p>
<p>“Ini kami cukup ngos ngosan juga, karena tidak ada income sama sekali,” ujarnya.</p>
<p>Disamping memberikan sejumlah masukan, dia juga mengharapkan lahirnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang bisa mengakomodir dunia pariwisata agar kembali menggeliat.</p>
<p>Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPD Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumbar, Ian Hanafiah. Menurutnya bagaimana merangsang wisatawan untuk kembali mengunjungi Sumatera Barat mesti dipersiapkan secara matang.</p>
<p>“Bagaimana mempersiapkan paket-paket wisata yang aman Covid-19, tentu dengan harapan adanya subsidi dari pemerintah,” terangnya. (<b>rel</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemprov-sumbar-bahas-konsep-medical-tourism-bersama-pemangku-kepentingan-pariwisata/">Pemprov Sumbar Bahas Konsep Medical Tourism bersama Pemangku Kepentingan Pariwisata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisatawan Luar Negeri Ke Istano Basa Pagaruyung Alami Penurunan</title>
		<link>https://prokabar.com/kunjungan-wisatawan-luar-negeri-ke-istano-basa-pagaruyung-alami-penurunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2020 10:38:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=62725</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar — Ditengah kekhawatiran penyebaran Covid 19 di negeri ini, Istano Basa Pagaruyung sampai saat ini masih menerima kunjungan wisatawan luar negeri....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kunjungan-wisatawan-luar-negeri-ke-istano-basa-pagaruyung-alami-penurunan/">Kunjungan Wisatawan Luar Negeri Ke Istano Basa Pagaruyung Alami Penurunan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar —</strong> Ditengah kekhawatiran penyebaran Covid 19 di negeri ini, Istano Basa Pagaruyung sampai saat ini masih menerima kunjungan wisatawan luar negeri. Pengelola Istano mengaku, jika mereka tidak bisa membatasi kunjungan pelancong itu karena belum ada aturan yang menyatakan pelarangan.</p>
<p>&#8220;Satu satu masih ada (wisatawan luar negeri). Mungkin lolos pemeriksaan ya. Bagaimananya saya tidak tahu&#8221; kata Ridwan Kepala UPT Istano Pagaruyung.</p>
<p>Sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus corona, pihak UPT Istano Pagaruyung mempercayakan sepenuhnya pemeriksaan terhadap wisatawan luar negeri itu kepada pihak imigrasi dan otoritas bandara. Sedangkan, untuk di istana, pengelola menyediakan tisu basah, dan sabun mandi sebagai media cuci tangan oleh pengunjung dan petugas.</p>
<p>&#8220;Kami menyiapkan beberapa peralatan seadanya lah, antisipasi sementara. Karena kemaren libur, jadi kami belum bisa berkomunikasi dengan instansi terkait. Tapi sekarang sudah kami minta, seperti masker, sarung tangan, disenfektan,&#8221; ungkap Ridwan.</p>
<p>Meski demikian, berdasarkan catatan kunjungan wisatawan ke icon wisata Sumatera Barat itu, saat ini kunjungan wisatawan yang datang sudah mulai menurun. Tercatat, angka kunjungan wisatawan pada awal januari sebanyak 1828, sedangkan pada februari lalu sebanyak 1790 orang wisatawan.</p>
<p>Sementara itu, Bahjah wisatawan asal Johor Malaysia mengatakan jika ia berkunjung ke Indonesia khususnya ke Pagaruyung karena Indonesia penyebaran terhadap Covid 19 belum terlalu meluas. Ia juga mengaku tak berani untuk berkunjung ke kekawasan epidemi atau wilayajh yang terpapar virus corona.</p>
<p>&#8220;Kalau indonesia sekarang tidak banyak, kalau ke daerah yang banyak banyak itu (penyebaran Covid 19) saya tak berani nak pegi,&#8221; ungkap Bahjah</p>
<p>Berbeda dengan Suroto, wisatawan asal medan ini menyerahkan hidup dan matinya kepada yang maha kuasa. Meski demikian, Ia tetap khawatir dengan virus yang dapat merenggut nyawa itu. Bagi dirinya, agar terhindar dari virus corona dengan membiasakan hidup bersih, terumata cuci tangan.</p>
<p>&#8220;Khawatir iya, tapi kita serahkan kepada yang diatas. Tidak menggunakan masker, karena saya tidak terbiasa saja. Apalagi sedang jalan jalan seperti ini,&#8221; katanya. (<strong>eym</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kunjungan-wisatawan-luar-negeri-ke-istano-basa-pagaruyung-alami-penurunan/">Kunjungan Wisatawan Luar Negeri Ke Istano Basa Pagaruyung Alami Penurunan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Keindahan Bukit Sakura, Jadi Magnet Baru Wisatawan Ke Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/ketika-keindahan-bukit-sakura-jadi-magnet-baru-wisatawan-ke-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2020 03:30:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bukitsakura]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57983</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Ada yang baru di Danau Manininjau, yakni Pesona Bukit Sakura. Sebenarnya panaroma ini sudah lama ada, hanya saja baru dikembangkan warga...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ketika-keindahan-bukit-sakura-jadi-magnet-baru-wisatawan-ke-agam/">Ketika Keindahan Bukit Sakura, Jadi Magnet Baru Wisatawan Ke Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Ada yang baru di Danau Manininjau, yakni Pesona Bukit Sakura. Sebenarnya panaroma ini sudah lama ada, hanya saja baru dikembangkan warga Data Munti dengan dukungan Dana Desa Nagari Baringin. Pemandangan yang sangat indah, konon lebih indah dari panaroma Puncak Lawang dan Lawang Park.</p>
<p>Deskripsi hamparan luas Danau Maninjau lebih luas dan lebih lengkap di Bukit Sakura ini. Lokasi terletak di lereng perbukitan Danau Maninjau dengan posisi cukup tinggi. Terdapat 4 jorong sebagai daerah perbatasan antar Kecamatan Palembayan dengan Kecamatan Tanjung Raya.</p>
<p>Ada dua akses jalan menuju Bukit Sakura. Jalur pertama dari atas puncak, melalui Nagari Sungai Pua Kecamatan Palembayan atau Puncak Lawang Kecamatan Matur. Jika dari bawah, kita akan melalui Pasar Akhaik, Jorong Koto Baru, Nagari Duo Koto hingga melalui Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-57984" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/9DF4B68C-6DA6-4AB7-8A5B-3021C829EB56-1024x576.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/9DF4B68C-6DA6-4AB7-8A5B-3021C829EB56-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/9DF4B68C-6DA6-4AB7-8A5B-3021C829EB56-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/9DF4B68C-6DA6-4AB7-8A5B-3021C829EB56-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/9DF4B68C-6DA6-4AB7-8A5B-3021C829EB56.jpeg 1040w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Di lereng perbukitan tersebut terdapat 4 perkampuang atau jorong. Seperti Data Munti, Data Aia Gadang, Data Sungai Pua dan Data Simpang Dingin. 3 jorong masuk wilayah Nagari Baringin, Palembayan. Sementara satu jorong lagi masuk wilayah Nagari Paninjauan, Tanjung Raya yakni Data Simpang Dingin.</p>
<p>Nenek moyang perkampungan pelosok itu berasal dari dua daerah. Pertama dari Nagari Sungai Pua Pembayan yang hendak &#8220;Manaruko&#8221; mencari pemukiman baru dan hidup ditempat yang baru. Sementara periode kedua, berasal dari Koto Tinggi Paninjauan.</p>
<p>&#8220;Nenek moyang kami berasal dari dua daerah pada saat masa penjajahan Belanda dan Jepang. Selain untuk mengungsi menghindari siksaan dan penjajahan, dengan hidup tempat baru dengan Manaruko, membuat kemyaman hidup semakin baik pada saat itu,&#8221; Ungkap Herman (63), salah seorang warga Data Sungai Pua dihampiri Prokabar.com, Sabtu (25/1).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-57985" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/B0D0D542-AB84-4762-8E9F-577BC98AA41F-1024x576.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/B0D0D542-AB84-4762-8E9F-577BC98AA41F-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/B0D0D542-AB84-4762-8E9F-577BC98AA41F-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/B0D0D542-AB84-4762-8E9F-577BC98AA41F-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/B0D0D542-AB84-4762-8E9F-577BC98AA41F.jpeg 1040w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Sementara itu, Wali Jorong Data Simpang Dingin, Robi didampingi Wali Jorong Paninjauan Jeptizal dalam suatu kesempatan mengatakan nenek moyang Data Simpang Dingin berasal dari Koto Tinggi, Paninjauan. &#8220;Nagari Paninjauan dulunya tidak memiliki tapian sehingga seorang tetua adat Angku Lareh Ampiang Dadak dari Suku Sikumbang menyuruh sebagian kaumnya untuk ke sini,&#8221; terangnya.</p>
<p>Walinagari Baringin, Yulbahri Datuak Nan Kodo menjelaskan sejak 2019 lalu Pemerintah Nagari Baringin sudah mulai mengembangkan potensi wisata Bukit Sakura. &#8220;Belum kami ketahui secara pasti sejarah nama Bukit Sakura ini. Namun yang pasti, pemandangan indah di sini membuat banyak masyarakat terpukau dan senang. Membuat kunjungan terus semakin ramai setiap tahunnya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Bukit Sakura semakin ramai dikunjung berkat adanya temuan BKSDA Resor Agam mengekspos Bunga Rafflesia yang berada di Data Simpang Dingin. Daya tarik ini memperkuat kunjungan wisatawan mancanegara, nasional dan lokal datang ke Danau Maninjau. Khususnya ke Kabupaten Agam.</p>
<p>Potensi tersebut jelas tidak disia-siakan begitu saja. Kondisi ekonomi masyarakat di daerah pelosok tersebut saat ini hanya bergantung pada cengkeh, jagung dan padi dengan luas tidak begitu banyak. Keunikan lainnya dari sisi pertanian dan khuliner adalah beras merah atau nama latin Oryza longistaminata atau Oryza punctata. Beras merah hampir merata ada di setiap rumah warga. Biasanya dimakan dengan gulai daun Sitapu. Dan ini akan menjadi kuliner khas dari daerah tersebut.</p>
<p>&#8220;Tahun 2020 ini, selain anggaran dana desa, kami juga dapat bantuan dana dari seorang dermawan. Dalam waktu cepat, kami akan membangun kedai-kedai, mushalla, toilet, palanta, tambahan rumah pohon satu lagi serta gajebo-gajebo yang nyaman untuk wisatawan,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ketika-keindahan-bukit-sakura-jadi-magnet-baru-wisatawan-ke-agam/">Ketika Keindahan Bukit Sakura, Jadi Magnet Baru Wisatawan Ke Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Event Wisata yang akan Diselenggarakan di Agam selama tahun 2020</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-event-wisata-yang-akan-diselenggarakan-di-agam-selama-tahun-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2020 03:04:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#ayokeagam]]></category>
		<category><![CDATA[#eventagam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57567</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam tahun ini bakal menggelar berbagai event. Agenda itu dilaksanakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Sesuai tagline Ayo...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-event-wisata-yang-akan-diselenggarakan-di-agam-selama-tahun-2020/">Ini Event Wisata yang akan Diselenggarakan di Agam selama tahun 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong>Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam tahun ini bakal menggelar berbagai event. Agenda itu dilaksanakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.</p>
<p>Sesuai <em>tagline</em> Ayo ke Agam, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Agam. Salah satunya melalui event, yang menjadi upaya untuk menggaet orang lebih banyak berkunjung.</p>
<p>Kepala Disparpora Agam, Syatria di Lubuk Basung, menyebutkan, event yang digelar seperti Festival Pesona Danau Maninjau berskala nasional, yang dijadwalkan Juli 2020, selain seni budaya, dalam event ini nanti juga menampilkan sport tourism yaitu paralayang dan dragon boat.</p>
<p>“Selain itu kita juga menampilkan tradisi buru babi. Tidak hanya mengisi acara festival saja, tetapi lebih dari itu untuk membantu masyarakat dalam membasmi hama,” ujarnya dilansir dari MC Agam, Selasa (21/1).</p>
<p>Selanjutnya Tour de Singkarak (TdS), yang merupakan agenda tahunan di Sumatera Barat. Sedangkan pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal provinsi, begitu juga Geopark.</p>
<p>“Untuk Geopark dikoordinasikan jadwal pelaksanaannya bersama pemprov. Namun kita berharap tahun ini lebih banyak wisata Agam yang dilalui, di samping melewati geosite yang ada,” ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya itu, Disparpora juga bakal menggelar event Agam Pesona yang Beragam. Dalam event ini akan menampilkan berbagai keunggulan daerah seperti atraksi wisata, seni budaya, kuliner dan banyak lainnya. Event ini diagendakan sejalan dengan HUT Lubuk Basung.</p>
<p>Selanjutnya festival durian yang dilaksanakan di Palembayan dalam rangka mendukung program strategis Gelora Palembayan.</p>
<p>“Kita berharap melalui event ini kunjungan wisatawan ke Agam meningkat. Sehingga dampaknya lebih dirasakan masyarakat untuk peningkatan perekonomian,” katanya. <b>(*)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-event-wisata-yang-akan-diselenggarakan-di-agam-selama-tahun-2020/">Ini Event Wisata yang akan Diselenggarakan di Agam selama tahun 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berlibur ke Sumbar? Catat Event Wisata yang Disiapkan Pemprov</title>
		<link>https://prokabar.com/berlibur-ke-sumbar-catat-event-wisata-yang-disiapkan-pemprov/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2020 07:24:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57290</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Pemerintah provinsi Sumatra Barat berikut kabupaten dan kota menetapkan 35 event wisata selama tahun 2020 yang menarik untuk dikunjungi. Berikut 35 event...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/berlibur-ke-sumbar-catat-event-wisata-yang-disiapkan-pemprov/">Berlibur ke Sumbar? Catat Event Wisata yang Disiapkan Pemprov</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Pemerintah provinsi Sumatra Barat berikut kabupaten dan kota menetapkan 35 event wisata selama tahun 2020 yang menarik untuk dikunjungi.</p>
<p>Berikut 35 event wisata selama tahun 2020 di Sumatera Barat</p>
<p>1. Festival Serak Gulo, 25 Januari 2020, di Kota Padang.</p>
<p>2. Pacu Jawi, 1 Februari-28 November 2020 (tiap Sabtu), di Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p>3. Cap Go Meh dan Multikultural Festival, 4-8 Februari 2020, di Kota Padang.</p>
<p>4. Lansek Manih Festival, 11-18 Februari 2020, di Kabupaten Sijunjung.</p>
<p>5. Lima Danau Festival, 1-9 April 2020, di Kabupaten Solok.</p>
<p>6. Paragliding Championship, 2-9 Mei 2020, di Kabupaten Agam.</p>
<p>7. Alek Bakajang, 28 Mei-4 Juni 2020, di Kabupaten Limapuluh Kota.</p>
<p>8. Pacu Codang Batang Suliti, 8-9 Juni 2020, di Kabupaten Padang Pariaman.</p>
<p>9. Hari Keluarga Nasional, 14 Juni 2020, di Kota Padang.</p>
<p>10. Penas Tani, 20-25 Juni 2020, di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman.</p>
<p>11. Bakcang dan Lamang Baluo Festival, 25-28 Juni 2020, di Kota Padang.</p>
<p>12. Pesona Gandoriah Festival, 28 Juni-3 Juli 2020, di Kota Pariaman.</p>
<p>13. Pesona Danau Maninjau, 14-19 Juli 2020, di Kabupaten Agam.</p>
<p>14. Flying Duck Race In, 4 Juli-26 September 2020, di Kota Payakumbuh.</p>
<p>15. Bakaua Adat, 29 Juli 2020, di Kabupaten Sijunjung.</p>
<p>16. Minangkabau Silek Retreat, 1-6 Agustus 2020, di Kota Padang Panjang.</p>
<p>17. Siti Nurbaya, 2-5 Agustus 2020, di Kota Padang.</p>
<p>18. International Dragon Boat Festival, 7-9 Agustus 2020, di Kota Padang.</p>
<p>19. Telong-Telong Parade, 7 Agustus 2020, di Kota Padang.</p>
<p>20. Indonesia Chanel, 13 Agustus 2020, di Kota Padang.</p>
<p>21. Pesona Hoyak Tabuik Piaman, 1-15 September 2020, di Kota Kota Pariaman.</p>
<p>22. Tour de Singkarak, 7-15 September 2020, even Sumatera Barat.</p>
<p>23. Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (Sisaca), 12-20 September 2020, di Kota Sawahlunto.</p>
<p>24. Tambo Fine Arts Exhibition, 18-21 September 2020, di Kota Bukittinggi.</p>
<p>25. Culmination Point, 23 September 2020, di Kabupaten Pasaman.</p>
<p>26. Solok Regency International October Festival (KA-sIOFest) 10-19 Oktober 2020, di Kabupaten Solok.</p>
<p>27. Mambantai Kabau Nan Gadang, 15 Oktober 2020, di Kabupaten Solok Selatan.</p>
<p>28. Air Bangis Enchantment Festival, 25-28 Oktober 2020, di Kabupaten Pasaman Barat.</p>
<p>29. Uda Uni West Sumatra, 29-30 Oktober 2020, even Sumatra Barat.</p>
<p>30. Minang Geopark Run, 20-21 November 2020, even Sumatra Barat.</p>
<p>31. Pariaman International Trathlon, 22-23 November 2020, di Kota Pariaman.</p>
<p>32. Payakumbuh Botuang Festival, 23-24 November 2020, di Kota Payakumbuh.</p>
<p>33. Pesona Minangkabau Festival, 4-6 Desember 2020, di Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p>34. Baralek Gadang 14-15 Desember 2020, di Kota Solok.</p>
<p>35. Bagodang Lima Kota, 19 Desember 2020, di Kota Payakumbuh. (<b>gas)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/berlibur-ke-sumbar-catat-event-wisata-yang-disiapkan-pemprov/">Berlibur ke Sumbar? Catat Event Wisata yang Disiapkan Pemprov</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pariaman Kini Punya Destinasi Agro Wisata, Fasilitasnya Super Lengkap</title>
		<link>https://prokabar.com/pariaman-kini-punya-destinasi-agro-wisata-fasilitasnya-super-lengkap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jan 2020 03:30:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatapariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56200</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pariaman, Prokabar — Tahun baru 2020, ada yang baru di Kota Pariaman. Sebuah permainan dan destinasi wisata baru yang terletak di Desa Tungkal Selatan,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pariaman-kini-punya-destinasi-agro-wisata-fasilitasnya-super-lengkap/">Pariaman Kini Punya Destinasi Agro Wisata, Fasilitasnya Super Lengkap</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Pariaman, Prokabar —</strong> Tahun baru 2020, ada yang baru di Kota Pariaman. Sebuah permainan dan destinasi wisata baru yang terletak di Desa Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, yaitu Wahana Agro Wisata, mulai dari Sepeda Gantung, Flying Fox, sampai Balon Udara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Walaupun Masih dalam tahap uji coba, animo dan antusias masyarakat sekitar dan pengunjung yang penasaran dengan wahana Agro Wisata ini terus berdatangan, untuk sekedar mencoba bahkan uji nyali untuk menikmati Sepeda Gantung dan Flying Fox ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sinergitas antara BPD dan Kepala Desa, yang terjalin baik, akhirnya terwujud lah Destinasi Agro Wisata di Desa Tungkal Selatan ini. &#8220;Hal ini merupakan inisiatif dari BPD untuk menghadirkan dan mengembangkan Desa Wisata di Tungkal Selatan, kita dari Desa mensuport penuh hal ini,&#8221; ujar Kepala Desa Tungkal Selatan, Rahayadingrat, dilansir dari MC Pariaman, Jumat (3/1).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tidak tanggung tanggung, dana yang disiapkan untuk Wahana Agro Wisata Desa Tungkal Selatan ini menelan biaya sampai Rp410 juta rupiah yang dianggarkan melalui Anggaran Dana Desa (ADD) Tungkal Selatan Tahun 2019.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Semoga destinasi wisata baru ini, dapat membangkitkan geliat ekonomi bagi masyarakat Desa Tungkal Selatan khususnya, serta menjadi icon dari Desa kami sebagai Desa wisata Agro Wisata dengan view yang indah, berupa hamparan sawah, pohon kelapa dan gunung yang membentang dari lokasi tempat Agro Wisata Desa Tungkal Selatan ini,&#8221; ulasnya mengakhiri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Tungkal Selatan yang juga Sekretasris LKAAM Kota Pariaman, Priyalsi mengungkapkan pihaknya berupaya untuk mewujudkan misi dari Pemko Pariaman, dimana menjadikan setiap Desa yang ada di Kota Pariaman menjadi Desa Wisata.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Karena itu, kami berinisiatif bersama dengan Kepala Desa untuk mewujudkan hal tersebut. Selain itu, dampak yang kami harapkan dari adanya Desa Wisata ini, akan mempunyai nilai ungkit ekonomi bagi masyarakat sekitar dan adanya lapangan kerja, sehingga akan meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat,&#8221; ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kita juga sudah membuat regulasi untuk Desa Wisata ini, dimana sudah ada Perdesnya, dan kita bersama pihak Asuransi, besok akan meninjau lokasi Agro Wisata di Desa Tungkal Selatan ini. Setelah kelengkapan administrasi selesai, dan SDM yang sudah ada dan kredibel, baru kami akan lounching,&#8221; tutupnya. <b>(*)</b></span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pariaman-kini-punya-destinasi-agro-wisata-fasilitasnya-super-lengkap/">Pariaman Kini Punya Destinasi Agro Wisata, Fasilitasnya Super Lengkap</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Karena Adat, Tapi Ini Masalah yang Menyandera Pariwisata Sumbar</title>
		<link>https://prokabar.com/bukan-karena-adat-tapi-ini-masalah-yang-menyandera-pariwisata-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2019 01:42:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#BankIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<category><![CDATA[#TDS]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=54178</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Pengembangan pariwisata di Sumbar ternyata masih tersandera berbagai masalah. Besarnya potensi belum memberi arti ekonomi daerah. Sementara, ia digadang sebagai sumber...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bukan-karena-adat-tapi-ini-masalah-yang-menyandera-pariwisata-sumbar/">Bukan Karena Adat, Tapi Ini Masalah yang Menyandera Pariwisata Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar —</strong> Pengembangan pariwisata di Sumbar ternyata masih tersandera berbagai masalah. Besarnya potensi belum memberi arti ekonomi daerah.</p>
<p>Sementara, ia digadang sebagai sumber baru pertumbuhan. Dari riset Bank Indonesia dan Tourism Development Center Unand (TDC), terdapat beberapa hambatan klasik.</p>
<p>&#8220;Itu kami lakukan Oktober 2019 di sembilan kabupaten/kota,&#8221; ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia pada Prokabar di Padang, Rabu (11/12).</p>
<p>Riset merupakan evaluasi terhadap kinerja atraksi, amenitas, aksesibilitas, promosi, dan pelaku usaha (3A2P) di Padang.</p>
<p>Bukittinggi, Sawahlunto, Payakumbuh, 50 Kota, Kabupaten Solok, Tanah Datar. Selain itu, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Agam.</p>
<p>Secara umum, lanjutnya hambatan pariwisata di Sumbar adalah masalah lahan. Akinatnya, pengembangan destinasi menjadi sulit.</p>
<p>Belum adanya atraksi yang berbasis aktivitas. Kondisi itu berpengaruh pada length of stay (lama tinggal wisatawan) di kawasan wisata.</p>
<p>Kemudian persoalan kuliner yang kurang higiesnis, sehingga tentu tidak menjadi daya menarik minat wisatawan untuk berbelanja.</p>
<p>Kondisi itu diperparah dengan kemasan oleh-oleh khas daerah yang kurang menarik serta banyaknya sampah di lokasi wisata.</p>
<p>&#8220;Ini berdampak langsung pada usaha makan dan minuman sebagai kegiatan pendukung pariwisata,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kemudian masih minimnya koordinasi dan komunikasi antar stakeholder. Akibatnya, pengembangan pariwisata tidak terintegrasi.</p>
<p>Masing-masing daerah cenderung belum mampu menghadirkan ciri dan keunikkan tersendiri (unique selling proposition).</p>
<p>Namun yang tidak kalah pentingnya adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang belum memadai.</p>
<p>&#8220;Kelemahan itu juga disertai dengan budaya pelayanan yang belum optimal, sehingga minat wisatawan menjadi rendah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Padahal, Sumbar memiliki modal kuat untuk membangun sektor pariwisatanya. Berbagai penghargaan internasional telah diraih.</p>
<p>Bahkan, UNESCO baru-baru ini menetapkan tambang batubara Ombilin Sawahlunto sebagai salah satu warisan budaya dunia.</p>
<p>Ranah Minang juga memiliki potensi alam nan elok. Budaya matrilinial yang unik dan ragam kuliner seharusnya menjadi daya tarik.</p>
<p>&#8220;Infrastruktur pun telah memadai. Rasio jalan mantap Sumbar 82,5 persen. Termasuk tinggi di Indonesia,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Karena itu, ia mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, perbankan, tokoh adat dan masyarakat untuk bersinergi.</p>
<p>Bertransformasi dan berinovasi mendorong pariwisata. Harus proaktif menarik investor dalam maupun luar negeri.</p>
<p>&#8220;Tanpa investasi, tentu pengembangan sektor pariwisata jalan di tempat. Sementara uang daerah terbatas untuk itu,&#8221; tutupnya. (<b>tds</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bukan-karena-adat-tapi-ini-masalah-yang-menyandera-pariwisata-sumbar/">Bukan Karena Adat, Tapi Ini Masalah yang Menyandera Pariwisata Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Objek Wisata Luak Gadang Dan Bukik Baka, Satu Paket Saling Melengkapi</title>
		<link>https://prokabar.com/objek-wisata-luak-gadang-dan-bukik-baka-satu-paket-saling-melengkapi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Dec 2019 10:39:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=53377</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Destinasi Luak Gadang dan Bukik Baka, salah satu objek wisata menarik di Jorong Guguak Urang Pisang, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/objek-wisata-luak-gadang-dan-bukik-baka-satu-paket-saling-melengkapi/">Objek Wisata Luak Gadang Dan Bukik Baka, Satu Paket Saling Melengkapi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Destinasi Luak Gadang dan Bukik Baka, salah satu objek wisata menarik di Jorong Guguak Urang Pisang, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Destinasi yang disuguhi pemandangan batuan beku perbukitan disertai dua kolam ikan nan menyenangkan.</p>
<p>Di sini tersedia sarana bermain seperti rakit bambu, sepeda air dan bebek kayuh. Pengunjung juga berkesempatan memberi makan ikan dengan membeli pelet ikan Rp5 ribu. Untuk naik rakit bambu bisa membayar Rp10 ribu, sepeda air hanya Rp15 ribu dan bebek kayuh hanya Rp20 ribu sekali pakai.</p>
<p>Objek wisata ini terletak 17 kilometer dari kota Bukittinggi, dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dengan kendaraan roda dua. Tidak hanya itu, di sini juga ada Puncak Bukik Baka. Dari Luak Gadang berjalan mendaki ke puncak bukit. Berjalan selama 20 menit saja, sudah sampai di puncak bukit tersebut.</p>
<p>&#8220;Sudut pandang keindahan kota Bukittinggi disertai panaroma Gunung Singgalang dan Gunung Merapi, salah satu pemandangan indah dan menarik. Pengunjung akan terpukau pada hamparan luas panaroma tersebut,&#8221; terang Yeni, salah seorang Kasi di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, yang kebetulan berkunjung akhir pekan lalu.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-53378" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5-1024x1024.jpeg" alt="" width="1000" height="1000" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5-1024x1024.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5-150x150.jpeg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5-300x300.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5-768x768.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5-80x80.jpeg 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Desi (45), salah satu pengunjung mengatakan sebelumnya pernah berkunjung 2017 lalu. Namun tidak seindah dan tertata saat ini. Penataan objek wisata tersebut semakin lebih baik. Kedai pedagang dan tata taman semakin rapi dan tertata.</p>
<p>&#8220;Lokasi tersebut sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ramainya pengunjung, transaksi jual beli akan semakin meningkat. Hal tersebut memberi peningkatan pendapat bagi masyarakat setempat,&#8221; terangnya.</p>
<p>Zahwajir (50) salah seorang pedagang setempat menjelaskan destinasi tersebut dibuka secara resmi 2018 lalu. Pada awalnya pengunjung sangat ramai berdatangan. Karena pengunjung disuguhkan atraksi silat Harimau.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-53379" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D-1024x1024.jpeg" alt="" width="1000" height="1000" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D-1024x1024.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D-150x150.jpeg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D-300x300.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D-768x768.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D-80x80.jpeg 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Shooting film Kapal Van Der Wijck novelBuya Hamka juga pernah berlangsung di lokasi tersebut. Membuat lonjakan promosi dan kunjungan meledak.</p>
<p>&#8220;Di 2019 ini, kunjungan jauh berkurang. Hal tersebut atraksi budaya dan hiburan lainnya tidak ada lagi. Minimnya inovasi dan kreatifitas pengelola, membuat kunjungan sepi. Kami berharap pengelola dapatlebih kreatif untuk melakukan gerakan baru sehingga kunjungan kembali ramai,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/objek-wisata-luak-gadang-dan-bukik-baka-satu-paket-saling-melengkapi/">Objek Wisata Luak Gadang Dan Bukik Baka, Satu Paket Saling Melengkapi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nagari Pariangan, Kampung Halaman Orang Minang</title>
		<link>https://prokabar.com/nagari-pariangan-kampung-halaman-orang-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2019 14:23:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#nagaripariangan]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataminang]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=50416</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pariangan, Prokabar — Nagari asal muasal Minangkabau itu, namanya Pariangan. Nagari elok, warisan leluhur yang masih terjaga apik, berdiri tegak di kaki gunung Marapi....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/nagari-pariangan-kampung-halaman-orang-minang/">Nagari Pariangan, Kampung Halaman Orang Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pariangan, Prokabar —</strong> Nagari asal muasal Minangkabau itu, namanya Pariangan. Nagari elok, warisan leluhur yang masih terjaga apik, berdiri tegak di kaki gunung Marapi. Gunung yang ditakuti sekaligus dikagumi, menjadi tonggak peradaban Nagari Luhak Nan Tuo.</p>
<p>Disana, kabarnya, orang Minang dilahirkan, sebelum berkembang ke negri Indonesia ini.</p>
<p>Saat ini, Nagari itu diakui dunia. Nagari (desa) Pariangan yang berada di kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat itu, baru baru ini dinobatkan sebagai Desa Terindah di Dunia.</p>
<p>Travel Budget, sebuah media pariwisata berpengaruh di dunia, menjatuhkan pilihan pada Nagari Pariangan sebagai Desa terindah di dunia.</p>
<p>Banyak kriteria dalam menjatuhkan pilihan, di antaranya keasrian dan warisan leluhur yang masih terjaga apik, yang menjadi ciri dan identitas budaya Sumatera Barat. (<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/nagari-pariangan-kampung-halaman-orang-minang/">Nagari Pariangan, Kampung Halaman Orang Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melawat ke Sumatera Barat, Negeri Samudera Hindia Nan Mempesona</title>
		<link>https://prokabar.com/melawat-ke-sumatera-barat-negeri-samudera-hindia-nan-mempesona/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Oct 2019 05:48:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=50200</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Sumatera Barat, terletak di barat sebuah pulau bernama Sumatera. Pantainya merentang pada enam kabupaten/kota. Pantai itu menghadap ke laut luar, Samudera...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/melawat-ke-sumatera-barat-negeri-samudera-hindia-nan-mempesona/">Melawat ke Sumatera Barat, Negeri Samudera Hindia Nan Mempesona</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Sumatera Barat, terletak di barat sebuah pulau bernama Sumatera. Pantainya merentang pada enam kabupaten/kota. Pantai itu menghadap ke laut luar, Samudera Hindia kumpulan air terbesar ketiga di dunia.</p>
<p>Di laut provinsi ini setidaknya ada 17 pulau yang indahnya tak terbeli.</p>
<p>Pantainya saja memiliki legenda paling hebat di Indonesia. Itulah Pantai Air Manis. Di sini <em>foklore</em> menyebut, ada kisah Malin Kundang, seorang pemuda yang dikutuk jadi batu oleh ibunya, tatkala ia pulang dari rantau. Ia datang dengan sebuah kapal miliknya. Ia juga membawa seorang isteri nan cantik.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-50216" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/azzahrasp-1572422587916-819x1024.jpg" alt="" width="819" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/azzahrasp-1572422587916-819x1024.jpg 819w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/azzahrasp-1572422587916-240x300.jpg 240w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/azzahrasp-1572422587916-768x960.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/azzahrasp-1572422587916.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></p>
<p>Ketika turun, ia malu melihat ibunya yang merana. Pria itu bernama Malin. Malin tak mengakui perempuan tersebut adalah ibunya. Ia kemudian dikutuk, jadi batu. Yang diketahui awam sampai saat ini, hanya sinopsisnya itu saja, rangkaian panjang ceritanya sudah tak ada.</p>
<p>Yang ada tentulah pantai, yang pasirnya selembut rambut wanita. Yang ombaknya segagah pria-pria tropis. Agak ke tengah ada sebuah pulau kecil, yang kala pasang surut ombak akan bertempuk di karang yang menuju ke pulau itu.</p>
<p>Pantai ini dijaga bukit Gunung Padang dan Bukit Gado-Gado yang sebelah sisi menghadap ke kota, dulu jadi lokasi makam warga keturunan Tionghoa.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-50218" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572415306860.jpg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572415306860.jpg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572415306860-300x200.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Pantai ini terpaut sekitar 10 Km dari pusat kota, Padang. Inilah kota yang dibangun oleh Belanda dan diteruskan oleh pemerintah setempat sampai sekarang.</p>
<p><strong>Pulau Pisang</strong></p>
<p>Di Indonesia ada pulau besar, kecil. Ada 17 ribu pulau yang kesemuanya adalah surga di Khatulistiwa. Salah satu pulau kecil, bernama pulau Pisang Gadang, adiknya bernama Pisang Ketek.</p>
<p>Pulau Pisang Gadang, tempat terbaik untuk menyendiri. Untuk menemukan kedamaian. Amat bagus bagi orang-orang kontinental, yang daerahnya daratan semua. Sekitar 30 menit berlayar maka sampailah.</p>
<p>Pulau ini melalui laut sudah menyeru bangsa-bangsa di dunia untuk datang melawat. Ke hilirnya ada kawasan Mandeh, Teluk berair tenang, kala dulu, tempat kapal-kapal Portugis dan Tiongkok berlabuh.</p>
<p>Selain pulau ini masih banyak pulau kecil lainnya, Pasumpahan, Sikuai, Cubadak, serta sederatan surga lainnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-50219" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572415244501.jpg" alt="" width="471" height="312" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572415244501.jpg 471w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572415244501-300x199.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 471px) 100vw, 471px" /></p>
<p>Anda bangsa -bangsa berkebudayaan tinggi, jika datang ke sini akan menemukan penduduk matriakhat. Masakannya paling enak di dunia: rendang. Ada lembah dengan dinding tegak lurus dalam kota dan dicetak dalam mata uang kertas nenara dengan ribuan suku bangsa itu.</p>
<p>Ibukotanya Padang, dengan hotel berbintang yang cukup. Keamanannya terjaga, pengunjung dijamin aman, nyaman dan leluasa.</p>
<p>Anda akan dibawa ke Bukittinggi, itu tadi, kota yang memeluk lembah bernama Ngarai Sianok. Kota yang dijaga dua gunung. Satu gunung Singgalang, nama paling populer di provinsi itu, dengan sebuah telaga di puncaknya bernama Telaga Dewi. Kedua Gunung Marapi, yang aktif, telah dikunjungi wisatawan Eropa sejak 200 tahun silam.</p>
<p>Bukittinggi adalah kota kecil, 25 Km2 berdiri di atas 17 bukit dan di bawahnya ada bunker disebut Lobang Jepang. Di sinilah kosentrasi pasukan Jepang terbesar di Indonesia saat Perang Dunia II.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-50220" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/faceofminangkabau-1529076686153.jpg" alt="" width="750" height="601" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/faceofminangkabau-1529076686153.jpg 750w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/faceofminangkabau-1529076686153-300x240.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p>Kota pejalan kaki ini memiliki banyak lokasi tangga dan di sinilah pertama kali dibangun jembatan penyeberangan di negara itu. Namanya Jembatan Gantung.</p>
<p>Di sini pula di jantung kota ada kebun binatang, tempat binatang tropis bisa dilihat. Di sini pula, ada Istana Negara, sebab Bukittinggi dulu adalah ibukota negara.</p>
<p>Selanjutnya ada obyek wisata lain di kota kecil agak ke utara, bernama Lembah Harau. Lembah dengan dinding batu tak ada di tempat lain. Kemudian ada bangunan spektakuler di rimba raya, bernama Jembatan Kelok Sembilan, terbaik di Indonesia. Terpanjang pula. Berkelok berliku-liku tinggi, menakjubkan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-50221" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572414395009-1.jpg" alt="" width="540" height="675" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572414395009-1.jpg 540w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572414395009-1-240x300.jpg 240w" sizes="auto, (max-width: 540px) 100vw, 540px" /></p>
<p>Anda akan dibawa ke jantung Minangkabau. Suku bangsa orang Sumatera Barat. Inilah suku bangsa kecil tapi lebih dari separuh pendiri bangsa besar itu dari Minangkabau. Di jantung suku bangsa itu Anda menyaksikan panorama alam. Yang menakjubkan bukan itu tapi replika istana raja di Pagaruyung, sebuah desa amat tua.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-50222" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/armandmaulana04-1510945517140-1024x681.jpg" alt="" width="1000" height="665" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/armandmaulana04-1510945517140-1024x681.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/armandmaulana04-1510945517140-300x199.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/armandmaulana04-1510945517140-768x511.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/armandmaulana04-1510945517140.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Dari sana Anda akan dibawa ke sebuah danau bernama Singkarak. Inilah danau vulkanik purba terbesar dari 5 danau yang ada di sana. Danau lain adalah si kembar bak berbimbingan tangan, namanya Danau Kembar. Ke sana siapkan jaket sebab suhunya rendah dan keindahan seperti berumah di sini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-50223" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572414114417-1024x1024.jpg" alt="" width="1000" height="1000" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572414114417-1024x1024.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572414114417-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572414114417-300x300.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572414114417-768x768.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572414114417-80x80.jpg 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/genpipadang-1572414114417.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Danau lain, Maninjau lebih purba dari Singkarak. Abu vulkaniknya masih ada di dasar danau. Akan sangat elok ditatap dari ketinggian. Jangan lewat siang sebab akan disaput kabut yang kian lama kian menebal. Tataplah dari obyek wisata, Puncak Lawang.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-50224" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/laudyacynthiabella-1505106413190-822x1024.jpg" alt="" width="822" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/laudyacynthiabella-1505106413190-822x1024.jpg 822w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/laudyacynthiabella-1505106413190-241x300.jpg 241w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/laudyacynthiabella-1505106413190-768x956.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/laudyacynthiabella-1505106413190.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 822px) 100vw, 822px" /></p>
<p>Di Sumatera Barat banyak kota, penduduknya tipikal warga tropis. Di kota-kota itu ada perantau dari bangsa-bangsa lain, terutama Tiongkok yang datang dari zaman lampau, beratus-ratus tahun silam. (nrs)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/melawat-ke-sumatera-barat-negeri-samudera-hindia-nan-mempesona/">Melawat ke Sumatera Barat, Negeri Samudera Hindia Nan Mempesona</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesona Sarasah Badarun Maninjau, Destinasi yang Terpendam</title>
		<link>https://prokabar.com/pesona-sarasah-badarun-maninjau-destinasi-yang-terpendam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2019 10:34:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#AirTerjun]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46236</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar – Keindahan alam Danau Maninjau sudah terkenal ke Asia dan Eropa. Seperti Buya Hamka pernah berkata, “Danau Maninjau Diciptakan Allah sambil tersenyum.”...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pesona-sarasah-badarun-maninjau-destinasi-yang-terpendam/">Pesona Sarasah Badarun Maninjau, Destinasi yang Terpendam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar –</strong> Keindahan alam Danau Maninjau sudah terkenal ke Asia dan Eropa. Seperti Buya Hamka pernah berkata, “Danau Maninjau Diciptakan Allah sambil tersenyum.” Tidak hanya itu, Soekarno yang pernah singgah terkucak kagum dengan salah satu Geopark Nasional tersebut. Sampai-sampai melahirkan sebuah pantun dari Presiden Pertama Republik Indonesia ini. “Jika makan arai pinang, makanlah dengan sirih hijau. Jangan datang ke tanah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau,” begitulah bunyi pantun dari sahabat Buya Hamka tersebut.</p>
<p>Selain hamparan kaldera Danau Maninjau, dalam hutan rimbanya terdapat belasan air terjun yang hampir belum terjamah. Keindahan disertai kesejukan alam yang sangat asri dan menyegarkan.</p>
<p>Salah satunya, Air Terjun Tujuh Tingkat atau Sarasah Badarun di Jorong Gasang, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam ini. Meski sudah sering dikunjungi wisatawan atau masyarakat setempat, namun belum terkelola dengan baik. Keasriannya semakin terasa, ketika melintasi jalur sungai kecil milik masyarakat. Sumber kehidupan yang masih utuh terjaga oleh masyarakat.</p>
<p>Yulia, salah satu pengunjung mengatakan suasana alam di Sarasah Badarun sungguh-sungguh indah dan menyenangkan. Meski sudah tiga kali berkunjung, tapi tiodap pernah bosan dan selalu menyenangkan hati dan pikiran.</p>
<p>“Suasananya sangat sejuk, tapi bagaimana pun juga namanya saja alam kita pasti merasakan suasana mistis, banyak pepohonan dan bebatuan. Tapi bila digali dari sudup pariwisatanya, sangat bagus. Disekitar Sarasah ini sudah bersih dan tidak terlalu semak belukar lagi,” terangnya.</p>
<p>Jarak perjalanan dari jalan utama hanya sekitar 10 menit perjalanan dengan jarak tempuh hanya sekitar 300 hingga 500 meter saja. “Sangat dekat jika hanya menuju Sarasah Badarun pertama,” ungkapnya.</p>
<p>Sarasah Badarun Maninjau terdapat tujuh tingkat, tingkat pertama sudah terlihat indah dan mengagumkan. Bila dilanjutkan ke atas perbukitan, akan menemukan 6 buah air terjun lagi dengan beragam keindahannya.</p>
<p>Sementara itu, Walinagari Maninjau, Alfian mengatakan Pemerintahan Nagari Maninjau memang sudah berencana mengembangkan destinasi wisata Sarasah Badarun tersebut. Hanya saja masih terkendala sumber daya manusia yang belum memadai.</p>
<p>“Kita harus membangun sumbar daya manusia yang memadai, untuk bisa mengelola destinasi wisata ini. Jika dikelola asal-asalan, akan berdampak buruk pada alam sekitarnya. Apalagi ini juga sumber air bersih masyarakat setempat,” kata Alfian.</p>
<p>Tahun 2020 kita sudah anggarkan untuk persiapan pengelolaan dan pengembangan destinasi Wisata Sarasah Badarun. Dan membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Agam, yang dipimpin Bupati Indra Catri, meningkatkan destinasi Wisata Danau Maninjau.</p>
<p>“Kita bersama masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya, akan terus berkerjasama dalam pengembangan wisata Danau Maninjau ini. Terutama Sarasah Badarun ini. Karena jelas akan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. Secara tidak langsung mendukung Program Save Danau Maninjau dan Agam Madani,” tutupnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pesona-sarasah-badarun-maninjau-destinasi-yang-terpendam/">Pesona Sarasah Badarun Maninjau, Destinasi yang Terpendam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 42/292 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/20 queries in 0.058 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 00:35:20 by W3 Total Cache
-->