<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ulang Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ulang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ulang/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2023 08:49:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#ulang Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ulang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tenang&#8230;Tenang! Pemilihan Waketum PSSI 2023-2027 Diulang, Ratu Tisha Bakal Terpilih?</title>
		<link>https://prokabar.com/tenang-tenang-pemilihan-waketum-pssi-2023-2027-diulang-ratu-tisha-bakal-terpilih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2023 08:48:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#pssi]]></category>
		<category><![CDATA[#ulang]]></category>
		<category><![CDATA[#waketum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=111416</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, prokabar  &#8211; Adanya indikasi kecurangan membuat pemilihan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2023-2027 harus diulang. Hal itu disampaikan media officer PSSI, Bandung Saputra....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tenang-tenang-pemilihan-waketum-pssi-2023-2027-diulang-ratu-tisha-bakal-terpilih/">Tenang&#8230;Tenang! Pemilihan Waketum PSSI 2023-2027 Diulang, Ratu Tisha Bakal Terpilih?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, prokabar </strong> &#8211; Adanya indikasi kecurangan membuat pemilihan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2023-2027 harus diulang.</p>
<p>Hal itu disampaikan media officer PSSI, Bandung Saputra. “Untuk Waketum akan ada pemilihan ulang ya rekan-rekan. Terima kasih,” kata Bandung, kepada awak media.</p>
<p>Sejauh ini, belum diketahui secara pasti kenapa pemilihan Wakil Ketua Umum PSSI 2023-2027 mengalami pengulangan. Namun, diduga ada kecurangan dalam pemilihan Wakil Ketua Umum PSSI di Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2023 yang digelar hari ini.</p>
<p>Dalam unggahan di Instagram yang ditampilkan pemain Bekasi City FC, Hamka Hamzah, ada sejumlah voters yang memilih Ratu Tisha sebagai wakil Ketua Umum, namun datanya tidak dimunculkan.</p>
<p>Karena itu, demi memenuhi azas keadilan, pemilihan Wakil Ketua Umum PSSI segera diulang. Dalam pemilihan awal, Menpora Zainudin Amali dan Yunus Nusi terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.</p>
<p>Zainudin Amali dan Yunus Nusi menempati posisi satu dan dua sebagai peraih suara terbanyak, yakni 66 dan 61 suara. Sementara itu, Ratu Tisha menempati posisi tiga dengan 41 suara. Akankah di penghitungan ulang Ratu Tisha bakal terpilih sebagai wakil ketua umum PSSI?</p>
<p>Suara hilang<br />
Kepastian soal penghitungan ulang suara posisi wakil ketua umum juga dikabarkan Togar Simanjuntak, perwakilan Persiba Balikpapan. Tigor yang keluar ruangan sidang bersedia memberikan keterangan.</p>
<p>&#8220;Ada banyak suara yang hilang. Sementara banyak yang nulis nama Tisha hilang. Ada yang nulis nama Syauqi hilang. Ada yang nulis nama Riyadh hilang,&#8221; kata Togar kepada wartawan di depan gerbang masuk ruang kongres.</p>
<p>&#8220;Inginnya teman-teman ganti Komite Pemilihan, tapi mantan ketua umum pak Iwan Bule menyelamatkan. Kita mendengarkan wibawa pak Ibul, hitung ulang. Jadi kongres ini diselamatkan wibawanya pak Iwan Bule,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Togar mengatakan, peserta kongres maraj karena banyak yang merasa memberi suara kepada calon pilihannya, tetapi hasilnya tidak ada. Protes keras akhirnya dilayangkan.</p>
<p>Situasi di dalam kongres, kata Togar, sempat tegang, namun tetap kondusif. Setelah ada beberapa perdebatan, akhirnya diputuskan dilakukan pemilihan ulang untuk posisi wakil ketua umum.</p>
<p>&#8220;Kita marahnya itu, Exco-exco yang lama itu yang mengkhianati pak Ibul, sekarang mau mengkhianati pula kita peserta kongres. Ini yang buat kita marah,&#8221; ucap Togar dengan intonasi tinggi menggambarkan emosinya.</p>
<p>&#8220;Penyelesaiannya setelah ribut, pak Ibul mengusulkan supaya pencoblosan ulang. Kita sekarang belum tahu apakah ini diterima atau buktikan kerta hasil pencoblosan itu hasilnya gimana. Teman-teman minta kertas pencoblosan itu dibuka. Demi selamatnya kongres kita ikuti pak Ibul, sekarang pilih ulang,&#8221; katanya.</p>
<p>Tak lama berselang Menpora Zainudin Amali yang sempat meninggalkan ruang kongres kembali. Begitu juga dengan peserta kongres lainnya yang sempat pergi, kembali ke ruang sidang kembali.</p>
<p>Sebelumnya sudah terselenggara pemilihan Wakil Ketua Umum PSSI dengan hasil Zainudin Amali dan Yunus Nusi menjadi pendamping Erick Thohir.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tenang-tenang-pemilihan-waketum-pssi-2023-2027-diulang-ratu-tisha-bakal-terpilih/">Tenang&#8230;Tenang! Pemilihan Waketum PSSI 2023-2027 Diulang, Ratu Tisha Bakal Terpilih?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Que Sera Sera&#8221;, Semen Padang FC Sehari Jelang Ulang Tahun ke-41</title>
		<link>https://prokabar.com/que-sera-sera-semen-padang-fc-sehari-jelang-ulang-tahun-ke-40/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2021 03:07:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#semen Padang Fc]]></category>
		<category><![CDATA[#ulang]]></category>
		<category><![CDATA[#UlangTahun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=98060</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rizal Marajo (Wartawan Utama) 12 November 2017, tanggal yang tak akan terlupakan oleh pendukung Semen Padang. Hari itu, Semen Padang FC terdegradasi ke...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/que-sera-sera-semen-padang-fc-sehari-jelang-ulang-tahun-ke-40/">&#8220;Que Sera Sera&#8221;, Semen Padang FC Sehari Jelang Ulang Tahun ke-41</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Rizal Marajo (Wartawan Utama)</strong></p>
<p>12 November 2017, tanggal yang tak akan terlupakan oleh pendukung Semen Padang. Hari itu, Semen Padang FC terdegradasi ke Liga 2, diiringi lagu legend November Rain-nya GNR.</p>
<p>Air hujan bercampur air mata bersatu di wajah-wajah yang bersedih hati, tatkala kemenangan 2-0 di matchday 34 atas PS TNI, jadi kehilangan makna.</p>
<p>Tiga angka yang tak cukup menyelamatkan Semen Padang, ketika disaat bersamaan Persib Bandung “manghadiahkan” tiga angka kepada Perseru Serui. Peluit panjang berbunyi, tangis pun pecah di Stadion H. Agus Salim yang hari itu full penonton.</p>
<p>Di tribun, suporter menutup wajah dengan syal kebanggaan &#8220;kabau sirah&#8221;, terisak-isak berurai air mata. Ditengah lapangan, pemain terkapar dan tertunduk lesu, badan lemas serasa tak bertulang. Di bench, jangan disebut lagi. Hanya ada tatapan kosong tim pelatih, official, dan para pemain yang ada.</p>
<p><strong>Dua tahun kemudian</strong><br />
Setelah mampu bangkit dan promosi lagi ke Liga 1 musim 2018, Semen Padang justru kembali terjebak dalam situasi nyaris sama seperti tahun 2017. Jurang degradasi menganga di depan mata musim 2019. Akhirnya Que sera-sera, apa yang terjadi terjadilah.</p>
<p>13 Desember 2019 di Stadion Madya Magelang yang menjadi kandang PSIS Semarang, nasib Semen Padang Fc di Liga 1 2019 ditentukan. Dua gol PSIS Semarang dari Bruno Silva dan Hari Nur Yulianto, menamatkan harapan Semen Padang untuk bertahan di kasta tertinggi.</p>
<p>Desember Kelabu, klub kebanggaan Ranah Minang itu, selama 39 tahun telah menjaga marwah sepakbola Sumbar di kancah nasional, hanya numpang lewat satu musim di Liga 1. Mereka terjerembab lagi ke kasta dibawahnya.</p>
<p>Turun kasta dari kompetisi atau terdegradasi adalah sebuah catatan kelam sebuah klub sepakbola dimanapun. Degradasi adalah simbol ketidakmampuan, kemunduran, bahkan adalah sebuah kegagalan.</p>
<p><strong>Dua tahun kemudian</strong><br />
Hari ini, 29 November 2021, Semen Padang FC kembali masuk dalam situasi yang teramat sulit, bahkan jauh lebih mengenaskan dari dua degradasi sebelumnya tahun 2017 dan 2019.</p>
<p>Tidak hanya sulit dengan sisi teknis dan hasil di lapangan, tapi juga sulit untuk sisi prospek kompetisi, bahkan masa depan tim itu sendiri. Kini tim legend Indonesia ini berada di bibir jurang degrdasi.</p>
<p>Bukan liga 1! tapi di Liga 2 pun Semen Padang FC harus terjebak dalam zona menakutkan sebuah kompetisi itu. Kabau Sirah ibarat sedang menuliskan sebuah perjalanan menuju sejarah terburuknya sepanjang masa.</p>
<p>Bagaimana tidak, tak bisa bersaing dan terdegradasi di kompetisi Liga 1 memang hal yang buruk. Tapi tak bisa bersaing dan terancam degradasi di sebuah grup Liga 2 yang hanya diisi enam tim, itu jauh lebih buruk.</p>
<p>Sebuah tim yang sudah berusia 40 tahun, dan sudah mencatat prestasi dua kali masuk perempatfinal kompetisi Asia, sudah jungkir balik berpuluh tahun melintas badai kompetisi Indonesia dari tahun ke tahun, harus masuk ke situasi yang sejatinya, sangat memalukan!</p>
<p>Musim 2021 ini, siapapun pasti tak pernah membayangkan Semen Padang FC akan seperti ini. Banyak faktor selama persiapan yang membuat Semen Padang dipandang layak berkibar di Liga 2 tahun ini.</p>
<p>Materi pemain jempol, berpengalaman, kombinasi pemain muda dan pemain senior bakal menjanjikan. Bahkan Semen Padang Fc disebut-sebut sebagai salah satu skuad paling bernilai tinggi di kompetisi tahun ini. Kurang apa lagi?</p>
<p>Jangan tanya lagi soal persiapan, ketika tim-tim lain memilih rehat berlatih, karena faktor mengganasnya covid-19, Semen padang tetap melaksanakan latihan dengan intensif.</p>
<p>Tak ada keraguan, sisi pramusim ini dianggap bakal menjadi nilai plus Semen Padang dibanding kompetitornya. Persiapan yang matang adalah 50 persen keberhasilan di kompetisi, seperti itu teorinya.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi di pertarungan yang sesungguhnya, benar-benar jauh dari harapan. Entah ini dosa siapa?</p>
<p>Mungkin bisa diartikan mulai dari manajemen tim, tim pelatih, pemain, mungkin juga suporter atau pendukung tim.</p>
<p>Simple-nya, manajemen mungkin yang tak cakap mengurus tim, pelatih yang tak berdaya membuat tim kompetitif, pemain yang abai dengan tanggungjawabnya, atau pendukung yang kurang maksimal memberi support di belakang tim.</p>
<p>Tapi yang jelas selama bola itu masih bundar, di sepakbola memang akan selalu muncul fairytale atau “dongeng-dongeng” yang tak terduga. Di akhir kompetisi akan selalu ada cerita tentang happy end atau sebaliknya tragis dan dramatis.</p>
<p>Kompetisi berjalan, fairytile itupun merambat. Tapi sudahlah, Desember sudah masuk. Bulan di penghujung tahun ini adalah bulannya finish kompetisi. Mungkin tak banyak yang bisa diperbuat Semen Padang dalam situasi sulit sekarang.</p>
<p>Satu persatu lawan sudah masuk garis finish untuk tetap eksis di kasta kedua, bahkan sudah ada yang mendapat tiket lolos ke babak berikutnya, Sementara, Semen Padang masih tertatih-tatih untuk mencapai garis itu.</p>
<p>Terseok-seok dengan sisa-sisa tenaga dan semangat yang masih ada. Entah sampai entah tidak di garis aman itu ketika tim bernama KS Tiga Naga yang hanya butuh hasil imbang bersiap menghadang, siapa yang tahu?</p>
<p>Pastinya tak ada pendukung Semen Padang yang ingin “tragedi” 12 November 2017 dan musibah 13 Desember 2019 itu terulang kembali pada 29 November 2021, sehari jelang Ulang Tahun klub ke-41</p>
<p>Tak ada yang suporter Semen Padang yang ingin moment 41 tahun klub ini, &#8216;dirayakan&#8221; dengan sebuah catatan paling kelam sepanjang sejarah, terdegradasi ke Liga 3 alias amatir.</p>
<p>Tidak banyak yang diminta pendukung klub, bisa bertahan di Liga 2 adalah sebuah capaian yang lebih dari juara. Semuanya berharap pelatih dan pemain tetap berjuang sampai akhir, sampai titik maksimal yang bisa dilakukan.</p>
<p>Semoga November Rain 2017 yang menjadi Desember Kelabu 2019, tak kembali menjadi November Rain 2021.<strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/que-sera-sera-semen-padang-fc-sehari-jelang-ulang-tahun-ke-40/">&#8220;Que Sera Sera&#8221;, Semen Padang FC Sehari Jelang Ulang Tahun ke-41</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/61 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.017 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:27:16 by W3 Total Cache
-->