<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Ulama Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ulama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ulama/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Apr 2021 03:26:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Ulama Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ulama/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Corona Bisa Bedakan Pernikahan Putri Ulama dan Artis</title>
		<link>https://prokabar.com/dokter-ini-bingung-virus-corona-bisa-bedakan-pernikahan-putri-ulama-dan-putri-artis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2021 07:31:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[#Artis]]></category>
		<category><![CDATA[#dokter]]></category>
		<category><![CDATA[#Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[#presiden]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[#virus]]></category>
		<category><![CDATA[Anang Hermansyah]]></category>
		<category><![CDATA[Atta Halilintar]]></category>
		<category><![CDATA[Aurel Hermansyah]]></category>
		<category><![CDATA[Eva Chaniago]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84707</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, prokabar &#8211; Dokter Eva Chaniago mengaku heran dan bingung, karena virus Corona atau Covid-19 bisa membedakan pernikahan putri ulama dan pernikahan putri seorang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dokter-ini-bingung-virus-corona-bisa-bedakan-pernikahan-putri-ulama-dan-putri-artis/">Corona Bisa Bedakan Pernikahan Putri Ulama dan Artis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, prokabar</strong> &#8211; Dokter Eva Chaniago mengaku heran dan bingung, karena virus Corona atau Covid-19 bisa membedakan pernikahan putri ulama dan pernikahan putri seorang artis.</p>
<p>&#8220;Ketika Virus Corona bisa membedakan pernikahan putri Ulama Pejuang dan putri artis,&#8221;kata dia melalui akun media sosialnya, @SridianaEva, Sabtu (3/4/2021).</p>
<p>&#8220;Satunya dikejar sampai mati bak teroris. Satunya mendapat restu paduka,&#8221;lanjut dia.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/akibat-cuaca-ekstrem-sedari-subuh-listrik-padam-di-pasaman/"><strong>Akibat Cuaca Ekstrem, Sedari Subuh Listrik Padam di Pasaman</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/harga-melambung-minggu-pagi-ceria-petani-di-pasar-sayur-padang-panjang/"><strong>Harga Melambung, Minggu Pagi Ceria Petani di Pasar Sayur Padang Panjang</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/pohon-tumbang-akibat-angin-kencang-terus-melanda-agam/"><strong>Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang Terus Melanda Agam</strong></a></li>
</ul>
<p>&#8220;Di situ saya sebagai dokter jadi bingung, andai saya bisa interogasi itu virus Corona, kenapa dia sampai terpapar politik,&#8221; ungkapnya menambahkan cuitan satire itu.</p>
<p>Di Wuhan, kata dia, memang ada laboratorium yang mengembangkan virus corona. Sudah banyak generasi virus ini ada di sana.</p>
<p>&#8220;Tapi apakah virus Corona yang sekarang dari sana terlepas sengaja atau tidak? Saya tidak paham, tidak mau asal bicara, nanti jadi fitnah,&#8221; kata dia.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://milenialisme.com/lifestyle/kenali-manfaat-kulit-ayam-untuk-kesehatan-dan-diet/"><strong>Kenali Manfaat Kulit Ayam untuk Kesehatan dan Diet</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/bola-2/prediksi-tiga-calon-pelatih-semen-padang-fc/"><strong>Prediksi Tiga Calon Pelatih Semen Padang FC</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/pelantikan-wali-kota-padang-menanti-arahan-gubernur/"><strong>Pelantikan Wali Kota Padang Menanti Arahan Gubernur</strong></a></li>
</ul>
<p>Saat pernikahan Aurel Hermansyah, putri Kris Dayanti dan Anang Hermansyah, dengan youtuber kondang, Atta Halilintar, Presiden Joko Widodo menghadiri pernikahan wah itu.</p>
<p>Tidak hanya presiden, juga tampak hadir sejumlah pejabat negara lainnya, termasuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua MPR, Bambang Soesatyo.</p>
<p>Bahkan televisi menyiarkan pesta tersebut secara langsung selama berjam-jam.</p>
<p>Tak hanya Dokter Eva Chaniago,  kehadiran Presiden Joko Widodo dalam pesta pernikahan tersebut juga menarik perhatian netizen.</p>
<p>Tak sedikit yang mengungkit kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, saat pernikahan anak Habib Rizieq Shihab.</p>
<p>Pesta tersebut kemudian menyeret Habib Rizieq ke ranah hukum.</p>
<p>Di Twitter, Tagar mengenai Petamburan memuncaki trending di Media Sosial beberapa waktu lalu. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dokter-ini-bingung-virus-corona-bisa-bedakan-pernikahan-putri-ulama-dan-putri-artis/">Corona Bisa Bedakan Pernikahan Putri Ulama dan Artis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memetik Pelajaran Di Balik Covid-19</title>
		<link>https://prokabar.com/memetik-pelajaran-di-balik-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2020 02:48:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=66888</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — &#8220;Sudah nyata bahwa hidup hanya semata-mata rantai kesulitan yang sambung-menyambung. Kesusahan tidak dapat dielakan dan hanya dapat ditempuh dengan hati tabah,&#8221; (Buya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/memetik-pelajaran-di-balik-covid-19/">Memetik Pelajaran Di Balik Covid-19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> &#8220;Sudah nyata bahwa hidup hanya semata-mata rantai kesulitan yang sambung-menyambung. Kesusahan tidak dapat dielakan dan hanya dapat ditempuh dengan hati tabah,&#8221; (Buya Hamka).</p>
<p>Ketika pola pikir seseorang hanya tertuju kepada sisi negatif dan memperturutkan nafsu emosionalnya, maka dari sinilah akar masalah itu tumbuh subur menjadi kebencian. Karena setan dan iblis telah bersarang dalam jiwa dan raganya. Entah didasari niat dan harapan tidak tercapai sesuai keinginan, atau mungkin suatu sikap ketidakpuasan terhadap sesuatu kebijakan diluar batas kemampuannya.</p>
<p>Adalah sebuah kewajaran itu terjadi dan manusiawi jika masih dalam batas normal dan tidak berlebih-lebihan. Mampu meredam dan kembali memahami bahwa setiap manusia itu memiliki keterbatasan berfikir, bertindak dan merasakan. Karena kesempurnaan itu hanya milik Sang Pencipta.</p>
<p>Jadi, sudah tidak sewajarnya pula disaat musibah besar ini terjadi, seseorang ataupun sekelompok orang masih berbuat kegaduhan, hasutan ataupun cemooh-cemooh yang menyurutkan semangat. Tidak ada masalah jika ingin menyuarakan atau memberi saran, namun tentu memiliki budi pekerti. Selayaknya umat muslim atau orang timur nan menjunjung nilai-nilai moralitas yang tinggi.</p>
<p>Disaat musibah Covid-19 ini berlangsung, seakan menghadapi perang tidak bertuan. Musuh ada, tapi tidak tampak sama sekali. Bahkan entah darimana, sudah banyak saja orang terpapar karenanya.</p>
<p>Tekanan demi tekanan, kebijakan demi kebijakan terus dilakukan pemangku kekuasaan, agar dapat mengatasi musibah yang sudah menjadi masalah di dunia ini. Sudah tidak sedikit orang menjadi korban. Namun kenyataannya, masih saja sebagian pihak tetap acuh tak acuk. Parahnya ada pula yang memiliki usaha mengkacaukan keadaan dengan menyebar berbagai berita dusta. Sehingga membuat bingung dan kebodohan dari sebagian kalangan orang.</p>
<p>Propaganda Elit Global katanya, Covid-19 sebagai senjata kimia pembunuh massal lanjutnya. Atau virus yang sudah dimanipulasi atau apalah, sesungguhnya terlalu melenceng sebagai orang untuk berbicara tentang hal tak penting itu. Entah siapa dalang penyebar isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebut. Lupakan sejenak!</p>
<p>Jangan kira berita tak jelas tersebut tidak mempengaruhi otak dan pemikiran dari pembacanya. Permainan logika yang cukup tinggi, membius orang yang mengkonsumsi informasi tersebut. Sehingga musuh nyata yang sesungguhnya dihadapi di depan mata menjadi hambar dan seakan kebohongan dibuat-buat. Tertuduh pemerintah yang telah berupaya dengan kemampuannya, untuk melakukan pencegahan. Memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Terlepas dari kepentingan busuk, berbaik sangka adalah kearifan dan kebijaksanaan untuk bisa bersatu memerangi wabah ini.</p>
<p>&#8220;Ada kalanya bencana memang justru bisa mendamaikan dunia. Itu yang masih kita tunggu,&#8221; begitu harap Dahlan Iskan, dalam tulisannya di DI&#8217;s Way berjudul Tuduhan Konspirasi.</p>
<p>Serangkaian ulama besar yang biasanya fokal akan Keesaan Allah SWT dari berbagai media, mengakui bahwa Covid-19 ini adalah ancaman nyata musuh bersama. Cara memeranginya hanya dengan cara membatasi diri dari keramaian atau dikenal dengan istilah Phcycal Distancing. Dan itu salah satu usaha yang memang diyakini menjadi perintah yang Maha Kuasa, menghindari mara bahaya yang dihadapi umat-NYA ini.</p>
<p>Dan rasanya tidak perlu lagi kita membantah dengan dalil-dalil lainnya. Penegasan mulai dari MUI Pusat hingga ke daerah, sampai Aa Gym dan Abdul Somad ikut serta dalam hal tersebut.</p>
<p>Jika kondisi suatu daerah sudah ada yang terpapar, ya sangat dianjurkan sekali untuk sholat di rumah saja. Termasuk sholat Jum&#8217;at diganti sholat Zuhur, sholat tarawih maupun sholat fardu lainnya diimbau untuk di rumah saja. Kan bisa sholat berjemaah dengan anak dan istri, bisa jadi Imam lagi bapaknya.</p>
<p>Nah, agak aneh rasanya masih ada umat Islam itu sendiri tidak mau mengikuti Ulamanya yang dipastikan Ilmu keagamaanya lebih dalam dan lebih luas. Ulama yang menyatakan itu pun sudah teruji universitas ternama. Bahkan banyak kalangan dari berbagai organisasi islam mengakui Ilmu Agama Islamnya. Setiap berdakwah memiliki nilai berbobot dan bergizi tinggi untuk Qolbu dan logika. Padat, beragam sudut pandang dan kaya referensi.</p>
<p>Dari banyak kalangan ulama itu menegaskan, melalui musibah yang dihadapi ini, sudah semestinya menjadi momen evaluasi diri, memuasabah diri atau introspeksi diri dari apa-apa yang telah kita kerjakan selama ini. Kita marah dilarang sholat berjemaah di masjid, namun kita sendiri lupa, bahwa fungsi masjid itu sesungguhnya tidak hanya semata untuk sholat berjemaah saja.</p>
<p>Dahulunya, masjid bagi ulama-ulama terdahulu beserta pengikutnya merupakan pusat segala pusat aktivitas kehidupan masyarakat. Apalagi untuk pendidikan intelektual, Keagamaan, sosial dan budaya. Melalui Masjid, di Ranah Minang lahirlah cendikiawan-cendikiawan hebat seperti Syekh Burhanuddin, Syekh Abdul Karim Amrullah, Syekh Abdul Ahmad, Syekh M. Djamil Jambek hingga Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka.</p>
<p>Sekarang, apakah fungsi masjid saat ini masih seperti dulu. Dan jawaban klasiknya ya tidak, kan sudah ada pesantren-pesantren dan sekolah-sekolah formal yang lebih modren.</p>
<p>Dan kenyataannya, pendidikan masa dulu yang dianggap kuno dan kolot itu, ternyata lebih banyak melahirkan ulama hebat ketimbang saat ini. Ideologi, prinsip, mentalitas, kejujuran, ketulusan, kecerdasan, konsisten dan patriotisme dalam memperjuangkan kebenaran itu lebih baik dari saat ini. Dan mereka itu jebolan Pondok Pesantren yang memusatkan aktifitasnya di surau-surat atau di masjid. Dan hendaknya, itu jadi cambuk bagi kita dalam menfungsikan masjid sebaik-baik dari orang terdahulu kita.</p>
<p>Dari ulama-ulama ternama itu juga mengatakan, ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-hambanya untuk lebih mendekatkan diri kepada-NYA, anak-anak, istri dan orang tua mereka yang selama ini mungkin sering terabaikan. Akibat terlalu sibuk mengejar duniawi atau terlalu sibuk dengan ibadah individualnya sendiri. Seperti Surat At-Tahrim ayat 66:</p>
<p>وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.</p>
<p>Telah banyak kalangan menjelaskan, bahwa hikmah wabah ini, berdampak besar terhadap lingkungan dan alam di Bumi. Udara Jakarta yang biasanya dipenuhi asap kendaraan yang begitu kotor, sekarang sudah bersih dengan langit biru. Dan kondisi tersebut hampir dirasakan di kota-kota besar di berbagai belahan dunia, yang mengambil kebijakan Lockdown. Wallahu a&#8217;lam bish-shawabi. (<b>Rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/memetik-pelajaran-di-balik-covid-19/">Memetik Pelajaran Di Balik Covid-19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Umat Islam Berduka, Ustad Arifin Ilham Meninggal Dunia</title>
		<link>https://prokabar.com/umat-islam-berduka-ustad-arifin-ilham-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2019 16:33:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#getahbening]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[#ustadarifinilham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=38029</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penang, Prokabar — Kabar duka menyelimuti umat Islam, KH Muhammad Arifin Ilham alias Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia di Penang, Malaysia, Rabu (22/5) malam. Hal...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/umat-islam-berduka-ustad-arifin-ilham-meninggal-dunia/">Umat Islam Berduka, Ustad Arifin Ilham Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penang, Prokabar — </strong><span class="s1">Kabar duka menyelimuti umat Islam, KH Muhammad Arifin Ilham alias Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia di Penang, Malaysia, Rabu (22/5) malam.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hal tersebut disampaikan langsung sang anak melalui akun Instagramnya @alvin_411, “innalillahiwainnailaihirojiun </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Telah wafat Abi kami tercinta Abi <a href="https://www.instagram.com/kh_m_arifin_ilham/"><span class="s2">@kh_m_arifin_ilham</span></a>. </span><span class="s1">Semoga Allah terima amal ibadahnya, diampuni semua dosanya, dimasukkan ke surganya Allah swt, aamiin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">insyaAllah secepatnya Abi dipulangkan dari malaysia dan dimakamkan di pesantren Azzikra gunung sindur bogor. Sekiranya jika ada salah kata atau perbuatan dari abi, mohon dibuka permintaan maaf sebesar besarnya. Ya Allah, jika ini yang terbaik, kami ikhlas ya Allah, kami ridho ya Allah</span><span class="s3">?</span><span class="s1">” tulisnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya, Pendiri Yayasan Pesantren Adz-Dzikra ini telah menjalani perawatan kanker nasofaring di Malaysia. Kondisi beliau sempat membaik setelah menjalani sejumlah perawatan, namun kembali kritis sejak Selasa (22/5) malam. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Rencananya almarhum akan dimakamkan di pesantren Azzikra, Gunung Sindur, Bogor. <b>(hdp)</b></span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/umat-islam-berduka-ustad-arifin-ilham-meninggal-dunia/">Umat Islam Berduka, Ustad Arifin Ilham Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Silaturrahim Ulama se-Kota Padang, Ini Pesan Ketua MUI Sumbar</title>
		<link>https://prokabar.com/silaturrahim-ulama-se-kota-padang-ini-pesan-ketua-mui-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2019 23:58:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#MUI]]></category>
		<category><![CDATA[#muisumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[#ramadhan2019]]></category>
		<category><![CDATA[#Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=35856</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Ketua MUI Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar menegaskan, Ramadan merupakan bulan untuk menempa diri dalam mengendalikan syahwat. Termasuk syahwat dalam mengkonsumsi segala...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/silaturrahim-ulama-se-kota-padang-ini-pesan-ketua-mui-sumbar/">Silaturrahim Ulama se-Kota Padang, Ini Pesan Ketua MUI Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Ketua MUI Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar menegaskan, Ramadan merupakan bulan untuk menempa diri dalam mengendalikan syahwat. Termasuk syahwat dalam mengkonsumsi segala sesuatu.</p>
<p>“Ramadan disyariatkan bukan hanya sebatas untuk menahan haus dan lapar. Jadi, mari menjalankan Ramadhan dan Hari Raya dengan kesederhanaan”, ujar Buya Gusrizal pada Silaturrahim Temu Ulama se-Kota Padang di ruang rapat Exellence Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat, Selasa (30/4).</p>
<p>Lebih lanjut dikatakan, keterlibatan ulama dalam urusan pengendalian inflasi saat Ramadhan menjadi langkah maju dalam menyelesaikan persoalan keumatan. Ulama yang notabene-nya dekat dengan umat juga bertanggungjawab dengan kemaslahatan umat.</p>
<p>“Saya ucapkan terimakasih kepada BI Perwakilan Sumatera Barat atas diselenggarakannya acara ini. Disini kita bisa saling sharing informasi dan berdiskusi tentang persoalan umat, terutama dalam mengendalikan syahwat belanja pada Ramadhan. Tentunya, dengan tujuan untuk kemashlahatan umat”, ungkap Buya Gusrizal.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat, Wahyu Purnama mengatakan, konsumsi bijak saat Ramadhan sangat perlu dilakukan untuk menekan angka inflasi. Karena, ketika inflasi terjadi akan membebani masyarakat dan daya beli akan menurun.</p>
<p>“Disamping peran strategis ulama dalam mengimbau masyarakat untuk mengatur konsumsi, belanja bijak dan hidup sederhana sesuai syariat, kita juga melakukan operasi pasar bersama stakeholder lainnya untuk menekan angka inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat”, ujar Wahyu.</p>
<p>Dikesempatan yang sama, Wali Kota Padang Mahyeldi mengapresiasi keterlibatan seluruh stakeholder dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Padang. Apalagi, dengan adanya peran ulama dalam perkara keumatan ini.</p>
<p>“Daya beli masyarakat harus kuat. Pemko Padang bersama stakeholder lainnya termasuk BI Perwakilan Sumbar telah melakukan pertemuan untuk membahas ketersedian kebutuhan pokok selama Ramadhan”, tutur Mahyeldi.</p>
<p>Ia menambahkan, berbagai upaya dan rencana untuk mengendalikan inflasi juga telah disiapkan sebaik mungkin oleh seluruh stakeholder. (<b>humas/hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/silaturrahim-ulama-se-kota-padang-ini-pesan-ketua-mui-sumbar/">Silaturrahim Ulama se-Kota Padang, Ini Pesan Ketua MUI Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemko Padang Rancang Perwako Perlindungan Ulama</title>
		<link>https://prokabar.com/pemko-padang-rancang-perwako-perlindungan-ulama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2019 08:13:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#PemkoPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#perwako]]></category>
		<category><![CDATA[#Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=32131</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Pemko Padang akan merancang Peraturan Wali Kota (Perwako) tentang perlindungan terhadap ulama dan tokoh masyarakat di Kota Padang. Hal itu perlu dilakukan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemko-padang-rancang-perwako-perlindungan-ulama/">Pemko Padang Rancang Perwako Perlindungan Ulama</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Pemko Padang akan merancang Peraturan Wali Kota (Perwako) tentang perlindungan terhadap ulama dan tokoh masyarakat di Kota Padang. Hal itu perlu dilakukan mengingat keberadaan ulama sangat penting bagi masyarakat, baik dalam ilmu keagamaan maupun peran ulama dalam persoalan sosial kemasyarakatan dan adat istiadat.</p>
<p>&#8220;Bagi masyarakat Kota Padang atau ranah Minangkabau, alim ulama adalah sosok utama dalam menerapkan dan mempertahankan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Disamping peran inti Niniak Mamak dan Cadiak Pandai, atau kita sebut juga Tigo Tungku Sajarangan&#8221;, ungkap Wali Kota Padang Mahyeldi saat memberikan tausyiah Subuh di Masjid Muhajirin Komplek Wisma Indah III Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (09/03).</p>
<p>Mahyeldi menjelaskan, dengan peran dan fungsi sentral Alim Ulama tersebut, keberadaan Alim Ulama harus dilindungi dan diberdayakan oleh pemerintah melalui kebijakan-kebijakan. Sehingga, akan berdampak pada pelayanan masyarakat yang lebih baik serta terciptanya kerukunan di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Lebih lanjut dikatakan, selain Perwako Perlindungan Ulama, Pemko Padang juga akan merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang alokasi dana untuk makanan dan minuman anak-anak pejuang subuh di setiap Masjid dan Musholla yang ada di Kota Padang.</p>
<p>&#8220;Perda ini kita rancang untuk memberikan motivasi kepada generasi muda agar datang ke Masjid dan Musholla untuk melakukan sholat Subuh berjemaah serta menghafal Al Quran disetiap Sabtu dan Minggu pagi&#8221;, ujar Mahyeldi.</p>
<p>&#8220;Mari bersama-sama kita ciptakan generasi muda yang berakhlaqul karimah, berilmu pengetahuan dan memiliki ketaqwaan, dengan dimulai dari rmah tangga&#8221;, tambahnya lagi. (hum/hdp)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemko-padang-rancang-perwako-perlindungan-ulama/">Pemko Padang Rancang Perwako Perlindungan Ulama</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syekh Muhammad Amrullah Tuanku Kisai, Sosok Ulama Termashur dari Sungai Batang</title>
		<link>https://prokabar.com/syekh-muhammad-amrullah-tuanku-kisai-sosok-ulama-termashur-dari-sungai-batang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Aug 2018 11:08:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=16907</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Syekh Muhammad Amrullah adalah kakek kandung dari Buya Hamka. Ulama bergelar Tuanku Kisai tersebut cukup harum namanya hingga saat ini. Tokoh...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/syekh-muhammad-amrullah-tuanku-kisai-sosok-ulama-termashur-dari-sungai-batang/">Syekh Muhammad Amrullah Tuanku Kisai, Sosok Ulama Termashur dari Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar &#8211;</strong> Syekh Muhammad Amrullah adalah kakek kandung dari Buya Hamka. Ulama bergelar Tuanku Kisai tersebut cukup harum namanya hingga saat ini. Tokoh ulama dan penyiar agama Islam di kelarasan IV Koto (Sungai Batang, Tanjung Sani, Maninjau dan Bayur) dan pada umumnya di Kabupaten Agam.</p>
<p>Ia anak dari pasangan Siti Saerah (anak kandung dari Tuanku Pariaman) dengan Abdullah Saleh Tuanku Syekh Guguk Katur. Amrullah memiliki saudara kembar bernama Bayanullah dan lahir pada bulan Rajab, 1256 Hijriah. Bayanullah sendiri lebih mendalami ilmu silek tuo dan merantau ke Negeri Jiran Malaysia, hingga meninggal di sana.</p>
<p>Amrullah setelah khatam Quran di sebuah surau Sungai Batang, sekitar umur 14 tahun langsung dibawa kakeknya Tuanku Pariaman atau Tuanku Nan Tuo atau Syekh Abdullah Arif ke Koto Tuo, tempat si kakek menetap dan mengembangkan Ilmu Agama Islam. Beliau menganut paham atau tarikat Syatariah.</p>
<p>Pada tahun 1282 Hijriah atau 1864 Masehi, Amrullah mendapat gelar Fakih Kisai dan kembali ke kampung halaman untuk menyiarkan agama Islam. Ia mendapat ijazah dan mengajarkan Ilmu Tafsir, Fiqih, Tasauf, dan Ilmu-ilmu alat seperti Nahwu, Sharaf, Manthik, Ma&#8217;ani, Bayan dan Badi&#8217;</p>
<p>Menurut Ninik Mamak Kanagarian Sungai Batang, Nasbir Khatib Sinaro (62), Syekh Muhammad Amrullah adalah guru sekaligus penyiar Islam yang cukup termashur di zamannya. Banyak murid dari berbagai daerah belajar ilmu agama kepadanya. Salah satu murid terbaiknya adalah Syekh Sulaiman Ar Rasulli atau Inyiak Canduang Parabek.</p>
<p>&#8220;Syekh Muhammad Amrullah merupakan cucu dari seorang ulama besar yang datang dari Ulakan Tapakis Pariaman, Bernama Syekh Abdullah Arif. Ia mengajar Agama Islam di lima tempat di Kabupaten Agam. Seperti di Banuhampu, Koto Tuo, Koto Gadang, Parabek Bukittinggi serta di Sungai Batang tepatnya di Masjid Jamiak, tempat orang danau berhimpun pada masa itu,&#8221; kata Nasbir.</p>
<p>Pada saat itu lanjutnya, belum ada satupun ulama yang ada di Salingka Danau Maninjau, kecuali tumbuh dari silsilah Kakek Hamka, yakni Syekh Muhammad Amrullah. Setelah itu lahirlah Ayah Hamka, Abdul Karim Ambrullah atau Haji Rasul. Dan kemudian dilanjutkan Buya Hamka sendiri.</p>
<p>&#8220;Dari kecil kakek Hamka itu, sudah didik dan diasuh oleh Bapaknya Syekh Abdullah Saleh dan ibunya Siti Saerah (anak dari Syekh Tuanku Pariaman). Apa saja ilmu yang dimiliki Abdullah Saleh dipelajari pula oleh Syekh Muhammad Amrullah. Hingga berumur 14 tahun, ia dibawa dan dididik oleh sang kakek Syekh Abdullah Arif atau Tuanku Pariaman ke Koto Tuo,&#8221; ungkap Khatib Sinaro.</p>
<p>Ia melanjutkan Tuanku Kisai hingga akhir hayatnya 1923 Masehi, meninggal di kampung halamannya, Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Makamnya terletak dekat di Masjid Syekh Amrullah, masjid tempat tumbuh besarnya Buya Hamka mendapat pendidikan dasar ilmu agama Islam.</p>
<p>&#8220;Beliau saya ketahui memiliki 8 orang istri dan 17 orang anak. Namun paling terkenal dan paling menonjol adalah Dr. Syekh Abdul Karim Amrullah atau Inyiak Rasul atau Haji Rasul. Ayah kandung dari Buya Hamka itu sendiri meninggal di Jakarta pada 2 Juni 1945. Mereka adalah keluarga ulama hebat dan patut ada generasi penerus selanjutnya,&#8221; tutup Nasbir Khatib Sinaro. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/syekh-muhammad-amrullah-tuanku-kisai-sosok-ulama-termashur-dari-sungai-batang/">Syekh Muhammad Amrullah Tuanku Kisai, Sosok Ulama Termashur dari Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Presiden Silaturahmi dengan Ulama dan Tokoh Masyarakat Se-Karawang</title>
		<link>https://prokabar.com/presiden-silaturahmi-dengan-ulama-dan-tokoh-masyarakat-se-karawang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2018 16:30:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=8963</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karawang, Prokabar &#8211; Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan alim ulama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Karawang, Rabu, (6/6). Acara ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/presiden-silaturahmi-dengan-ulama-dan-tokoh-masyarakat-se-karawang/">Presiden Silaturahmi dengan Ulama dan Tokoh Masyarakat Se-Karawang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Karawang, Prokabar &#8211; </strong>Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan alim ulama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Karawang, Rabu, (6/6). Acara ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3 di Jalan Siperbangsa, Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.</p>
<p>Dalam sambutannya Presiden mengatakan bahwa agar permbangunan terus berjalan, maka diperlukan stabilitas politik dan keamanan yang baik. Bahkan menurut perkiraannya, Indonesia akan masuk dalam jajaran empat besar negara ekonomi terkuat di dunia.</p>
<p>&#8220;Saya meyakini apabila stabilitas politik kita baik, stabilitas keamanan kita baik, pembangunan ini akan terus berjalan. Bahwa sebuah negara besar seperti Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi terkuat, perkiraan kita 2045 negara kita akan masuk dalam jajaran empat besar negara ekonomi terkuat di dunia,&#8221; ujar Presiden.</p>
<p>Salah satu cara untuk memperkuat ekonomi negara, kata Presiden, adalah dengan terus mengembangkan hubungan dengan negara-negara lain.</p>
<p>&#8220;Kita terus mengembangkan hubungan kita dengan negara-negara lain baik yang ada di Timur Tengah maupun di Asia Selatan. Hubungan-hubungan seperti ini akan memperkuat ekonomi negara kita,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Terkait dengan hal tersebut, Presiden pun menepis anggapan bahwa investasi Indonesia hanya berfokus pada Tiongkok, Korea, dan Jepang. Menurutnya, kini Indonesia juga terus membangun kedekatan dengan negara-negara Timur Tengah.</p>
<p>&#8220;Katanya kita membuka investasi dari China, Korea, Jepang. Tidak. Justru kita sekarang ini ingin agar negara-negara di Timur Tengah itu banyak investasi di Indonesia,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Presiden pun memberikan contoh proyek-proyek yang dihasilkan dari kerja sama dengan negara-negara di Timur Tengah.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah yang sudah dimulai kilang minyak di Cilacap dengan Arab Saudi, sebentar lagi insyaallah dengan Oman di Bontang, Kalimantan. Sebentar lagi dengan Uni Emirat Arab, pelabuhan yang di Kuala Tanjung akan kita kerjasamakan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Setelah menghadiri acara silaturahmi, Presiden meninjau kimo NU mart, yakni sebuah kios modern yang dikelola oleh pengurus pondok pesantren. <strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/presiden-silaturahmi-dengan-ulama-dan-tokoh-masyarakat-se-karawang/">Presiden Silaturahmi dengan Ulama dan Tokoh Masyarakat Se-Karawang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ulama Pakai Nomor Lo Kini</title>
		<link>https://prokabar.com/ulama-pakai-nomor-lo-kini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 May 2018 14:47:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ota Lapau]]></category>
		<category><![CDATA[#KapaloArak]]></category>
		<category><![CDATA[#OtaLapau]]></category>
		<category><![CDATA[#Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/ulama-pakai-nomor-lo-kini/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indak surang juo buya di kampuang Yuang Pasa masuak daftar dua ratui mubaligh nan dibuek dek Pak Mantari Agamo. Buya Sarun, Ustad Malin Mangkuto,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ulama-pakai-nomor-lo-kini/">Ulama Pakai Nomor Lo Kini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Indak surang juo buya di kampuang Yuang Pasa masuak daftar dua ratui mubaligh nan dibuek dek Pak Mantari Agamo. Buya Sarun, Ustad Malin Mangkuto, urang siak Malin Mudo, nan tamaik-tamaik sikolah ugama, ado agak enam urang, indak ciek juo masuak daftar doh.</p>
<p><i>&#8220;Pakai surek urang bacaramah kini Ngku?&#8221;</i> Yuang pasa batanyo ka Angku Malin.</p>
<p><i>&#8220;Den ndak bisa manjawek doh Yuang, beko babalenggu lo tangan den, mode sangkek zaman bargolak sari,&#8221;</i> jawab Angku.</p>
<p><i>&#8220;Pusuang den nagari ko mah. Lah Jalai presiden wak dakek jo ulama, kini Pak Mantari mambuak daftar lo, ustad Somad dari Riau nin indak masuak lo doh, baa cito ko nagari angku koh. Ulama kini pakai nomor. Ibo ati den, &#8220;</i> Yuang Pasa malatuih latuih.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7178" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180513-wa0044-1612366303.jpg" width="1080" height="1080" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180513-wa0044-1612366303.jpg 1080w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180513-wa0044-1612366303-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180513-wa0044-1612366303-300x300.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180513-wa0044-1612366303-768x768.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180513-wa0044-1612366303-1024x1024.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180513-wa0044-1612366303-80x80.jpg 80w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p><i>&#8220;Wak buek se daftar ciek baa nye,&#8221; </i>kecek Tan Tembang.</p>
<p><i>&#8220;Tu amuah tuh, mah karateh,&#8221;</i> kecek Yuang Pasa.</p>
<p>Karateh tak ado lo. Diambiak kotak rokok, dibukak. Kini pena lo nan indak ado.</p>
<p><i>&#8220;Tuan Baralah salang pena pancatat utang tuh cah,&#8221;</i> kecek Yuang Pasa lo.</p>
<p><i>&#8220;Usul ciek, wak skerening lo baanye buya-buya wak ko?&#8221;</i> Kato Wan Tengka. Dek ari agak dingin Tengka bagalumun kain saruang.</p>
<p><i>&#8220;Jan curiga se lu, tanyo bana ka pak manteri tu lu, apo sababnyo liau mambuak daftar tui, baru bisa wak mengecak,&#8221; </i>kato Mak Pakiah.</p>
<p><i>&#8220;Jadi, kami utus Mak Pakiah pai batanyo ka liau, bilo ka pai? Etonglah bara ongkoi?&#8221;</i> Kecek Yuang Pasa.</p>
<p><i>&#8220;Yo WA se, kirim pasan, he he he&#8230;&#8221; </i>kato Tan tembang<br />
Nan Yuang Pasa alun juo manyurek lai. Ota lah ilia mudiak. Sa isi lapau, ado nan mamihak ka mantari ado nan indak.</p>
<p><i>&#8220;Manuruik den pak mantari itu indak asa buek se tudoh, cadiak apak tu mah,&#8221;</i> kato Kuriak Batuang nan jak tadi aniang se.</p>
<p><i>&#8220;Kalau menuruik den indak paralu gai daftar-daftar tu doh, kalau takuik jo kaji ulama, buek-an bana sertifikat,&#8221;</i> kecek Angku Malano.</p>
<p>Lai jalai, kecek angku ko, guru-guru se pakai sertikifikasi.</p>
<p><i>&#8220;Nakan den wartawan, pakai sertifikasi lo, baa ulama kok indak?&#8221; </i>Tanyo Angku Malano.</p>
<p><i>&#8220;Rumik bana nagari ko taraso dek den mah, buya ba skerening pulo, ba litsus, ko ba usulan lo sertipikat. Satau den nan pakai sertipikat tu tanahnye,&#8221;</i> kato Yuang Pasa.</p>
<p><i>&#8220;Tapikia dek den, dulu memang indak buliah ngecek politik di musajik. Kini kecek ulama buliah, baa lo tu,&#8221; </i>Yuang Pasa batanyo.</p>
<p><i>&#8220;Dulu memang dipisahkan, kini buliah karano tanyato umaik indak tau soal politik. Buto. Jadi manurik wak buliah senye asa lai indak kampanye pilkada sen,&#8221;</i> kecek Tan Tembang.</p>
<p><i>&#8220;Antahlah, lah bi tenggi sikolah surang-surang, makin pusuang lo surang-surang. babuek-buek masalah, bakusik-kusik-an, sudah tu ba bahas-bahas, ele taraso dekden lah,&#8221;</i> kato kapalo arak Yuang Pasa.</p>
<p><i>&#8220;nan ele Yuang Pasa, indak nagari do doh,&#8221; </i>kecek Angku Malano.</p>
<p><i>&#8220;Payah-payah sikolah se, bantuak layang-layang cindai ikua, tabang tinggi, dijujuik angin, putih, nan salah angin. Indakele tu.&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Ei Yuang, elok-elok ngecek, jan sumbarang mangango se. Sia nan bakecek-an ele?&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Awak surang-surang, ilemu ugamo tipih, ka musajik jarang, basidakah indak, mangaji tak amuah. Suko ati-elah daftar-daftar tu, nan jalai angku-angku awak di kampuang ko banyak. Ka liau se awak baraja lai,&#8221; </i>kecek Yuang Psa. Sakali ko antah pandai atau sok pandai we-e.</p>
<p><i>&#8220;Saran den, ancak awak bi anok se lah, wak tunggu Pak mantaritu kancogok di tipi sudah ko, wak danga apo kecek liau,&#8221;</i> saran Angku Malano.</p>
<p><i>&#8220;Oh iyo lai takana dek den ciek, patang Yuang Pasa kan ka Padang sobok jo Pak Presiden, baa cito-e tu?&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Sabana den ganggam tangan liau basalam. Kan Pak presiden basobok jo ulama-ulama, ma agiahan sertifikat musajik. Den danga kecek ulama awak tu, sajuak bahaso Pak Presiden, cek buya-buya tu.&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Sajuak baa Yuang, pakai es?&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Eee yayai ye. Sajuak tu, barisi, dakek, basahabat, santun. Liau Presiden tu tu kini sabana dakek jo ulama wak mah,&#8221; </i>kecek Yuang Pasa.</p>
<p><i>&#8220;Tuh kan den kecek-an, lah jak sari den takok mah,&#8221;</i> kato Tan Tembang.</p>
<p><i>&#8220;Ndeh waang lai Yuang, lah ditakok-e lo,&#8221;</i> kato Ujang Rantau.</p>
<p><i>&#8220;Biko selah, awak kan rakyaik, mengecek jan talongsong-longsong, saba pa banyak, badoa se awak lai, bia rancak nagari ko. Amiin,&#8221;</i> tambah Yuang Rantau.</p>
<p><i>&#8220;Ancak ang doakan diri ang surang lai Ntau. Bajaso itu taraso dek den lain. Baa gak ti?&#8221; </i>Kato Yuang Pasa.</p>
<p>Ha ha lapau simpang sabana eboh, tak bakairian sae samalam tu.<b> (Malin Kapalo Koto)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ulama-pakai-nomor-lo-kini/">Ulama Pakai Nomor Lo Kini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Sosok Jokowi di Mata Ulama Ranah Minang</title>
		<link>https://prokabar.com/begini-sosok-jokowi-di-mata-ulama-ranah-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 May 2018 07:50:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#Minang]]></category>
		<category><![CDATA[#RanahMinang]]></category>
		<category><![CDATA[#Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=7060</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Berkunjung ke Sumatera Barat, Senin (21/5), Presiden RI Joko Widodo kembali bertemu dan bertatap muka dengan sejumlah ulama asal Ranah Minang....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/begini-sosok-jokowi-di-mata-ulama-ranah-minang/">Begini Sosok Jokowi di Mata Ulama Ranah Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211;</b> Berkunjung ke Sumatera Barat, Senin (21/5), Presiden RI Joko Widodo kembali bertemu dan bertatap muka dengan sejumlah ulama asal Ranah Minang.</p>
<p><b><i>Apa komentar ulama dari kampung pencetak tokoh bangsa tersebut?</i></b><b> </b></p>
<p>&#8220;Pak Jokowi, Presiden yang santun dan ramah. Adabnya tinggi,&#8221; kata Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Makmur Tungkar, Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota, Sumbar, Buya Syahrul Isman.</p>
<p>Syahrul yang juga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Limapuluh Kota, diundang khusus Presiden Jokowi bersama beberapa pengurus Pondok Pesantren dan pengurus Masjid di Sumbar, untuk bersilatutrahmi sekaligus menerima sertifikat tanah.</p>
<p>Acara berlangsung Senin (21/5) di Masjid Jamiatul Huda Simpang Unand, Kota Padang. Jokowi bertatap muka dengan ulama, usai meresmikan pemakaian Kereta Bandara Internasional Minangkabau.</p>
<p>Buya Syahrul Isman menceritakan pengalamannya saat shalat dzuhur. Menurutnya, dia dan ummat lainnya, sama sama menjadi makmum dengan Presiden RI Joko Widodo.</p>
<p>&#8220;Waktu jama&#8217; ashar, baru pak Jokowi yang jadi imam,&#8221; sebut Syahrul Isman. Diakui Syahrul Isman dan sejumlah ulama lainnya, sosok Jokowi sangat dekat dengan ormas Islam dan ulama.</p>
<p>Paling penting kata Syahrul, Presiden Jokowi merupakan sosok yang terbuka dan siap dikritik. &#8220;Kami rasa, segala fitnah yang selama ini ditujukan oleh segelintir pihak kepada pak Jokowi, harus diakhiri. Selain dosa besar, ini (fitnah,-red) juga bukan budaya Minang,&#8221; pesan Buya Syahrul Isman.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyerahkan sertifikat beragam ukuran tanah, termasuk untuk areal Ponpes Al-Makmur Tungkar lokasi II Situjuah Limo Nagari, yang luasnya 8.777 M2.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-7062" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-6.jpeg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-6.jpeg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-6-300x200.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-6-768x512.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-6-1024x682.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p><b><a href="https://prokabar.com/terus-terusan-difitnah-pki-dan-pro-cina-jawaban-jokowi-bikin-ummat-haru/">Jokowi Menjawab Fitnah</a></b></p>
<p>Sebelumnya, saat meresmikan kereta bandara, Presiden Jokowi menjawa isu<br />
tentang PKI, pro China dan segudang isu lainnya yang kuat diduga sengaja dihembuskan pihak-pihak tertentu dengan tujuan politis.</p>
<p>Presiden Joko Widodo menegaskan dirinya bukan PKI, serta bukan anak dari orang tua PKI serta bukan anak pengusaha China Singapura seperti yang selama ini banyak isu diembuskan sejumlah pihak.</p>
<p>“Perlu saya tanggapi isu yang belakangan banyak mengatakan saya PKI. Kalau isu seperti itu dibiarkan dan tidak saya jelaskan maka akan ke mana-mana,” kata Presiden Joko Widodo .</p>
<p>Presiden menyampaikan penegasan itu sesaat sebelum mengakhiri pidato peresmian acara itu. &#8220;Saya lahir tahun 1961 dan PKI meletus tahun 1965. Jadi mana mungkin balita ikut PKI,” katanya.</p>
<p>Tapi, kata Presiden, isu tidak berhenti di situ saja dan giliran orang tuanya yang dituduh PKI. Di Solo, katanya, banyak ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah, yang bisa dicek kebenaran isu itu.</p>
<p>“Silahkan cek dan tanyakan kebenaran isu itu ke sejumlah ormas Islam yang banyak di Solo,” kata Presiden.</p>
<p>Isu, katanya, belum juga berhenti soal PKI tapi ada yang mengatakan Joko Widodo anak pengusaha China Singapura.</p>
<p>Joko Widodo mengatakan, dirinya adalah anak kampung yang bapaknya berasal dari Karanganyar dan ibunya dari Boyolali. “Saya itu anak kampung,” kata Presiden.</p>
<p>Presiden mengajak semua elemen bangsa untuk selalu berpikiran positif dan menjauhkan hal yang negatif.</p>
<p>“Sebaiknya kita memikirkan hal yang produktif untuk membangun bangsa dan negara, seperti memikirkan bangun infrastruktur,” kata Joko Widodo.</p>
<p>Presiden minta juga agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dan mudah berprasangka buruk dan negatif, tapi selalu berpikiran positif<b>. (vbm)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/begini-sosok-jokowi-di-mata-ulama-ranah-minang/">Begini Sosok Jokowi di Mata Ulama Ranah Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Ulama Minang Penyebar Islam di Sulawesi. Siapa Dia?</title>
		<link>https://prokabar.com/tiga-ulama-minang-penyebar-islam-di-sulawesi-siapa-dia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2018 17:14:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[#Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=4901</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, PROKABAR &#8211; Tiga ulama Minangkabau diminta datang ke Makassar, negeri nan jauh, di timur. Untuk apa? Islamkan kami. Tiga ulama itu kemudian membelah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiga-ulama-minang-penyebar-islam-di-sulawesi-siapa-dia/">Tiga Ulama Minang Penyebar Islam di Sulawesi. Siapa Dia?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>MAKASSAR, PROKABAR &#8211;</b> Tiga ulama Minangkabau diminta datang ke Makassar, negeri nan jauh, di timur. Untuk apa? Islamkan kami.</p>
<p>Tiga ulama itu kemudian membelah laut berbulan-bulan. Entah dengan kapal jenis apa. Ia tinggalkan kampungnya di Koto Tangah, Padang. Siapa ulama hebat itu?<br />
Ulama kita ini dipanggil Datuk. Ketiganya, Abdul Makmur Khatib Tunggal, disapa akrab Datuk ri Bandang. Kedua, Sulaiman Khatib Sulung, disapa Datuk Patipang dan ketiga Abdul Jawad Khatib Bungsu atau Datuk ri Tiro.<br />
Ulama Minang ini pergi meninggalkan kampung halamannya nan permai kira-kira abad ke-17.<br />
Tanyalah kepada siapa saja, asal orang Sulsek, termasuk Wapres Jusuf Kalla, pasti mereka menyebut Islam yang mereka peluk diajarkan oleh ulama Minangkabau.</p>
<p>Dari tiga datuk itu yang paling terkenal Datuk ri Bandang. Datuk ini bersama dua sahabatnya tak serta merta menyebarkan Islam. Pertama menyelidiki dulu siapa yang paling berpengaruh.</p>
<p>Setelah diketahui barulah ulama kita ini bergerak. Maka bacalah buku &#8220;Islamisasi Kerajaan Goa, Abad XVI sampai Abad XVII yang ditulis Ahmad M Sewang (2005)<br />
Dari buku ini diketahui Datuk ri Bandang seorang ahli fikih, Datuk Pitamang ahli tauhid dan Datuk ri Tiro ahli tasauf.</p>
<p>Sejak anak Minang ini hadir di angin mamiri itu, Islam pun lambat laun mulai tumbuh. Penganutnya raja-raja dan kaum bangsawan.<br />
Tak ada catatan kemana datuk-datuk ini setelah itu dan dimana kaumnya di Koto Tangah. Yang dicatat sebelum ke Sulawesi para datuk ini sempat menyebarkan Islam di Kutai, Kalimantan.</p>
<p>Lalu kini rasa hormat orang Sulsel pada orang Minang dipelihara dengan baik.<b> (nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiga-ulama-minang-penyebar-islam-di-sulawesi-siapa-dia/">Tiga Ulama Minang Penyebar Islam di Sulawesi. Siapa Dia?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 50/202 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.033 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 15:22:54 by W3 Total Cache
-->