<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Usman Alnas Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/usman-alnas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/usman-alnas/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 May 2021 16:24:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>Usman Alnas Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/usman-alnas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah dan Balaghah Penuh Arti dari Almarhum Masnal Zajuli</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-dan-balaghah-penuh-arti-dari-almarhum-masnal-zajuli/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 May 2021 16:24:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#IAIN]]></category>
		<category><![CDATA[Jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Masnal Zajuli]]></category>
		<category><![CDATA[Usman Alnas]]></category>
		<category><![CDATA[Yunahar Ilyas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=87044</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batam, Prokabar.com &#8211; Selamat, telah menyelesaikan tugas pengabdian ke negara-bangsa sebagai Pegawai Negeri Sipil. Selama 70 tahun usia berlalu, suatu rahmat Allah yang luar...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-dan-balaghah-penuh-arti-dari-almarhum-masnal-zajuli/">Kisah dan Balaghah Penuh Arti dari Almarhum Masnal Zajuli</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Batam, <a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com</a> &#8211; </strong>Selamat, telah menyelesaikan tugas pengabdian ke negara-bangsa sebagai Pegawai Negeri Sipil.</p>
<p>Selama 70 tahun usia berlalu, suatu rahmat Allah yang luar biasa untuk zaman ini.</p>
<p>اللهم انا نسألك الرضى والتقى والعفو والعافية .</p>
<p>Beliau Prof. H. Masnal Zajuli, MA,  pertama kali saya bertemu beliau di depan kelas Maret 1975.</p>
<p>Saya Usman Alnas, Prof Masnal adalah tutor Bahasa Arab di Himat Study Club (HSC) Padang.</p>
<p>HSC itu merupakan lembaga kursus dengan prakarsa dua orang, Suhairi Ilyas dan H.Dt. Rky. Endah.</p>
<p>Perasaan saya larut entah kenapa, beliau tampil dengan Bahasa Arab yang <em>fashahah</em> di telinga saya.</p>
<p>Masih segar dalam ingatan saya sepotong syair yang beliau ungkap.</p>
<p>أكرم طبيبك ان أردت دواءه<br />
وكذا المعلم ان أردت التعلّم</p>
<p>Hormati doktermu kalau kamu ingin obatnya, begitu juga hormati gurumu kalau kamu ingin belajar.</p>
<p>Hari-hari berikutnya saya tidak hanya belajar di kelas dengan beliau, di mana dan kapanpun.</p>
<p>Bahkan saya sering menginap di kosannya, Jalan Belakang Olo, sambil belajar mengetik teks Arab.</p>
<p>Di sini saya ingin mengungkapkan beberapa hal penting dan relefan untuk mengenang Prof. H. Masnal Zajuli, MA.</p>
<h3>1. Pesan Buya Hamka</h3>
<p>Pada catatan harian H Masnal, Oh Haji, kalau ada jalan menurun jangan lompati, biarlah tempuh jalan berliku asal ananda selamat.</p>
<p>Panggilan haji sangat akrab dengan Masnal. Hampir-hampir nama Masnal banyak orang kampus tidak tahu.</p>
<p>Padahal civitas akademika juga banyak yang sudah bergelar haji,</p>
<p>Kalau ada yang bertanya di mana haji? Telunjuk akan mengarah kepada Masnal, meskipun di kanan dan kiri beliau juga bergelar haji.</p>
<p>Saya tidak tahu jawabannya, kenapa hanya Masnal yang akrab dengan panggilan itu.</p>
<p>Saya dan angkatan 1975 tidak ada yang memanggil beliau dengan sebutan bapak. Semua mahasiswa memanggil beliau dengan sebutan Uda Haji.</p>
<h3>2. Peristiwa Galodo Gunung Marapi 30 April 1979</h3>
<p>Berita media massa pada 1 Mei 1979  sangat menggemparkan Sumatera Barat bahkan Indonesia.</p>
<p>Buya Hamka datang dari Jakarta, Haji Masnal yang menuntun ulama besar itu.</p>
<p>Di bawah payung genggaman Haji Masnal, Buya berkata, Haji, dulu kopi Gunung Merapi ini harumnya sampai ke Jakarta.</p>
<p>Tapi, kini sudah berubah menjadi bau jagung dan kacang tempe.</p>
<p>Haji Masnal sering mengulang-ulang pesan Buya Hamka ini.</p>
<h3>3. Pesan Nenek dari Sawah Tangah</h3>
<p>Karambie kalau masih tagak, jan kan urang, baruak sajo payah mamajeknyo.</p>
<p>Tapi kalau lah rabah, koncek bisa kejamban di pucuaknyo.</p>
<p>Ini adalah balaghahnya orang tua-tua kita, bertamsil kepada alam.</p>
<p>Artinya, selagi kita masih di atas, berdiri kokoh karena status sosial, jabatan dan sebagainya, jangan pernah melupakan orang lain.</p>
<p>Seandainya kita jatuh seperti seperti kelapa, katak pun tak segan dengan kita.</p>
<p>Terima kasih Nenek (Allah Yarhamha).</p>
<h3>4. Surat ke Jogyakarta</h3>
<p>September 1989, saya baru kuliah S2 di IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.</p>
<p>Suatu sore datang pak pos mengantar surat. Isi surat tersebut adalah sebaris kaligrafi.</p>
<p>وليتلطف ولا يشعرن بكم أحدا</p>
<p>Kenapa saya mendapatkan surat ini, sayapun bukanlah Ashabul Kahfi?</p>
<p>Saat libur semester, saya menemui Haji Masnal untuk menanyakan perihal surat tersebut.</p>
<p>&#8220;Sampai tidak surat tempo hari ke Jogya?&#8221; kata Haji Masnal.</p>
<p>Saya hanya tersenyum, lalu beliau mulailah bercerita tentang Ashabul Kahfi.</p>
<p>Terima kasih, telah mengingatkan saya hidup di kota besar. Sekarang suratnya saya albumkan.</p>
<h3>5. Musibah.</h3>
<p>Beliau beberapa kali dapat musibah. Bapak Jasman, seorang jamaah di Masjid Nurul Ulya berkata Haji Masnal sering kecelakaan.</p>
<p>&#8220;Beliau ko lah acok kanai antak. Diantak bendi, diantak bemo, diantak pisau, jatuah di oto.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi lai alun maningga lai. Alhamdulillah, kok lai kapanjang umua beliau.&#8221;</p>
<p>Rupanya ada prinsip dalam Tafsir al-Maraghi ;</p>
<p>تنوعت الأسباب والموت واحد</p>
<p>Bermacam sebab yang datang, namun ajal cuma satu kali.</p>
<p>Ini pula jawaban dari pesan beliau dari Mekah ke keluarga di Padang pada tahun 2007.</p>
<p>Jawaban pesan itu terkait dengan isu tsunami yang akan terjadi di Kota Padang.</p>
<p>&#8220;Tsunami 30 meter, rumah kita delapan meter. Berarti tsunami melangkahi rumah kita,&#8221; kata Haji Masnal.</p>
<p>Jawaban tidak rasional menurut saya dalam hati. Tapi beliau membalas pesan dari keluarga di Padang tentu dengan dasar keyakinan.</p>
<h3>6. Album Pakaian.</h3>
<p>Suatu kali isteri beliau, Musnaliza, merapikan lemari pakaian.</p>
<p>Paling akhir dan paling bawah ada pakaian sobek namun bersih dan rapih.</p>
<p>Lalu ibuk Musnaliza bertanya; &#8220;ini pakaian siapa Uan?&#8221;</p>
<p>Uan merupakan sapaan akrab Haji Masnal oleh istrinya.</p>
<p>Haji Masnal hanya menjawab utuk menanyakan perihal itu kepada saya.</p>
<p>Kejadiannya tahun 1980an, jawabannya baru awal 2000.</p>
<p>Haji Masnal tidak mau menjelaskan kejadian sebenarnya.</p>
<p>Alasan beliau tidak mau membebani pikiran isteri, toh, masalahnya sudah selesai dan hanya tingal kenangan.</p>
<h3>7. Apakah perlu S2?</h3>
<p>Pertanyaan beliau yang memang agak aneh. Apakah perlu S2? Saya sulit menjawabnya.</p>
<p>Saya kompromikan dengan Yunahar Ilyas. Bagaimana menurut antum, ini pertanyaan guru kita.</p>
<p>Yunahar bilang kalau sekedar Nurul Ulya ke Lubuh Lintah saja tak perlu S2. Semakin rumit jawabannya.</p>
<p>Masa berlalu, rupanya Haji Masnal berangkat ke Marokok dan pulang menyandang gelar Magister Agama.</p>
<p>Tak berselang lama, Haji Masnal kuliah lagi di UIN Ciputat dan pulang dengan gelar Doktor.</p>
<p>Setelahnya beliau mendapatkan prediket gelar Profesor yang melekat pada namanya sampai sekarang.</p>
<h3>8. Lughah Indonesia Lahjah Arab.</h3>
<p>Buya Hamka bercanda;</p>
<p>فاءذا هجّنت التواه فتفشرت الشرت</p>
<p>&#8220;Haji, kenapa engkau menghajan tuah, maka terpancarlah al-cirtu&#8221;</p>
<p>Saya bertanya tentang ungkapan itu. Haji Masnal menjawab, tuah jan diajan, dado jan dibusuangkan, biaso-biaso se lah.</p>
<p>Canda dan nasehat beliau, Prof. Dr. H. Masnal Zajuli, MA memang sulit membedakan antara serius atau tidak.</p>
<p>Sebagai murid dan teman dekat beliau, kami berusaha menyelami kedalaman balaghah beliau dalam keseharian.</p>
<p>Beberapa penggalan ungkapan Haji Masnal saya ikut, catat, dan pahami. Insyaallah, akan selalu menjadi jembatan kasih sebelum saya menunaikan sebuah wasiat beliau kepada saya.</p>
<p>Semoga Allah swt berkenan membalas jasa-jasa beliau terhadap saya dan keluarga.</p>
<p>Begitupun dengan jasa teman senasib sepenanggungan di Group Kompak 11 Padang.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-dan-balaghah-penuh-arti-dari-almarhum-masnal-zajuli/">Kisah dan Balaghah Penuh Arti dari Almarhum Masnal Zajuli</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 26/50 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.020 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 00:34:45 by W3 Total Cache
-->