<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Vulkanik Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/vulkanik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/vulkanik/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Apr 2024 15:56:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Vulkanik Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/vulkanik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>4 Bulan 4000 Kali Letusan, Ketika Harapan Ribuan Petani Disapu Abu Vulkanik Marapi</title>
		<link>https://prokabar.com/4-bulan-4000-kali-letusan-ketika-harapan-ribuan-petani-disapu-abu-vulkanik-marapi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2024 15:56:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#Vulkanik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=119204</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rizal Marajo Lewat tengah malam, dentuman bergema membuat kaca-kaca rumah bergetar. Setelahnya disusul bunyi gemuruh yang menakutkan, cukup lama dan membuat cemas warga....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/4-bulan-4000-kali-letusan-ketika-harapan-ribuan-petani-disapu-abu-vulkanik-marapi/">4 Bulan 4000 Kali Letusan, Ketika Harapan Ribuan Petani Disapu Abu Vulkanik Marapi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Rizal Marajo</strong></p>
<p>Lewat tengah malam, dentuman bergema membuat kaca-kaca rumah bergetar. Setelahnya disusul bunyi gemuruh yang menakutkan, cukup lama dan membuat cemas warga. Di kegelapan malam tak jarang terlihat pijaran api memerah di puncak Gunung Marapi.</p>
<p>Itulah kondisi menakutkan yang sudah menjadi &#8220;makanan&#8221; sehari-hari masyarakat di sekitar Gunung berketinggian 2891 dpl itu. Kondisi yang selama 4 bulan terakhir menjadi pemandangan sehari-hari yang mereka lihat dan alami.</p>
<p>Belum pernah ada gunung yang berlokasi di teritorial Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam itu, menunjukan aktivitas vulkanik yang begitu lama dan awet seperti sekarang.</p>
<p>Seperti biasa, besok pagi mereka akan melihat debu-debu vulkanik atau kapundan itu sudah memenuhi halaman dan atap rumah, jalan-jalan, dan tentunya lahan-lahan pertanian mereka. Tak bisa berbuat apa-apa, kecuali pasrah.</p>
<p>Tercatat, setidaknya sebanyak 5.115 KK petani pemilik lahan 1.514 ha di Tanah Datar, Sumbar, gagal panen sejak gunung yang dikagumi dan sarat cerita mitos itu terus meletus.</p>
<p>Menurut catatan BMKG sampai hari Senin (1/4/2024) gunung itu sudah mengalami erupsi sebanyak 3.876 kali sejak pertama kali meletus 3 Desember tahun lalu. Sudah hampir 4000 kali. Kecamatan X Koto mengalami dampak terparah dari siraman kepundan yang dimuntahkan Marapi.</p>
<p>Salah satu Nagari paling menderita adalah Nagari Paninjauan, yang masyarakatnya 90 persen menggantungkan hidup pada pertanian, khusunya sayur mayur dan holtikultura.</p>
<p>Gagal panen karena debu vulkanik yang kian hari kian tebal membungkus apa yang ditanam petani, adalah hal yang sudah mereka &#8220;telan&#8221;, sejak musibah itu terjadi akhir tahun lalu. Petanyaannya kini, entah kapan Marapi akan berhenti meletus.</p>
<p>Sekarang petani di Nagari yang menjadi sentra penghasil sayur mayur dan holtikultura dengan kualitas terbaik di kawasan Padang Panjang dan X Koto itu kian merana.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-119205" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/4-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/4-1024x768.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/4-768x576.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/4.jpg 1040w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, lebih 2000 hektar lahan hortikultura di Tanah Datar “tertimbun” abu vulkanik sejak 4 bulan ini. Kondisi itu telah menghentakkan petani ke lantai kemiskinan, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp40 miliar.</p>
<p>Sebagai wujud tanggungjawab Pemkab atas musibah yang menimpa warganya, melalui dana BTT Pemkab Tanah Datar telah disalurkan BLT uuntuk 3.545 KK yang terdampak. Itupun baru untuk tahap 1, sesuai data dari 3 Desember 2023 – 26 Januari 2024.</p>
<p>Masih ada sekitar 1.570 KK terdampak sesuai data setelah 26 Januari 2024 – akhir Maret yang belum dapat difasilitasi Pemda untuk mendapatkan BLT, karena keterbatasan anggaran daerah. Namun Pemkab yang dikomandoi Bupati Eka Putra, terus berupaya mencari dana.</p>
<p>Bupati Eka menyebut, dalam sekejap saja jumlah petani yang gagal panen, naik. Yang semula 3000an KK naik jadi 5000 KK dan hari terakhir terus meningkat hampir 7000 KK.</p>
<p>“Makin hari kian bertambah petani yang jadi korban, karena itu kami sangat memerlukan bantuan banyak pihak,” kata Sang Bupati.</p>
<p>Bagaimana tidak miris, ambil contoh di Paninjauan yang subur dan mengagumkan pertanian holtikulturanya, kini benar-benar lumpuh disapu kapundan. Sesayup mata memandang, yang terlihat hanyalah dedaunan sayur mayur yang memutih diterpa abu vulkanik yang seketika membuat tanaman layu, lalu hangus.</p>
<p>Berapa waktu lalu, aktivitas Marapi sempat mereda sekitar dua minggu. Hal ini membuat semangat para petani berkobar lagi. Lahan pun mulai menghijau, senyum kembali merekah, harapan panen terbayang di pelupuk mata.</p>
<p>Tetapi apalah daya, harapan yang mulai tumbuh itu kembali redup dalam seminggu terakhir. Marapi kembali marah, menumpahkan abu-abu yang melumpuhkan tulang belulang dan harapan para petani.</p>
<p><strong><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-119206" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/2-271x300.jpg" alt="" width="271" height="300" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/2-271x300.jpg 271w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/2-768x849.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/2.jpg 900w" sizes="(max-width: 271px) 100vw, 271px" /></strong></p>
<p>Justru volume letusan semakin tinggi. Jika semula tinggi kolom letusan masih kisaran 500-700 meter, sekarang justru naik pada kisaran ketinggian 1000 – 1500 meter dan makin sering.</p>
<p>Entah sampai kapan, &#8220;kemarahan&#8221; Marapi akan ditanggung masyarakat di daerah sekitar kaki-kaki Marapi. Entah sampai kapan, masyarakat Nagari Panyalaian, Paninjauan, Aie Angek dan lain-lainnya yang dihuni 7.068 KK terdampak itu berdomisili, bisa kembali ke ladang dengan semangat dan rasa bahagia mengolah lahan harapan meraka.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/4-bulan-4000-kali-letusan-ketika-harapan-ribuan-petani-disapu-abu-vulkanik-marapi/">4 Bulan 4000 Kali Letusan, Ketika Harapan Ribuan Petani Disapu Abu Vulkanik Marapi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dibawah Guyuran Abu Vulkanik, Rintihan Petani di Kaki Gunung Marapi</title>
		<link>https://prokabar.com/dibawah-guyuran-abu-vulkanik-rintihan-petani-di-kaki-gunung-marapi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Mar 2024 08:16:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Abu]]></category>
		<category><![CDATA[#Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[#Vulkanik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=118455</guid>

					<description><![CDATA[<p>Paninjauan, prokabar &#8211; Sudah tiga bulan sejak erupsi besar tanggal 3 Desember 2023 lalu, aktivitas vulkanik Gunung Marapi belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Bahkan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dibawah-guyuran-abu-vulkanik-rintihan-petani-di-kaki-gunung-marapi/">Dibawah Guyuran Abu Vulkanik, Rintihan Petani di Kaki Gunung Marapi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Paninjauan, prokabar</strong> &#8211; Sudah tiga bulan sejak erupsi besar tanggal 3 Desember 2023 lalu, aktivitas vulkanik Gunung Marapi belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Bahkan akhir-akhir ini menunjukan peningkatan aktivitas.</p>
<p>Dari data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), Aktivitas Marapi meningkat sepanjang awal bulan ini. Pada 1 Maret, Marapi sekali erupsi dan 74 kali alami hembusan. Kemudian pada 2 Maret, Marapi 11 kali erupsi dan 46 kali hembusan.</p>
<p>Pada Minggu (3/3), 13 kali erupsi dan 63 kali alami hembusan. Gunung yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu mengalami 26 kali erupsi dan 207 hembusan hingga Senin (4/3/2024) pukul 06.00 WIB.</p>
<p>Kondisi ini semakin membuat resah masyarakat di sekitar gunung berketinggian 2891 dpl itu, yang hampir setiap hari berhadapan dengan guyuran abu vulkanik. Terutama kalangan petani yang sangat mengalami dampaknya kepada tanaman mereka.</p>
<p>Salah satu nagari yang paling marasai diguyur abu vulkanik adalah Paninjauan, Kecamtan X Koto Tanah Datar, yang berada di kaki gunung bagian selatan. Tiap hari diguyur abu vulkanik atau lazim disebut kapundan, membuat mayoritas masyarakatnya yang hidup sebagai petani sangat menderita.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-118456" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/03/2-271x300.jpg" alt="" width="271" height="300" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/03/2-271x300.jpg 271w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/03/2-768x849.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/03/2.jpg 900w" sizes="(max-width: 271px) 100vw, 271px" /></p>
<p>Tanaman sayur-sayuran yang menjadi andalan pendapatan mereka, sudah pasti mengalami kerusakan. Bahkan, tanaman yang sudah tumbuh subur pada akhirnya gagal panen. Hal ini membuat mereka hanya bisa merintih dalam kepasrahan.</p>
<p>&#8220;Mau bilang apa lagi, sudah jalannya seperti ini. Kami hanya bisa berharap dan berdo&#8217;a agar kapundan Marapi ini segera berhenti.&#8221;ucap Firdaus, salah seorang petani yang lahan pertaniannya rusak dilanyau abu vulkanik.</p>
<p>Menurutnya jenis tanaman yang tak tahan dari abu vulkanik yang bersifat daun, seperti sawi, seledri, kol, tomat. &#8220;Kalau sudah terkena kapundan biasanya langsung layu. Apalagi kalau ditambah cuaca panas akan langsung kering dan hangus.&#8221;katanya.</p>
<p>Lain lagi cerita Amirudin, yang tetap berinisiatif memanen sayuran yang penuh abu kapundan, lalu mencucinya. Tapi hal itu tak banyak menolong, karena sayuran tak lagi segar dan harganyapun turun drastis.</p>
<p>Diakui Firdaus dan Amrudin, selama tiga bulan aktivitas vulkanik Gunung Marapi, telah berdampak produksi pertanian di Paninjauan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Padahal Paninjauan sebelumnya dikenal sebagai salah satu sentra penghasil palawija di wilayah tersebut.</p>
<p>Ditanya apakah ada bantuan bagi petani yang terdampak erupsi Marapi dari Pemkab Tanah Datar, memang pernah diminta melaporkan kerugian melalui jorong masing-masing. &#8220;Tapi sampai saat ini belum ada informasi kapan bantuan itu sampai ke petani.&#8221;ucap Amirudin.</p>
<figure id="attachment_118457" aria-describedby="caption-attachment-118457" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-118457" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/03/4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/03/4-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/03/4-1024x768.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/03/4-768x576.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/03/4.jpg 1040w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-118457" class="wp-caption-text">Lahan pertanian yang rusak terkena abu vulkanisk Marapi di Paninjauan. (ist)</figcaption></figure>
<p>Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat di sekitar gunung dan pendaki, pengunjung, wisatawan dilarang memasuki dan tidak melakukan kegiatan di radius 4.5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek).</p>
<p>Kemudian, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.(*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dibawah-guyuran-abu-vulkanik-rintihan-petani-di-kaki-gunung-marapi/">Dibawah Guyuran Abu Vulkanik, Rintihan Petani di Kaki Gunung Marapi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Gunung Marapi &#8220;Batuk&#8221;, Abu turun di Tanah Datar</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bgunung-marapi-batuk-abu-turun-di-tanah-datar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jun 2017 06:47:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#GunungMarapu]]></category>
		<category><![CDATA[#Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#TabahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#Vulkanik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=2018</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar. Gunung Marapi Minggu (4/6/2017) pagi mengeluarkan abunya. Letusan ini terlihat dari semua sisi gunung, karena pagi jelang siang cuaca sangat cerah....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bgunung-marapi-batuk-abu-turun-di-tanah-datar/">​Gunung Marapi &#8220;Batuk&#8221;, Abu turun di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Tanah Datar, Prokabar. </b>Gunung Marapi Minggu (4/6/2017) pagi mengeluarkan abunya. Letusan ini terlihat dari semua sisi gunung, karena pagi jelang siang cuaca sangat cerah.</p>
<figure style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/18888838_1919687394723811_2267143043184328704_n.jpg.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="810" alt="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/18888838_1919687394723811_2267143043184328704_n.jpg.jpg" title="" class="size-full wp-image-2015" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/18888838_1919687394723811_2267143043184328704_n.jpg.jpg 1080w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/18888838_1919687394723811_2267143043184328704_n.jpg-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/18888838_1919687394723811_2267143043184328704_n.jpg-768x576.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/18888838_1919687394723811_2267143043184328704_n.jpg-1024x768.jpg 1024w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Gunung Marapi Mengeluarkan Abu Vulkanik Foto : Instagram @aryvigo</figcaption></figure>
<p>Gunung Marapi batuk sebanyak dua kali. Letusan pertama pada pukul 10.00 WIB dengan ketinggian awan yang dimuntahkan setinggi 300 meter. Batuk yang kedua lebih besar. Pukul 10.30 WIB, gunung memuntahkan abu vulkanik setinggi 700 meter.<br />
Akibatnya sejumlah daerah di Kabupaten Tanah Datar terdampak abu vulkanik. Angin yang membawa awan ke arah timur, membuat Sei Tarab, Salimpauang dan sekitarnya, dihujani abu vulkanik tipis.</p>
<figure style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170604-WA0007.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="607" alt="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170604-WA0007.jpg" title="" class="size-full wp-image-2016" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170604-WA0007.jpg 1080w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170604-WA0007-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170604-WA0007-768x432.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170604-WA0007-1024x576.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170604-WA0007-359x201.jpg 359w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Gunung Marapi Mengeluarkan Abu Vulkanik</figcaption></figure>
<figure style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/18879234_1450777374961720_3350893343574851584_n.jpg.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="955" alt="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/18879234_1450777374961720_3350893343574851584_n.jpg.jpg" title="" class="size-full wp-image-2017" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/18879234_1450777374961720_3350893343574851584_n.jpg.jpg 1080w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/18879234_1450777374961720_3350893343574851584_n.jpg-300x265.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/18879234_1450777374961720_3350893343574851584_n.jpg-768x679.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/18879234_1450777374961720_3350893343574851584_n.jpg-1024x905.jpg 1024w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Gunung Marapi Mengeluarkan Abu Vulkanik Foto : Instagram @rizki.rhmt</figcaption></figure>
<p>Hingga saat ini belum ada peningkatan status Gunung Marapi oleh BMKG.<b> (laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bgunung-marapi-batuk-abu-turun-di-tanah-datar/">​Gunung Marapi &#8220;Batuk&#8221;, Abu turun di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 31/107 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/18 queries in 0.033 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:11:45 by W3 Total Cache
-->