<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Unik Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/unik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/unik/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Nov 2019 15:03:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Unik Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/unik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hendak Buang Air, Ibu Muda di Agam Ini Tiba-tiba Melahirkan</title>
		<link>https://prokabar.com/hendak-buang-air-ibu-muda-di-agam-ini-tiba-tiba-melahirkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Nov 2019 05:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Unik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=52044</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Kejadian langka yang dialami keluarga Untung Hidayat (28) beserta istrinya, Dewi Rosnita (28), warga Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hendak-buang-air-ibu-muda-di-agam-ini-tiba-tiba-melahirkan/">Hendak Buang Air, Ibu Muda di Agam Ini Tiba-tiba Melahirkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><span class="s1"><strong>Agam, Prokabar</strong> — Kejadian langka yang dialami keluarga Untung Hidayat (28) beserta istrinya, Dewi Rosnita (28), warga Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Minggu malam (17/11). Dewi tiba-tiba melahirkan seorang anak perempuan, tanpa diketahui sebelumnya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Sebelumnya saja lagi nonton. Tiba-tiba hendak buang air kecil. Awalnya saya tahan, karena sudah kebelet akhirnya ke kamar mandi. Di saat itu, serasa BAB mencret. Dan saya pun sempat kaget serasa bermimpi,&#8221; ungkap Dewi kepada Prokabar.com ditemui ke rumahnya, Rabu (20/11).</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Dewi sempat menepuk-nepuk wajahnya karena kejadian seperti tidak nyata saja. Tidak ada angin dan tidak ada hujan tiba-tiba lahir saja seorang bayi perempuan. &#8220;Tidak ada tanda-tanda saya mengalami kehamilan seperti normalnya melahirkan dua anak sebelumnya. Bayi kami pun tidak ada tali pusat, ketuban dan darah. Lahir pun saat hendak buang air kecil di kamar mandi,&#8221; terangnya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Untung Hidayat membenarkan kejadian tersebut. Selaku suami juga sangat tersentak<span class="Apple-converted-space">  </span>kaget dan rasa percaya. Sehari-hari hidup bersama, tidak sedikitpun ada tanda-tanda istrinya hamil seperti sebelumnya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Awalnya saya bersama Dewi dan anak-anak nonton siaran televisi. Dan dia pun ke kamar mandi. Tidak lama, mertua saya memanggil dan mengatakan Dewi telah melahirkan seorang anak perempuan,&#8221; tuturnya senang. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Ibu Muda tersebut padahal beraktifitas normal seperti biasanya. Ke sawah, menyortir padi hingga sempat menjunjung padi dengan cukup berat. &#8220;Hal ini membuat saya senang karena ini anugrah bagi kami dan keluarga. Dan ini adalah titipan dan hidayah yang patut kita syukuri,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hendak-buang-air-ibu-muda-di-agam-ini-tiba-tiba-melahirkan/">Hendak Buang Air, Ibu Muda di Agam Ini Tiba-tiba Melahirkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Zainal, Tukang Pijit Favorit Di Lubuk Basung</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-zainal-tukang-pijit-favorit-di-lubuk-basung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2019 00:41:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#LubukBasung]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#terapi]]></category>
		<category><![CDATA[#Unik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=31099</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Sore itu seorang bapak paroh baya mendatangi sebuah rumah kayu di tepi jalan raya Lubuk Basung. Tepatnya Jorong Sikabu, Nagari Kampuang Tangah,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-zainal-tukang-pijit-favorit-di-lubuk-basung/">Kisah Zainal, Tukang Pijit Favorit Di Lubuk Basung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Sore itu seorang bapak paroh baya mendatangi sebuah rumah kayu di tepi jalan raya Lubuk Basung. Tepatnya Jorong Sikabu, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.</p>
<p>Bapak itu bernama Mursidi (52), adalah langganan setia Zainal (67) sejak beberapa tahun belakangan. Di saat tubuhnya terasa pegal dan sakit, ia selalu mendatangi Zainal untuk berurut.</p>
<p>&#8220;Saya sangat senang mendatangi Pak Zainal. Seluruh tubuh saya diurut dengan seksama. Badan dan tubuh awalnya terasa sakit, Alhamdulillah membaik karnanya. Selain Izin Allah, tentu berkat pengobatan melalui beliau,&#8221; tutur Mursidi.</p>
<p>Saya lanjutnya, selalu berlangganan dengan beliau. Selain enak dan nyaman, tarif tidak ditentukan. &#8220;Yang penting ikhlas,&#8221; katanya.</p>
<p>Zainal lebih dikenal dengan sebutan Mak Enan. Beliau lahir 1952, asal Jorong Kukuban, Nagari Maninjau. Ilmu memijit didapat dari ayahnya yang juga asli warga setempat.</p>
<p>&#8220;Usaha ini sudah saya mulai sejak tahun 1973. Kepandaian didapat dari ayah saya bernama Rukun Sutan Mangapo. Saya terus melanjutkan usaha ini, sejak almarhum sudah meninggal dunia,&#8221; kata Mak Enan.</p>
<p>Setiap hari, rata-rata orang berkunjung untuk berurut tidak lebih 20 orang. Kecuali di hari libur, biasanya hari yang sangat padat. Pelanggan biasanya berasal dari selingkar Lubuk Basung, Kota Padang, Tanjung Mutiara dan Ampek Nagari. &#8220;Mereka rutin sekali seminggu datang ke sini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Zainal memiliki istri bernama Yusmaniar (50). Memiliki 5 orang yang telah berkeluarga semuannya. Selain tukang pijit, Ia juga bertani dan mengolah sawah dengan hasil sekitar 1000 sukek.</p>
<p>&#8220;Saya sangat senang kehadiran seseorang datang dengan ketulusan hati untuk meminta bantuan. Terutama mengurut tubuhnya. Namun saya sangat terusik ketika ada orang hanya menguji-uji kemampuan sihir kepada saya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Seringkali Zainal menjadi korban ilmu gaib dari seseorang. Padahal beliau mengaku tidak memiliki kemampuan khusus, kecuali untuk mengobati orang dengan jasa pijit ini. &#8220;Meski ada orang jahat, saya hanya serahkan kepada Yang Maha Kuasa. Semoga semua kebaikan selalu menyertai saya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kemampuan tersebut sudah diturunkan ke 3 anak mereka, namun belum sepenuhnya. Sehingga, bila Ia mangkat nanti, anaknya tersebut sudah bisa melanjutkan profesi tukang pijat. &#8220;Selain mendapat membantu orang dan ibadah, setidaknya dapat menambah pendapatan sehari-hari,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-zainal-tukang-pijit-favorit-di-lubuk-basung/">Kisah Zainal, Tukang Pijit Favorit Di Lubuk Basung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Desa Ini Gratis Kelapa Muda Bagi Yang Bernama Agus</title>
		<link>https://prokabar.com/di-desa-ini-gratis-kelapa-muda-bagi-yang-bernama-agus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2018 07:01:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agus]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Indramayu]]></category>
		<category><![CDATA[#Unik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=15549</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indramayu, Prokabar &#8211;  Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) Ke- 73 Tahun, banyak dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat, namun ada yang unik di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/di-desa-ini-gratis-kelapa-muda-bagi-yang-bernama-agus/">Di Desa Ini Gratis Kelapa Muda Bagi Yang Bernama Agus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Indramayu, Prokabar &#8211; </strong> Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) Ke- 73 Tahun, banyak dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat, namun ada yang unik di Desa Juntikebon Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, seseorang bernamakan Agus selama  bulan Agustus bisa gratis dapet dua kelapa muda.</p>
<p>Hal itulah yang di gerakan oleh Pedagang Kelapa Muda di Desa Juntikebon Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, tidak sembarang orang gratis, hanya nama Agus yang berhak mendapatkan dua kelapa muda, dengan tujuan seseorang bernamakan agus dapat awet muda setelah mengkonsumsi kelapa muda.</p>
<p>&#8220;Nama Agus bisa gratis bawa dua kelapa muda, selama bulan Agustus, demi memeriahkan HUT RI Ke-73 Tahun&#8221; kata Jendi Hendi pedagang Kelapa Muda asal Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.</p>
<p>Jendi menambah nama Agus agar mendapatkan dua kelapa muda secara gratis, bisa dapat mengajukan persyaratan seperti membawa, Surat Kartu Keluarga (KK) dan Surat Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP), dikatakannya untuk bukti dan menghindari penipuan nama Agus pasalnya kelapa muda yang didapat dari membeli dengan harga yang lumayan mahal.</p>
<p>Sementara itu salah satu warga bernama Agus Riyadi asal Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat ,Kabupaten Indramayu, mengatakan dirinya mengaku sangat antusias ingin mendapatkan dua kelapa muda secara gratis setelah mendapat informasi dari media sosial, lain daripada itu, agar awet muda, dirinya menilai hal tersebut merupakan ungkapan do&#8217;a untuknya.</p>
<p>&#8220;Walau hanya kelapa muda tapi tujuanya kan nama agus biar awet muda maka ya perlu di syukuri, bisa mengkonsumsi kelapa muda, lumayan beruntung seseorang bernama agus bisa mendapatkan sesuatu secara gratis di bulan Agustus,&#8221;katanya.  <strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/di-desa-ini-gratis-kelapa-muda-bagi-yang-bernama-agus/">Di Desa Ini Gratis Kelapa Muda Bagi Yang Bernama Agus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Fakta Unik Wisata di Kota Pariaman</title>
		<link>https://prokabar.com/7-fakta-unik-wisata-di-kota-pariaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2018 09:09:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#AngsoDuo]]></category>
		<category><![CDATA[#HutanMagrove]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Tabuik]]></category>
		<category><![CDATA[#UluAmbek]]></category>
		<category><![CDATA[#Unik]]></category>
		<category><![CDATA[#Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=5005</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pariaman, Prokabar &#8211; Pariaman salah satu kota kecil yang terletak di Pantai Barat Provinsi Sumatera Barat. Salah satu wilayah yang hanya berjarak 25 km...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/7-fakta-unik-wisata-di-kota-pariaman/">7 Fakta Unik Wisata di Kota Pariaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pariaman, Prokabar &#8211; </strong>Pariaman salah satu kota kecil yang terletak di Pantai Barat Provinsi Sumatera Barat. Salah satu wilayah yang hanya berjarak 25 km dari Bandara Internasional Minangkabau dan 56 km dari Kota Padang. Kota Tabuik nama lain dari kota kecil ini memiliki 7 fakta unik dan legenda di tengah masyarakat. Dan bagi pengunjung berwisata ke Pariaman, wajib mengetahui cerita legenda tersebut. Apa saja itu? Mari kita urai satu persatu:</p>
<h4>1. Pulau Angso Duo</h4>
<figure id="attachment_5006" aria-describedby="caption-attachment-5006" style="width: 701px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-5006 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/97.jpeg" alt="" width="701" height="392" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/97.jpeg 701w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/97-300x168.jpeg 300w" sizes="(max-width: 701px) 100vw, 701px" /><figcaption id="caption-attachment-5006" class="wp-caption-text">Foto : Pulau Angso Duo</figcaption></figure>
<p>Pulau Angso Duo adalah salah satu Objek wisata pertama paling menarik dan unik untuk dikunjungi. Pasalnya, di pulau dengan luas sekitar 1 hektar ini terdapat sejarah yang belum terungkap sepenuhnya dari pakar sejarah. Di pulau itu terdapat sebuah Sumur Tua, beserta beberapa Pemakaman kecil disertai satu kuburan dengan panjang 7 meter. Masyarakat mengenal kuburan tersebut mendiang Ulama Katik Sangko.</p>
<figure id="attachment_5015" aria-describedby="caption-attachment-5015" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-5015" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/93.jpeg" alt="" width="720" height="483" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/93.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/93-300x201.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/93-768x515.jpeg 768w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-5015" class="wp-caption-text">Makam Ulama Katik Sangko</figcaption></figure>
<p>Menurut catatan naskah aksara jawi hasil transliterasi dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Addriyetti Amir dan disunting oleh Sudarmoko di buku PUITIKA Edisi Khusus Agustus 2001, Katik Sangko merupakan pengawal perjalanan Syekh Burhanuddin yang diperintah Syekh Abdulrauf as Singkili (guru dari Syekh Burhanuddin) dari Aceh kembali ke Ranah Minang. Bertujuan menyiarkan Agama Islam pada tahun 1070 Hijriah atau 1689 Masehi.</p>
<p>Singkat cerita, mereka bersama-sama kembali ke kampung halaman dalam waktu dua kali periode dengan jumlah rombongan hulu balang (pendekar) yang berbeda pula. Kepulangan pertama gagal hingga yang kedua kali berhasil, melawan kelompok jahat ahli sihir. Seperti Pasukan Basa Nan Ampek (masyhur 4 orang) yaitu Kilik-kilik Jantan, Gaga Tangah Padang, Jin Paneh dan Wama. Sebelum mendarat ke pesisir Pariaman, Syekh Burhanuddin dan Katik Sangkob terlebih dahulu berlabuh di Pulau Angso duo. Mitosnya, Angso Duo dari nama Pulau itu merupakan lambang atau simbol dari dua tokoh Ulama berseragam jubah putih tersebut. Konon mereka memiliki kemampuan terbang dan berjalan di atas air, seperti Burung Angsa. Masyarakat Pariaman mengabadikan pulau bertuah tersebut sebagai pulau kiramat nan sati dengan sebutan Pulau Angso Duo.</p>
<h4>2. Konservasi Penyu</h4>
<figure id="attachment_5007" aria-describedby="caption-attachment-5007" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-5007 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/95.jpeg" alt="" width="510" height="383" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/95.jpeg 510w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/95-300x225.jpeg 300w" sizes="(max-width: 510px) 100vw, 510px" /><figcaption id="caption-attachment-5007" class="wp-caption-text">Konservasi Penyu</figcaption></figure>
<p>Kota Pariaman terletak dengan garis pantai sepanjang 12,73 km. Di samping itu juga terdapat 4 (empat) pulau kecil seperti Pulau Ujung, Pulau Tangah, Pulau Angso dan Pulau Kasiak. Pulau itu disekeliling ekosistem terumbu karang. Kawasan yang merupakan kawasan penyu bertelur setiap tahun. Jenis penyu yang banyak ditemukan adalah penyu lekang, penyu hijau dan penyu sisik. Berdasarkan potensi yang terdapat pada kawasan tersebut maka dijadikan kawasan konservasi perairan daerah Kota Pariaman oleh Walikota Pariaman pada tanggal 20 Oktober berdasarkan SK No. 334/523/2010. Kemudian berpindah ke wewenang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera barat sesuai adanya Undang-Undang 23 Tahun 2014.</p>
<figure id="attachment_5016" aria-describedby="caption-attachment-5016" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5016" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90.jpeg" alt="" width="720" height="405" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90.jpeg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90-1024x576.jpeg 1024w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-5016" class="wp-caption-text">Konservasi Penyu</figcaption></figure>
<p>Penyu merupakan hewan yang dilindungi Indonesia sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pangawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. “Bahwa penyu berikut bagian-bagiannya termasuk telurnya merupakan satwa yang dilindungi oleh negara.” Dan peluang pemanfaatannya melalui penangkaran yang diatur PP No. 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.</p>
<h4>3. Taman Hutan Mangrove</h4>
<figure id="attachment_5009" aria-describedby="caption-attachment-5009" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5009 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/102.jpeg" alt="" width="500" height="375" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/102.jpeg 500w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/102-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-5009" class="wp-caption-text">Taman Hutan Mangrove</figcaption></figure>
<p>Hutan Mangrove di Kota Pariaman terletak antara Desa Apar dan Desa Mangguang. Awalnya Hutan Mangrove atau Bakau cukup luas dan terdapat habitan udang dan kepiting, menjadi santapan masyarakat setempat. Akibat minimnya kesadaran masyarakat, Hutan Bakau tersebut hanya tersisa 1 hektar, dan terancam musnah akibat seringnya penebangan dan perusakan secara liar. Hampir semua jenis mangrove ada di sini. Namun yang sudah ditanami ribuan bibit di sana adalah jenis Rhizophora.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5018 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/101.jpeg" alt="" width="500" height="375" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/101.jpeg 500w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/101-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<p>Melalui penggiat atau komunitas TDC (Tabuik Diving Club) bersama Pemerintah Kota Pariaman dan PT. Pertamina (DPPU) Minangkabau, Hutan Tersebut kemudian disulap menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi di Sumatra Barat. Taman Hutan Mangrove saat ini memiliki jembatan dengan panjang 50 meter dan lebar 1,5 meter (nantinya pembangunan dilanjutkan hingga tuntas), disertai papan informasi tentang Mangrove. Pengunjung dapat menikmati suasana asri Hutan Mangrove beserta seluk beluk manfaat Bakau bagi kehidupan Manusia.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/7-fakta-unik-wisata-di-kota-pariaman/2/">Lanjut Halaman 2 &#8211;&gt;&gt;</a></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/7-fakta-unik-wisata-di-kota-pariaman/">7 Fakta Unik Wisata di Kota Pariaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 45/123 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.015 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:16:33 by W3 Total Cache
-->