<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Viral Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/viral/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/viral/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Apr 2025 03:47:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Viral Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/viral/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Generasi Oversharing, Ketika Literasi Digital Remaja Tersandera  oleh Validasi Sosial</title>
		<link>https://prokabar.com/generasi-oversharing-ketika-literasi-digital-remaja-tersandera-oleh-validasi-sosial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2025 03:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelebihan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Oversharing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=126793</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Yuwanda Efrianti Peserta Study Literacy Camp (SLC) UIN Imam Bonjol Padang  Setiap hari, berjuta-juta cerita, foto, hingga video diunggah ke media sosial. Semua...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/generasi-oversharing-ketika-literasi-digital-remaja-tersandera-oleh-validasi-sosial/">Generasi Oversharing, Ketika Literasi Digital Remaja Tersandera  oleh Validasi Sosial</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis: Yuwanda Efrianti<br />
Peserta Study Literacy Camp (SLC)<br />
UIN Imam Bonjol Padang </strong></p>
<p>Setiap hari, berjuta-juta cerita, foto, hingga video diunggah ke media sosial. Semua berlomba menarik perhatian, menciptakan ilusi bahwa kehidupan sempurna hanya sejauh <em>swipe</em>. Di balik gempuran konten tersebut, ada fenomena yang semakin mengakar di kalangan remaja, yaitu<a href="https://prokabar.com/"> <strong><em>oversharing</em></strong>.</a></p>
<p>Bukan hal baru jika media sosial menawarkan panggung untuk setiap individu, tetapi saat remaja menjadi aktor utamanya, cerita ini berubah menjadi ajang pencarian validasi. Oversharing, atau kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan, sudah menjadi semacam tren tak kasat mata, validasi sosial menjadi mata uang, diukur melalui jumlah <em>&#8220;like,&#8221; &#8220;komen,&#8221; dan &#8220;share.&#8221;</em> Sebuah postingan sederhana bisa menjadi tiket menuju popularitas, sementara diam berarti kehilangan relevansi. Bagi remaja, ini bukan hanya tentang berbagi pengalaman, tetapi tentang mencari pengakuan dalam bentuk angka di layar. Masalahnya, tindakan ini bukan sekadar persoalan teknis, lebih dari itu, ini adalah cerminan dari lemahnya literasi digital.</p>
<p>Ironisnya, meski generasi muda sering dianggap <em>tech-savvy,</em> realitasnya justru berkebalikan. Remaja yang tumbuh di era informasi ini lebih sering terjebak dalam perangkap validasi sosial daripada memanfaatkan teknologi secara cerdas. Oversharing bukan lagi sekadar pilihan pribadi, melainkan bagian dari <strong>&#8220;kebutuhan sosial&#8221;</strong> yang dikondisikan oleh algoritma.</p>
<p>Artikel ini akan mencoba menggali lebih dalam kenapa fenomena oversharing ini begitu masif pada kalangan remaja? Apakah ini hanya soal kebiasaan digital, atau ada sesuatu yang lebih besar di baliknya? Dan, yang paling penting, bagaimana generasi muda bisa keluar dari jebakan ini?</p>
<p>Selamat datang pada era di mana informasi menjadi mata uang baru, dan privasi adalah harga yang harus dibayar.</p>
<h2><strong>Apa itu Oversharing? </strong></h2>
<p>Oversharing merupakan kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan di ruang digital, seperti detail kehidupan pribadi, lokasi, hubungan, bahkan konflik yang seharusnya bersifat intim, hal ini merupakan salah satu perilaku yang kian mengakar di kalangan remaja. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan postingan tentang lokasi seseorang saat ini, konflik pribadi yang diumbar tanpa filter, atau curhatan panjang tentang masalah keluarga. Di satu sisi, media sosial menawarkan kebebasan berbagi, tetapi di sisi lain, ia menciptakan risiko tersembunyi yang jarang disadari.</p>
<p>Sejalan dengan itu, Adikara, Muhfizaturrahmah, &amp; Wardani, (2021) juga mengatakan bahwa oversharing bukanlah sekadar aktivitas berbagi, melainkan bentuk kebutuhan psikologis untuk diperhatikan dan diakui. Ketika remaja membagikan sesuatu di media sosial, mereka tidak hanya berbicara kepada teman-teman mereka, tetapi juga kepada penonton global yang luas, yang sering kali memberikan umpan balik dalam bentuk like, komentar, atau share.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h2><strong>Mengapa Oversharing Masif di Kalangan Remaja? </strong></h2>
<p>Remaja berada dalam fase pencarian jati diri, di mana penerimaan sosial menjadi sangat penting. Media sosial menyediakan panggung yang ideal untuk ini. Setiap unggahan dianggap sebagai cerminan identitas mereka, dan jumlah like atau komentar menjadi indikator nilai diri. Penelitian dari jurnal (Dewi Bunga, Cokorde Istri Dian Laksmi Dewi, &amp; Kadek Ary Purnama Dewi, 2022) mengungkapkan bahwa 78% remaja merasa cemas ketika unggahan mereka tidak mendapatkan respons yang diharapkan.</p>
<p>Meski generasi muda sering dianggap lebih <strong>&#8220;melek teknologi,&#8221;</strong> namun, pemahaman mereka tentang konsekuensi digital masih minim. Buku <em>Digital Minimalism</em> karya Cal Newport (Newport, n.d.) menyebutkan bahwa remaja cenderung mengabaikan risiko jangka panjang dari oversharing, seperti pelanggaran privasi, bullying, atau bahkan kejahatan siber. Hal ini diperparah dengan absennya pendidikan literasi digital yang memadai, baik di sekolah, masyarakat maupun dalam keluarga.</p>
<p>Media sosial juga menciptakan ilusi bahwa setiap individu memiliki kebebasan penuh untuk mengekspresikan diri. Sejalan dengan itu Dewi Bunga et al., (2022), mengatakan bahwa kebebasan ini sebenarnya dibatasi oleh algoritma yang dirancang untuk memaksimalkan keterlibatan. Algoritma tersebut memengaruhi apa yang kita lihat, bagikan, dan tanggapi. Remaja sering kali merasa bahwa mereka mengendalikan narasi digital mereka, padahal kenyataannya mereka terjebak dalam ekosistem yang diarahkan untuk mengoptimalkan perhatian dan keuntungan platform.</p>
<p>Tak hanya itu, saat ini remaja cenderung mengikuti tren yang sedang populer di kalangan teman-temannya. Misalnya, tren membagikan <em>“morning routine” </em>atau <em>“a day in my life”</em> di TikTok mendorong remaja lain untuk melakukan hal serupa agar dianggap relevan, perilaku ini didorong oleh teori penularan sosial, di mana individu meniru tindakan orang lain untuk merasa menjadi bagian dari kelompok tertentu.</p>
<p>Terakhir, di era yang serba cepat ini, menjadi &#8220;terlihat&#8221; di media sosial hampir sama pentingnya dengan eksistensi itu sendiri. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) mendorong remaja untuk terus membagikan momen mereka, meskipun itu berarti mengorbankan privasi. Sejalan dengan itu artikel (Diponegoro, 2023) juga membuktikan bahwa 65% remaja merasa harus memposting sesuatu agar tetap relevan di mata teman-temannya.</p>
<p>Fenomena ini menciptakan paradoks tersendiri, di satu sisi, media sosial memberikan ruang bagi remaja untuk mengekspresikan diri secara bebas. Namun di sisi lain, kebebasan ini justru berubah menjadi tekanan sosial yang membatasi pilihan mereka. Remaja merasa &#8220;harus&#8221; terus berbagi untuk tetap relevan, meskipun itu berarti mengorbankan privasi dan keamanan mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Validasi Sosial sebagai Penghambat Literasi Digital </strong></h2>
<p>Fenomena validasi sosial telah menjadi sorotan utama dalam literasi digital, terutama di kalangan remaja. Penelitian terbaru dari (Fitri&amp;Muzammil, 2024) menemukan bahwa remaja yang terlalu bergantung pada validasi sosial berupa like, komentar, dan share di media sosial memiliki skor literasi digital yang lebih rendah dibandingkan dengan remaja yang tidak terlalu memedulikan reaksi audiens. Hal ini menunjukkan bahwa validasi sosial tidak hanya memengaruhi pola pikir, tetapi juga kemampuan seseorang untuk memahami aspek keamanan dan privasi digital.</p>
<p>Menurut laporan tersebut, 7 dari 10 remaja yang aktif di media sosial lebih memilih popularitas dibandingkan perlindungan privasi. Mereka cenderung mengabaikan aturan dasar seperti pengaturan keamanan akun, memfilter informasi yang dibagikan, hingga membaca kebijakan privasi platform. Dalam jangka panjang, ketergantungan pada validasi sosial menjadi perangkap digital yang membuat mereka rela mengorbankan privasi demi popularitas.</p>
<p>Menurut data dari (Dewi Bunga et al., 2022), hanya 40% remaja di Indonesia yang memiliki pemahaman memadai tentang literasi digital, termasuk aspek keamanan data pribadi. Sementara itu, 60% lainnya menunjukkan kurangnya kesadaran akan risiko yang terkait dengan penggunaan media sosial.  Lebih lanjut, studi yang sama juga menemukan bahwa 68% remaja cenderung membagikan informasi sensitif seperti lokasi, aktivitas sehari-hari, hingga permasalahan detail keluarga tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Fakta ini memperjelas bagaimana literasi digital yang rendah dapat membuat remaja lebih rentan terhadap ancaman seperti pencurian identitas, perundungan online, atau eksploitasi data pribadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Contoh Nyata Fenomena Oversharing  </strong></h2>
<p>Pada November 2024, sebuah kasus viral di TikTok menyoroti seorang remaja yang membagikan video berisi pengakuan tentang konflik dengan teman dekatnya. Dalam video berdurasi dua menit itu, ia menyebutkan nama lengkap, menyertakan tangkapan layar percakapan pribadi, dan bahkan menunjukkan beberapa bukti transfer uang yang terlibat dalam perselisihan tersebut. Video ini mencapai lebih dari 1 juta tayangan dalam waktu 48 jam, dengan lebih dari 300 ribu likes dan 20 ribu komentar.</p>
<p>Namun, tak lama kemudian, masalah mulai muncul. Salah satu pihak yang disebutkan dalam video tersebut mengajukan pengaduan hukum, menuduh penyebaran informasi pribadi yang melanggar privasi. Di sisi lain, netizen yang penasaran mulai menyelidiki akun-akun terkait, menyebarkan data lebih lanjut seperti alamat rumah dan tempat kerja individu yang terlibat. Fenomena ini menjadi viral di Twitter dan Instagram, menambah eskalasi konflik.</p>
<p>Menurut laporan dari <em>We Are Social</em> dan <em>Hootsuite</em> (2024), TikTok menjadi platform dengan tingkat interaksi tertinggi di Indonesia, di mana 78% penggunanya berusia di bawah 30 tahun (Dewi Bunga et al., 2022). Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa sebanyak 65% remaja Indonesia merasa nyaman membagikan cerita pribadi secara online, tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang. Hal ini diperkuat oleh temuan dalam laporan <em>Digital Literacy Index</em> (2024), yang menunjukkan bahwa hanya 34% remaja Indonesia yang memiliki literasi digital pada tingkat dasar, termasuk pemahaman tentang perlindungan privasi dan data pribadi (Stories, 2024)</p>
<p>Contoh lainnya terjadi pada awal Januari 2025, ketika seorang pengguna TikTok membagikan cerita mengenai kondisi mentalnya yang disertai dengan foto hasil diagnosa dari rumah sakit. Postingan ini viral, mendapatkan simpati luas, tetapi juga menarik perhatian para scammer yang mencoba memanfaatkan situasi tersebut dengan mengirimkan tautan phishing melalui kolom komentar dan pesan langsung. Fenomena ini mencerminkan peringatan dalam buku <em>Remaja Cakap Digital</em> oleh (Adikara et al., 2021) yang menyatakan, &#8220;Oversharing tidak hanya membuka peluang validasi sosial, tetapi juga menempatkan pengguna dalam risiko yang sulit diantisipasi.&#8221;</p>
<p>Kejadian-kejadian seperti ini menunjukkan bahwa fenomena oversharing bukan sekadar tren, tetapi sebuah realitas yang kian mengkhawatirkan di era digital. Dalam banyak kasus, kebutuhan akan validasi sosial sering kali mengalahkan kesadaran akan pentingnya menjaga privasi, yang berujung pada dampak serius baik secara personal maupun sosial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Mengapa Ini Harus Menjadi Alarm? </strong></h2>
<p>Fenomena oversharing di era digital tidak hanya menjadi tren yang viral, tetapi juga sebuah peringatan keras tentang dampak mendalam yang sering kali tidak disadari oleh penggunanya. Ketergantungan pada validasi sosial dapat menyebabkan kecemasan berlebih dan rasa rendah diri ketika harapan atas like, komentar, atau dukungan virtual tidak terpenuhi. Ketika validasi digital menjadi tolak ukur harga diri, remaja sering kali merasa kosong ketika perhatian dunia maya menghilang.</p>
<p>Oversharing memaksa banyak remaja untuk mengubah diri mereka agar sesuai dengan standar dunia maya. Mereka merasa perlu menciptakan personal yang sempurna demi diterima di media sosial, yang sering kali jauh dari kepribadian asli mereka. Pada akhirnya, jati diri yang sebenarnya terpinggirkan, tergantikan oleh versi &#8220;ideal&#8221; yang justru tidak otentik.</p>
<p>Kemudian, Oversharing mempermudah pelaku kejahatan siber untuk menargetkan korban. Ketika informasi pribadi, lokasi, dan aktivitas harian dibagikan secara terang-terangan, peluang eksploitasi meningkat secara signifikan. Data dari <em>Norton Cybersecurity Insights Report</em> (2024) menunjukkan bahwa 43% kasus pencurian identitas di Asia Tenggara diawali dari informasi yang ditemukan di media sosial. Ilustrasi nyata terjadi pada 2024, ketika seorang remaja di Indonesia menjadi korban penipuan daring setelah membagikan lokasi rumahnya dalam unggahan Instagram Stories (Gen, 2023).</p>
<p>Jika kita lihat pada dampak jangka panjang, saat ini tidak banyak yang menyadari bahwa jejak digital yang dihasilkan oleh oversharing akan tetap ada selamanya. Ini dapat memengaruhi peluang karier di masa depan, hubungan personal, dan bahkan reputasi individu di masyarakat, maka dari itu semakin besar jejak digital seseorang, maka semakin rentan ia terhadap konsekuensi yang tak terduga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Membendung Gelombang Oversharing dengan Literasi Digital </strong></h2>
<p>Fenomena oversharing di media sosial adalah tantangan nyata yang membutuhkan respons dari remaja saat ini. Bukan hanya soal mengurangi kebiasaan buruk, tetapi juga membangun budaya digital yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab. Menurut survei yang dilakukan oleh <em>Digital Literacy Indonesia</em> (2024), hanya 28% remaja di Indonesia yang memiliki literasi digital tingkat lanjut. Ini menunjukkan bahwa edukasi literasi digital harus dimasukkan dalam kurikulum sekolah maupun universitas.</p>
<p>Selanjutnya, oversharing sering kali berakar dari kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. Remaja, yang berada dalam proses pencarian jati diri, sering kali terjebak dalam keinginan untuk mendapatkan pengakuan dan perhatian dari orang lain.  Oleh karena itu, menjamen emosional pada remaja sangat penting untuk membantu remaja mengenali dan mengelola emosi mereka tanpa merasa perlu membagikan segala hal ke dunia maya.</p>
<p>Terakhir pendekatan literasi digital yang sering diabaikan adalah pendidikan tentang etika digital. Selama ini, literasi digital lebih banyak difokuskan pada aspek teknis, seperti penggunaan media sosial atau aplikasi, tanpa mengajarkan pengguna untuk berpikir kritis tentang etika dalam berinteraksi di dunia maya. Padahal, pemahaman tentang bagaimana perilaku kita di dunia maya dapat mempengaruhi kehidupan nyata sangat penting. Pendidikan etika digital ini perlu dimulai dari usia dini, melibatkan topik seperti bagaimana menjaga privasi, memahami konsekuensi dari oversharing, serta dampak emosional yang bisa ditimbulkan akibat ketergantungan pada validasi sosial. Saya percaya dengan pendekatan seperti ini, remaja akan lebih paham bahwa tidak semua yang mereka pikirkan atau rasakan perlu dibagikan di platform sosial. Ini bukan hanya soal teknis, tapi soal nilai dan tanggung jawab yang dibawa setiap individu ketika berinteraksi dengan orang lain secara online.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Kesimpulan </strong></h2>
<p>Fenomena oversharing di kalangan remaja semakin menunjukkan dampak yang signifikan terhadap literasi digital mereka. Dalam upaya mencari validasi sosial melalui media sosial, remaja seringkali terjebak dalam kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang. Hal ini, pada akhirnya, menciptakan ketergantungan pada jumlah like, komentar, dan share yang dapat merusak privasi mereka. Meskipun teknologi telah memberikan kebebasan berekspresi, remaja seringkali tak menyadari bahwa mereka terjebak dalam algoritma yang memanfaatkan kecenderungan ini. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan literasi digital di kalangan generasi muda, mengajarkan mereka tentang etika digital, perlindungan privasi, serta dampak jangka panjang dari oversharing, agar mereka dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial tanpa mengorbankan integritas pribadi dan keamanan digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Referensi  </strong></h2>
<p>Adikara, Gilang Jiwana, Muhfizaturrahmah, &amp; Wardani, Setia. (2023). <em>Remaja cakap digital “Panduan menjadi generasi z lihai bermedia digital.”</em></p>
<p>Dewi Bunga, Cokorde Istri Dian Laksmi Dewi, &amp; Kadek Ary Purnama Dewi.</p>
<p>(2022). Literasi Digital Untuk Menanggulangi Perilaku Oversharing di Media Sosial. <em>Sevanam: Jurnal Pengabdian Masyarakat</em>, <em>1</em>(1), 1–12. https://doi.org/10.25078/sevanam.v1i1.9</p>
<p>Diponegoro, Universitas. (2023). Literasi Digital dan Urgensinya pada Dunia</p>
<p>Pendidikan _ Master of Public Administration. <em>Diponegoro University</em>. Retrieved from https://map.fisip.undip.ac.id/literasi-digital-danurgensinya-pada-dunia-pendidikan/</p>
<p>Fitri, Nadia Khalishah, Refa, Mochamad, Dewa, Mulya, Seruni, Jelita Cahya, &amp; Muzammil, Ferdy. (2024). <em>Pengembangan dan Validasi Perilaku Kecanduan Media Sosial Pada Remaja</em>. <em>4</em>, 6553–6563.</p>
<p>Gen. (2023). <em>2023 Norton Cyber Safety Insights Report</em>. Retrieved from https://www.gendigital.com/media/qcymrc1i/2023-ncsir-us-globalreport_final.pdf</p>
<p>Newport, Cal. (n.d.). <em>Digital Minimalism Choosing a Focused Life in a Noisy World (Cal Newport) (z-lib.org)</em>.</p>
<p>Stories, Recent. (2024). <em>World Computer Literacy Day 2024 : Date , Theme , </em></p>
<p><em>History And Significance</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/generasi-oversharing-ketika-literasi-digital-remaja-tersandera-oleh-validasi-sosial/">Generasi Oversharing, Ketika Literasi Digital Remaja Tersandera  oleh Validasi Sosial</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebut Daerah Bungus sebagai Kawasan Terpencil, Caleg DPRD Sumbar Ini Tuai Kritikan </title>
		<link>https://prokabar.com/sebut-daerah-bungus-sebagai-kawasan-terpencil-caleg-dprd-sumbar-ini-tuai-kritikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2024 11:18:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#bungus]]></category>
		<category><![CDATA[#Caleg]]></category>
		<category><![CDATA[#PKS]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=118065</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Devi Erawati, calon anggota legislatif (caleg) dari PKS untuk DPRD Provinsi Sumbar, Dapil 1 Kota Padang, menuai kecaman serta kritikan dari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sebut-daerah-bungus-sebagai-kawasan-terpencil-caleg-dprd-sumbar-ini-tuai-kritikan/">Sebut Daerah Bungus sebagai Kawasan Terpencil, Caleg DPRD Sumbar Ini Tuai Kritikan </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left"><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Devi Erawati, calon anggota legislatif (caleg) dari PKS untuk DPRD Provinsi Sumbar, Dapil 1 Kota Padang, menuai kecaman serta kritikan dari warganet usai sebuah potongan video dirinya yang menyebut Bungus sebagai &#8220;daerah terpencil&#8221; viral di media sosial Tiktok.</p>
<blockquote class="tiktok-embed" style="max-width: 605px;min-width: 325px" cite="https://www.tiktok.com/@zulkifli0896/video/7332839579784989958" data-video-id="7332839579784989958">
<section><a title="@zulkifli0896" href="https://www.tiktok.com/@zulkifli0896?refer=embed" target="_blank" rel="noopener">@zulkifli0896</a><a title="♬ suara asli - ZULKIFLI" href="https://www.tiktok.com/music/suara-asli-ZULKIFLI-7332839603052006150?refer=embed" target="_blank" rel="noopener">♬ suara asli &#8211; ZULKIFLI</a></p>
</section>
</blockquote>
<p>Dalam video yang diunggah oleh akun @zulkifli0896 tersebut, Devi Erawati tampak tengah menyampaikan pendapat atau mengomentari suatu hal.</p>
<p>&#8220;Menurut ceritanya, ternyata mereka ini, bapak ini dari Bungus ya maklum ya. Kalau orang Bungus ya dari Padang itu pasti ya daerah terpencil agak jauh dari Kota Padang. Diajaklah jalan-jalan ke Padang, tentu senang dong mereka diajak jalan-jalan ke Padang. Katanya nanti mau diajak makan ke Lamun Ombak, tentunya mereka terima ajakan seperti itu,&#8221; katanya dalam penggalan video tersebut.</p>
<p>Sontak saja, potongan video tersebut memancing kecaman dari warganet yang tidak terima dengan pernyataan tersebut. Mereka menuntun agar Devi meminta maaf karena dinilai merendahkan daerah tersebut.</p>
<p>&#8220;<em>Eee salah Ibuk ko ma. Wisata pantai di Bunguih nan rancak ma. Lamo di Timor Leste ibuk ko ma</em>. (Eh salah ibuk ini, wisata pantai di Bungus paling bagus. Sepertinya lama di Timor Leste ibuk ini),&#8221; tulis pemilik akun Papa Armen di kolom komentar.</p>
<p>&#8220;Orang Padang saja pergi makan ke Bungus yang enak. Kacau,&#8221; tulis pemilik akun Zufridazuf</p>
<p>Sementara itu, menanggapi viralnya video tersebut, Devi Erawati memberikan klarifikasi. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud memfitnah warga Bungus.</p>
<p>Devi menjelaskan bahwa ia hanya ingin mempersoalkan pernyataan Nova Zulmi Marni yang mengaku berasal dari Majelis Taklim Safari Dakwah Sumbar dan mengaku telah berpindah dukungan dari pasangan 01 ke 02.</p>
<p>Devi mengatakan bahwa ia dan tim pemenangan Anies-Cak Imin di Sumbar tidak pernah menemukan rekam jejak Nova sebagai pendukung 01.</p>
<p>&#8220;Saya sama sekali tidak pernah merasa memfitnah warga Bungus. Coba dengar baik-baik. Nova yang berasal dari Bungus. Di mana Bungus ini merupakan daerah yang jauh dari Kota Padang,&#8221; kata Devi dalam klarifikasinya yang dinukil dari <a href="https://radarsumbar.com/sebut-bungus-daerah-terpencil-ini-pembelaan-diri-caleg-pks-dprd-sumbar-devi-erawati/2/">Radarsumbar.com</a>, Kamis (8/2).</p>
<p>Devi menegaskan bahwa ia hanya membahas Nova Zulmi Marni yang berasal dari Bungus, bukan memfitnah seluruh warga Bungus.</p>
<p>&#8220;(Saya) bukan memfitnah warga bungus. Rasanya clear yah,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Berdasarkan penelusuran, Devi Erawati dikenal sebagai kader PKS yang aktif di media sosial. Ia juga pernah menjadi Ketua DPD Partai Garuda Sumbar dan maju sebagai calon DPD RI pada Pemilu 2019, namun gugur karena tidak memenuhi syarat. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sebut-daerah-bungus-sebagai-kawasan-terpencil-caleg-dprd-sumbar-ini-tuai-kritikan/">Sebut Daerah Bungus sebagai Kawasan Terpencil, Caleg DPRD Sumbar Ini Tuai Kritikan </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Citayam Fashion Week Makan &#8216;Korban&#8217;, Seorang Camat di Payakumbuh Dicopot</title>
		<link>https://prokabar.com/citayam-fashion-week-makan-korban-seorang-camat-di-payakumbuh-dicopot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2022 15:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#citayemfashionweek]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<category><![CDATA[payakumbuhtimur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=105714</guid>

					<description><![CDATA[<p>Payakumbuh, Prokabar &#8211; Demam Citayam Fashion Week beberapa waktu lalu melanda hingga sejumlah kota di Sumatra Barat. Fenomena ini tak hanya jadi trend bagi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/citayam-fashion-week-makan-korban-seorang-camat-di-payakumbuh-dicopot/">Citayam Fashion Week Makan &#8216;Korban&#8217;, Seorang Camat di Payakumbuh Dicopot</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Payakumbuh, Prokabar</strong> &#8211; Demam Citayam Fashion Week beberapa waktu lalu melanda hingga sejumlah kota di Sumatra Barat.</p>
<p>Fenomena ini tak hanya jadi trend bagi warga sipil, para Aparatur Sipil Negara (ASN) pun kini ikut latah mengikuti tren Citayam Fashion Week.</p>
<p>Hal itulah yang dilakukan oleh Dewi Novita Camat Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.</p>
<p>Namun apes, ia malah dikabarkan dicopot dari jabatannya setelah mengunggah video ala-ala Citayam Fashion Week di laman media sosial pribadinya.</p>
<p><strong>Baca Juga : <a href="https://prokabar.com/anak-muda-padang-diminta-jangan-latah-fashion-week/"><strong>A</strong>nak Muda Padang Diminta Jangan Latah Fashion Week</a></strong></p>
<p>Melalui akun instagram dan tiktok miliknya, ia curhat tentang kekecewaanya setelah video Payakumbuh Fashion Week yang mengadopsi Citayam Fashion Week dianggap MUI Kota Payakumbuh telah melanggar norma agama dan adat istiadat.</p>
<p>“<em>Aku seorang camat di kota Payakumbuh Sumatera Barat pernah ikutan membuat video viral ala2 Citayam Fashion Week dengan nama Payakumbuh Fashion Week maksud hati hanya sebagai konten2 biasa aja, tanpa ada maksud melanggar norma2 agama atau adat istiadat Minang Kabau kemudian di komenlah oleh salah satu lembaga MUI Kota Payakumbuh”</em></p>
<p><em>“Mulai dari komen MUI itulah malapetaka itu hadir karir yang aku bangun sekian lama hancur hanya gara2 komen MUI yang sangat tidak objektif. Dengan melaporkan aku ke walikota Payakumbuh dan akhirnya aku diberhentikan menjadi camat di Payakumbuh Timur terimakasih MUI kota Payakumbuh sudah membuat hancur semua impian aku” sambungnya.</em></p>
<p><em>“Tapi yang anehnya daerah lain di Sumatera Barat yang membuat video seperti ini tidak dikomen sama sekali apakah ini salah satu cara untuk menghancurkanku sehingga semua impianku hancur lebur dalam sekejap mata. Sekali lagi ucapan ribuan terimakasih kepada MUI Kota Payakumbuh dan Provinsi Sumatera Barat atas komen yang sangat tidak berdasar sehingga menghancurkan impianku dan 2 orang anakku</em>” tulis pemilik akun isntagram Dewi.Centong. <strong>(*/pk)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/citayam-fashion-week-makan-korban-seorang-camat-di-payakumbuh-dicopot/">Citayam Fashion Week Makan &#8216;Korban&#8217;, Seorang Camat di Payakumbuh Dicopot</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral Dugaan Pengaturan Tim Promosi Liga 2 ke Liga 1, Terbukti 100 Persen!</title>
		<link>https://prokabar.com/viral-dugaan-pengaturan-tim-promosi-liga-2-ke-liga-1-terbukti-100-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2021 01:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#Liga2]]></category>
		<category><![CDATA[#promosi]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=99374</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, prokabar &#8211; Isu dugaan pengaturan tiga tim yang promosi ke Liga 1 2022 dari Liga 2 2021, yang sempat viral sebelum laga semifinal,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/viral-dugaan-pengaturan-tim-promosi-liga-2-ke-liga-1-terbukti-100-persen/">Viral Dugaan Pengaturan Tim Promosi Liga 2 ke Liga 1, Terbukti 100 Persen!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, prokabar</strong> &#8211; Isu dugaan pengaturan tiga tim yang promosi ke Liga 1 2022 dari Liga 2 2021, yang sempat viral sebelum laga semifinal, ternyata terbukti 100 persen.</p>
<p>Belum lama ini beredar sebuah foto kertas yang tertulis nama tiga tim yang dipastikan promosi ke Liga 1 2022. Ketiga tim tersebut adalah RANS Cilegon FC, Persis Solo, dan Dewa United.</p>
<p>Dalam selembar kertas itu juga terpampang tim-tim mana yang akan melaju ke semifinal Liga 2 2021. Tertulis RANS Cilegon FC bertemu PSIM Yogyakarta dan Persis Solo melawan Dewa United di laga semifinal Liga 2 2021.</p>
<p>Lalu tertulis juga pengaturan yang melibatkan RANS Cilegon FC akan melawan Persis Solo di laga final Liga 2 2021. Dan, peringkat ketiga Liga 2 2021 akan diperebutkan oleh Dewa United melawan PSIM Yogyakarta.</p>
<p>Tertulis juga nama tiga tim yang lolos ke Liga 1 2022 yakni Persis Solo, RANS Cilegon FC, dan Dewa United.</p>
<p>Pada bagian di pojok bawah ada bukti tanda tangan dari seseorang, namun tak dijelaskan siapa sosoknya.</p>
<p>Kertas itu juga dibuat di Solo, Jawa Tengah, pada 16 Desember 2021. Sementara laga semifinal Liga 2 2021 digelar pada 27 Desember 2021.</p>
<p>Dugaan kertas pengaturan tiga tim yang promosi ke Liga 1 2022 itu pun viral di media sosial. Dan ternyata terbukti benar dengan jalannya pertandingan babak semifinal hingga final Liga 2 2021.</p>
<p>Tiga tim di atas pun sudah memastikan diri mendapatkan tiket promosi ke Liga 1 musim depan.</p>
<p>Sementara, PSIM Yogyakarta tidak lolos karena kalah 0-1 dari Dewa United diperebutan peringkat ketiga Liga 2 2021 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/12).(*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/viral-dugaan-pengaturan-tim-promosi-liga-2-ke-liga-1-terbukti-100-persen/">Viral Dugaan Pengaturan Tim Promosi Liga 2 ke Liga 1, Terbukti 100 Persen!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Perundungan Pegawai Viral, Akun Instagram KPI Pusat Diserbu Netizen</title>
		<link>https://prokabar.com/93984-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2021 03:46:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Bully]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#jijik]]></category>
		<category><![CDATA[#KPI]]></category>
		<category><![CDATA[#kpipusat]]></category>
		<category><![CDATA[#pelecehan]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<category><![CDATA[Perundungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93984</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Pasca viralnya surat terbuka salah seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang mengisahkan dirinya jadi korban perundungan. Akun Instagram KPI...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/93984-2/">Kasus Perundungan Pegawai Viral, Akun Instagram KPI Pusat Diserbu Netizen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>Padang, Prokabar —</strong> Pasca viralnya surat terbuka salah seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang mengisahkan dirinya jadi korban perundungan. Akun Instagram KPI Pusat diserbu netizen.</p>
<p class="p1"><span class="s1">Salah satu komentar Postingan KPI Pusat menjadi sarana netizen menumpahkan kekesalan dan kekecewaan mereka terhadap lembaga tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hingga saat ini, setidaknya ada 34 ribu komentar di postingan terakhir KPI Pusat tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“KPI Tolong ditindak tegas pegawai dan pejabat di lingkungan kantor anda. Tidak mencerminkan pacasilais,” tulis pemilik akun Wahyurialdo</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu JS Khairen salah seorang penulis muda turut berkomentar di Postingan tersebut, dirinya menilai kejadian ini tidak lepas dari budaya kerja perusahaan yang buruk sehingga tercermin dari kinerjanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Budaya satu perusahaan yang baik, akan terlihat dari output dan kinerjanya. Boleh jadi juga, menunjukkan kepemimpinan di dalamnya. Begitu pula sebaliknya, budaya internal yang kacau balau, akan terlihat nyata dengan output dan kinerja yang juga kacau balau. Jika sesekali kena hujat oleh masyarakat, mungkin dapat dimaklumi. Anggaplah blunder, oknum, ketidakcakapan, atau apalah. Ini tiap bulan, ada saja yang bikin marah. Artinya apa? Yak, pintar anak ayah.” tulisnya.</span></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-93985" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/FC6B8B21-F39F-4DDD-8AA5-1A0AD759D898.jpeg" alt="" width="750" height="986" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/FC6B8B21-F39F-4DDD-8AA5-1A0AD759D898.jpeg 750w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/FC6B8B21-F39F-4DDD-8AA5-1A0AD759D898-228x300.jpeg 228w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tak hanya akun instagram KPI Pusat yang juga menjadi sasaran netizen, akun komisioner mereka juga diserbu, saah satunya Yuliandre Darwis yang sebelumnya juga menjabat ketua KPI Pusat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Karyawannya kena bullying seksual selama bertahun masa gak tau pak? Gak tau atau gak mau tau ?” tulis pemilik akun im_not_vvibu</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tegakkan kebeneran,usut tuntas, dan hukum yg bersalah..” tulis akun purnamamia_ (<strong>hdp</strong>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/93984-2/">Kasus Perundungan Pegawai Viral, Akun Instagram KPI Pusat Diserbu Netizen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Izet Sempat Lari ke Sawah Saat di Kejar Polisi</title>
		<link>https://prokabar.com/izet-sempat-lari-ke-sawah-saat-di-kejar-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2021 04:48:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#batusangakar]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Izet]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=90970</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batusangkar, Prokabar &#8211; Penangkapan Izet ternyata penuh drama. Saat ditangkap preman pemalak ini sempat lari saat dikejar petugas. Menurut informasi yang dihimpun prokabar.com, tim...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/izet-sempat-lari-ke-sawah-saat-di-kejar-polisi/">Izet Sempat Lari ke Sawah Saat di Kejar Polisi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Batusangkar, Prokabar</strong> &#8211; Penangkapan Izet ternyata penuh drama. Saat ditangkap preman pemalak ini sempat lari saat dikejar petugas.</p>
<p>Menurut informasi yang dihimpun prokabar.com, tim dari Disrekrimum Polda Sumbar sudah mengendus keberadaan Izet. Dia sembunyi di Jorong Nan Sambilan Nagari Salimpauang, Tanah Datar.</p>
<p>Saat ditangkap, Izet kabur melalui sawah, terus lari ke Supayang, nagari tetangga Salimpaung. Di Supayang, Izet kelelahan, polisi tidak menyerah. Dekat kantor walinagari, Izet takluk didepan polisi.</p>
<p>Di Supayang itu, Izet menyerah, tangannyo lalu diborgol. Kejadian itu lantas menarik perhatian warga. Tidak sedikit merekam proses penangkapan itu melalui Handphone.</p>
<p>Izet kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dibawa ke Polresta Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/izet-sempat-lari-ke-sawah-saat-di-kejar-polisi/">Izet Sempat Lari ke Sawah Saat di Kejar Polisi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kurangnya Infrastruktur, Warga Terpaksa Menandu Jenazah Melewati Sungai ke TPU</title>
		<link>https://prokabar.com/kurangnya-infrastruktur-warga-terpaksa-menandu-jenazah-melewati-sungai-ke-tpu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2020 08:34:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=73784</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Potres miris dan kurangnya fasilitas umum untuk masyarakat di Pasaman masih terlihat jelas melalui beberapa foto viral di media sosial facebook, Senin...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kurangnya-infrastruktur-warga-terpaksa-menandu-jenazah-melewati-sungai-ke-tpu/">Kurangnya Infrastruktur, Warga Terpaksa Menandu Jenazah Melewati Sungai ke TPU</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Potres miris dan kurangnya fasilitas umum untuk masyarakat di Pasaman masih terlihat jelas melalui beberapa foto viral di media sosial facebook, Senin (7/9).</p>
<p>Foto viral ini menggambarkan beberapa warga yang menandu jenazah menggunakan keranda mayat saat melewati sungai. Kejadian miris ini terjadi di Nagari Bahagia, Padang Gelugur, Kecamatan Padang Gelugur.</p>
<p>Dalam foto-foto yang diupload akun facebook Muhammad Raiz dalam grup Bupati Pasaman Yusuf Lubis itu terlihat juga, upaya para penandu yang susah payah saat menyebrangi aliran sungai sedalam paha orang dewasa.</p>
<p>Muhammad Raiz mengaku, sebagai pelayat, ia menyadari kondisi itu sudah lama terjadi. Namun belum ada pembangunan atau perhatian khusus dari pemerintah daerah maupun nagari.</p>
<p>&#8220;Setiap ada warga yang meninggal, jenazah terpaksa diseberangkan melewati sungai dengan lebar 10 meter lebih. Ini terus dilakukan oleh warga, karena jembatan belum ada menuju ke TPU,&#8221; ungkap salah seorang warga, Inel, Senin (7/9).</p>
<p>Dari pengakuan warga, menandu jenazah melewati sungai tersebut memang beresiko. Namun tidak ada pilihab lain, mereka sudah berkali kali mengusulkan pembangunan jembatan menuju ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, kepada pemerintah nagari hingga kabupaten. Namun, hingga kini usulan mereka itu belum dapat dikabulkan.</p>
<p>&#8220;Apa alasannya kami ndak tahu. Kabarnya, usulan kami agar dibangun jembatan ke TPU tidak bisa dikabulkan,&#8221; tukas warga. (<strong>Ola</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kurangnya-infrastruktur-warga-terpaksa-menandu-jenazah-melewati-sungai-ke-tpu/">Kurangnya Infrastruktur, Warga Terpaksa Menandu Jenazah Melewati Sungai ke TPU</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral! Video TikTok Tenaga Medis Makan Coklat Ini Bikin Jutaan Netizen Kagum</title>
		<link>https://prokabar.com/viral-video-tiktok-tenaga-medis-makan-coklat-ini-bikin-jutaan-netizen-kagum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2020 03:58:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#perawat]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=65259</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Akun TikTok @Selviana1111 belum lama ini mengunggah video tentang tenaga medis yang bersusah payah makan coklat dan minum tanpa harus membuka...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/viral-video-tiktok-tenaga-medis-makan-coklat-ini-bikin-jutaan-netizen-kagum/">Viral! Video TikTok Tenaga Medis Makan Coklat Ini Bikin Jutaan Netizen Kagum</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211;</strong> Akun TikTok @Selviana1111 belum lama ini mengunggah video tentang tenaga medis yang bersusah payah makan coklat dan minum tanpa harus membuka Alat Pelindung Diri (APD).</p>
<p>Uniknya, video <a href="https://vt.tiktok.com/rXeca5/">https://vt.tiktok.com/rXeca5/</a> dengan total jumlah penonton lebih dari 3,9 juta ini memperlihatkan tenaga medis yang memodifikasi masker yang dikenakannya. Camilan berupa Chocolatos masuk ke dalam mulut melewati lubang yang bisa dibuka dan ditutup kembali.</p>
<blockquote class="tiktok-embed" style="max-width: 605px; min-width: 325px;" cite="https://www.tiktok.com/@selviana1111/video/6810663223952444674" data-video-id="6810663223952444674">
<section><a title="@selviana1111" href="https://www.tiktok.com/@selviana1111" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@selviana1111</a>jaga diRuang Covid19 Nahan Haus dan mkn slma 9 jam, akhirx baru bisa isi perut,tanpa buka Masker<a title="fyp" href="https://www.tiktok.com/tag/fyp" target="_blank" rel="noopener noreferrer">##fyp</a> <a title="foryou" href="https://www.tiktok.com/tag/foryou" target="_blank" rel="noopener noreferrer">##foryou</a> <a title="foryoupage" href="https://www.tiktok.com/tag/foryoupage" target="_blank" rel="noopener noreferrer">##foryoupage</a> <a title="covid19" href="https://www.tiktok.com/tag/covid19" target="_blank" rel="noopener noreferrer">##covid19</a> <a title="perawathebat" href="https://www.tiktok.com/tag/perawathebat" target="_blank" rel="noopener noreferrer">##perawathebat</a><a title="♬ Demi Raga Yang Lain - Eka Gustiwana and Yessiel Trivena" href="https://www.tiktok.com/music/Demi-Raga-Yang-Lain-6807189241248876545" target="_blank" rel="noopener noreferrer">♬ Demi Raga Yang Lain &#8211; Eka Gustiwana and Yessiel Trivena</a></section>
</blockquote>
<p><script async src="https://www.tiktok.com/embed.js"></script></p>
<p>&#8220;Jaga di ruang Covid-19 nahan haus dan makan selama 9 jam, akhirnya baru bisa isi perut tanpa buka masker,&#8221; tulisnya pada keterangan video tersebut.</p>
<p>Video tersebut pun membuat banyak netizen kagum dengan ide si petugas medis tersebut. Bahkan mungkin ide modifikasi masker yang dilakukan oleh si petugas medis yang viral di TikTok bisa ditiru oleh para medis lainnya agar tak lagi harus menahan lapar.</p>
<p>Sebagai orang yang harus berhubungan secara langsung dengan pasien penderita corona, petugas medis diwajibkan untuk mematuhi serangkaian prosedur sebelum menjalankan tugasnya. Salah satu Standar Operasional Prosedur (SOP) nya adalah mereka harus menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) yang berlapis-lapis.</p>
<p>Hal itu cukup membuat repot para petugas medis dalam melakukan aktivitas lainnya, karena APD yang mereka kenakan hanya bisa sekali pakai. Tak jarang para petugas medis yang sedang bertugas harus menahan haus dan lapar hingga berjam-jam lamanya. <strong>(beb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/viral-video-tiktok-tenaga-medis-makan-coklat-ini-bikin-jutaan-netizen-kagum/">Viral! Video TikTok Tenaga Medis Makan Coklat Ini Bikin Jutaan Netizen Kagum</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soal Video Viral Masjid Nurul Iman, Ini Kata Pengurus Masjid</title>
		<link>https://prokabar.com/soal-video-viral-masjid-nurul-iman-ini-kata-pengurus-masjid/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2018 02:17:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#laf]]></category>
		<category><![CDATA[#Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[#MUI]]></category>
		<category><![CDATA[#NurulImanPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=22385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Video penggunaan lantai dua Masjid Nurul Iman menuai protes warga. Video tersebut merekam aktivitas resepsi pernikahan. Ketua Pengurus Masjid menyebut penggunaan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/soal-video-viral-masjid-nurul-iman-ini-kata-pengurus-masjid/">Soal Video Viral Masjid Nurul Iman, Ini Kata Pengurus Masjid</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Video penggunaan lantai dua Masjid Nurul Iman menuai protes warga. Video tersebut merekam aktivitas resepsi pernikahan.</p>
<p>Ketua Pengurus Masjid menyebut penggunaan lantai dua untuk resepsi bukan pertama kali dilakukan. &#8220;Kegiatan di lantai dua sangat beragam mulai dari seminar,rapat,pelatihan,wisuda,lomba dan juga baralek,&#8221; sebut ketua pengurus masjid, Mulyadi.</p>
<p>Dalam setiap kegiatan pengurus memiliki ketentuan yang harus dipenuhi oleh penyewa.</p>
<p>&#8220;Aturan pemakaian tempat dibuat oleh masjid diantaranya bernuansa islami,tidak mengganggu kegiatan ibadah di lantai bawah lingkungan masjid dan masyarakat sekitar,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Sekaitan dengan kejadian pada hari Minggu (28/10) pengurus masjid mengaku tidak ada musik yang berlebihan. Penggunaan keyboard di acara resepsi tersebut, dibawa oleh tim nasyid dengan menyanyikan lagu islami.</p>
<p>Namun pihak pengurus mengaku akan melakukan evaluasi penggunaan area lantai dua tersebut.</p>
<p>&#8220;Atas nama pngurus masjid kita minta maaf atas kejadian ini.Dan kedepan akan kita tinjau ulang penggunaan lantai dua ini,&#8221; kata Mulyadi.</p>
<p>Sementara itu dalam pandangan MUI Sumbar, penggunaan masjid untuk resepsi adalah pelanggaran adab.</p>
<p>&#8220;Peristiwa ini sangat memalukan. Faktanya, ruangan tersebut digunakan untuk kegiatan ”baralek” yang menggunakan acara orgen. Perbuatan seperti itu merupakan kesalahan dan pelanggaran adab terhadap Masjid. Di tambah lagi dengan keberadaan kantor MUI Sumbar dan MUI Kota Padang di sana sehingga membuat MUI juga menjadi sasaran umat mempertanyakan persoalan tersebut,&#8221; tulis Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazhar di laman Facebooknya.</p>
<p>MUI Sumbar juga meminta pengurus masjid meminta maaf kepada umat karena mengusik warga.</p>
<p>Di pihak lain, MUI pusat sudah mengeluarkan fatwa tentang penggunaan areal mesjid pada tahun 2013 silam. Dalam fatwa, disebutkan<br />
boleh menjadikan bangunan masjid bertingkat; bagian atas untuk ibadah dan bagian bawah disewakan atau sebaliknya dengan syarat. Syaratnya adalah bagian masjid yang disewakan bukan secara khusus untuk ibadah, bagian masjid yang dimaksudkan secara khusus untuk ibadah telah memadai, tidak menyulitkan orang masuk ke dalam masjid; tidak mengganggu pelaksanaan ibadah di dalam masjid, tidak bertentangan dengan kemuliaan masjid antara lain dengan menutup aurat, dan dimanfaatkan untuk keperluan yang sesuai syar’i dan hasil sewanya untuk kemaslahatan masjid.<strong>(laf)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/soal-video-viral-masjid-nurul-iman-ini-kata-pengurus-masjid/">Soal Video Viral Masjid Nurul Iman, Ini Kata Pengurus Masjid</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral, Pesta Pernikahan di Mesjid Nurul Iman Dihentikan Warga</title>
		<link>https://prokabar.com/viral-pesta-pernikahan-di-mesjid-nurul-iman-dihentikan-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2018 02:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Video]]></category>
		<category><![CDATA[#Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[#NurulImanPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Video]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=22375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Resepsi pernikahan di Mesjid Nurul Iman berujung viral di media sosial. Sebab, sejumlah warga menghentikan resepsi yang berlokasi di lantai dua...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/viral-pesta-pernikahan-di-mesjid-nurul-iman-dihentikan-warga/">Viral, Pesta Pernikahan di Mesjid Nurul Iman Dihentikan Warga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Resepsi pernikahan di Mesjid Nurul Iman berujung viral di media sosial. Sebab, sejumlah warga menghentikan resepsi yang berlokasi di lantai dua mesjid.</p>
<p>Dalam rekaman video panjang yang tersebar di Facebook, sejumlah orang memprotes penggunaan mesjid untuk resepsi dan menggunakan musik. Perdebatan terjadi antara warga, pengurus mesjid dan pemilik pesta.</p>
<p>Video ini kemudian ditanggapi beragam oleh warga.</p>
<p>Berikut video yang viral itu</p>
<p><iframe class="my-youtube-video" title="Viral, Pesta Pernikahan di Mesjid Nurul Iman Dihentikan Warga" width="500" height="375" src="https://www.youtube.com/embed/FD3318x4soA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/viral-pesta-pernikahan-di-mesjid-nurul-iman-dihentikan-warga/">Viral, Pesta Pernikahan di Mesjid Nurul Iman Dihentikan Warga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bocah Pemanjat Tiang Bendera Terima Beasiswa Dari Panglima TNI</title>
		<link>https://prokabar.com/bocah-pemanjat-tiang-bendera-terima-beasiswa-dari-panglima-tni/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Aug 2018 12:01:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#tni]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=16573</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211;  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengapresiasi Johannes Adekalla siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Silawan, Atambua, atas keberaniannya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bocah-pemanjat-tiang-bendera-terima-beasiswa-dari-panglima-tni/">Bocah Pemanjat Tiang Bendera Terima Beasiswa Dari Panglima TNI</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211; </strong> Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengapresiasi Johannes Adekalla siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Silawan, Atambua, atas keberaniannya memanjat tiang bendera yang talinya putus saat upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Pantai Motaain Desa Silawan, Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p>“Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan apresiasi berupa Beasiswa atas keberanian dan aksi heroik Johannes Adekalla, sehingga bendera Merah Putih dapat dikibarkan dalam upacara tersebut,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah di Jakarta, Sabtu (18/8).</p>
<p>Menurut Sabrar, aksi yang dilakukan secara sepontan oleh Johannes Adekalla pada saat pelaksanaan upacara kemerdekaan HUT RI ke-73 tahun 2018, dengan Inspektur Upacara Wakil Bupati Belu JT Ose Luan, sangat luar biasa  dan dapat menggugah rasa nasionalisme warga bangsa lainnya.</p>
<p>&#8220;Atas aksi heroiknya, Panglima TNI mengapresiasi dengan memberikan penghargaan kepada Johannes Adekalla berupa Beasiswa hingga lulus SMA. Setelah lulus SMA akan mendapat prioritas apabila ingin menjadi Prajurit TNI serta mengundang Johannes ke acara pembukaan Asian Games ke-18 pada hari ini di Jakarta,” kata Kapuspen TNI.</p>
<p>Sabrar  juga mengatakan bahwa saat ini masyarakat Indonesia banyak yang mengapresiasi atas sikap yang ditunjukan Johannes Adekalla.</p>
<p>“Mereka merasa terharu, meneteskan air mata dan bangga setelah melihat video aksinya yang viral di media sosial,” ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya  bahwa dilihat dari video kejadiaannya, bermula saat petugas pengerek bendera mengalami kesulitan saat mengibarkan bendera Merah Putih karena ikatan bendera terlepas dan nyangkut diujung tiang.</p>
<p>Disaat semua orang kebingungan karena kejadian tersebut, muncul dari barisan anak berpakaian seragam SMP tanpa ada yang menyuruhnya dengan gagah berani tanpa rasa takut langsung memanjat tiang bendera.</p>
<p>“Pemandangan mendebarkan pun disaksikan oleh ratusan peserta upacara. Remaja yang belum diketahui namanya ini pun perlahan-lahan memanjat tiang tinggi itu dan hanya membutuhkan waktu tidak sampai satu menit untuk mencapai puncak tiang serta membereskan masalah,” tambahnya.</p>
<p>Selanjutnya  saat hendak turun, peserta upacara pun bersorak dan bertepuk tangan. Para aparat telah menunggu di bawah untuk membantu anak kecil itu.</p>
<p>“Diketahui bahwa bocah kecil pemberani tersebut bernama Johannes Adekalla, pelajar kelas VII SMP Negeri Silawan putra dari Victorino Fahik Marschal dan Lorenca Gama. Atas keberaniannya tersebut akhirnya upacara 17-an dapat dilanjutkan dan sang Merah Putih dapat dikibarkan,” tuturnya.<b> (*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bocah-pemanjat-tiang-bendera-terima-beasiswa-dari-panglima-tni/">Bocah Pemanjat Tiang Bendera Terima Beasiswa Dari Panglima TNI</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lagu #2019GantiPresiden Viral, Siapa Penciptanya?</title>
		<link>https://prokabar.com/lagu-2019gantipresiden-viral-siapa-penciptanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 May 2018 08:30:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Video]]></category>
		<category><![CDATA[#2019GantiPresiden]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=6977</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Lagu berjudul #2019GantiPresiden mendadak viral di media sosial. Lagu ini dibagikan di Youtube, Facebook, dan Whataspp secara masif. Lirik lagu ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lagu-2019gantipresiden-viral-siapa-penciptanya/">Lagu #2019GantiPresiden Viral, Siapa Penciptanya?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211;</strong> Lagu berjudul #2019GantiPresiden mendadak viral di media sosial. Lagu ini dibagikan di Youtube, Facebook, dan Whataspp secara masif.</p>
<p>Lirik lagu ini memang menohok. Isinya tentang kritikan terhadap pemerintahan sekarang. Tentang pengangguran, penggusuran, korupsi dan kenaikan harga disuarakan di lagu itu.</p>
<p>Musik yang dimainkan juga enak didengar. Rock balads. Lalu siapa pencipta lagu ini?</p>
<p>Sebelumnya santer disebut ex gitaris Boomerang John Paul Ivan yang membuat lagu ini. Tapi kemudian informasi itu dibantah oleh legenda musik Indonesia itu.</p>
<p>“Tolong DITINDAK ini accounthttp://pribuminews.co.id sudah bikin pelecehan berita hoax,” kata John melalui akun Twitter @JPIxxx sembari me-mention akun Divisi Humas Polri (@DivHumas_Polri) dan Cyber Crime Polri (@CCICPolri)</p>
<p>Lalu siapa yang menciptakan lagu itu? Masih misteri.</p>
<p>Ini lagu yang kini tengah viral itu</p>
<p><iframe class="my-youtube-video" title="Lagu #2019GantiPresiden Viral, Siapa Penciptanya ?" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/Pq4zvmfD18E?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lagu-2019gantipresiden-viral-siapa-penciptanya/">Lagu #2019GantiPresiden Viral, Siapa Penciptanya?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 56/221 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/15 queries in 0.033 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:23:04 by W3 Total Cache
-->