<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ulos Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ulos/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ulos/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Nov 2019 01:31:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#ulos Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ulos/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inspiratif! Ulos Karya Penenun Suku Pakpak Kabupaten Dairi, Sumatera Utara Go Internasional</title>
		<link>https://prokabar.com/inspiratif-ulos-karya-penenun-suku-pakpak-kabupaten-dairi-sumatera-utara-go-internasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Nov 2019 01:31:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kaintenun]]></category>
		<category><![CDATA[#ulos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=50612</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Pengrajin tenun Suku Pakpak asal Kabupaten Dairi, patut berbangga, hasil karya berupa ulos dikenal hingga ke Belgia. &#8220;Awal Oktober, karya tenun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inspiratif-ulos-karya-penenun-suku-pakpak-kabupaten-dairi-sumatera-utara-go-internasional/">Inspiratif! Ulos Karya Penenun Suku Pakpak Kabupaten Dairi, Sumatera Utara Go Internasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Pengrajin tenun Suku Pakpak asal Kabupaten Dairi, patut berbangga, hasil karya berupa ulos dikenal hingga ke Belgia.</p>
<p>&#8220;Awal Oktober, karya tenun ulos karya penenun Kabupaten Dairi ikut acara fashion di Belgia. Pengunjung di sana sangat tertarik bahkan meminta kami membuatkan tenun khas Dairi untuk keperluan fashion,&#8221; terang Romy Mariani Eddy B, Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.</p>
<figure id="attachment_50613" aria-describedby="caption-attachment-50613" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-large wp-image-50613" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/87C64B24-7E14-42B5-9334-776D8A613556-1024x571.jpeg" alt="Foto Beb - Diskusi Eco Fashion Indonesia" width="1000" height="558" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/87C64B24-7E14-42B5-9334-776D8A613556-1024x571.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/87C64B24-7E14-42B5-9334-776D8A613556-300x167.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/87C64B24-7E14-42B5-9334-776D8A613556-768x428.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/87C64B24-7E14-42B5-9334-776D8A613556.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-50613" class="wp-caption-text">Foto Beb &#8211; Diskusi Eco Fashion Indonesia</figcaption></figure>
<p>Saat ditemui di acara Eco Fashion Indonesia di Epicentrum Walk, Jakarta, Romy juga menunjukan hasil alam Kabupaten Dairi berupa kopi Sidikalang, cokelat dan keripik olahan labu.</p>
<p>&#8220;Selain tenun, hasil alam yang kami bawa berupa kopi Sidikalang, olahan cokelat dan keripik labu,&#8221; sebut Romy.</p>
<p>Di acara &#8216;Next GENEROUSion Festival&#8217; yang diselenggarakan Filantropi Indonesia ini, karya penenun Suku Pakpak ditampilkan sejumlah model di atas cat walk.</p>
<p>Romy menyebut penenun yang berasal dari daerahnya mengalami peningkatan dari segi ekonomi. Hal tersebut disampaikan Romy di sesi diskusi bersama Merdi Sihombing (pencetus Eco Fashion Indonesia) Nazir Foead (Kepala Badan Restorasi Gambut), Randi Swandaru (Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS), Advina Ratnaningsih (model senior).</p>
<p>&#8220;Secara ekonomi awalnya penenun Kabupaten Diari khususnya tidak berkembang. Dikarenakan ulos ini dipakai untuk acara adat tertentu, mereka hanya membuat untuk kalangan keluarga saja. Padahal produk yang mereka buat itu sangat bernilai,&#8221; ungkap Romy.</p>
<p>Melihat adanya peluang bisnis yang menjanjikan inilah, sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Diari, Sumut, Romy ingin memajukan perekonomian khususnya bagi penenun.</p>
<figure id="attachment_50614" aria-describedby="caption-attachment-50614" style="width: 473px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-50614" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/ACAD0D29-D646-48DB-B6A9-B5C1026E39CD-473x1024.jpeg" alt="Foto Beb - Romy Mariani Eddy B, Ketua Dekranasda Kabupaten Diari, Sumatera Utara" width="473" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/ACAD0D29-D646-48DB-B6A9-B5C1026E39CD-473x1024.jpeg 473w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/ACAD0D29-D646-48DB-B6A9-B5C1026E39CD-139x300.jpeg 139w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/ACAD0D29-D646-48DB-B6A9-B5C1026E39CD.jpeg 532w" sizes="(max-width: 473px) 100vw, 473px" /><figcaption id="caption-attachment-50614" class="wp-caption-text">Foto Beb &#8211; Romy Mariani Eddy B, Ketua Dekranasda Kabupaten Diari, Sumatera Utara</figcaption></figure>
<p>&#8220;Setelah adanya pembekalan yang bekerjasama dengan Merdi Sihombing inilah, penenun di daerah kami mendapat pencerahan. Baik dari segi desain maupun bagaimana cara memasarkannya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Romy pun berharap dengan kemajuan para penenun di daerahnya membuka hati CSR perusahaan di Indonesia mau bekerjasama. &#8220;Dibutuhkan CSR yang mau mensupport penenun daerah kami. Sekaligus melestarikan dan juga membangun regenerasi muda agar warisan nenek moyang kami tidak lenyap oleh budaya dari luar,&#8221; harapnya. (<b>beb</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inspiratif-ulos-karya-penenun-suku-pakpak-kabupaten-dairi-sumatera-utara-go-internasional/">Inspiratif! Ulos Karya Penenun Suku Pakpak Kabupaten Dairi, Sumatera Utara Go Internasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Ulos Tua Langka Akan Dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta, Catat Tanggalnya</title>
		<link>https://prokabar.com/koleksi-ulos-tua-langka-akan-dipamerkan-di-museum-tekstil-jakarta-catat-tanggalnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Sep 2018 06:10:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#batak]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<category><![CDATA[#ulos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=18644</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Keindahan motif kain tenun Ulos, akan dipamerkan di Museum Tekstil, Jakarta, 20 September &#8211; 7 Oktober 2018 mendatang. Barang yang ditampilkan adalah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/koleksi-ulos-tua-langka-akan-dipamerkan-di-museum-tekstil-jakarta-catat-tanggalnya/">Koleksi Ulos Tua Langka Akan Dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta, Catat Tanggalnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Keindahan motif kain tenun Ulos, akan dipamerkan di Museum Tekstil, Jakarta, 20 September &#8211; 7 Oktober 2018 mendatang. Barang yang ditampilkan adalah koleksi pribadi milik Devi Pandjaitan bersama Kerri Na Basaria.</p>
<p>Pameran ini adalah persembahan Yayasan Del dan Tobatenun, serta didukung Kementerian Pariwisata. Tema yang diusung adalah Ulos, Hangoluan dan Tondi. Rencananya, Menteri Pariwisata Arief Yahya akan membuka acara tersebut pada 19 September 2018.</p>
<p>Pameran merepresentasikan sebuah karya tenun yang menjadi simbol ikatan kasih sayang, restu dan persatuan dalam setiap tahapan kehidupan masyarakat Batak.</p>
<p>Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Ulos adalah kebanggan Indonesia. Bahkan, saat IMF Meeting di Washington DC beberapa waktu lalu, Ulos Harungguan dipakai oleh para Pemimpin Keuangan dari berbagai negara yang hadir di sana.</p>
<p>“Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia,” paparnya beberapa saat lalu.</p>
<p>Menpar pun mengajak masyarakat untuk datang ke Museum Tekstil dan menyaksikan pameran ini. “Kalau mau tahu lebih dalam mengenai perjalanan sejarah pertenunan Ulos Batak yang sudah berusia puluhan tahun, ajak keluarga dan teman-teman untuk melihat kehebatan karya-karya dari para penenun. Kapan lagi bisa melihat koleksi Ulos Batak yang sudah berumur puluhan tahun di satu lokasi,” ajak Menpar.</p>
<p>Menteri asal Banyuwangi ini menilai Ulos tidak mudah lekang dengan panas, dan tidak lapuk dari hujan. “Ulos, tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna,” jelasnya.</p>
<p>Ulos memang terlihat istimewa. Ditemukan fakta bahwa ulos merupakan suatu produk penting asal salah satu peradaban tertua di Asia. Usianya diperkirakan sudah 4.000 tahun. Ulos bahkan disebut-sebut telah ada jauh sebelum bangsa Eropa mengenal tekstil.</p>
<p>&#8220;Ulos juga disebut sebagai representasi dari semesta alam. Di masa lampau, perempuan-perempuan Batak bangga menenun, memakai, dan mewariskannya kepada keluarga sebagai suatu pusaka,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Devi Pandjaitan menjelaskan, Hangoluan berarti Kehidupan dan Tondi berarti Jiwa. Hal ini menggambarkan kain Ulos merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak.</p>
<p>Ia menambahkan, pameran berkolaborasi dengan salah satu interior desainer muda Indonesia, Mita Lukardi, yang artinya, pameran akan dikemas segar dan menarik. Kain-kain Ulos akan ditampilkan dalam berbagai bentuk instalasi dekor. Detailnya menceritakan tahapan kehidupan.</p>
<p>&#8220;Sangat diharapkan pameran dapat menarik minat anak muda untuk lebih menghargai budayanya. Salah satu instalasi modern yang ada di pameran adalah motif Ulos yang tertuang di anyaman rotan sepanjang 25 meter,&#8221; tutur Devi.</p>
<p>Kegiatan ini, dilakukan untuk melestarikan budaya. Selain itu untuk menanam rasa cinta terhadap kain tenun Ulos kepada generasi muda. Pameran ini juga ditujukan untuk memperkenalkan Ulos kepada masyarakat luas dan mendorong masyarakat untuk menggunakan kain bermotif Ulos dalam berbagai acara, seperti layaknya batik.</p>
<p>Sementara itu, Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata NW Giri Adnyani mengatakan, Ulos lebih dari sekadar tradisi. Menurutnya, Ulos tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.</p>
<p>&#8220;Ulos tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi,&#8221; ujar Giri.</p>
<p>Tidak hanya Indonesia, lanjut Giri, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos, karena dianggap unik dan sangat tua.</p>
<p>&#8220;Karya seni ini dianggap memiliki makna yang tinggi. Dominasi warna hitam, merah, dan putihnya dinilai punya daya pikat. Warna merah melambangkan keberanian, putih melambangkan kesucian, dan hitam melambangkan kekuatan,&#8221; katanya. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/koleksi-ulos-tua-langka-akan-dipamerkan-di-museum-tekstil-jakarta-catat-tanggalnya/">Koleksi Ulos Tua Langka Akan Dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta, Catat Tanggalnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Tobasa Latih 40 Pengrajin Ulos Memakai Alat Tenun Bukan Mesin</title>
		<link>https://prokabar.com/pemkab-tobasa-latih-40-pengrajin-ulos-memakai-alat-tenun-bukan-mesin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Aug 2018 02:11:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Medan]]></category>
		<category><![CDATA[#samosir]]></category>
		<category><![CDATA[#sumut]]></category>
		<category><![CDATA[#toba]]></category>
		<category><![CDATA[#ulos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=17028</guid>

					<description><![CDATA[<p>Toba Samosir, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melalui Dinas Perinkop UKM memberikan Pelatihan Tenun Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Gedung Sentra Industri Tenun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemkab-tobasa-latih-40-pengrajin-ulos-memakai-alat-tenun-bukan-mesin/">Pemkab Tobasa Latih 40 Pengrajin Ulos Memakai Alat Tenun Bukan Mesin</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Toba Samosir, Prokabar — </strong>Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melalui Dinas Perinkop UKM memberikan Pelatihan Tenun Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Gedung Sentra Industri Tenun di Desa Sigaol Barat selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 24 Agustus hingga 17 September 2018.</p>
<p>“Intinya pelatihan ini diberikan supaya meningkat kemampuan pengrajin dalam menenun ulos, kreatif dan inovatif membuat bakal selendang, baju dan sarung bermotif ulos, sehingga kualitas hasil karya tangan pengrajin kedepan semakin baik dan menarik.</p>
<p>Demikian dijelaskan Kepala Dinas Perinkop UKM Marsarasi Simanjuntak, pada acara pelatihan yang dibuka Wabup Hulman Sitorus, didampingi Ketua Dekranasda Ny. Brenda Ritawati Darwin Siagian dan Wakil Ketua Ny. Iin Hulman Sitorus.</p>
<p>Pesertanya sebanyak 40 orang, warga Desa Sigaol Barat, Desa Sigaol Timur, Desa Siregar Aek Nalas dan Desa Marom yang memiliki pengetahuan dasar di bidang tenun dan bersedia menempati 2 unit Gedung Sentra Industri Tenun serta memanfaatkan fasilitas yang sudah ada diantaranya ATBM sebanyak 40 unit, rak 8 unit dan sorong 8 unit.</p>
<p>Peserta ini akan dilatih Instruktur, Dewi Turnip, Daniel Sirait dari LPK Anugrah Pematang Siantar dan Vivi Manurung dari Porsea yang sebelumnya sudah mendapat pelatihan di Jakarta.</p>
<p>Pelatihan diberikan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian dan keterampilan peserta di bidang tenun dan ATMB. Mewujudkan tersedianya tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan daya saing sesuai kebutuhan yang diharapkan serta membantu pelaku usaha di bidang industri dalam penyediaan produk tenun sesuai selera pasar.</p>
<p>Camat Uluan, Henri Butar-Butar berterimakasih, kepada Bupati/Wabup, Ketua/Wakil Ketua Dekranasda dan Kepala Dinas Perinkop UKM, pelatihan diberikan kepada pengrajin ulos yang ada di wilayahnya. Sementara itu peserta diajak agar manfaatkan momen berharga itu, karena diakui pelatihan tersebut diberikan demi kesejahteraan peserta.</p>
<p>Senada disampaikan Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat. Mereka mengaku bangga Gedung Sentra Industri Tenun dibangun di daerahnya dan 40 warganya mendapat pelatihan. Karenanya peserta diimbau serius mengikuti pelatihan, karena tujuan pelatihan, untuk meningkatkan perekonomian warganya.</p>
<p>Ketua Dekranasda Tobasa Ny.Brenda Ritawati Darwin Siagian, mengatakan perekonomian pengrajin ulos di 4 desa harus bangkit. Caranya pengetahuan, keahlian dan keterampilan yang di dapat dari instruktur selama pelatihan dimanfaatkan sebaik mungkin. Untuk itu seluruh peserta diminta memanfaatkan momen itu sebaik mungkin.</p>
<p>“Nanti, setelah mahir, pergunakan pengetahuan itu untuk meningkatkan perekonomian masing-masing. Karena profeknya cukup bagus, tetapi tentu hasilnya harus rapi, bagus dan menarik, sesuai selera pasar,” katanya sembari menunjukkan beberapa contoh hasil karya tangan warga Uluan kepada peserta pelatihan.</p>
<p>Wabup Hulman Sitorus mengatakan keberhasilan pelatihan tergantung peserta. Kalau waktunya kurang silakan peserta mengonsultasikannya dengan instruktur yang melatih.</p>
<p>“Maka benar-benarlah diseriusi, apalagi bertenun merupakan budaya kita yang harus diselamatkan. Kalau tidak demikian, ulos tidak lagi diproduksi di daerah kita, melainkan datang dari luar daerah kita ini. Rawat semua fasilitas yang ada, dan jaga kebersihan,” kata Wabup.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemkab-tobasa-latih-40-pengrajin-ulos-memakai-alat-tenun-bukan-mesin/">Pemkab Tobasa Latih 40 Pengrajin Ulos Memakai Alat Tenun Bukan Mesin</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 33/93 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.012 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:13:37 by W3 Total Cache
-->