<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#wisataagam Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/wisataagam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/wisataagam/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Sep 2021 13:52:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#wisataagam Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/wisataagam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Sumbar Mahyeldi Dukung Sungai Tanang Jadi Destinasi Wisata Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/gubernur-sumbar-mahyeldi-dukung-sungai-tanang-jadi-destinasi-wisata-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Sep 2021 13:52:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#sungaitanang]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94450</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyatakan kekagumannya dengan keindahan alam Nagari Sungai Tanang, dengan Tabek Gadang yang ada di nagari tersebut. “Ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gubernur-sumbar-mahyeldi-dukung-sungai-tanang-jadi-destinasi-wisata-agam/">Gubernur Sumbar Mahyeldi Dukung Sungai Tanang Jadi Destinasi Wisata Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyatakan kekagumannya dengan keindahan alam Nagari Sungai Tanang, dengan Tabek Gadang yang ada di nagari tersebut.</p>
<p>“Ini bagus sangat berpotensi untuk pariwisata,” ujar Mahyeldi, usai mengunjungi Nagari Sungai Tanang, Banuhampu, Kabupaten Agam, Minggu (12/9).</p>
<p>Ia mengatakan Tabek Gadang Sungai Tanang memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata jika dikelola dengan baik, tetapi tanpa merusak hutan dan alam sekitarnya.</p>
<p>“Ini kalau dikelola sangat bagus tapi jangan sampai merusak hutan yang ada di sekitar hulu tabek gadang,” ujar Mahyeldi seraya menatap Tabek Gadang yang berada di kaki Gunung Singgalang.</p>
<p>Mahyeldi, yang akrab disapa buya, mengatakan posisi Sungai Tanang memiliki nilai srategis karena tidak jauh dari nagari ini terdapat destinasi wisata religi di Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, yaitu makam ulama besar Syeh Tuanku Aluma.</p>
<p>“Di sana ada destinasi wisata religi. Bisa saja setelah dari sana pengunjung datang ke Sungai Tanang,” ujarnya.</p>
<p>Selain menjadi destinasi wisata, kata gubernur, air sungai tanang memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi karena bisa dikemas menjadi air mineral.</p>
<p>Ia juga mengetahui selama ini air dari Sungai Tanang adalah pemasok utama untuk memenuhi kebutuhan pokok warga Kota Bukittinggi.</p>
<p>“Air Sungai Tanang ini kan mengalir ke Bukittinggi untuk air minum,” ungkapnya.</p>
<p>Guna menjadikan Sungai Tanang sebagai destinasi wisata, gubernur akan meminta kepala dinas terkait untuk membantu mewujudkan Nagari Sungai Tanang sebagai tujuan Wisata di Kabupaten Agam.</p>
<p>“Saya minta nanti dinas pariwisata untuk meneruskan program wisata ini agar Sungai Tanang menjadi destinasi wisata,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gubernur-sumbar-mahyeldi-dukung-sungai-tanang-jadi-destinasi-wisata-agam/">Gubernur Sumbar Mahyeldi Dukung Sungai Tanang Jadi Destinasi Wisata Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengungkap Fakta Pantai Torpedo, Begini Sejarahnya</title>
		<link>https://prokabar.com/mengungkap-fakta-pantai-torpedo-begini-sejarahnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2020 01:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pantaitorpedo]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=70634</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Pantai Torpedo salah satu nama daerah yang terletak di Jorong Ujuang Labuang, Nagari Tiku, Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengungkap-fakta-pantai-torpedo-begini-sejarahnya/">Mengungkap Fakta Pantai Torpedo, Begini Sejarahnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Pantai Torpedo salah satu nama daerah yang terletak di Jorong Ujuang Labuang, Nagari Tiku, Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Al kisah, dinamakan Pantai Torpedo karena pada tahun 1945 terjadi perang laut, antara Jepang dan Sekutu.</p>
<p>Torpedo sendiri merupakan salah satu alat perang dunia ke II yang digunakan Jepang. Sejenis meriam untuk membombardir musuh-musuhnya. Termasuk melawan para pejuang dan pahlawan Republik Indonesia.</p>
<p>&#8220;Pada masa penjajahan Jepang pada 1945, mereka ingin menghancurkan para pejuang kita yang melakukan gerilya. Dan banyak para pejuang mengungsi ke Ujuang Labuang, karena dianggap lokasi paling aman untuk bersembunyi. Namun akhirnya, Tentara Jepang berhasil mengetahui keberadaan para pejuang kita. Dan secara membabi-buta, melepas tembakan meriam torpedo ke arah perkampungan Ujung Labuang,&#8221; ungkap Rido Alfa, Ketua Pemuda Jorong Ujuang Labuang, saat dijumpai Prokabar.com, Selasa (7/7).</p>
<p>Meski serangan bombardir Torpedo telah dilepaskan dan mengarah pada tempat persembunyian para pejuang kita lanjutnya, namun tidak pernah sampai dan mengarah kepada para pejuang. &#8220;Alhamdulillah, semua serangan meriam Torpedo Tentara Jepang itu, tidak pernah mengenai tempat persembunyian para pejuang kita. Sasaran hanya mengenai tebing di tepi pantai. Sejak saat ini, masyarakat mengenal daerah ini Pantai Torpedo,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sekarang, Pantai Torpedo diabadikan dengan pembangunan destinasi wisata baru. Dibangun dan aset dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah V Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PUPR.</p>
<p>Pembangunan dimulai sejak 2017 tuntas dan tuntas pada 2019 lalu. Meski demikian, masih menyisakan sejumlah kelengkapan sarana seperti sumber air bersih serta sejumlah kelengkapan sarana lainnya.</p>
<p>&#8220;Saat ini, kami dari pemuda berupaya melakukannya pengelolaan secara swadaya. Berharap dapat terus terpelihara. Sehingga selain dapat meningkatkan perekonomian kami melalui pariwisata, juga dapat terus mengabadikan sejarah perjuangan nenek moyang kita melawan penjajahan Jepang,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengungkap-fakta-pantai-torpedo-begini-sejarahnya/">Mengungkap Fakta Pantai Torpedo, Begini Sejarahnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Destinasi Pantai Torpedo Di Agam, Ini Lokasinya!</title>
		<link>https://prokabar.com/ada-destinasi-pantai-torpedo-di-agam-ini-lokasinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2020 00:30:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pantaitorpedo]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=70631</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Ternyata di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam terdapat sebuah pantai dengan destinasi baru. Pantai Torpedo namanya. Unik bukan. Kita sama-sama tau,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ada-destinasi-pantai-torpedo-di-agam-ini-lokasinya/">Ada Destinasi Pantai Torpedo Di Agam, Ini Lokasinya!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Ternyata di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam terdapat sebuah pantai dengan destinasi baru. Pantai Torpedo namanya. Unik bukan.</p>
<p>Kita sama-sama tau, Torpedo merupakan salah satu alat peledak sebagai senjata perang berbentut kerucut dengan daya ledak yang cukup mematikan. Dalam hal ini, kisahnya berawal pada masa Penjajahan masa Jepang, terjadi perlawanan pejuang yang melakukan bergerilya.</p>
<p>Jepang yang memiliki senjata mematikan itu, menyerang pejuang dengan torpedo. Akan tetapi serangan itu gagal karena tidak pernah tepat sararan dan tidak membuat pejuang kita kalah dari pertempuran tersebut.</p>
<p>Sejarah tersebut kemudian diabadikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah V Direktorat SDA Kementerian PUPR yang berkantor di Kota Padang, Sumatra Barat. Membangun sarana prasarana lengkap Mushalla, Toilet, Lapangan Futsal Pantai, Volly Pantai, Lapangan Latihan Tembak, Takraw dan tempat anak-anak bermain.</p>
<p>&#8220;Pembangunan ini sudah dimulai sejak 2017 lalu. Dan tuntas pengerjaan pada 2019. Untuk saat ini, pengelolaan diserahkan secara swadaya kepada kami pemuda. Dan berharap pemerintah daerah dapat membantu kami, untuk menjadi pengelola yang lebih baik,&#8221; ungkap Rino Alfa, Ketua Pemuda Jorong Ujuang Labung, Nagari Tiku Limo Jorong, saat ditemui Prokabar.com, Selasa (7/7).</p>
<p>Selain di sini, Nagari Tiku Limo Jorong ini juga terdapat destinasi Hutan Bakau. Telah dibangun sebuah jembatan khusus dengan panjang 65 meter. Kemudian ditambah lagi 15 meter melalui Dana Desa.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Syatria mengatakan Pantai Torpedo adalah aset Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah V. &#8220;Informasi yang didapat saat ini, dikelola secara swadaya oleh pemuda setempat. Kedepan harapan kita, bisa sinergikan antara BWS V selaku pemilik aset bersama Pemda Agam untuk mensuport peningkatan kapasitas SDM melalui Pokdarwis dan masyarakat setempat selaku pengelola,&#8221; tukuknya. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ada-destinasi-pantai-torpedo-di-agam-ini-lokasinya/">Ada Destinasi Pantai Torpedo Di Agam, Ini Lokasinya!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berwisata ke Linggai Kini Dipungut Biaya, Ini Besarannya</title>
		<link>https://prokabar.com/berwisata-ke-linggai-kini-dipungut-biaya-ini-besarannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2020 02:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#linggai]]></category>
		<category><![CDATA[#nontunai]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69187</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam, mulai memberlakukan pemungutan retribusi masuk objek wisata Linggai, seiring dengan telah dibukanya kembali objek wisata di daerah itu. Kepala...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/berwisata-ke-linggai-kini-dipungut-biaya-ini-besarannya/">Berwisata ke Linggai Kini Dipungut Biaya, Ini Besarannya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="1"><strong>Agam, Prokabar — </strong>Pemerintah Kabupaten Agam, mulai memberlakukan pemungutan retribusi masuk objek wisata Linggai, seiring dengan telah dibukanya kembali objek wisata di daerah itu.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Kepala Disparpora Kabupaten Agam, Syatria, mengatakan, pungutan retribusi objek wisata Linggai baik masuk maupun parkir mulai diberlakukan Senin (8/6). Hal ini sesuai perda nomor 2 tahun 2012, tentang retribusi jasa usaha.</p>
<p data-reader-unique-id="4">“Tarif masuk orang dewasa sebesar Rp3.000 per orang, anak-anak Rp2.000 per orang. Sedangkan tarif parkir roda dua Rp.2.000 dan roda 4 Rp.3.000,” jelasnya dilansir dari MC Agam, Kamis (11/6).</p>
<p data-reader-unique-id="5">Syatria mengatakan, retribusi masuk dan parkir melalui sistem non tunai, dengan memanfaatkan aplikasi dan kartu. Sistem ini baru diberlakukan di sektor pariwisata Kabupaten Agam, maka perlu sosialisasi lebih lanjut.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Menurut mantan Kabag Kesra Setdakab Agam ini, retribusi dengan sistem non tunai dilakukan supaya pengunjung tidak ada menggunakan uang tunai, yang menjadi salah satu media penyebaran Covid-19.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Di samping itu juga sebagai upaya peningkatan pelayanan menggunakan sistem digital.</p>
<p data-reader-unique-id="8">“Dengan diberlakukan non tunai di objek wisata Linggai, secara bertahap juga akan diterapkan di objek wisata lain. Sedangkan objek wisata dikelola swasta diserahkan kepada pengelolanya sejalan dengan ketentuan yang diterapkan pemerintah,” terangnya.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Ia menjelaskan, sebelum objek wisata dibuka pihaknya telah melakukan pembenahan-pembenahan, terutama penyediaan tempat cuci tangan. Di objek wisata Linggai disediakan 2 tempat cuci tangan, satu di pintu masuk dan 1 lagi di dalam.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Syatria menegaskan, petugas dan pengunjung diharuskan memakai masker dan cek suhu sebelum masuk objek wisata.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Kemudian tidak dibenarkan melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/berwisata-ke-linggai-kini-dipungut-biaya-ini-besarannya/">Berwisata ke Linggai Kini Dipungut Biaya, Ini Besarannya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dibuka Kembali, Objek Wisata Agam Berlakukan Sistem Non Tunai</title>
		<link>https://prokabar.com/dibuka-kembali-objek-wisata-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2020 01:30:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#nontunai]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69141</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam mulai menerapkan pungutan retribusi objek wisata melalui sistem non tunai, seiring dengan telah dibukanya kembali objek wisata di daerah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dibuka-kembali-objek-wisata-agam/">Dibuka Kembali, Objek Wisata Agam Berlakukan Sistem Non Tunai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong>Pemerintah Kabupaten Agam mulai menerapkan pungutan retribusi objek wisata melalui sistem non tunai, seiring dengan telah dibukanya kembali objek wisata di daerah itu.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Syatria, mengatakan, mengingat sistem non tunai baru disektor pariwisata, maka tahap awal ini penerapannya ditetapkan objek wisata Linggai.</p>
<p data-reader-unique-id="4">“Ini sekaligus sebagai upaya mensosialisasikan kepada pengunjung, bahwa masuk objek wisata di Kabupaten Agam mulai menerapkan sisten non tunai,” ujarnya dilansir dari MC Agam, Rabu (10/6).</p>
<p data-reader-unique-id="5">Syatria mengatakan, seiring dengan penerapan sistem non tunai di objek wisata linggai, secara bertahap juga diterapkan pada objek wisata lain baik yang dikelola pemerintah maupun swasta.</p>
<p data-reader-unique-id="6">“Secara bertahap akan diterapkan di objek wisata lain. Sedangkan objek wisata dikelola swasta diserahkan kepada pengelolanya, sejalan dengan ketentuan yang diterapkan Pemkab Agam,” sebut mantan Kabag Kesra Setdakab Agam ini.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Sistem non tunai ini, katanya pengunjung dapat menggunakan aplikasi atau kartu. Sekaligus menghindari pengunjung agar tidak memegang uang, yang menjadi salah satu media penyebaran Covid-19.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Di samping itu, retribusi non tunai diterapkan juga sesuai perkembangan dengan peningkatan pelayanan melalui sistem digital.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Menyikapi kondisi di lapangan, petugas dan pengunjung harus menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak dengan orang sekitar.</p>
<p data-reader-unique-id="10">“Kita tidak membenarkan pengunjung mengadakan suatu kegiatan di objek wisata yang dapat menimbulkan kerumunan,” tutupnya. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dibuka-kembali-objek-wisata-agam/">Dibuka Kembali, Objek Wisata Agam Berlakukan Sistem Non Tunai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Agam Berlakukan New Normal, Objek Wisata Mulai Dibuka 8 Juni 2020</title>
		<link>https://prokabar.com/agam-berlakukan-new-normal-objek-wisata-mulai-dibuka-8-juni-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2020 01:25:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#newnormal]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69085</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lubuk Basung, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam memulai pemberlakuan Tatanan Normal Baru atau New Normal, Senin (8/6). Pemberlakuan melalui dasar Peraturan Bupati Agam Nomor...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/agam-berlakukan-new-normal-objek-wisata-mulai-dibuka-8-juni-2020/">Agam Berlakukan New Normal, Objek Wisata Mulai Dibuka 8 Juni 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lubuk Basung, Prokabar —</strong> Pemerintah Kabupaten Agam memulai pemberlakuan Tatanan Normal Baru atau New Normal, Senin (8/6). Pemberlakuan melalui dasar Peraturan Bupati Agam Nomor 37 Tahun 2020, tentang Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Agam.</p>
<p>Kegiatan dimulai kegiatan sosialisasi kepada seluruh camat, walinagari, pengurus pasar, dan pengelola objek wisata, rumah makan dan pemilik penginapan.</p>
<p>&#8220;Pada hari ini, kita mulai sosialisasikan pemberlakuan Tatanan Normal Baru Produktif dan aman Corona Virus Disease 2019 sesuai Perbup Agam nomor 37 tahun 2020. Aktifitas pariwisata dan pasar kembali kita aktifkan. Akan tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan,&#8221; ungkap Asisten II Setda Kabupaten Agam, Yosefriawan, saat membuka sosialisasi New Normal di Aula Bupati, Senin (8/6).</p>
<p>Sebelumnya, kegiatan diawali dengan pertemuan dengan pengurus pasar dan Forkopimda Kabupaten Agam. &#8220;pada pagi tadi, Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan ikut hadir dan menjelaskan langsung bagaimana prosedur Tatanan Normal Baru sesuai petunjuk,&#8221; terangnya.</p>
<p>Seperti halnya dengan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, Net Normal masih sama. Pemberlakuan dan penyediaan cuci tangan memakai masker, atur jarak dan selalu membawa hand sanitizer tetap dilakukan.</p>
<p>&#8220;Pasar tradisional di hari balai atau hari pakan tetap ditiadakan. Sama di masa PSBB, aktivitas pasar harus setiap hari, sehingga tidak terjadi penumpukan dan keramaian. Saat ini, pasar tradisional berjumlah 38 unit Se Kabupaten Agam,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Pasar dan aktivitas masyarakat akan tetap dikawal dengan aparatur keamanan seperti Polisi,TNI, dan Satpol PP.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispaspora) Kabupaten Agam, Syatria menambahkan saat usai sosialisasi New Normal kepada puluhan pengelola objek wisata dan penginapan. Setiap pengelola dan pemilik penginapan berkewajiban menyediakan tank cuci tangan.</p>
<p>&#8220;Pembatasan pengunjung dan tamu juga harus dilakukan, agar menjaga tidak terjadi kecolongan nantinya. Penyediaan termometer dan mengatur jarak, salah satu persyaratan dalam produktif aktivitas selama New Normal ini. Tidak berdempet-dempet serta menggunakan masker selama berada di luar ruangan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sementara untuk pengawasan dan penindasan akan diberlakukan kepada pengelola penginapan dan objek wisata. &#8220;Dimulai dari teguran lisan, teguran surat hingga penindakan penyegelan, jika masih tidak mengindahkan aturan Tatanan Normal Baru ini,&#8221; pungkasnya. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/agam-berlakukan-new-normal-objek-wisata-mulai-dibuka-8-juni-2020/">Agam Berlakukan New Normal, Objek Wisata Mulai Dibuka 8 Juni 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menikmati Alam Rimbo Jauih Koto Gadang VI Koto Tanjung Raya (Danau Maninjau)</title>
		<link>https://prokabar.com/menikmati-alam-rimbo-jauih-koto-gadang-vi-koto-tanjung-raya-danau-maninjau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2020 00:28:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#DanauManinjau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=68985</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Danau Maninjau dengan keelokannya masih tersimpan rapat segudang misteri. Keindahan itu sesejuk embun dan kesuburannya sebagai kekayaan alam untuk kesejahteraan masyarakat....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menikmati-alam-rimbo-jauih-koto-gadang-vi-koto-tanjung-raya-danau-maninjau/">Menikmati Alam Rimbo Jauih Koto Gadang VI Koto Tanjung Raya (Danau Maninjau)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Danau Maninjau dengan keelokannya masih tersimpan rapat segudang misteri. Keindahan itu sesejuk embun dan kesuburannya sebagai kekayaan alam untuk kesejahteraan masyarakat. Namun sangat disayangkan, potensi alam itu belum mampu terkelola secara maksimal.</p>
<p>Seperti halnya yang terjadi di Rimba Jauih, Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat. Baru-baru ini masyarakat setempat dengan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam mendapati belasan knop Raflesia Arnoldi serta belasan tumbuhan langka dan hewan liar di sana.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-68986" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/22DF6C99-2F14-48F6-8BCE-9B7BCD3A300C.jpeg" alt="" width="720" height="540" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/22DF6C99-2F14-48F6-8BCE-9B7BCD3A300C.jpeg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/22DF6C99-2F14-48F6-8BCE-9B7BCD3A300C-300x225.jpeg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Tim BKSDA Resor Agam mendapat laporan dari warga setempat terdapat Bunga Raflesia Arnoldi tumbuh subur. Eksplorasi pun mulai dilakukan, 4 orang Tim BKSDA dibantu belasan orang pecinta alam masyarakat setempat, Rabu (3/6) lalu. Setelah sampai ditepi rimba dengan kendaraan roda dua dan satu unit minibus, pertualang dimulai dengan menempuh jalan sekitar beberapa kilometer ke dalam rimba itu.</p>
<p>Setengah perjalanan, rombongan menyempatkan diri menikmati anak sungai. Sekaligus menyantap hidangan makan siang, yang telah dipersiapkan sebelumnya. Melepas sedikit penat sambil meneguk jernihnya air bekas pegunungan.</p>
<p>Usut demi usut konon Rimba Jauih itu pernah menjadi lahan perkebunan Kolonial Belanda. Bahkan katanya ada sebuah bangunan lama berupa vila. Serta terdapat bantalan kereta api dan sebuah pohon berbentuk tulisan Masyumi.</p>
<p>Usai istirahat dan makan siang, perjalanan dilanjutkan. Akan tetapi rombongan tersebut dibagi menjadi dua tim. Satu tim menuju Air Terjun, sementara Tim BKSDA didampingi Tokoh Masyarakat lainnya menuju lokasi temuan Bunga Raflesia Arnoldi.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-68987" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/04B8E1B5-7B99-42D5-B349-1EB0E89399B0-1024x576.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/04B8E1B5-7B99-42D5-B349-1EB0E89399B0-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/04B8E1B5-7B99-42D5-B349-1EB0E89399B0-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/04B8E1B5-7B99-42D5-B349-1EB0E89399B0-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/04B8E1B5-7B99-42D5-B349-1EB0E89399B0.jpeg 1040w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Baru saja melangkah, sekitar 200 meter dari anak sungai, sudah ditemukan sebuah Bunga Raflesia Arnoldi. Kejelian dan ketajaman panca indra Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra teruji saat itu. Karena temuan bunga langka itu sempat terlingkaui sejumlah rombongan, yang sudah dahulu di depan.</p>
<p>M. Datuak Tumanggung Sati, Tokoh Masyarakat sekaligus ninik mamak Koto Gadang VI Koto menjelaskan Rimba Jauih diketahui memiliki beragam pohon beringin dan air terjun. Keutuhan alamnya masih cukup terjaga, beserta flora dan faunanya.</p>
<p>Berbagai satwa liar seperti Kijang, Kancil, Babi Hutan, Kura-kura, Harimau, Orang Hutan, Siamang. Serta tumbuhan langka lainnya, sebagai bukti keasrian alam, masih banyak terlihat di sana.</p>
<p>Hal itu terbukti dengan beragam temuan tumbuhan yang bahkan belum diketahui jenis dan spesiesnya. Banyak temuan tumbuhan yang belum terdeteksi dari tim BKSDA sendiri.</p>
<p>Ekplorasi hutan itu bertujuan memastikan keutuhan alam, melihat dan meneliti hutan belum dirusak orang tidak bertanggung jawab. Keasrian hutan sangat terjaga, berkat dukungan masyarakat adat setempat. Mereka mampu menjaga anak kemenakannya, untuk tidak melakukan penebangan hutan secara membabi-buta.</p>
<p>&#8220;Kami sengaja menggandeng BKSDA Resor Agam, memastikan titik koordinat dan batas Rimbo Jauih dengan Cagar Alam Maninjau. Sekaligus memastikan keadaan kondisinya masih terjaga,&#8221; ungkap M. Datuk Tumanggung Sati.</p>
<p>Banyaknya ditemukan tumbuhan dan hewan langka di sana, membuat ketertarikan tersendiri pada masyarakat. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk peningkatan ilmu pengetahuan serta kesejahteraan masyarakat. &#8220;Meski demikian, potensi itu harus dimanfaatkan sesuai ketentuan hukum dan diketahui pihak berwenang. Agar tidak terjadi pelanggaran hukum dan perusakan alam nantinya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam lebih, lokasi yang dituju akhirnya ditemukan. Bunga Raflesia Arnoldi yang dicari sudah mulai menghitam. Menandakan umur bunga langka itu segera berakhir.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-68988" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/278D1C92-1F15-4EDD-8770-FC1FC3869CFB.jpeg" alt="" width="720" height="540" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/278D1C92-1F15-4EDD-8770-FC1FC3869CFB.jpeg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/278D1C92-1F15-4EDD-8770-FC1FC3869CFB-300x225.jpeg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Ade Putra, Kepala Resor BKSDA Agam menjelaskan, kondisi Rimbo Jauih Koto Gadang VI Koto memang masih terbilang sangat asri. Banyaknya ditemukan tumbuhan langka dan satwa liar, menjadi bukti keasrian hutan tersebut. &#8220;Selama eksplorasi, ditemukan 6 titik tumbuh Raflesia Arnoldi serta tumbuhan langka lainnya. Ini merupakan titik ke 14 yang sebelumnya 13 titik sebaran Kabupaten Agam,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sejumlah hewan yang dilindungi, juga masih banyak berkeliaran dan bermain di rimbo jauih tersebut. Berharap, hukum adat di Nagari Koto Gadang VI Koto diperkuat dan ditegakan di tengah masyarakat. Sehingga kelestarian hutan, semakin lebih baik untuk anak cucu nantinya.</p>
<p>&#8220;Di sisi lain, pemanfaatan Rimbo Jauih ini juga bisa berupa sport tourism seperti traiking, hiking, camping dan lainnya. Potensi wisata seperti Agrowisata, Wisata Alam berupa Air Terjun dan pemandangan indah Danau Maninjau, juga sangat menanti. Tentu harus tetap dengan pola alami, tanpa harus melakukan pembangunan betonisasi. Cukup pemanfaatan alam dengan cara alam pula,&#8221; pungkas Ade. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menikmati-alam-rimbo-jauih-koto-gadang-vi-koto-tanjung-raya-danau-maninjau/">Menikmati Alam Rimbo Jauih Koto Gadang VI Koto Tanjung Raya (Danau Maninjau)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MGR 2020 Siap Dihelat, Pemerintah dan Masyarakat Agam Siap Mensukseskan</title>
		<link>https://prokabar.com/mgr-2020-siap-dihelat-pemerintah-dan-masyarakat-agam-siap-mensukseskan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Feb 2020 03:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#mgr2020]]></category>
		<category><![CDATA[#MinangGeoparkRun2020]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=61152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Kabupaten Agam tahun ini kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Minang Geopark Run (MGR). Sebelumnya pada 2018 dan 2019, Agam sukses menjadi tuan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mgr-2020-siap-dihelat-pemerintah-dan-masyarakat-agam-siap-mensukseskan/">MGR 2020 Siap Dihelat, Pemerintah dan Masyarakat Agam Siap Mensukseskan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong>Kabupaten Agam tahun ini kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Minang Geopark Run (MGR). Sebelumnya pada 2018 dan 2019, Agam sukses menjadi tuan rumah event berskala internasional itu.</p>
<p data-reader-unique-id="3">“Kami sangat mendukung dan tentunya merasa bangga menjadi bagian dari event ini,” kata Indra Catri.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Selain mendukung, Pemkab Agam juga melengkapi daya tarik yang akan dilewati peserta MGR 2020. Sejumlah objek wisata dipoles dan dipercantik. Teranyar, dua objek wisata dibangun di dekat lokasi yang dilewati peserta. Objek Wisata Linggai dibangun di kawasan Geopark Maninjau dan Sajuta Janjang di kawasan Geopark Ngarai Sianok.</p>
<p data-reader-unique-id="5">“Insya Allah Pemkab Agam dan masyarakatnya kembali mendukung kelancaran kegiatan ini,” ujarnya dilansir Prokabar dari MC Agam, Sabtu (29/2).</p>
<p data-reader-unique-id="6">Objek Wisata Sajuta Janjang diyakini akan manjadi daya tarik tersendiri. Wisata yang terletak di Lereng Gunung Singgalang itu disebut-sebut sebagai <em data-reader-unique-id="7">Great Wall</em>-nya Sumatera Barat.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Untuk MGR 2020, Bupati Agam berharap rute yang dilewati ditambah. Pada 2018 hanya melewati Ngarai Sianok dan 2019 start dan finish di Agam dengan melewati Danau Maninjau dan <em data-reader-unique-id="9">finish</em> di Sianok.</p>
<p data-reader-unique-id="10">“Tahun ini kita berharap rutenya bertambah melewati Tarusan Kamang. Sebab, lokasi tersebut merupakan 3 dari 10 kawasan <em data-reader-unique-id="11">Geopark</em>yang ada di Sumatera Barat,” harap Bupati.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Pemkab Agam mengucapkan terima kasih karena Agam ditunjuk sebagai lokasi <em data-reader-unique-id="13">Geopark Run Series</em> 2020. Serta ditetapkannya <em data-reader-unique-id="14">Geopark </em>Ngarai Sianok-Maninjau menjadi Geopark Nasional akhir 2018 lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="15">Geopark Run Series 2020 dilaksanakan di empat lokasi. Belitung <em data-reader-unique-id="16">Geopark Run</em> dilaksanakan 17-19 April 2020. Ciletuh Geopark Run 27-28 Juni 2020. Krakatau Geopark Run 29-30 Agustus 2020, dan Minang Geopark Run 28-29 November 2020. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mgr-2020-siap-dihelat-pemerintah-dan-masyarakat-agam-siap-mensukseskan/">MGR 2020 Siap Dihelat, Pemerintah dan Masyarakat Agam Siap Mensukseskan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren, Wisman Mulai Ramai Kunjungi Rafflesia Arnoldi Di Paninjauan Tanjung Raya</title>
		<link>https://prokabar.com/keren-wisman-mulai-ramai-kunjungi-rafflesia-arnoldi-di-paninjauan-tanjung-raya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2020 14:52:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#rafflesiaarnolodi]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=58421</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Setelah sempat viral, keberadaan Rafflesia Arnoldi di Jorong Simpang Dingin, Kenagarian Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat mulai ramai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-wisman-mulai-ramai-kunjungi-rafflesia-arnoldi-di-paninjauan-tanjung-raya/">Keren, Wisman Mulai Ramai Kunjungi Rafflesia Arnoldi Di Paninjauan Tanjung Raya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Setelah sempat viral, keberadaan Rafflesia Arnoldi di Jorong Simpang Dingin, Kenagarian Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat mulai ramai dikunjungi Wisawatan Manca Negara dan Nasional.</p>
<p>Temuan mulai dipublis 2019 dan 2020 ini, setelah BKSDA Resor Agam selalu melakukan monitoring ke lokasi, dan melakukan edukasi kepada tokoh masyarakat setempat. &#8220;Kami sangat senang Bunga Rafflesia Arnoldi membuat kampung halaman ini ramai didatangi berbagai wisatawan dan turis mancanrgara. Hal ini akan berdampak positif pada pendapatan dan perekonomian kami,&#8221; ungkap Junaidi, salah seorang pemuda setempat kepada Prokabar.com, Kamis (30/1)</p>
<p>Sementara itu, Miswardi salah seorang penggiat pariwisata setempat mengatakan Agam memiliki destinasi wisata yang komplit. &#8220;Ada lautan, danau, pegunungan, perbukitan dan air terjun bahkan bunga Rafflesia. Untuk itu diharapkan Agam selalu menjadi tempatnya wisata alami yang diminati wisatawan manapun,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Wali Jorong Pasa Maninjau itu juga sempat mendampingi beberapa orang turis asal Belgia ke lokasi Rafflesia. Menurut turis asing itu, suasana Danau Maninjau umumnya Kabupaten Agam, sangat menyenangkan. Sarana dan prasarana cukup memudahkan akses untuk tujuan wisata. keindahan alam yang asri menjadi kekayaan tersendiri di sini.</p>
<p>&#8220;Masyarakat di selingkar Danau Maninjau sangat terbuka. Dan kita berharap pariwisata ini dapat jadi penunjang ekonomi masyarakat Agam khususnya Tanjung Raya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ia melanjutkan, banyak akses jalan yang masih sangat terjal. Namun itu bahkan membuat perjalanan turis itu semakin menantang. Bagi turis asing itu selalu bilang &#8220;That Is Adventure,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Meski demikian rata-rata mssyarakat masih belum siap seutuhnya menjadi pelayan dan penerima tamu yang baik. Baik secara konsep pariwisata berwawasan luas sesuai kearifan lokal dan budaya luhur. &#8220;Kita butuh beberapa sosialisasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat dalam bidang pariwisata.</p>
<p>&#8220;Artinya kita sangat membutuhkan pembinaan dan pemberdayaan dari Dinas Pariwisata, Diskoperindak, Disdikbudpar, Dinas Sosial dan srbagainya. Kita juga butuh pembinaan dari pelaku pariwisata cukup berpengalaman. Kita berharap nantinya instansi terkait bersama-sama duduk dalam 1 meja dengan masyarakat, merumuskan satu konsep pandangan agar nantinya pariwisata dan pengelolaan kuliner dapat jadi andalan di Tanjung Raya,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-wisman-mulai-ramai-kunjungi-rafflesia-arnoldi-di-paninjauan-tanjung-raya/">Keren, Wisman Mulai Ramai Kunjungi Rafflesia Arnoldi Di Paninjauan Tanjung Raya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Keindahan Bukit Sakura, Jadi Magnet Baru Wisatawan Ke Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/ketika-keindahan-bukit-sakura-jadi-magnet-baru-wisatawan-ke-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2020 03:30:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bukitsakura]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57983</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Ada yang baru di Danau Manininjau, yakni Pesona Bukit Sakura. Sebenarnya panaroma ini sudah lama ada, hanya saja baru dikembangkan warga...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ketika-keindahan-bukit-sakura-jadi-magnet-baru-wisatawan-ke-agam/">Ketika Keindahan Bukit Sakura, Jadi Magnet Baru Wisatawan Ke Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Ada yang baru di Danau Manininjau, yakni Pesona Bukit Sakura. Sebenarnya panaroma ini sudah lama ada, hanya saja baru dikembangkan warga Data Munti dengan dukungan Dana Desa Nagari Baringin. Pemandangan yang sangat indah, konon lebih indah dari panaroma Puncak Lawang dan Lawang Park.</p>
<p>Deskripsi hamparan luas Danau Maninjau lebih luas dan lebih lengkap di Bukit Sakura ini. Lokasi terletak di lereng perbukitan Danau Maninjau dengan posisi cukup tinggi. Terdapat 4 jorong sebagai daerah perbatasan antar Kecamatan Palembayan dengan Kecamatan Tanjung Raya.</p>
<p>Ada dua akses jalan menuju Bukit Sakura. Jalur pertama dari atas puncak, melalui Nagari Sungai Pua Kecamatan Palembayan atau Puncak Lawang Kecamatan Matur. Jika dari bawah, kita akan melalui Pasar Akhaik, Jorong Koto Baru, Nagari Duo Koto hingga melalui Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-57984" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/9DF4B68C-6DA6-4AB7-8A5B-3021C829EB56-1024x576.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/9DF4B68C-6DA6-4AB7-8A5B-3021C829EB56-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/9DF4B68C-6DA6-4AB7-8A5B-3021C829EB56-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/9DF4B68C-6DA6-4AB7-8A5B-3021C829EB56-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/9DF4B68C-6DA6-4AB7-8A5B-3021C829EB56.jpeg 1040w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Di lereng perbukitan tersebut terdapat 4 perkampuang atau jorong. Seperti Data Munti, Data Aia Gadang, Data Sungai Pua dan Data Simpang Dingin. 3 jorong masuk wilayah Nagari Baringin, Palembayan. Sementara satu jorong lagi masuk wilayah Nagari Paninjauan, Tanjung Raya yakni Data Simpang Dingin.</p>
<p>Nenek moyang perkampungan pelosok itu berasal dari dua daerah. Pertama dari Nagari Sungai Pua Pembayan yang hendak &#8220;Manaruko&#8221; mencari pemukiman baru dan hidup ditempat yang baru. Sementara periode kedua, berasal dari Koto Tinggi Paninjauan.</p>
<p>&#8220;Nenek moyang kami berasal dari dua daerah pada saat masa penjajahan Belanda dan Jepang. Selain untuk mengungsi menghindari siksaan dan penjajahan, dengan hidup tempat baru dengan Manaruko, membuat kemyaman hidup semakin baik pada saat itu,&#8221; Ungkap Herman (63), salah seorang warga Data Sungai Pua dihampiri Prokabar.com, Sabtu (25/1).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-57985" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/B0D0D542-AB84-4762-8E9F-577BC98AA41F-1024x576.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/B0D0D542-AB84-4762-8E9F-577BC98AA41F-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/B0D0D542-AB84-4762-8E9F-577BC98AA41F-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/B0D0D542-AB84-4762-8E9F-577BC98AA41F-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/B0D0D542-AB84-4762-8E9F-577BC98AA41F.jpeg 1040w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Sementara itu, Wali Jorong Data Simpang Dingin, Robi didampingi Wali Jorong Paninjauan Jeptizal dalam suatu kesempatan mengatakan nenek moyang Data Simpang Dingin berasal dari Koto Tinggi, Paninjauan. &#8220;Nagari Paninjauan dulunya tidak memiliki tapian sehingga seorang tetua adat Angku Lareh Ampiang Dadak dari Suku Sikumbang menyuruh sebagian kaumnya untuk ke sini,&#8221; terangnya.</p>
<p>Walinagari Baringin, Yulbahri Datuak Nan Kodo menjelaskan sejak 2019 lalu Pemerintah Nagari Baringin sudah mulai mengembangkan potensi wisata Bukit Sakura. &#8220;Belum kami ketahui secara pasti sejarah nama Bukit Sakura ini. Namun yang pasti, pemandangan indah di sini membuat banyak masyarakat terpukau dan senang. Membuat kunjungan terus semakin ramai setiap tahunnya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Bukit Sakura semakin ramai dikunjung berkat adanya temuan BKSDA Resor Agam mengekspos Bunga Rafflesia yang berada di Data Simpang Dingin. Daya tarik ini memperkuat kunjungan wisatawan mancanegara, nasional dan lokal datang ke Danau Maninjau. Khususnya ke Kabupaten Agam.</p>
<p>Potensi tersebut jelas tidak disia-siakan begitu saja. Kondisi ekonomi masyarakat di daerah pelosok tersebut saat ini hanya bergantung pada cengkeh, jagung dan padi dengan luas tidak begitu banyak. Keunikan lainnya dari sisi pertanian dan khuliner adalah beras merah atau nama latin Oryza longistaminata atau Oryza punctata. Beras merah hampir merata ada di setiap rumah warga. Biasanya dimakan dengan gulai daun Sitapu. Dan ini akan menjadi kuliner khas dari daerah tersebut.</p>
<p>&#8220;Tahun 2020 ini, selain anggaran dana desa, kami juga dapat bantuan dana dari seorang dermawan. Dalam waktu cepat, kami akan membangun kedai-kedai, mushalla, toilet, palanta, tambahan rumah pohon satu lagi serta gajebo-gajebo yang nyaman untuk wisatawan,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ketika-keindahan-bukit-sakura-jadi-magnet-baru-wisatawan-ke-agam/">Ketika Keindahan Bukit Sakura, Jadi Magnet Baru Wisatawan Ke Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melihat Manisnya Tradisi Serak Gulo di Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/melihat-manisnya-tradisi-serak-gulo-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2020 13:49:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#india]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#serakgulo]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57940</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Senyum sumringah tampak berseri diwajah Sindi (17), saat meninggalkan halaman Masjid Muhammadan yang terletak di jalan Pasar Batipuh, Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/melihat-manisnya-tradisi-serak-gulo-di-padang/">Melihat Manisnya Tradisi Serak Gulo di Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Senyum sumringah tampak berseri diwajah Sindi (17), saat meninggalkan halaman Masjid Muhammadan yang terletak di jalan Pasar Batipuh, Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (25/1) sore</p>
<p>Sambil tertawa, Sindi menenteng kantong plastik warna putih yang diisi kain berwarna warni. Ditangan kirinya, juga ada satu kain warna kuning.</p>
<p>Kain warna warni yang didapat Sindi adalah gula yang sudah dibungkus rapi pada Tradisi Serak Gulo oleh keturunan India di Padang.</p>
<p>Gula itu didapat bukan secara cuma cuma, tapi berebut dengan ribuan orang terlebih dahulu. Caranya adalah, gula tersebut dilempar dari atap Masjid Muhammadan kepada masyarakat yang berada dibawah.</p>
<p>Setelah itu, masyarakat berebut untuk menangkap gula itu. Jika lihai tangan menangkap, makan banyak pula yang didapat.</p>
<p>“Seru tadi berebutnya, saya dapat tujuh buah, nanti ini bisa untuk buat minuman seperti teh atau kopi,”kata Sindi</p>
<p>Demi ikut serta berebut gula, Ia datang sejak pukul 15.30 WIB bersama ribuan warga lainnya yang akan mengikuti tradisi serak gulo. Meski bukanlah keturunan India, namun ini terbuka siapa saja yang mau ikut acara ini.</p>
<p>Ketua Umum Himpunan Keluarga Muhammadan Padang, Ali Khan Abu Bakar menyebut bahwa gula yang dibagi-bagi ini merupakan sumbangan dari masyarakat keturunan India, baik dari Bengkulu, Medan, Pekanbaru, Jambi.</p>
<p>“Gula partisipasi spontan dari masyarakat, mereka menyerahkan secara suka rela. Keluarga di sini banyak yang merantau, serak gulo ini diadakan pada Jumadil Akhir, keluarga sudah tahu kalau Jumadil Akhir mereka akan datang,” katanya.</p>
<p>Proses serak gulo ini diawali dengan Salat Ashar, kemudian melakukan doa bersama menyampaikan nazar, lalu membagikan manisan merupakan minuman ciri khas India.</p>
<p>Acara dilanjutkan dengan pemasangan bendera di atas atap Masjid Muhammadan. Bendera berbentuk segitiga warna hijau itu di tengahnya ada gambar bulan sabit dan bintang warna putih.</p>
<p>Setelah pemasangan bendera, dilanjutkan dengan menaikkan gula yang sudah dibungkus kain di atas atap. Setelah mendapatkan aba-aba dari ketua panitia, panitia kemudian membagikan gula dari atap. Warga pun berebutan gula di bawah.</p>
<p>Sekita setengah jam, jalan di depan masjid sudah mulai sepi. “Tradisi kita ini hanya dua negara yang melakukan, satu di India, dan Indonesia di tempat kita,” ujarnya.</p>
<p>Diketahui Tradisi Serak Gulo ini sudah dibawa nenek moyang keturunan India 200 tahun lalu ke Indonesia lewat perdagangan. (<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/melihat-manisnya-tradisi-serak-gulo-di-padang/">Melihat Manisnya Tradisi Serak Gulo di Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ayo Ke Agam, Tempat Pulang Masyarakat Perantauan</title>
		<link>https://prokabar.com/ayo-ke-agam-tempat-pulang-masyarakat-perantauan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2020 00:30:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#ayokeagam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57635</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Bupati Agam Indra Catri mengatakan esensi dari jargon &#8220;Ayo ke Agam&#8221; yang dicanangkan pada 2020, tidak hanya sekadar mempromosikan objek wisata, tapi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ayo-ke-agam-tempat-pulang-masyarakat-perantauan/">Ayo Ke Agam, Tempat Pulang Masyarakat Perantauan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong>Bupati Agam Indra Catri mengatakan esensi dari jargon &#8220;Ayo ke Agam&#8221; yang dicanangkan pada 2020, tidak hanya sekadar mempromosikan objek wisata, tapi menjadikan Agam tempat pulang masyarakat Minangkabau yang ada di perantauan.</p>
<p>Bupati Indra Catri ingin menciptakan sebuah kerinduan perantau untuk kembali ke Agam, melalui konsep wisata madani dan halal tourism yang akan dikemas menjadi satu paket.</p>
<p>&#8220;Apabila ada sanak keluarga dari perantauan pulang kampung, kalau belum ke Agam serasa belum pergi ke ranah Minang,&#8221; jelas bupati dilansir Prokabar dari MC Agam, Rabu (22/1).</p>
<p>Hal yang menjadi daya tarik lainnya bagi pengunjung, masing-masing objek wisata dilengkapi kuliner dan kriya khasnya. Tidak hanya mengoptimalkan sarana wisata, tapi juga disediakan kawasan bermain anak-anak yang dilengkapi oleh kuliner, buah-buahan, dan cendera mata. &#8220;Makanya setiap masyarakat kita imbau untuk menanam buah-buahan untuk anak-cucu setiba di kampung, tujuannya agar ada kenang-kenangan dan kerinduan mereka untuk pulang kampung kembali,&#8221; terang bupati.</p>
<p>Seperti di kawasan Danau Maninjau, ada kuliner Randang Cubadak Kicuah, yang bentuknya nyaris menyamai rendang daging. &#8220;Nah, ke khasan inilah yang nantinya menjadi daya tarik perantau maupun pengunjung ke Agam,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya kuliner, Kabupaten Agam merupakan sorganya tujuan wisatawan dengan ikon &#8220;Agam Pesona yang Beragam&#8221; juga memiliki objek wisata alam, sejarah dan religi yang semuanya didukung oleh industri kreatif. &#8220;Seperti wisata museum Buya Hamka, wisatawan dari mancanegara hanya datang berkunjung melihat hasil-hasil peninggalan dan buku karya Buya Hamka,&#8221; katanya.</p>
<p>Apalagi menurut dia, Agam kembali membuat dan merevitalisasi objek wisata baru, yaitu Linggai dan kawasan objek wisata Sejuta Jenjang yang berada di lereng Gunung Singgalang. &#8220;Sehingga kita memiliki nilai jual yang lebih tinggi,&#8221; ujar bupati.</p>
<p>Lebih lanjut dia mengatakan, selain pembenahan secara fisik, &#8220;ayo ke Agam&#8221; juga diperkaya dengan berbagai festival, di antaranya festival Danau Maninjau, festival durian, festival buru babi, festival mancing keluarga dan festival lainnya. <b>(*)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ayo-ke-agam-tempat-pulang-masyarakat-perantauan/">Ayo Ke Agam, Tempat Pulang Masyarakat Perantauan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Event Wisata yang akan Diselenggarakan di Agam selama tahun 2020</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-event-wisata-yang-akan-diselenggarakan-di-agam-selama-tahun-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2020 03:04:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#ayokeagam]]></category>
		<category><![CDATA[#eventagam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57567</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam tahun ini bakal menggelar berbagai event. Agenda itu dilaksanakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Sesuai tagline Ayo...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-event-wisata-yang-akan-diselenggarakan-di-agam-selama-tahun-2020/">Ini Event Wisata yang akan Diselenggarakan di Agam selama tahun 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong>Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam tahun ini bakal menggelar berbagai event. Agenda itu dilaksanakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.</p>
<p>Sesuai <em>tagline</em> Ayo ke Agam, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Agam. Salah satunya melalui event, yang menjadi upaya untuk menggaet orang lebih banyak berkunjung.</p>
<p>Kepala Disparpora Agam, Syatria di Lubuk Basung, menyebutkan, event yang digelar seperti Festival Pesona Danau Maninjau berskala nasional, yang dijadwalkan Juli 2020, selain seni budaya, dalam event ini nanti juga menampilkan sport tourism yaitu paralayang dan dragon boat.</p>
<p>“Selain itu kita juga menampilkan tradisi buru babi. Tidak hanya mengisi acara festival saja, tetapi lebih dari itu untuk membantu masyarakat dalam membasmi hama,” ujarnya dilansir dari MC Agam, Selasa (21/1).</p>
<p>Selanjutnya Tour de Singkarak (TdS), yang merupakan agenda tahunan di Sumatera Barat. Sedangkan pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal provinsi, begitu juga Geopark.</p>
<p>“Untuk Geopark dikoordinasikan jadwal pelaksanaannya bersama pemprov. Namun kita berharap tahun ini lebih banyak wisata Agam yang dilalui, di samping melewati geosite yang ada,” ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya itu, Disparpora juga bakal menggelar event Agam Pesona yang Beragam. Dalam event ini akan menampilkan berbagai keunggulan daerah seperti atraksi wisata, seni budaya, kuliner dan banyak lainnya. Event ini diagendakan sejalan dengan HUT Lubuk Basung.</p>
<p>Selanjutnya festival durian yang dilaksanakan di Palembayan dalam rangka mendukung program strategis Gelora Palembayan.</p>
<p>“Kita berharap melalui event ini kunjungan wisatawan ke Agam meningkat. Sehingga dampaknya lebih dirasakan masyarakat untuk peningkatan perekonomian,” katanya. <b>(*)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-event-wisata-yang-akan-diselenggarakan-di-agam-selama-tahun-2020/">Ini Event Wisata yang akan Diselenggarakan di Agam selama tahun 2020</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun Ini, Pemkab Agam Prediksi Kunjungan Wisatan Tembus Satu Juta</title>
		<link>https://prokabar.com/tahun-ini-pemkab-agam-prediksi-kunjungan-wisatan-tembub-satu-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2020 05:15:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57430</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam mencatat sebanyak 766.699 kunjungan wisatawan ke daerah itu sepanjang 2019. Jumlah ini meningkat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tahun-ini-pemkab-agam-prediksi-kunjungan-wisatan-tembub-satu-juta/">Tahun Ini, Pemkab Agam Prediksi Kunjungan Wisatan Tembus Satu Juta</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Agam, Prokabar —</strong> Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam mencatat sebanyak 766.699 kunjungan wisatawan ke daerah itu sepanjang 2019. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 704.084 kunjungan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Disparpora Agam melalui Kabid Pengembangan dan Promosi Pariwisata Yelidar di ruangan kerjanya mengatakan, dari jumlah tersebut, terdiri dari wisatawan nusantara sebanyak 753.135 kunjungan dan mancanegara 13.564 kunjungan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Data ini dihimpun melalui masing-masing objek wisata, oleh petugas yang ditunjuk langsung untuk itu,” ujarnya dilansir dati MC Agam, Minggu (19/1).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Disebutkan, data dihimpun setiap bulan supaya akhir tahun tidak sulit merekapnya. Untuk mempermudah menghimpun data, pengelola wisata diberikan semacam format dan diisi setiap ada pengunjung.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Berdasarkan format itu kita bisa memperoleh data berapa banyak wisatawan yang berkunjung baik untuk masing-masing wisata maupun secara global,” jelasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, tahun ini diprediksi akan ada peningkatan kunjungan yang signifikan, karena ada berbagai event besar digelar seperti, Paragliding Championship, Festival Pesona Danau Maninjau berskala nasional dan event tahunan TdS. Kegiatan ini sudah masuk kalender Pemprov Sumbar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kita memprediksi melalui event yang akan digelar dapat menembus sekitar 1.200.000 sampai 1.500.000 kunjungan, belum lagi melalui promosi-promosi yang kita lakukan nanti,” katanya. <b>(*)</b></span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tahun-ini-pemkab-agam-prediksi-kunjungan-wisatan-tembub-satu-juta/">Tahun Ini, Pemkab Agam Prediksi Kunjungan Wisatan Tembus Satu Juta</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Objek Wisata Luak Gadang Dan Bukik Baka, Satu Paket Saling Melengkapi</title>
		<link>https://prokabar.com/objek-wisata-luak-gadang-dan-bukik-baka-satu-paket-saling-melengkapi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Dec 2019 10:39:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatasumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=53377</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Destinasi Luak Gadang dan Bukik Baka, salah satu objek wisata menarik di Jorong Guguak Urang Pisang, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/objek-wisata-luak-gadang-dan-bukik-baka-satu-paket-saling-melengkapi/">Objek Wisata Luak Gadang Dan Bukik Baka, Satu Paket Saling Melengkapi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Destinasi Luak Gadang dan Bukik Baka, salah satu objek wisata menarik di Jorong Guguak Urang Pisang, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Destinasi yang disuguhi pemandangan batuan beku perbukitan disertai dua kolam ikan nan menyenangkan.</p>
<p>Di sini tersedia sarana bermain seperti rakit bambu, sepeda air dan bebek kayuh. Pengunjung juga berkesempatan memberi makan ikan dengan membeli pelet ikan Rp5 ribu. Untuk naik rakit bambu bisa membayar Rp10 ribu, sepeda air hanya Rp15 ribu dan bebek kayuh hanya Rp20 ribu sekali pakai.</p>
<p>Objek wisata ini terletak 17 kilometer dari kota Bukittinggi, dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dengan kendaraan roda dua. Tidak hanya itu, di sini juga ada Puncak Bukik Baka. Dari Luak Gadang berjalan mendaki ke puncak bukit. Berjalan selama 20 menit saja, sudah sampai di puncak bukit tersebut.</p>
<p>&#8220;Sudut pandang keindahan kota Bukittinggi disertai panaroma Gunung Singgalang dan Gunung Merapi, salah satu pemandangan indah dan menarik. Pengunjung akan terpukau pada hamparan luas panaroma tersebut,&#8221; terang Yeni, salah seorang Kasi di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, yang kebetulan berkunjung akhir pekan lalu.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-53378" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5-1024x1024.jpeg" alt="" width="1000" height="1000" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5-1024x1024.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5-150x150.jpeg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5-300x300.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5-768x768.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5-80x80.jpeg 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/ECC943D7-5027-4C89-8A21-C92A096F5EA5.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Desi (45), salah satu pengunjung mengatakan sebelumnya pernah berkunjung 2017 lalu. Namun tidak seindah dan tertata saat ini. Penataan objek wisata tersebut semakin lebih baik. Kedai pedagang dan tata taman semakin rapi dan tertata.</p>
<p>&#8220;Lokasi tersebut sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ramainya pengunjung, transaksi jual beli akan semakin meningkat. Hal tersebut memberi peningkatan pendapat bagi masyarakat setempat,&#8221; terangnya.</p>
<p>Zahwajir (50) salah seorang pedagang setempat menjelaskan destinasi tersebut dibuka secara resmi 2018 lalu. Pada awalnya pengunjung sangat ramai berdatangan. Karena pengunjung disuguhkan atraksi silat Harimau.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-53379" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D-1024x1024.jpeg" alt="" width="1000" height="1000" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D-1024x1024.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D-150x150.jpeg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D-300x300.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D-768x768.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D-80x80.jpeg 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/68E2FBF1-2730-467F-9B2F-5BBFFCB1BA4D.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Shooting film Kapal Van Der Wijck novelBuya Hamka juga pernah berlangsung di lokasi tersebut. Membuat lonjakan promosi dan kunjungan meledak.</p>
<p>&#8220;Di 2019 ini, kunjungan jauh berkurang. Hal tersebut atraksi budaya dan hiburan lainnya tidak ada lagi. Minimnya inovasi dan kreatifitas pengelola, membuat kunjungan sepi. Kami berharap pengelola dapatlebih kreatif untuk melakukan gerakan baru sehingga kunjungan kembali ramai,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/objek-wisata-luak-gadang-dan-bukik-baka-satu-paket-saling-melengkapi/">Objek Wisata Luak Gadang Dan Bukik Baka, Satu Paket Saling Melengkapi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 40/252 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/18 queries in 0.039 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:57:07 by W3 Total Cache
-->