<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#wafat Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/wafat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/wafat/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Aug 2021 05:07:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#wafat Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/wafat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tokoh Masyarakat Minang Doktor Mochtar Naim Wafat</title>
		<link>https://prokabar.com/tokoh-masyarakat-minang-doktor-mochtar-naim-wafat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2021 05:07:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<category><![CDATA[#wafat]]></category>
		<category><![CDATA[Alfan Miko]]></category>
		<category><![CDATA[Mochtar Naim]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92842</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com, Padang &#8211; Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, telah berpulang ke rahmatullah Tokoh Masyarakat Minangkabau, Doktor Mochtar Naim. Beliau wafat dalam usia 89 tahun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tokoh-masyarakat-minang-doktor-mochtar-naim-wafat/">Tokoh Masyarakat Minang Doktor Mochtar Naim Wafat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com,</a> Padang</strong> &#8211; <em>Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, </em>telah berpulang ke rahmatullah Tokoh Masyarakat Minangkabau, Doktor Mochtar Naim.</p>
<p>Beliau wafat dalam usia 89 tahun pada pukul 11.01 WIB di RSUI Depok, Minggu (15/8)</p>
<p>Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas Alfan Miko mengabarkan hal ini dalam WhatsApp Grup Top 100 pada Minggu (15/8).</p>
<p>&#8220;Mohon maafkan segala dosa dan khilaf beliau,&#8221; tulis Alfan Miko mengabarkan di Wag Top 100.</p>
<p>Mochtar Naim merupakam politikus dan mantan dosen di Universitas Andalas.</p>
<p>Dia juga sosiolog terkenal dengan bukunya Merantau, Pola Migrasi Minangkabau.</p>
<p>Kedua buku ini menjadi rujukan yang luas bagai para akademisi dan mahasiswa.</p>
<p>Pemikirannya juga sering menjadi rujukan. Banyak yang menilainya sebagai orang yang kritis dan teguh pendirian.</p>
<p>Mochtar Naim yang suka tersenyum dan ramah itu sudah banyak barjasa bagi Sumatera Barat.</p>
<p>Semoga Almarhum mendapatkan sisi terbaik dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tokoh-masyarakat-minang-doktor-mochtar-naim-wafat/">Tokoh Masyarakat Minang Doktor Mochtar Naim Wafat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Tokoh Sumbar Ini Meninggal Dunia di Hari yang Sama</title>
		<link>https://prokabar.com/dua-tokoh-sumbar-ini-meninggal-dunia-di-hari-yang-sama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 May 2021 09:53:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Aumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#Meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[#wafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=87407</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Dalam satu hari, dua putera terbaik Sumatera Barat meninggal dunia. Dua tokoh tersebut yaitu mantan Bupati...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dua-tokoh-sumbar-ini-meninggal-dunia-di-hari-yang-sama/">Dua Tokoh Sumbar Ini Meninggal Dunia di Hari yang Sama</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Dalam satu hari, dua putera terbaik Sumatera Barat meninggal dunia.</p>
<p>Dua tokoh tersebut yaitu mantan Bupati 50 Kota Amri Darwis, dan Dosen Ekonomi Unand Prof Fashbir Noor Siddin.</p>
<p>Amri Darwis, mantan Bupati 50 Kota periode 2005 &#8211; 2010 menghembuskan nafas terakhirnya di RS Central Medika Jakarta, Sabtu (15/5).</p>
<p>Amri Darwis, meninggal dalam usia 74 tahun dan meninggal dalam perawatan rumah sakit di Jakarta akibat menderita Covid-19.</p>
<p>Dalam karir, Amri Darwis juga sempat menjabat sebagai wakil bupati pada periode 2000-2005.</p>
<p>Dihari yang sama Prof. Fashbir Noor Siddin, SE, MSP, Phd juga dikabarkan meninggal dunia. Suami dari Oktiza W ini meninggal dunia di kediamannya di Kalibata Tengah, Jakarta Selatan sekitar pukul 08.00 WIB.</p>
<p>Prof. Fashbir Noor Siddin, SE, MSP, Phd merupakan guru besar ilmu ekonomi perkotaan di Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Andalas Padang. (eym)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dua-tokoh-sumbar-ini-meninggal-dunia-di-hari-yang-sama/">Dua Tokoh Sumbar Ini Meninggal Dunia di Hari yang Sama</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>In Memoriam H. Boy Lestari Dt. Palindih. Sepasang Kekasih Telah Pergi Saat Pandemi</title>
		<link>https://prokabar.com/in-memoriam-h-boy-lestari-dt-palindih-sepasang-kekasih-telah-pergi-saat-pandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2021 05:30:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#BoyLestari]]></category>
		<category><![CDATA[#Memoriam]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#wafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=80052</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketua Gerakan Seribu (Gebu) Minang Sumbar, H. Boy Lestari Dt. Palindih berpulang, Pukul 05.5 Wib. Sabtu (9/1). Tokoh yang sangat populer. Hampir semua orang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/in-memoriam-h-boy-lestari-dt-palindih-sepasang-kekasih-telah-pergi-saat-pandemi/">In Memoriam H. Boy Lestari Dt. Palindih. Sepasang Kekasih Telah Pergi Saat Pandemi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketua Gerakan Seribu (Gebu) Minang Sumbar, H. Boy Lestari Dt. Palindih berpulang, Pukul 05.5 Wib. Sabtu (9/1). Tokoh yang sangat populer. Hampir semua orang kenal dengannya. Pengusaha sukses yang religius. Sumbar berduka.</p>
<p>Satu dari sekian banyak yang kenal itu, adalah saya. Kenal dekat dan akrab. Saling memuji, kadang juga saling kritik tetapi jarang bertemu. Sama-sama sibuk tetapi saling bersahutan di lini masa dan ruang group percakapan. Kadang bagarah, kadang serius, kadang berdebat.</p>
<p>Dia orang baik. Kepada siapapun, senyumnya sumringah. &#8220;Anak muda, jadi jurnalis itu juga berdakwah. Namamu sangat bagus,&#8221; ujarnya suatu kali. Entah tahun berapa, lama sekali. Ketika itu, saya bertandang ke kantornya. Banyak wartawan yang dekat dengannya, saya salah satunya. Ada-ada saja komentar yang membuatnya harus tampil di media massa.</p>
<p>&#8220;Inyiak itu da&#8217;i dengan dakwah bil baliho,&#8221; ujar saya suatu waktu. Tawa khas itu keluar. Minuman dihidangkan. Ruang kerjanya memang tak sepi dengan tamu, dari berbagai kalangan. Kami bisa tertawa lepas. Saya tahu, dalam lisan Arab, bil baliho harusnya dibaca bil balihi, tetapi saya tak peduli karena fenomena dakwah islamiyah lewat baliho. Padahal baliho biayanya mahal. Hanya untuk kampanye dari politisi dan produk yang bisa begitu, kecuali milik sendiri seperti dirinya. Baliho itu juga berasal dari bahasa arab, baligha, artinya menyampaikan. Sama hal dengan i&#8217;lan, artinya pengumuman.</p>
<p>Inyiak kadang-kadang meminta kata-kata untuk dituliskan di baliho-baliho itu. Ditelepon dari jauh, minta pendapat. Kadang juga saya menelpon, memberi masukan dan pemikiran. &#8220;Terima kasih, buya,&#8221; begitu katanya.</p>
<p>Aktif di berbagai organisasi sosial kemasyarakatan keagamaan, membuatnya sibuk sekali. Sebagai pengusaha, ia harus mengurus koordinasi dengan anggota pegawainya. Baik di hotel, juga di advertising. Putra Kamang ini menikmati sebagai tokoh publik yang disegani, kenal dengan pejabat-pejabat penting di Jakarta tetapi tak pernah melupakan orang-orang seperti saya.</p>
<p>&#8220;Maaf yo, talambek,&#8221; ujarnya suatu waktu ketika saya sedang sekolah doktor. Dia selalu senang berbagi, mengerti ketika dibutuhkan. Satu dari sekian banyak orang yang sangat baik kepada saya, adalah Inyiak Indiah.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah. Doktor baru, selamat yo. Ikut bangga dan bahagia,&#8221; balasnya ketika promosi doktor. Seterusnya kami acap bertemu dalam berbagai kesempatan acara.</p>
<p>Suatu kali ia mengajak agar nama saya tercantum di Bravo Lima, Tarbiyah Islamiyah. Lalu ditugaskan bersama teman-teman Pemuda Tarbiyah menulis buku berjudul &#8220;Tarbiyah Untuk Ummat&#8221; (2012). Lalu launching pada saat musyawarah Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumbar.</p>
<p>Boy Lestari adalah fenomena muslim menengah yang memiliki semangat dakwah yang tinggi. Ghirah beragama yang tak surut. Penampilannya menarik. Fotonya nampang di banyak bilboard miliknya, jika tak sedang dikontrak oleh relasinya. Sebagai pengusaha Iklan Luar Ruang yang masuk lima besar di Kota Padang, tak heran ia memiliki tempat-tempat bilboard yang strategis. Kadang-kadang saya foto bilboar itu, lalu kirim ke dia. Kadang-kadang saya kritik dan beri masukan kata-katanya.</p>
<p>Begitulah hubungan kami. Dan subuh tadi, Inyiak Indiah demikian saya memanggilnya, pergi untuk selamanya. Riuh ucapan duka di lini massa dan ruang percakapan. Begitu banyak yang sayang padanya. Mengirim alfatihah tetapi tak mungkin melayat di masa pandemi ini. Saya berharap, Inyiak Indiah membaca tulisan ini. Entahlah, tak sampai hati atas kepergian yang begitu cepat.</p>
<p>&#8220;Sepasang kekasih telah pergi,&#8221; tulis saya ke Khairul Jasmi, ketika foto Inyiak Indiah dan isteri dikirim ke saya. Sang isteri tercinta, Hj. Indo Rianti baru beberapa hari yang lalu pergi, Minggu (3/1) disusulnya. Tak hendak hidup sendiri, hidup bersama mati bersama. Meninggalkan anak cucu tercinta, seluruh kolega, jamaah dan kita yang sehari-hari hampir selalu menerima pesan-pesan dakwah dan penuh keakraban darinya.</p>
<p>&#8220;Mereka pergi dalam perih,&#8221; balas Khairul Jasmi. Emoticon tangis mengiringi.</p>
<p>Inyiak Indiah, segala kebaikanmu terpatri dengan baik di hati kami. Allah Swt ternyata lebih sayang dari kami. Maafkan kami. Alfatihah! Teruslah ke surga. []</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/in-memoriam-h-boy-lestari-dt-palindih-sepasang-kekasih-telah-pergi-saat-pandemi/">In Memoriam H. Boy Lestari Dt. Palindih. Sepasang Kekasih Telah Pergi Saat Pandemi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiada lagi Habibie, Bapak Kemerdekaan Pers Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/tiada-lagi-habibie-bapak-kemerdekaan-pers-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2019 01:43:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#wafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46394</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saya masih reporter muda, bekerja di Harian Angkatan Bersenjata di tahun 80 an ketika Pak BJ Habibie menjabat Menteri Riset &#38; Teknologi. Wilayah reportase...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiada-lagi-habibie-bapak-kemerdekaan-pers-indonesia/">Tiada lagi Habibie, Bapak Kemerdekaan Pers Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saya masih reporter muda, bekerja di Harian Angkatan Bersenjata di tahun 80 an ketika Pak BJ Habibie menjabat Menteri Riset &amp; Teknologi. Wilayah reportase saya bidang kebudayaan, namun beberapa kali di “bko” kan redaksi untuk meliput kegiatan di luar itu, termasuk meliput kegiatan Menristek BJ Habibie.</p>
<p>Itu sekitar 35 tahun lalu. Usia di bawah 30 an dan Pak Habibie belum 50 tahun. Bayangkan Pak Habibie di usia itu. “Keliaran” imajinasinya luar biasa memukau. Bak motivator yang membongkar kesadaran banyak anak muda usia di bawah 30 tahun. Siapa anak muda yang tidak mengaguminya?</p>
<p><strong>7 Kali Besarnya Bumi</strong></p>
<p>Paling suka kalau dia berbicara dan menyinggung tentang kemampuan otak manusia. Itu baru pertama kali saya dengar. Dari beliau langsung. Dan, pengin terus mendengarnya. Saya lupa kapan persisnya dan dalam acara apa dia cerita itu. Yang saya ingat beliau bicara di Sukabumi.</p>
<p>“ Otak manusia itu kalau diurai seperti perangkat komputer, maka wadah yang diperlukan sebanyak tujuh kali besarnya bumi,” kata dia berapi- api. Sambil menatap wajah audiensnya. Satu persatu.</p>
<p>Saya ingat Sukabumi karena ada <em>story</em> juga di situ. Menjelang masuk gedung tempat acara, saya memergok pemandangan menarik. Sedan Volvo mobil dinas Menristek Habibie kehabisan bensin. Petugas sedang mengisi tangkinya dengan bensin dari jerigen. Waduh! Ini mobil menteri, menristek pula. Foto pemandangan itu menjadi foto utama Harian Angkatan Bersenjata yang terbit keesokan harinya.</p>
<p>Di kantor, sekretaris redaksi menyampaikan Pak Habibie marah. Tadi staf kementerian menelpon. Saya tidak percaya itu. Pak Habibie seorang demokrat. Mana mau urusin soal itu. Pikir saya mestinya beliau senang, warga masyarakat ikut mengawasi hal apapun menyangkut dia. Saya menghubungi balik staf kementerian itu.</p>
<p>“Anda bisa jelaskan nggak secara teknis rusaknya seperti apa kalau mobil diisi dengan bensin dari jerigen,” tanyanya gusar. Saya diam tetapi tertawa dalam hati. Marah seperti itu bukan kebiasaan Pak Habibie.</p>
<p>“ Saya tidak tahu Pak. Saya juga tidak menuliskan mobil bisa rusak jika diisi dengan bensin jerigen. Saya malah berharap sekali penjelasan teknis dari Bapak jika kebalikannya yang terjadi ,” sahut saya tenang. Tapi cerita itu tidak berlanjut. Seperti kalau kejadian seperti itu menyangkut menteri lain.</p>
<p>Pak Habibie mengecap pendidikan Barat sejak muda. Dijamin demokratis. Kelak itu terbukti. Di era reformasi. Ketika menjadi Presiden RI menggantikan Pak Harto tahun 1998, apa yang dia dikerjakan pertama kali? Mencabut semua aturan yang mengkrangkeng pers. Kran perizinan penerbitan media dibuka selebar-lebarnya. Menteri Penerangan Junus Yosfiah dia perintahkan mencabut semua regulasi yang membelenggu kemerdekaan pers. Termasuk mencabut SK Menpen yang menjadikan PWI satu-satunya organisasi wartawan di Indonesia. Itu saya catat <em>legacy</em> Pak Habibie.</p>
<p><em>Legacy</em> penting lainnya adalah sikap kenegarawan yang ditunjukkan pada saat laporan pertanggungjawabannya sebagai Presiden ditolak MPR-RI. Dia bahkan tidak bersedia maju mencalonkan diri dalam pemilihan presiden berikutnya. Padahal, peluang itu terbuka, penolakan pertanggungjawabannya tidak menghalagi untuk mencalonkan diri. Itulah moralitasnya. Dia seperti ingin mengatakan, buat apa memaksakan diri maju jika rakyar tak percaya.</p>
<p>Seandainya di masa itu pemilihan presiden secara langsung, ceritanya mungkin lain. Berkaca pada prestasi dan kenegarawanannya, bukan mustahil dialah yang terpilih.</p>
<p>Habibie lahir di Pare-Pare Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Saya sependapat dengan banyak kawan wartawan Pak Habibie salah satu Presiden terbaik Indonesia, karena kepemimpinan, keikhlasan, keahlian, prestasi, dan keteladanannya. Karya-karya untuk umat manusia mungkin kalau diurai juga tak cukup wadah tujuh kali bumi untuk menampungnya.</p>
<p>Pak Habibie memang tidak lama menjabat Presiden RI. Ia menggantikan Presiden Soeharto, yang minta berhenti pada 21 Mei 1998. Pak Habibie yang sebelumnya Wakil Presiden, menjabat Presiden RI selama 512 hari, sejak 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999.</p>
<p>Pada masa reformasi itu saya menangkap ada kesamaan sikap Pak Habibie dengan Pak Harto. Presiden RI yang berkuasa 32 tahun itu memilih berhenti Mei 1998. Padahal, secara real konstutusi masih berhak atas jabatan itu sampai tahun 2003.</p>
<p>Kubah gedung kura-kura yang dikuasai ribuan mahasiswa rupanya menggedor kenegarawanannya.  Itu simbol rakyat yang tak lagi menghendaki dia.</p>
<p>Pak Harto bisa saja menggunakan seluruh kekuatan bersenjata untuk menghalau mahasiswa. Tapi itu tidak dilakukan. Pak Harto pasti sudah memperhitungkan resiko pertumpahan darah bakal terjadi. Dan, darah itu darah rakyatnya sendiri.</p>
<p>Saya tidak mendengar komentar Pak Habibie soal sambutan gempita sebagian masyarakat menyambut peluncuran mobil Esemka yang diklaim buatan rakyat Indonesia baru-baru ini. Dia seakan memilih diam. Sambil membayangkan, mungkin, bagaimana ketika meluncurkan CN235 pesawat produksi anak -anak Indonesia . Yang dihadapinya resistensi dari sebagian politisi. Itu tigapuluh tahun lalu.</p>
<p>Pak Habibie telah tiada. Ia telah menghadap Ilahi Rabbi Rabu ( 11/9) petang pukul 18.05 di RSPAD. Tempat dia dirawat sejak 1 September lalu.<br />
Rasanya masih terbayang senyumnya, senyum penuh keikhlasan. Seperti itulah senyumnya menghias waktu terakhir ketemu beliau tahun lalu dalam sebuah acara perusahaan film MD. Senyum melekat sepanjang pertemuan itu. Senyum khasnya. Selamat jalan Pak. Semoga Husnul Khotimah.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiada-lagi-habibie-bapak-kemerdekaan-pers-indonesia/">Tiada lagi Habibie, Bapak Kemerdekaan Pers Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Magrib, BJ Habibie Menghembuskan Nafas Terakhirnya</title>
		<link>https://prokabar.com/jelang-magrib-bj-habibie-menghembuskan-nafas-terakhirnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2019 11:32:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#bjhabibie]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#wafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46336</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Indonesia berduka, Presiden Indonesia Ke 3 BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD. Hal ini dibenarkan oleh Kepala RSPAD dr Terawan. Habibie...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jelang-magrib-bj-habibie-menghembuskan-nafas-terakhirnya/">Jelang Magrib, BJ Habibie Menghembuskan Nafas Terakhirnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211;</strong> Indonesia berduka, Presiden Indonesia Ke 3 BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD. Hal ini dibenarkan oleh Kepala RSPAD dr Terawan.</p>
<p>Habibie meninggal jelang azan Maghrib, pukul 18.05 WIB. Ahli penerbangan ini tutup usia pada umur 83 tahun.</p>
<p>Sebelumnya, Habibie dirawat intensif. Para tokoh bangsa silih berganti membezuk teknokrat terbaik Indonesia ini.<strong>(laf)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jelang-magrib-bj-habibie-menghembuskan-nafas-terakhirnya/">Jelang Magrib, BJ Habibie Menghembuskan Nafas Terakhirnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 39/111 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.015 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 19:18:07 by W3 Total Cache
-->