<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#virus Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/virus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/virus/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2021 23:13:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#virus Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/virus/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Janssen dan Covidecia</title>
		<link>https://prokabar.com/bpom-terbitkan-izin-penggunaan-darurat-vaksin-janssen-dan-covidecia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2021 23:13:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#convedecia]]></category>
		<category><![CDATA[#covid]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#janssen]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[#virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94181</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar —Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) bagi vaksin COVID-19 yang mendapat EUA, yaitu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bpom-terbitkan-izin-penggunaan-darurat-vaksin-janssen-dan-covidecia/">BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Janssen dan Covidecia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Jakarta, Prokabar —</strong>Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau </span><span class="s2">emergency use authorization</span><span class="s1"> (EUA) bagi vaksin COVID-19 yang mendapat EUA, yaitu Janssen COVID-19 </span><span class="s2">Vaccine</span><span class="s1"> dan Vaksin Convidecia. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Indikasi penggunaan kedua jenis vaksin ini adalah sama-sama untuk pencegahan COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 pada orang berusia 18 tahun ke atas, dengan pemberian sekali suntikan atau dosis tunggal sebanyak 0,5 ml secara intramuscular.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala BPOM Penny K. Lukito menegaskan bahwa penerbitan EUA untuk kedua jenis vaksin ini juga telah melalui pengkajian yang intensif terhadap keamanan, khasiat, dan juga mutunya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Badan POM selalu berkolaborasi bersama para pakar dalam memastikan pemenuhan standar keamanan, khasiat, dan mutu vaksin. Kami melibatkan para pakar di bidang farmakologi, imunologi, klinisi, apoteker, epidemiologi, virologi, dan biomedik yang tergabung dalam tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin </span><span class="s2">Corona Virus Disease</span><span class="s1"> 2019 (COVID-19), Indonesia </span><span class="s2">Technical Advisory Group on Immunization </span><span class="s1">(ITAGI), serta asosiasi klinisi terkait,” terang Penny dilansir Rabu (8/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dari hasil kajian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari sisi keamanan, secara umum pemberian kedua vaksin tersebut dapat ditoleransi dengan baik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Reaksi lokal maupun sistemik dari pemberian Janssen COVID-19 </span><span class="s2">Vaccine</span><span class="s1"> menunjukkan tingkat keparahan </span><span class="s2">grade </span><span class="s1">1 dan 2. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Demikian pula dengan Vaksin Convidecia. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari pemberian Vaksin Convidecia menunjukkan reaksi ringan hingga sedang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">KIPI lokal yang umum terjadi, antara lain nyeri, kemerahan, dan pembengkakan, serta KIPI sistemik yang umum terjadi adalah sakit kepala, rasa lelah (</span><span class="s2">fatique</span><span class="s1">), nyeri otot (</span><span class="s2">myalgia</span><span class="s1">), mengantuk, mual (</span><span class="s2">nausea</span><span class="s1">), muntah, demam (</span><span class="s2">pyrexia</span><span class="s1">), dan diare.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam hal efikasi, berdasarkan data interim studi klinik fase 3 pada 28 hari setelah pelaksanaan vaksinasi, efikasi Janssen COVID-19 </span><span class="s2">Vaccine</span><span class="s1"> untuk mencegah semua gejala (</span><span class="s2">any symptom</span><span class="s1">) COVID-19 adalah sebesar 67,2 persen dan efikasi untuk mencegah gejala COVID-19 sedang hingga berat (</span><span class="s2">moderate to severe/critical)</span><span class="s1"> pada subjek di atas 18 tahun adalah sebesar 66,1 persen. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara untuk Vaksin Convidecia, efikasi vaksin untuk perlindungan pada semua gejala COVID-19 adalah sebesar 65,3 persen dan untuk perlindungan terhadap kasus COVID-19 berat adalah 90,1 persen.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dari sisi mutu vaksin, Badan POM juga telah melakukan penilaian terhadap mutu kedua vaksin tersebut dengan mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara Internasional dan juga hasil evaluasi terhadap aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) terhadap sarana produksi di Negara asal. Hasilnya, kedua vaksin tersebut telah memenuhi standar persyaratan mutu,” jelas Penny.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Janssen COVID-19 </span><span class="s2">Vaccine</span><span class="s1"> adalah vaksin yang dikembangkan oleh Janssen Pharmaceutical Companies dengan </span><span class="s2">platform Non-Replicating</span><span class="s1"> </span><span class="s2">Viral Vector</span><span class="s1"> menggunakan </span><span class="s2">vector</span><span class="s1"> Adenovirus (Ad26). </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Vaksin ini diproduksi di beberapa fasilitas produksi, antara lain di Grand River USA, Aspen South Africa, dan Catalent Indiana, USA. Di Indonesia, vaksin ini didaftarkan oleh PT Integrated Health Indonesia (IHI) sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan, khasiat, dan mutu vaksin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara, Vaksin Convidecia merupakan vaksin yang dikembangkan oleh CanSino Biological Inc. dan Beijing </span><span class="s2">Institute of Biotechnology</span><span class="s1"> juga dengan </span><span class="s2">platform Non-Replicating</span><span class="s1"> </span><span class="s2">Viral Vector</span><span class="s1"> namun menggunakan </span><span class="s2">vector</span><span class="s1"> Adenovirus (Ad5). </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Vaksin ini diproduksi oleh CanSino Biological Inc, China dan didaftarkan oleh PT Bio Farma sebagai pemegang izin EUA yang akan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan, khasiat, dan mutu vaksin ini di Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kedua vaksin ini juga sama-sama memerlukan kondisi penyimpanan pada suhu khusus, yaitu 2-8 derajat celcius. Khusus Janssen COVID-19 </span><span class="s2">Vaccine</span><span class="s1"> dapat juga disimpan pada suhu minus 20 derajat celcius.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya, Badan POM telah mengeluarkan EUA terhadap tujuh produk vaksin COVID-19, yaitu Vaksin CoronaVac (Sinovac), Vaksin COVID-19 Bio Farma, Vaksin AstraZeneca, Vaksin Sinopharm, Vaksin Moderna, Vaksin Comirnaty (Pfizer and BioNTech), dan Vaksin Sputnik-V. (*)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bpom-terbitkan-izin-penggunaan-darurat-vaksin-janssen-dan-covidecia/">BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Janssen dan Covidecia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Corona Bisa Bedakan Pernikahan Putri Ulama dan Artis</title>
		<link>https://prokabar.com/dokter-ini-bingung-virus-corona-bisa-bedakan-pernikahan-putri-ulama-dan-putri-artis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2021 07:31:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[#Artis]]></category>
		<category><![CDATA[#dokter]]></category>
		<category><![CDATA[#Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[#presiden]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[#virus]]></category>
		<category><![CDATA[Anang Hermansyah]]></category>
		<category><![CDATA[Atta Halilintar]]></category>
		<category><![CDATA[Aurel Hermansyah]]></category>
		<category><![CDATA[Eva Chaniago]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84707</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, prokabar &#8211; Dokter Eva Chaniago mengaku heran dan bingung, karena virus Corona atau Covid-19 bisa membedakan pernikahan putri ulama dan pernikahan putri seorang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dokter-ini-bingung-virus-corona-bisa-bedakan-pernikahan-putri-ulama-dan-putri-artis/">Corona Bisa Bedakan Pernikahan Putri Ulama dan Artis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, prokabar</strong> &#8211; Dokter Eva Chaniago mengaku heran dan bingung, karena virus Corona atau Covid-19 bisa membedakan pernikahan putri ulama dan pernikahan putri seorang artis.</p>
<p>&#8220;Ketika Virus Corona bisa membedakan pernikahan putri Ulama Pejuang dan putri artis,&#8221;kata dia melalui akun media sosialnya, @SridianaEva, Sabtu (3/4/2021).</p>
<p>&#8220;Satunya dikejar sampai mati bak teroris. Satunya mendapat restu paduka,&#8221;lanjut dia.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/akibat-cuaca-ekstrem-sedari-subuh-listrik-padam-di-pasaman/"><strong>Akibat Cuaca Ekstrem, Sedari Subuh Listrik Padam di Pasaman</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/harga-melambung-minggu-pagi-ceria-petani-di-pasar-sayur-padang-panjang/"><strong>Harga Melambung, Minggu Pagi Ceria Petani di Pasar Sayur Padang Panjang</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/pohon-tumbang-akibat-angin-kencang-terus-melanda-agam/"><strong>Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang Terus Melanda Agam</strong></a></li>
</ul>
<p>&#8220;Di situ saya sebagai dokter jadi bingung, andai saya bisa interogasi itu virus Corona, kenapa dia sampai terpapar politik,&#8221; ungkapnya menambahkan cuitan satire itu.</p>
<p>Di Wuhan, kata dia, memang ada laboratorium yang mengembangkan virus corona. Sudah banyak generasi virus ini ada di sana.</p>
<p>&#8220;Tapi apakah virus Corona yang sekarang dari sana terlepas sengaja atau tidak? Saya tidak paham, tidak mau asal bicara, nanti jadi fitnah,&#8221; kata dia.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://milenialisme.com/lifestyle/kenali-manfaat-kulit-ayam-untuk-kesehatan-dan-diet/"><strong>Kenali Manfaat Kulit Ayam untuk Kesehatan dan Diet</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/bola-2/prediksi-tiga-calon-pelatih-semen-padang-fc/"><strong>Prediksi Tiga Calon Pelatih Semen Padang FC</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/pelantikan-wali-kota-padang-menanti-arahan-gubernur/"><strong>Pelantikan Wali Kota Padang Menanti Arahan Gubernur</strong></a></li>
</ul>
<p>Saat pernikahan Aurel Hermansyah, putri Kris Dayanti dan Anang Hermansyah, dengan youtuber kondang, Atta Halilintar, Presiden Joko Widodo menghadiri pernikahan wah itu.</p>
<p>Tidak hanya presiden, juga tampak hadir sejumlah pejabat negara lainnya, termasuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua MPR, Bambang Soesatyo.</p>
<p>Bahkan televisi menyiarkan pesta tersebut secara langsung selama berjam-jam.</p>
<p>Tak hanya Dokter Eva Chaniago,  kehadiran Presiden Joko Widodo dalam pesta pernikahan tersebut juga menarik perhatian netizen.</p>
<p>Tak sedikit yang mengungkit kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, saat pernikahan anak Habib Rizieq Shihab.</p>
<p>Pesta tersebut kemudian menyeret Habib Rizieq ke ranah hukum.</p>
<p>Di Twitter, Tagar mengenai Petamburan memuncaki trending di Media Sosial beberapa waktu lalu. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dokter-ini-bingung-virus-corona-bisa-bedakan-pernikahan-putri-ulama-dan-putri-artis/">Corona Bisa Bedakan Pernikahan Putri Ulama dan Artis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dr Terawan dan Korban Covid-19, Riwayatmu Kini</title>
		<link>https://prokabar.com/dr-terawan-dan-korban-covid19-riwayatmu-kini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2020 05:09:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#Terawan]]></category>
		<category><![CDATA[#virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=76051</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukar melupakan pernyatan Menkes Terawan di awal-awal covid merebak di Tanah Air. Ingat, ketika Presiden RI mengumumkan pasien covid #1 dan #2, waktu itu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dr-terawan-dan-korban-covid19-riwayatmu-kini/">Dr Terawan dan Korban Covid-19, Riwayatmu Kini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sukar melupakan pernyatan Menkes Terawan di awal-awal covid merebak di Tanah Air. Ingat, ketika Presiden RI mengumumkan pasien covid #1 dan #2, waktu itu Terawan baru saja bicara seperti ini. “Tidak diobatin pun ( yang tertular virus ) akan sembuh sendiri”.</p>
<p>Apa yang terjadi? Pasien 1 &amp;2 lebih tiga minggu jalani pengobatan di RS. Sebagai dokter, Terawan pasti tahu persis, flu seringan apapun mesti diobati. Minimal dokter akan minta pasien selain minum obat juga harus istirahat di rumah ( supaya tidak menularkan flunya ke orang lain)<br />
Terawan juga tahu pasti persis, warga kita yang dievakusi dari Wuhan pun perlu karantina selama dua minggu di pulau. Di sana juga dikasih obat-obatan dan vitamin. Begitu juga dengan ABK yang dievakuasi dari kapal pesiar : dua minggu lamanya jalani karantina di Pulau Seribu. Dua peristiwa itu cukup menjelaskan betapa berbahanya virus covid19. Beruntung dengan isolasi, semua selamat. Pelajaran berharga dari dua kamp karantina itu: kita bisa selamat dengan protokol kesehatan sederhana, ya itu tadi : mengisolasi diri.</p>
<p><strong>Diborgol</strong></p>
<p>Pada awalnya, ketika nitizen heboh, diikuti media mainstream, saya meragukan Terawan bicara begitu. Saya coba riset beberapa media terpercaya, termasuk memutar kembali video yang memuat pernyataan Terawan secara langsung. Audio visual kecil kemungkinannya bisa dplintir. Hasil penelusuran : terbukti Terawan memang bicara begitu. Seminggu lalu viral lagi pernyataan lama Terawan soal masker. Yang beredar, video klip pernyataannya di Kompas TV. Ia mengatakan, masker hanya dipakai orang yang sakit. Supaya tidak menularkan penyakitnya pada lain orang. Yang tidak merasa sakit tidak perlu pakai masker. Dari data BPS masker paling banyak dipakai warga sekarang : 92 % warga Indonesia menggunakan masker. Memang itulah sebaik-baik “ obat” untuk sementara ini. Sebelum vaksin dan obat-obatan lainnya diizinkan beredar.</p>
<p>Sejak tiga bulan terakhir petugas merazia warga yang tidak memakai masker. Ada yang dapat sanksi “push up”, menyapu, sampai denda uang. Di Singapura lebih ketat lagi. Ada video beredar yang memperlihatkan warga yang tidak bermasker marah ditegur langsung diringkus dan diborgol tangannya oleh petugas.Masker saja pun sampai dirinci jenisnya : mana yang efektif mana yang tidak.</p>
<p>Beberapa hari ini saya berdiskusi dengan beberapa teman yang terpapar covid 19. Ada teman, tetangga. Seisi rumah terpapar covid. Dimulai oleh orang tua mereka, menyusul kemudian kawan itu dan isterinya, lalu anaknya. Semua dirawat di RS. Kawan inilah dulu sempat diberitakan media karena diharuskan membayar Rp. 700 juta biaya dua minggu pertama perawatan di RS. Padahal, pemerintah menjamin biaya pasien covid dipikul negara. Kini, kawan itu sudah sembuh setelah lebih sebulan di RS. Kecuali orang tuanya, yang wafat setelah dirawat dua minggu. Yang saya mau ungkap, orang tua mereka tidak pernah keluar rumah. Tidak ada yang sakit di rumah itu sebelumnya. Hasil penelusuran, penularan muncul dari kunjungan anak cucunya yang datang menengok sang orang tua. Kesimpulan sementara, ada di antara keluarganya yang carrier tak sadar membawa virus ke orang tuanya. Tidak ada gejala sakit sama sekali. Sampai di sini, penulis ingat lagi pernyataan Terawan soal masker dan orang sakit.</p>
<p>Dua minggu terakhir saya terlibat percakapan dengan beberapa sahabat yang saat ini menjadi pasien covid. Kisah ini mendukung pula kisah tetangga di atas. Seperti yang dialami pasangan Raja Sinetron Raam Punjabi dan Raakhee, isterinya. Saya sangat mengenal keluarga ini sangat perduli pada kesehatan, kontrol teratur karena ia memang pekerja keras. Gaya hidupnya higienis. Rumah, kantor, dan rumahnya resik. Menerima tamu sangat selektif. Toh terpapar juga. Kabarnya, tertular dari pembantu di rumah. Minggu (18/10) pagi tadi Raakhee mengirim salam, minta didoakan, sambil menginformasikan kondisinya hari ini. Mereka sudah 17 hari dirawat di RS. Rencananya, hari ini lepas infus. Tapi mereka tetap masih akan dirawat di kamar pasien covid entah sampai kapan. Betapa panjang urusan jika seseorang positif covid19. Semalam, saya berbicara via WA dengan wartawati senior Dian Islamiati Fatwa. Sudah memasuki hari ketiga dirawat RS karena positif covid. Beruntung Dian masih bisa menulis menuangkan kisahnya secara runut. Dari pengalamannya sejak diswab, divonis positif covid, dijemput ambulance dari rumah, hingga apa yang dia rasakan dalam masa perawatan.</p>
<p>Tahu sumber yang menulari Anda?</p>
<p>“ Nggak tahu lah Bang, kita kan bisa saja berinteraksi dengan teman yang mungkin OTG,”, katanya. Virus covid, seperti julukan Dian dalam tulisannya di laman FB adalah “ invisible enemy” ( musuh yang tak terlihat).</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dr-terawan-dan-korban-covid19-riwayatmu-kini/">Dr Terawan dan Korban Covid-19, Riwayatmu Kini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sisi Lain Dampak Virus Corona, Siap-siap Planet Ini Kehilangan Sepakbola?</title>
		<link>https://prokabar.com/sisi-lain-dampak-virus-corona-siap-siap-planet-ini-kehilangan-sepakbola/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2020 01:46:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#corona]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#SepakBola]]></category>
		<category><![CDATA[#virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=61653</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Penyebaran virus corona atau Coved-19 yang mulai berkambang kota Wuhan, Cina, pada akhir 2019, sekarang sudah menyabar ke seluruh penjuru dunia,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sisi-lain-dampak-virus-corona-siap-siap-planet-ini-kehilangan-sepakbola/">Sisi Lain Dampak Virus Corona, Siap-siap Planet Ini Kehilangan Sepakbola?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Penyebaran virus corona atau Coved-19 yang mulai berkambang kota Wuhan, Cina, pada akhir 2019, sekarang sudah menyabar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Britania Raya, Amerika Serikat, Australia, sejumlah negara Eropa, bahkan Indonesia.</p>
<p>Virus yang dikhawatirkan jadi pendemi yang mengancam dunia itu membuat berbagai sektor kehidupan mulai terkena dampaknya, tak terkecuali sepakbola. Kemungkinan terburuk adalah; planet ini akan kehilangan sepakbola!</p>
<p>Bagaimana dampak virus Corona terhadap sepakbola? sinyal yang terlihat mulai sangat serius pada sederet event olahraga yang paling digemari di muka bumi ini. Aktivitas sepakbola mulai tunda, bahkan sudah ada dihentikan di berbagai negara.</p>
<p>Di negara &#8220;tuanrumah&#8221; virus, Piala Super Cina yang pada awalnya direncanakan digelar pada 5 Februari telah ditunda. Liga Champions Asia juga terdampak dengan AFC mengambil sikap menunda duel-duel babak grup.</p>
<p>Pertandingan-pertandingan yang melibatkan tim-tim asal Cina dijadwal ulang hingga April dan Mei 2020 sementara babak 16 besar Zona Timur ditunda hingga 16 dan 17 Juni, sementara leg kedua dimainkan 23 dan 24 Juni.</p>
<p>Liga Super Cina 2020, yang seharusnya sudah dimainkan pada 22 Februari ditunda hingga waktu tak terbatas, keputusan ini diambil Federasi Sepakbola Cina setelah berkonsultasi dengan pemerintah. J-League dan K-League juga mendapat penundaan.</p>
<p>Ketidakpastian tersebut secara natural berdampak pada kehidupan para bintang sepakbola, sejumlah nama tenar lapangan hijau sekarang dispekulasikan bakal meninggalkan negara tersebut.</p>
<p>Kualifikasi sepakbola untuk Olimpiade Tokyo 2020 yang melibatkan Australia, Thailand dan Cina Taipei di awal Februari yang rencananya dimainkan di Cina telah dipindahkan sepenuhnya ke Sydney.</p>
<p>&#8220;Keamanan semua pemain, ofisial dan fans adalah tujuan tertingi Federasi Sepakbola Australia dan Konfederasi Sepakbola Asia,&#8221; tutur ketua umum FFA Chris Nikou. &#8220;Dan kami yakin kami bisa dengan sukses menggelar turnamen di Sydney.&#8221;</p>
<p>Tidak ada pemain asal Wuhan di skuad putri Tiongkok, dan semua pemain harus menjalani tes virus corona dan dinyatakan negatif untuk ikut terbang beresama rombongan.</p>
<p>AFC juga mengumumkan penundaan Kejuaraan Futsal Asia yang seharusnya diselenggarakan di Turkmenistan antara 26 Februari dan 8 Maret karena kekhawatiran wabah ini. Ofisial AFC juga dipastikan bakal menemui FIFA untuk membahas status pertandingan-pertandingan kualifikasi Piala Asia 2023 dan Piala Dunia 2022 yang dijadwalkan pada Maret dan Juni 2020.</p>
<p>Di Eropa, Corona juga sudah mengguncang sepakbola Italia. Sejumlah pertandingan Serie A Italia telah ditunda seiring wabah yang terjadi di bagian selatan negara tersebut. Duel final Coppa Italia sudah dipastikan diubah ke akhir Mei.</p>
<p>Mengingat skala wabah di Italia yang ditambah fakta negara-negara tuan rumah Euro 2020 sedang bekerja keras untuk mencegah penyebaran, maka timbul kekhawatiran soal gelaran Euro pada musim panas nanti. EUFA telah mengeluarkan isyarat sedang memantau situasi dengan seksama dan mereka akan mengikuti kebijakan dari negara-negara yang terdampak.</p>
<p>Di Inggris, Odion Ighalo yang dibeli Manchester United harus menghabiskan awal-awal petualangannya di Old Trafford dengan menjauh dari anggota skuad mengingat dia dipinjam dari klub Tiongkok Shanghai Shenhua, sementara sederet tim Liga Primer lainnya sudah menyatakan melarang bersalaman di komplek latihan.</p>
<p>Pertandingan di Swiss yang seharusnya digelar pada awal Maret telah ditunda, sementara tim LaLiga Spanyol Valencia, sudah mengambil langkah untuk meminimalkan dampak dengan membatalkan sejumlah event yang mengharuskan mereka berinterasi dengan pihak luar. Sementara itu tim Ligue 1 Prancis Saint-Etienne sudah menutup sesi latihan terbuka mingguan.</p>
<p>Pembatasan kontak fisik juga sedang dijajaki oleh klub-klub di Benua Biru, sementara ide untuk menggelar pertandingan Liga Europa dan Liga Champions tanpa penonton mulai menggelinding.</p>
<p>Kembali ke Asia, Selain Cina, Jepang, dan Korea yang sudah menghentikan Liga mereka, Federasi Sepakbola Thailand-pun kemarin juga memutuskan untuk menghentikan Liga mereka sampai batas waktu yang belum di tentukan.</p>
<p>Bagaimana di Indonesia? kekhawatirkan akan virus mulai menghantui sepakbola Indonesia, pasca dipastikan adanya warga Indonesia yang positif terjangkit Coved-19. Liga 1 mulai was-was.</p>
<p>Pekan kedua Liga 1 akhir pekan ini, akan ada laga big match antara Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya. Laga ini sangat berpotensi mengumpulkan banyak suporter kedua tim di Gelora Bung Karno, mengingat laga ini penuh gengsi, rivalitas tinggi, dan punya basis suporter yang luar biasa besar, The Jak dan Bonek.</p>
<p>Isu Virus Corona yang mulai masuk ke Indonesia, menimbulkan wacana laga penuh gengsi ini akan digelar tanpa penonton. Sekali lagi, bersiaplah untuk kehilangan sepakbola<strong>.(mht)</strong></p>
<p>*)Dari berbagai sumber</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sisi-lain-dampak-virus-corona-siap-siap-planet-ini-kehilangan-sepakbola/">Sisi Lain Dampak Virus Corona, Siap-siap Planet Ini Kehilangan Sepakbola?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hingga Saat Ini Belum Ada Vaksin dan Obat nCoV</title>
		<link>https://prokabar.com/hingga-saat-ini-belum-ada-vaksin-dan-obat-ncov/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2020 03:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#cina]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#nCov]]></category>
		<category><![CDATA[#novelCoronavirus]]></category>
		<category><![CDATA[#virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57904</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Novel Coronavirus (2019-nCoV) merupakan virus jenis baru yang masih satu keluarga dengan SARS dan MERS. Virus ini menyebabkan penyakit ringan hingga berat....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hingga-saat-ini-belum-ada-vaksin-dan-obat-ncov/">Hingga Saat Ini Belum Ada Vaksin dan Obat nCoV</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> <span class="s2">Novel Coronavirus (2019-nCoV) merupakan virus jenis baru yang masih satu keluarga dengan SARS dan MERS. Virus ini menyebabkan penyakit ringan hingga berat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Virus ini menjadi menjadi penyebab wabah Pneumonia di Kota Wuhan, Tiongkok yang indikasi penularannya dari manusia ke manusia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu mengatakan nCoV saat ini belum ada vaksinnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Negara yang terjangkitpun masih mencari cara bagaimana menghentikan penularannya. Obat untuk nCoV juga belum ada dan saat ini yang diobati adalah gejalanya,&#8221; kata Wiendra.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kementerian Kesehatan menginformasikan gejala-gejala nCoV, yaitu demam lebih dari 38 derajat celsius, batuk, dan sesak napas yang membutuhkan perawatan di rumah sakit (RS).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Gejala ini diperberat jika penderita merupakan usia lanjut, memiliki penyakit penyerta lainnya seperti penyakit paru obstruktif menahun atau penyakit jantung.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Untuk kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, bahkan kematian.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap tetang dan selalu waspada,&#8221; seperti yang dikutip dari akun twitter resmi @KemenkesRI. <b>(*)</b></span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hingga-saat-ini-belum-ada-vaksin-dan-obat-ncov/">Hingga Saat Ini Belum Ada Vaksin dan Obat nCoV</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Antisipasi Wabah Virus Korona</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-antisipasi-wabah-virus-korona/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2020 15:15:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#virus]]></category>
		<category><![CDATA[#viruskorona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57878</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus korona sekaligus meningkatkan kesiagaan. Hal itu menanggapi kasus penyebaran...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-antisipasi-wabah-virus-korona/">Pemerintah Antisipasi Wabah Virus Korona</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus korona sekaligus meningkatkan kesiagaan. Hal itu menanggapi kasus penyebaran virus tersebut yang telah dikonfirmasi di sejumlah negara Asia Tenggara.</p>
<p>&#8220;Yang paling penting, kita waspada, hati-hati. Saya sudah perintahkan ke Menteri Kesehatan untuk diawasi secara detail,&#8221; ujarnya di Istana Negara, Jumat (24/1).</p>
<p>Sebagai langkah preventif, pemerintah telah memperketat pengawasan di bandara untuk mendeteksi dan memantau suhu tubuh penumpang dalam rangka pemeriksaan awal.</p>
<p>&#8220;Kita juga sudah siap mengecek dengan _scanner_ setiap kedatangan dari luar, siapapun, yang kita perkirakan kemungkinan besar terjangkit (virus) ini,&#8221; kata Presiden.</p>
<p>Kepala Negara melanjutkan, berdasar informasi yang diterimanya, hingga kini belum terdapat indikasi menyebarnya virus tersebut di Indonesia. Meski demikian, pihaknya akan terus memantau perkembangan dari wabah tersebut.</p>
<p>&#8220;Tapi sampai sekarang, informasi yang saya terima dan moga-moga seterusnya, tidak ada yang terjangkit (virus) korona,&#8221; tandasnya. (<b>beb</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-antisipasi-wabah-virus-korona/">Pemerintah Antisipasi Wabah Virus Korona</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Gejala dan Tanda Jika Terkena Monkeypox</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-dia-gelaja-dan-tanda-jika-terkena-monkeypox/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2019 00:12:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#monkeypox]]></category>
		<category><![CDATA[#virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=37345</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) Monkeypox biasanya enam hingga...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-gelaja-dan-tanda-jika-terkena-monkeypox/">Ini Dia Gejala dan Tanda Jika Terkena Monkeypox</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) Monkeypox biasanya enam hingga 16 hari, tetapi dapat berkisar dari lima hingga 21 hari.</p>
<p>Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono melalui keterangan resmi  yang diterima Sabtu (18/5), menegaskan Monkeypox hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium.</p>
<p>“Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus Monkeypox. Pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul,” kata Anung.</p>
<p>Gejala yang timbul berupa demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas serta ruam pada kulit muncul pada wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.</p>
<p>Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga tiga minggu sampai ruam tersebut menghilang.</p>
<p>Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari. Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien, dan tingkat keparahan komplikasi.</p>
<p>Kasus kematian bervariasi tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. Secara umum, kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap penyakit Monkeypox.</p>
<p>Anung berpesan kepada pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit Monkeypox agar segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala-gejala dan tanda Monkeypox. Juga menginformasikan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya.</p>
<p>Kepada petugas kesehatan, Anung mengingatkan agar menggunakan alat pelindung, minimal sarung tangan dan masker saat menangani pasien atau binatang yang sakit.</p>
<p>Wilayah terjangkit Monkeypox secara global yaitu Afrika Tengah dan Barat (Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon and Sudan Selatan. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-gelaja-dan-tanda-jika-terkena-monkeypox/">Ini Dia Gejala dan Tanda Jika Terkena Monkeypox</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Awas, Virus Petya Sedang Mengincar Komputer Anda</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bawas-virus-petya-sedang-mengincar-komputer-anda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jun 2017 19:59:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Petya]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#virus]]></category>
		<category><![CDATA[#VirusPetya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=2479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa bulan lalu baru saja kita dikejutkan dengan serangan ransomware “Wannacry”, kali ini kita dikejutkan kembali dengan serangan siber yang mirip dengan ransomware tersebut...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bawas-virus-petya-sedang-mengincar-komputer-anda/">​Awas, Virus Petya Sedang Mengincar Komputer Anda</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa bulan lalu baru saja kita dikejutkan dengan serangan ransomware “Wannacry”, kali ini kita dikejutkan kembali dengan serangan siber yang mirip dengan ransomware tersebut dimana korban harus membayarkan sejumlah uang “bitcoin” untuk mendapatkan kunci dekripsi<br />
Ransomware “Petya” dikabarkan telah menyebar begitu cepat dan menginfeski beberapa pengguna komputer di sebagian negara eropa seperti Rusia, Denmark, Ukraina, Spanyol, Prancis, Inggris serta India. Komputer yang menangani sistem perbankan, telekomunikasi dan jaringan listrik di sebagian negera seperti Rusia dan Ukraina di kabarkan menjadi korban keganasan malware ini hingga menyebabkan sistem lumpuh total.</p>
<p>Virus ‘Petya’ sangat berbahaya, karena akan me-reboot system dan membajak komputer, serta mengenkripsi tabel file master hard drive (master file table-MFT) dan membuat master boot record (MBR) tidak dapat dioperasikan, membatasi akses ke sistem penuh dengan menyita informasi tentang nama file, ukuran, dan lokasi pada disk fisik.</p>
<p>Virus Malware Petya dapat menggantikan master boot record (MBR) komputer dengan kode berbahaya yang menampilkan pesan permintaan tebusan (ransom) dan membuat komputer tidak dapat melakukan booting.</p>
<p><b>Bagaimana cara agar komputer anda tidak ikut terinfeksi, berikut tipsnya:</b></p>
<p>1. “Petya” membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk dapat menginfeksi komputer . Komputer anda seperti melakukan proses “checking disk CHKDSK” padahal saat ini lah “Petya” mengenkripsi hard drive anda. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mematikan komputer dan segera ambil file-file penting anda dari komputer dengan LiveCD.</p>
<p>2. “Petya” memanfaatkan kelemahan pada Microsoft SMBv1 sama seperti “Wannacry” sehingga pencegahan dapat dilakukan dengan mengisntall patch MS17-010 atau menonaktifkan fungsi SMBv1. Anda tetap bisa menggunakan fungsi SMB pada Microsft Windows, dengan menggunakan SMBv2, SMBv3.</p>
<p>3. Update Signature antivirus/antimalware, beberapa produk antivirus dilaporkan telah dapat mendeteksi “Petya”.</p>
<p>4. Untuk administrator system pada jaringan network besar, pastikan Intrusion Prevention System (IPS) telah terupdate dengan signature terbaru dan lakukan monitoring pada port service 139/445 di firewall anda, lakukan pencegahan dengan mematikan service tersebut apabila terdapat aktivitas yang mencurigakan.</p>
<p>5. Gunakan system restore untuk mengembalikan komputer Anda jika ternyata terjangkit ransomware “Petya”</p>
<p>Untuk saat ini belum ada cara mengatasi komputer yang terkena malware ini, opsi terburuk adalah menginstal ulang komputer anda dengan asumsi anda telah mengambil file penting pada komputer anda. Hal yang terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan melakukan pencegahan malware tersebut.</p>
<p><img decoding="async" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170629-WA0002.jpg" class="wp-image-848 alignnone size-full"></p>
<p><img decoding="async" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170629-WA0003.jpg" class="wp-image-847 alignnone size-full"></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bawas-virus-petya-sedang-mengincar-komputer-anda/">​Awas, Virus Petya Sedang Mengincar Komputer Anda</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ransomeware, Bisakah Diperbaiki ?</title>
		<link>https://prokabar.com/ransomeware-bisakah-diperbaiki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 May 2017 12:54:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#ransomeware]]></category>
		<category><![CDATA[#virus]]></category>
		<category><![CDATA[#wannacry]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=1242</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang-Prokabar. Maraknya kabar tentang virus komputer yang menyerang 150 negara dan lebih dari 200 ribu komputer membuat kita bertanya-tanya bisakah file yg diserang virus tersebut...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ransomeware-bisakah-diperbaiki/">Ransomeware, Bisakah Diperbaiki ?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang-Prokabar. </b>Maraknya kabar tentang virus komputer yang menyerang 150 negara dan lebih dari 200 ribu komputer membuat kita bertanya-tanya bisakah file yg diserang virus tersebut kembali seperti semula ?</p>
<p>Logika nya seperti ini file terdiri dari ribuan higga jutaan data di dalamnya, Anggap file data itu adalah susunan puzzle. Kemudian virus ransomware tersebut mengacak-acak susunannya sesuai pola yang telah ditentukan pembuatnya.</p>
<p>Maka satu-satunya cara untuk mengembalikan sesuai susunan semula, kita perlu minta pola acakannya ke pembuat ransomware. Inilah yg perlu ditebus dengan sejumlah uang. Tanpa itu, kita tidak akan bisa memulihkan susunan warna puzzle nya seperti di awal. Dan jika susunannya tidak seperti semula, maka data itu tidak bisa digunakan lagi.</p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-139 alignnone size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/05/1000COLOURS_randomn_dense_full.jpg" /><br />
Jadi dari logika diatas rasanya  sudah terjawab bukan. Wanna cry? <b>(eda)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ransomeware-bisakah-diperbaiki/">Ransomeware, Bisakah Diperbaiki ?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 40/210 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/17 queries in 0.023 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 18:17:46 by W3 Total Cache
-->