<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#whatsappdown Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/whatsappdown/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/whatsappdown/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Oct 2022 08:42:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#whatsappdown Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/whatsappdown/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>WA Ngadat, Pengguna Galau</title>
		<link>https://prokabar.com/wa-ngadat-pengguna-galau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2022 08:42:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#wa]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsapp]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsappdown]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108117</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar, Sarana komunikasi WA yang jari andalan sejuta umat, rusak pada Selasa (25/10). Pengguna galau. &#8220;Susah kita kalau WA rusak,&#8221; kata Ade seorang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wa-ngadat-pengguna-galau/">WA Ngadat, Pengguna Galau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar, Sarana komunikasi WA yang jari andalan sejuta umat, rusak pada Selasa (25/10).</p>
<p>Pengguna galau. &#8220;Susah kita kalau WA rusak,&#8221; kata Ade seorang warga Padang mengguna WA.<br />
Sarana komunikasi itu tak bjsa digunakan seluruh Indonesia pukul 14.20</p>
<p>&#8220;Kalau rusak begini, bubarkan sajalah bikin pusing,&#8221; kata Nofal warga yang lain.</p>
<p>Sampai sore masih ngadat dan tak jelas kapan akan berfungsi lagi. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wa-ngadat-pengguna-galau/">WA Ngadat, Pengguna Galau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Alasan Kominfo Cabut Pembatasan Medsos dan WhatsApp</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-alasan-kominfo-cabut-pembatasan-medsos-dan-whatsapp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2019 09:40:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[#Medsos]]></category>
		<category><![CDATA[#pembatasanmedsos]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsappdown]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=38279</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Setelah sempat dibatasi menyusul aksi kerusuhan di Jakarta, Rabu (21/5) lalu, masyarakat kini bisa kembali bebas melaksanakan komunikasi melalui media sosial. Kementerian...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-alasan-kominfo-cabut-pembatasan-medsos-dan-whatsapp/">Ini Alasan Kominfo Cabut Pembatasan Medsos dan WhatsApp</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Setelah sempat dibatasi menyusul aksi kerusuhan di Jakarta, Rabu (21/5) lalu, masyarakat kini bisa kembali bebas melaksanakan komunikasi melalui media sosial. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan, pembatasan akses ke media sosial sudah dicabut pada Sabtu (25/5) pukul 13.00 WIB.</p>
<p>“Selamat menggunakan internet dengan lancar tanpa hambatan kembali ya. Mari gunakan ruang siber ini untuk hal-hal yang positif saja. Happy weekend,” bunyi akun Twitter resmi Kementerian Kominfo, @kemkominfo, yang diunggah beberapa saat lalu.<span id="more-160518"></span></p>
<p>Dalam siaran persnya Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, normalisasi atau pengembalian fungsi fitur pengiriman gambar, foto dan video itu diambil karena situasi yang kondusif.</p>
<p>“Situasi pasca kerusuhan sudah kondusif sehingga pembatasan akses fitur video dan gambar pada media sosial dan instant messaging difungsikan kembali,” jelas Menteri Kominfo Rudiantara sebagaimana dikutip dari siaran pers Biro Humas Kementerian Kominfo, Sabtu (25/5) siang.</p>
<p>Menteri Kominfo juga mengajak warganet Indonesia untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi. “Ayo kita perangi hoaks, fitnah, informasi-informasi yang memprovokasi seperti yang banyak beredar saat kerusuhan,” kata Rudiantara.</p>
<p>Kementerian Kominfo  mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten jika menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau kerusuhan di Jakarta.</p>
<p>Selain itu, Kementerian Kominfo mengimbau agar pengguna telepon seluler atau gadget dan perangkat lain segara menghapus pemasangan (<em>uninstall</em>) aplikasi <em>virtual private network</em> (VPN) agar terhindar dari risiko pemantauan, pengumpulan hingga pembajakan data pribadi pengguna. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-alasan-kominfo-cabut-pembatasan-medsos-dan-whatsapp/">Ini Alasan Kominfo Cabut Pembatasan Medsos dan WhatsApp</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WhatsApp Dibatasi, Pengguna Telegram Meningkat</title>
		<link>https://prokabar.com/whatsapp-dibatasi-pengguna-telegram-meningkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2019 14:34:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#aplikasipesan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[#telegram]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsappdown]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=38023</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Terkait pembatasan akses media sosial serta aplikasi pesan instan WhatsApp oleh pemerintah membuat sejumlah pengguna smartphone lain beralih ke aplikasi sejenis yakni...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/whatsapp-dibatasi-pengguna-telegram-meningkat/">WhatsApp Dibatasi, Pengguna Telegram Meningkat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong><span class="s1">Terkait pembatasan akses media sosial serta aplikasi pesan instan WhatsApp oleh pemerintah membuat sejumlah pengguna smartphone lain beralih ke aplikasi sejenis yakni Telegram. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pembatasan yang dilakukan pemerintah membuat pengguna kesulitan untuk berkirim gambar maupun video. Hal ini diklaim untuk mencegah masyarakat terprovokasi informasi yang dibagikan di </span><span class="s2">platform</span><span class="s1">tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan pantuan</span><span class="s3">Prokabar</span><span class="s1">, Rabu (22/5), proses </span><span class="s2">download</span><span class="s1">dan </span><span class="s2">upload</span><span class="s1">foto maupun video di WhatsApp sulit dilakukan<span class="Apple-converted-space">  </span>kecuali pengguna menggunakan aplikasi tambahan yakni Virtual Private Network (VPN). Namun, bagi masyarakat yang kesulitan atau ragu memakai aplikasi VPN karena takut akan pencurian data banyak beralih menggunakan Telegram.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Peningkatan pengguna Telegram dapat dilihat dari notifikasi pengguna baru di Telegram. Karena aplikasi ini akan memberi notifikasi adanya pengguna baru yang berasal dari kontak di </span><span class="s2">smartphone</span><span class="s1">.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sampai malam ini, berdasarkan pengalaman, pengguna baru di Telegram yang berasal dari kontak ternyata bertambah cukup banyak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski belum dapat dipastikan, besar kemungkinan meningkatnya jumlah pengguna Telegram ini merupakan akibat dari pembatasan pengiriman foto dan video di aplikasi </span><span class="s2">chatting</span><span class="s1">seperti WhatsApp.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Terlebih, aktivitas </span><span class="s2">chatting</span><span class="s1">di Telegram hingga sekarang, seperti berkirim foto dan video masih berjalan seperti biasa. Karenanya, tidak heran sejumlah pengguna mulai beralih ke aplikasi </span><span class="s2">chatting</span><span class="s1">asal Rusia tersebut. (*/hdp)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/whatsapp-dibatasi-pengguna-telegram-meningkat/">WhatsApp Dibatasi, Pengguna Telegram Meningkat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Dunia &#8220;Beku&#8221; Gara-gara WA Down</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bdunia-beku-gara-gara-wa-down/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2017 10:16:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsapp]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsappdown]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3580</guid>

					<description><![CDATA[<p>PADANG, PROKABAR &#8212; Dunia serasa &#8220;beku&#8221; tatkala &#8220;nabi&#8221; komunikasi nan lincah yang disapa WA down.&#160; Dari Mesir, Turki, Rusia, Belanda, Jerman dan semua negara...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bdunia-beku-gara-gara-wa-down/">​Dunia &#8220;Beku&#8221; Gara-gara WA Down</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>PADANG, PROKABAR &#8212;</b> Dunia serasa &#8220;beku&#8221; tatkala &#8220;nabi&#8221; komunikasi nan lincah yang disapa WA down.&nbsp;</p>
<p>Dari Mesir, Turki, Rusia, Belanda, Jerman dan semua negara Eropa, termagu. Bukan negaranya tapi netizennya. Hal serupa terjadi di Syprus, kota-kota Laut Mati, sepanjang Laut Merah, di kaki Himalaya hingga benua Kanguru sana.</p>
<p>&#8220;Habis main kita oleh WA yang kehabisan bensin &#8221; ciloteh Randi Edawar di Padang, Jumat (3/11) saat WA sedang tengkurap. Tak ada tanda-tanda pesan bisa dikirim. Yang jadi sasaran awalnya operator seluler kemudian menduga paket habis. Salah semua. Yang benar WA sedang bermasalah.</p>
<p>Maka dunia pun &#8220;beku&#8221; informasi tak mengalir. Lima benua di planet bumi ini seperti diputus urat cakapnya seketika. &nbsp;Apa yang terjadi? Belum ada penjelasan dari WA. <b>(laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bdunia-beku-gara-gara-wa-down/">​Dunia &#8220;Beku&#8221; Gara-gara WA Down</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​HP Sudah Dimatikan, SIM Dicabut tapi tak Ada Hasil</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bhp-sudah-dimatikan-sim-dicabut-tapi-tak-ada-hasil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2017 09:59:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsapp]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsappdown]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3578</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8212; Whatsapp down, dunia dalam genggaman itu, beku. Tak kemana hendak mengadu. Untung tak ada yang gantung diri waktu kasus DP di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bhp-sudah-dimatikan-sim-dicabut-tapi-tak-ada-hasil/">​HP Sudah Dimatikan, SIM Dicabut tapi tak Ada Hasil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8212; </b>Whatsapp down, dunia dalam genggaman itu, beku. Tak kemana hendak mengadu. Untung tak ada yang gantung diri waktu kasus DP di BB tak bisa diganti-ganti beberapa tahun silam.</p>
<p>&#8220;Makanya jangan tergantung sama satu aplikasi, mati induknya kita yang terganggu,&#8221; kata netizen di Padang, Jumat (3/11).</p>
<p>Mak Pono di Pasar Raya Padang menunggu pesan tak masuk-masuk. Ia matikan HP, cabut baterai, cabut SIM. Pasang lagi, nyalakan lagi tapi si WA hebat itu tetap tak berfungsi.</p>
<p>Apa daya? Menggerutu saja. Tak bisa berbuat apa-apa.</p>
<p>Sebentar tadi mulai agak longgar, satu demi satu pesan WA masuk tapi sudah telat nyaris satu jam.<b>(laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bhp-sudah-dimatikan-sim-dicabut-tapi-tak-ada-hasil/">​HP Sudah Dimatikan, SIM Dicabut tapi tak Ada Hasil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Whatsapp Down, Pengguna Mengeluh</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bwhatsapp-down-pengguna-mengeluh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2017 09:30:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsapp]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsappdown]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3575</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8212; Sekira pukul 16.00 aplikasi Whatsapp tidak bisa digunakan. Ketika mengirim pesan, tidak keluar tanda centang, sebagai simbol pesan terkirim. Kondisi ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bwhatsapp-down-pengguna-mengeluh/">​Whatsapp Down, Pengguna Mengeluh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta, Prokabar &#8212;</b> Sekira pukul 16.00 aplikasi Whatsapp tidak bisa digunakan. Ketika mengirim pesan, tidak keluar tanda centang, sebagai simbol pesan terkirim.</p>
<p>Kondisi ini membuat sejumlah pengguna aktif Whatsapp mengeluh. &#8220;Aduh saya lagi mengirim pesan penting, kenapa WA tidak bisa digunakan,&#8221; kata Riko.&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hampir saya install ulang WA saya, saya pikir WA saya rusak,&#8221; Sebut Doni.</p>
<p>Sementara itu, di twitter dan media sosial lainnya, netizen ribut soal aplikasi dengan ratusan juta pengguna ini. Hastag <b>#Whatsappdown</b> jadi trending topik Indonesia dan dunia. Persoalan ini melanda secara global.&nbsp;</p>
<p>Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait permasalahan whatsapp dari pengembang. Aplikasi itu tidak bisa digunakan selama hampir 5 menit. <b>(laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bwhatsapp-down-pengguna-mengeluh/">​Whatsapp Down, Pengguna Mengeluh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 33/113 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.022 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 00:20:20 by W3 Total Cache
-->