<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Video Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/video/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/video/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Nov 2021 02:44:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Video Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/video/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waspadai Konten Media Sosial terhadap Perilaku Seksual Remaja</title>
		<link>https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2021 02:44:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#aids]]></category>
		<category><![CDATA[#corona. #Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#hiv]]></category>
		<category><![CDATA[#instagram]]></category>
		<category><![CDATA[#literasi]]></category>
		<category><![CDATA[#twitter]]></category>
		<category><![CDATA[#Video]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsapp]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[sexting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97334</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211;   Disrupsi informasi pada saat sekarang ini telah membuat perubahan yang besar dalam tatanan kehidupan manusia. Hal-hal yang dahulunya susah untuk diketahui, sekarang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/">Waspadai Konten Media Sosial terhadap Perilaku Seksual Remaja</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://prokabar.com/"><strong>Prokabar.com &#8211;  </strong></a> Disrupsi informasi pada saat sekarang ini telah membuat perubahan yang besar dalam tatanan kehidupan manusia.</p>
<p>Hal-hal yang dahulunya susah untuk diketahui, sekarang ini begitu mudah tersedia melalui teknologi media yang berkembang, salah satunya platform media sosial.</p>
<p>Media sosial menjadi industri komunikasi raksasa. Publik mengonsumsi informasi dari media ini secara bebas.</p>
<p>Tidak hanya sebagai sarana mendapatkan informasi, setiap orang bahkan bisa menjadi pembuat informasi itu sendiri.</p>
<figure id="attachment_97344" aria-describedby="caption-attachment-97344" style="width: 951px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/asrizul-syafril/" rel="attachment wp-att-97344"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-97344" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril.jpg" alt="Asrizul Syafril, S.Kep Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas" width="951" height="653" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril.jpg 951w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril-300x206.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril-768x527.jpg 768w" sizes="(max-width: 951px) 100vw, 951px" /></a><figcaption id="caption-attachment-97344" class="wp-caption-text">Asrizul Syafril, S.Kep, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas</figcaption></figure>
<p>Informasi yang ada di media sosial mengandung unsur positif dan negatif. Apalagi bisa menjadi sumber informasi tercepat untuk publik.</p>
<p>Keterbukaan informasi di media sosial membuat siapa saja bisa mengetahui apa saja.</p>
<p>Namun, terkadang informasi tersebut parsial sehingga bisa menimbulkan misspersepsi  bagi konsumen informasi.</p>
<p>Pengguna media ini tidak hanya terbatas pada orang dewasa, namun juga remaja. Rentang usia  remaja menurut <em>World Health Organization</em> (WHO) yaitu 10-19 tahun.</p>
<p>Peraturan Menteri Kesehatan RI no 25 tahun 2014 menyatakan usia remaja adalah 10-18 tahun, sedangkan menurut BKKBN remaja berusia 10-24 tahun dan belum menikah.</p>
<p>Mengutip data statista (2020), remaja usia 13-17 tahun menduduki peringkat ke tiga paling banyak sebagai pengguna media sosial di Indonesia. Kemudian penduduk usia 18-24 tahun, dan yang paling banyak usia 25-34 tahun dengan rincian 20,6 % laki-laki dan 14,8 % perempuan. Pada tahun 2021, <em>We are social hootsuite </em>juga telah merilis data media sosial yang paling banyak di akses di Indonesia.</p>
<p>Hasilnya <em>youtube</em> menduduki peringkat pertama yang paling banyak di akses masyarakat Indonesia, kemudian  <em>whatsapp</em>, <em>instagram</em>, dan <em>facebook</em>.</p>
<h4>Konten seksual</h4>
<p>Kondisi media sosial saat ini, terdapat konten-konten berbau seksual yang bisa mengarahkan remaja untuk melakukan perilaku seksual tidak sehat.</p>
<p>Perilaku seksual oleh remaja bisa berupa berpegangan tangan antara lawan jenis, <em>kissing</em>, hingga terjadinya penetrasi atau <em>sexual</em> <em>intercouse</em>.</p>
<p>Aktivitas seksual ini tentu akan memicu terjadinya kehamilan di luar nikah yang beresiko terjangkit penyakit menular seksual, seperti sifilis, gonorhea, bahkan HIV dan AIDS.</p>
<p>Konten-konten yang tidak ramah terhadap remaja ini bisa kita lihat salah satunya dari konten kreator <em>youtube</em> yang pernah viral pada tahun 2019. Awalnya kanal <em>youtube </em>ini menyajikan konten <em>gaming</em>, namun terselip video yang bernuansa vulgar dengan tujuan untuk mendapatkan lebih banyak <em>viewers</em>.</p>
<p><a href="https://milenialisme.com/edukasi/model-pembelajaran-nested-dalam-menghadapi-tantangan-pendidikan-di-era-pandemi/"><strong>Model Pembelajaran Nested dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Pandemi</strong></a></p>
<p>Menelisik media sosial <em>instagram</em> juga terdapat konten-konten yang tidak ramah dengan remaja, bahkan media sosial berbasis video <em>tik tok</em> pun banyak menampilkan video-video yang bisa membuat remaja berprilaku seksual yang tidak sehat.</p>
<p>Orang-orang termasuk remaja cenderung suka melihat gambar atau video setengah telanjang di situs media sosial daripada gambar atau video di situs porno.</p>
<p>Apalagi sekarang situs porno sudah di blokir oleh Kominfo. Konten kreator memanfaatkan realita ini di media sosial.</p>
<p>Mereka menyajikan hal-hal yang vulgar dan seksual demi mendapatkan <em>cuan</em> untuk kepentingan pribadinya.</p>
<p>Remaja cenderung ingin mencoba sesuatu yang baru untuk menjawab rasa penasaran mereka. Konten-konten di media sosial bisa menjadi informasi yang liar bagi remaja.</p>
<p>Tanpa adanya bimbingan dan pengawasan, remaja bisa berimajinasi dan berfantasi bebas terhadap apa yang mereka lihat di media sosial.</p>
<p>Remaja umumnya menjadi penyebab terjadinya perilaku seksual, terutama saat berpacaran.</p>
<h4>Data Survei</h4>
<p>Data survei demografi dan kesehatan menyatakan 33 % remaja mulai berpacaran pada usia 15-17 tahun.</p>
<p>Para remaja yang berpacaran tak hanya berkomunikasi tatap muka saja, namun juga melalui saluran-saluran media ini.</p>
<p>Apalagi pada saat pandemi Covid-19. keterbatasan bertemu langsung membuat aktivitas komunikasi hanya melalui media tersebut.</p>
<p>Hal inilah yang menimbulkan aktivitas <em>sexting</em>. Aktivitas ini merupakan kegiatan pengiriman teks, gambar, atau video yang bernuansa seksual.</p>
<p><em>Sexting</em> ini bisa dengan cara mengirim text, foto atau video secara langsung melalui media komunikasi seperti <em>whatsapp</em> atau memposting di media sosial.</p>
<p>Penelitian Mirnawati jufri tahun 2019 terhadap remaja di kota makassar menemukan 90,1 % remaja terpapar dengan aktivitas <em>sexting</em>. 33,5 % remaja mengirimkan pesan <em>sexting</em> berupa foto, dan media sosial yang paling banyak digunakan dalam aktivitas <em>sexting</em> adalah <em>facebook</em>.</p>
<p>Mengutip buku “Hidup cuma satu kali” dari Kementrian Komunikasi dan Informatika tahun 2013, perilaku <em>sexting</em> mempengaruhi perilaku seksual remaja.</p>
<p>Sebanyak 40 % remaja yang berhubungan seksual dalam tujuh hari terakhir, mengakui bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh aktivitas <em>sexting</em> sebelumnya.</p>
<p>Efek negatif dari <em>sexting</em> akan berlanjut ke tahap hubungan yang lebih intim. Tidak hanya itu, foto atau video bisa disebar melalui media sosial oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, bahkan dari pasangan sekalipun.</p>
<p>Banyak kasus yang dilaporkan terkait penyebaran konten <em>sexting</em> ini, rata-rata disebarkan oleh mantan pacar dan masih berusia remaja.</p>
<p>Kasus ini akan meninggalkan trauma psikologis terhadap korban dari <em>sexting</em>, yang bisa menyebabkan hilangnya kepercayaan diri hingga berujung depresi.</p>
<p>Namun yang lebih penting, remaja yang melakukan <em>sexting</em> akan beresiko terjadinya kehamilan pada usia remaja. kehamilan pada usia remaja akan beresiko terhadap janin hingga bisa menyebabkan terjadinya stunting pada bayi.</p>
<p>Untuk mencegah terjadinya hal-hal negatif,  remaja perlu membentengi diri dengan pengetahuan agama yang kuat, meningkatkan kecakapan literasi digital, serta tidak terlepas dari peran bimbingan orang tua. Remaja yang sehat, merupakan modal awal pembangunan Indonesia.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/">Waspadai Konten Media Sosial terhadap Perilaku Seksual Remaja</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muhammad Kece Ditangkap atas Dugaan Penistaan Agama</title>
		<link>https://prokabar.com/muhammad-kece-ditangkap-atas-dugaan-penistaan-agama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2021 05:43:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Agama]]></category>
		<category><![CDATA[#Video]]></category>
		<category><![CDATA[#Youtube]]></category>
		<category><![CDATA[#Youtuber]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Divisi Humas Mabes Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kebayoran Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Komunikasi dan Infomasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Bagian Penerangan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[M Kece]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Kece]]></category>
		<category><![CDATA[Rusdi Hartono]]></category>
		<category><![CDATA[Rutan Bareskrim Polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93512</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com, Jakarta &#8211; Youtuber Muhammad Kece mendekam selama 20 hari di Rutan Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penangkapan Muhammad Kece ini terkait laporan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/muhammad-kece-ditangkap-atas-dugaan-penistaan-agama/">Muhammad Kece Ditangkap atas Dugaan Penistaan Agama</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com</a>, Jakarta</strong> &#8211; Youtuber Muhammad Kece mendekam selama 20 hari di Rutan Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.</p>
<p>Penangkapan Muhammad Kece ini terkait laporan polisi dengan nomor LP/B/500/VIII/2020/SPKT pada 21 Agustus 2021 atas dugaan penistaan agama.</p>
<p>Video unggahan Muhammad Kece belakangan ini menimbulkan kegaduhan di dunia maya.</p>
<p>Kementerian Komunikasi dan Infomasi sudah mentakedown video tersebut dengan alasan bisa memecah bangsa.</p>
<p>Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Ahmad Ramadhan mengatakan penahanan Muhammad Kece terjadi pada Rabu (25/8) sekitar pukul 21.30 WIB.</p>
<p>Pihak kepolisian langsung menggiring Muhammad Kece atau M Kece ini ke Rutan Bareskrim polri usai pemeriksaan oleh penyidik.</p>
<p>&#8220;Penahanan M Kece sejak 25 Agustus 2021 sampai 13 September 2021,&#8221; kata Ramadhan, Kamis (26/8).</p>
<p>Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Rusdi Hartono menceritakan penangkapan M Kece terjadi di kawasan Banjar Untal-untal, Desa Dulang, Kecamatan Kuta Utara, kabupaten badung, Bali, pada Selasa (24/8) sekitar pukul 19.30 WIT.</p>
<p>Kawasan tersebut merupakan tempat persembuyian M Kece setelah menghebohkan jagad maya.</p>
<p>Penyidik sudah menetapkan M Kece sebagai tersangka kasus penistaan agama dengan bukti permulaan yang cukup dan hasil pemeriksaan saksi serta ahli.</p>
<p>Kabag Penum Divisi Humas Polri sebelumnya mengungkapkan M Kece bukanlah seorang ahli agama atau murid dari suatu pesantren.</p>
<p>M Kece hanya mempelajari agama secara otodidak dan tidak pernah mengenyam pendidikan agama sebagai santri.</p>
<p>Dalam akun Youtube M Kece sudah ada ratusan video dan 42 di antaranya sudah ditakedown.</p>
<p>Sementara itu sebanyak 38 video masih dalam proses takedown.</p>
<p>M Kece menyebarkan konten yang sensitif ini lantaran sesuai dengan pemahaman dari kepercayannya sendiri.</p>
<p>Sampai pada pemeriksaan oleh petugas, M Kece masih belum menyesali perbuatannya.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/muhammad-kece-ditangkap-atas-dugaan-penistaan-agama/">Muhammad Kece Ditangkap atas Dugaan Penistaan Agama</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Perilaku Menyimpang pada Siswa Meningkat selama Pandemi</title>
		<link>https://prokabar.com/kasus-perilaku-menyimpang-pada-siswa-meningkat-selama-pandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2021 04:09:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[#guru]]></category>
		<category><![CDATA[#pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[#ppkm]]></category>
		<category><![CDATA[#PSBB]]></category>
		<category><![CDATA[#Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[#Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[#sma]]></category>
		<category><![CDATA[#smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[#smp]]></category>
		<category><![CDATA[#Video]]></category>
		<category><![CDATA[bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Intelligence Quotients]]></category>
		<category><![CDATA[IQ]]></category>
		<category><![CDATA[Klinik Inspirasi Consulting]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Negatif]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pembatasan Pembatasan Kegiatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pembatasan Sosial Berskala Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku menyimpang]]></category>
		<category><![CDATA[Perundungan]]></category>
		<category><![CDATA[pornografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92892</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com, Agam &#8211; Peningkatan kasus perilaku menyimpang pada siswa meningkat di klinik Inspirasi Consulting Bukittinggi. Klinik yang melayani pasien di wilayah Bukittinggi dan Agam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kasus-perilaku-menyimpang-pada-siswa-meningkat-selama-pandemi/">Kasus Perilaku Menyimpang pada Siswa Meningkat selama Pandemi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com,</a> Agam &#8211;</strong> Peningkatan kasus perilaku menyimpang pada siswa meningkat di klinik Inspirasi Consulting Bukittinggi.</p>
<p>Klinik yang melayani pasien di wilayah Bukittinggi dan Agam ini menerima konsultasi untuk perbaikan sikap dan peningkatan motivasi siswa.</p>
<p>Owner Klinik Inspirasi Consulting Bukittinggi Yosi Maulina peningkatan ini terjadi selama pandemi Covid-19 terhitung sejak berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).</p>
<p>Meningkatnya kasus perilaku menyimpang ini, kata Yosi, karena pengaruh dari <em>gadget</em> atau<em> smartphone</em>.</p>
<p>Siswa khususnya di jenjang pendidikan SMP sampai SMA, terdominasi <em>gadget</em> karena harus belajar daring.</p>
<p>Sementara anak pada tingkat pendidikan ini banyak yang tidak mendapatkan kontrol dari orantua.</p>
<p>Pasalnya, orangtua siswa tersebut bekerja untuk memenuhi kebutuhan selama pandemi Covid-19.</p>
<p>Apalagi banyak juga orangtua yang awam menggunakan gadget ataupun smartphone sehingga tak mengerti cara mengontrol akses internet anak.</p>
<p>&#8220;Ketika kontrol kurang, anak terpapar pada pornografi dan konten yang mengganggu psikologis,&#8221; kata Yosi Maulina pada Prokabar.com, Senin (16/8).</p>
<p>Alumnus Psikologi Universitas Indonesia itu sangat menyayangkan meningkatnya kasus perilaku menyimpang pada siswa.</p>
<p>&#8220;Tidak sedikit yang mengalami motivasi rendah. Padahal<em> Intelligence Quotients</em> (IQ) bagus,&#8221; katanya lagi.</p>
<p>Yosi bercerita terkait perilaku menyimpang pada siswa, kasus paling banyak adalah pelecehan seksual.</p>
<p>Banyak kasus perundungan yang sampai menelanjangi dan memvideokannya. Ada juga kasus siswa yang berani menampar orangtua karena mengganggu <em>gadget</em>nya.</p>
<p>&#8220;Dampaknya wibawa kontrol dari orangtua menghilang,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Inilah penyebab banyaknya siswa yang pencapaiannya rendah di sekolah, begitupun dengan tugas yang diberikan.</p>
<h4>Solusi Pencegahan</h4>
<p>Yosi menawarkan solusi untuk mengatasi peningkatan perilaku menyimpang ini bisa dengan mengaktifkan kembali sekolah tatap muka.</p>
<p>Syaratnya,  siswa yang masuk tatap muka harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.</p>
<p>Menurut Yosi, energi pada usia remaja yang berlebih bisa tersalurkan pada hal positif di sekolah.</p>
<p>Sementara di rumah, mereka akan menghabiskan energinya di gadget sehingga akan sering terpapar pornografi dan konten negatif lainnya.</p>
<p>Kalau di sekolah, energi itu bisa disalurkan lewat kegiatan ekstrakulikuler.</p>
<p>Positifnya lagi, guru-guru bisa mengawasi setiap kegiatan anak agar tidak terpapar pada hal negatif. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kasus-perilaku-menyimpang-pada-siswa-meningkat-selama-pandemi/">Kasus Perilaku Menyimpang pada Siswa Meningkat selama Pandemi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Video Hoaks, UAS Jadi Tersangka Beredar di Media Sosial</title>
		<link>https://prokabar.com/video-hoaks-uas-jadi-tersangka-beredar-di-media-sosial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 May 2021 05:38:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Polri]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#UAS]]></category>
		<category><![CDATA[#Video]]></category>
		<category><![CDATA[#Youtube]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Abdul Somad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=88232</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar.com &#8211; Hoaks beredar soal Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menjadi tersangka penggelapan sumbangan Umat. Video dari akun Youtube Suara Inspirasi beredar dengan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/video-hoaks-uas-jadi-tersangka-beredar-di-media-sosial/">Video Hoaks, UAS Jadi Tersangka Beredar di Media Sosial</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, <a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com</a></strong> &#8211; Hoaks beredar soal Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menjadi tersangka penggelapan sumbangan Umat.</p>
<p>Video dari akun Youtube Suara Inspirasi beredar dengan judul UAS Jadi Tersangka, Polri Amankan Uang Sumbangan Umat.</p>
<p>Halam sampul video tersebut membuat kutipan AKhirnya Terungkap, Polri Temukan Bukti Baru, UAS Terjerat Pasal Berlapis.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong></p>
<p><a href="https://prokabar.com/ekspor-pt-semen-padang-meningkat-305-persen/"><strong>Ekspor PT Semen Padang Meningkat 30,5 Persen</strong></a></p>
<p><a href="https://prokabar.com/pembebasan-lahan-jalan-ke-terminal-terganjal-refocussing-apbn/"><strong>Pembebasan Lahan Jalan Ke Terminal Terganjal Refocussing APBN</strong></a></p>
<p><strong><a href="https://prokabar.com/selama-lebaran-pad-pariaman-dari-pariwisata-capai-rp256-juta/">Selama Lebaran, PAD Pariaman dari Pariwisata Capai Rp256 Juta</a></strong></p>
<p>Video tersebut ternyata hanya editan dari beberapa gambar bergerak dengan bubuhan tulisan tentang UAS yang menjadi tersangka.</p>
<p>Bahkan foto UAS yang memakai baju tahanan juga merupakan editan dari postingan pada laman Kompas.tv dengan judul Perkembangan Kasus Memiles, Siapa Lagi Artis yang Diperiksa.</p>
<p>Artikel tersebut tayang di laman Kompas.tv pada 21 Januari 2020.</p>
<p>Chek Fakta dan Yandex mengungkap informasi tak benar soal ulama kondang ini.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/berita/syarat-dan-klarifikasi-bkn-soal-pendaftaran-cpns-2021/"><strong>Syarat dan Klarifikasi BKN soal Pendaftaran CPNS 2021</strong></a></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/uncategorized/cyber-pr-penunjang-ritel-modern-daya-mart-kota-padang/"><strong>Cyber PR Penunjang Ritel Modern Daya Mart Kota Padang</strong></a></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/milenia/cyber-pr-dalam-komodifikasi-pesan-media/"><strong>Cyber PR dalam Komodifikasi Pesan Media</strong></a></p>
<p>Tak hanya dari akun Suara Inspirasi, video hoax tersebut juga beredar pada akun Youtube lainnya.</p>
<p>Video tersebut kemudian menjadi viral di kalangan peselancar dunia maya.</p>
<p>Beberapa akun membagikan postingan tersebut di beberapa platform media sosial lainnya.</p>
<p>Pemeriksa fakta dari Universitas Pendidikan Indonesia, Fathia Islamiyatul Syahida memastikan informasi tersebut menyesatkan.</p>
<p>Tidak ada pemberitaan terkait UAS yang menjadi tersangka kasus penggelapan sumbangan umat.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/video-hoaks-uas-jadi-tersangka-beredar-di-media-sosial/">Video Hoaks, UAS Jadi Tersangka Beredar di Media Sosial</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral, Pesta Pernikahan di Mesjid Nurul Iman Dihentikan Warga</title>
		<link>https://prokabar.com/viral-pesta-pernikahan-di-mesjid-nurul-iman-dihentikan-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2018 02:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Video]]></category>
		<category><![CDATA[#Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[#NurulImanPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Video]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=22375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Resepsi pernikahan di Mesjid Nurul Iman berujung viral di media sosial. Sebab, sejumlah warga menghentikan resepsi yang berlokasi di lantai dua...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/viral-pesta-pernikahan-di-mesjid-nurul-iman-dihentikan-warga/">Viral, Pesta Pernikahan di Mesjid Nurul Iman Dihentikan Warga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Resepsi pernikahan di Mesjid Nurul Iman berujung viral di media sosial. Sebab, sejumlah warga menghentikan resepsi yang berlokasi di lantai dua mesjid.</p>
<p>Dalam rekaman video panjang yang tersebar di Facebook, sejumlah orang memprotes penggunaan mesjid untuk resepsi dan menggunakan musik. Perdebatan terjadi antara warga, pengurus mesjid dan pemilik pesta.</p>
<p>Video ini kemudian ditanggapi beragam oleh warga.</p>
<p>Berikut video yang viral itu</p>
<p><iframe class="my-youtube-video" title="Viral, Pesta Pernikahan di Mesjid Nurul Iman Dihentikan Warga" width="500" height="375" src="https://www.youtube.com/embed/FD3318x4soA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/viral-pesta-pernikahan-di-mesjid-nurul-iman-dihentikan-warga/">Viral, Pesta Pernikahan di Mesjid Nurul Iman Dihentikan Warga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 31/211 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/16 queries in 0.025 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 07:45:00 by W3 Total Cache
-->